|
Ditulis Oleh: Imam An NAwawi - rahimahulloh-
|
 Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam yang hanya diwajibkan satu kali seumur hudup atas muslim yang mukallaf lagi mampu. Hal itu tidak lain karena ibadah haji itu menguras banyak tenaga dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, orang yang melaksanakan ibadah haji harus melaksanakan rukun ini menurut cara yang diperintahkan dengan memperhatikan syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, wajib-wajibnya dan larangan-larangan-nya agar mendapat pahala yang dijanjikan oleh Alloh Azza wa Jalla Para ulama telah menyusun buku tersendiri mengenai haji dan jumlahnya cukup banyak. Tiap-tiap penyusun membahas salah satu bidang dan salah satu aspek haji. Di antara mereka ada yang menyusun mengenai pokok-pokok permasalahannya, seperti rakun-rukun, kewajiban-kewajiban dan syarat-syaratnya. Ada yang menjelaskan hikmah-hikmah dan hukum-hukumnya. Ada juga yang menghimpun do'a-do'a dan dzikir-dzikirnya. Ada pula yang menjelaskan haji Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan apa yang disinyalir di dalamnya berupa khutbah-khutbah yang berisi tentang haji dan selainnya. Demikianlah, tiap-tiap ulama yang menyusun tentang bab haji ini telah menerangkan kepada kaum muslimin tentang bagian permasalahan ini sehmgga menjadi semakin jelas. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr
|
 Telah berfirman Allah Yang Maha Tinggi: "Allah, tiada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Yang hidup kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya), tidak (pernah) mengantuk dan tidak pula tidur, kepunyaan-Nya apa yang dilangit dan apa yang di loumi, tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya, Allah mengetahui (segala) apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak dapat mengetahui sedikitpun dari ilmu Allah, kecuali (sebatas) apa yang dikehendaki-Nya luas kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah itu Maha Tinggi lagi Maha Agung." (QS. Al-Baqarah: 255) Ayat yang penuh berkah ini memiliki keutamaan yang amat besar dan kedudukan yang amat tinggi, dimana ia merupakan ayat yang paling mulia serta paling utama dan paling tinggi kedudukannya di antara ayat-ayat AI-Quran. Tidak ada dalam AlQuran ayat yang lebih agung darinya,sebagaimana yang terdapat dalam hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam yang shahih, bahwa ayat tersebut adalah ayat yang paling utama dalam kitab Allah. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Abdulloh Humaid Al falasi & Wahid Abdussalam Bali
|
 Sungguh sangat memprihatinkan. saat ini masiha da sja sebagian orang yang tidak mengetahui tuntunan-tuntunan yang telah disyariatkan oelh Alloh Azza wa Jalla danlam berintraksi dengan penguasa (terutama penguasa yang berbuat dzalim). Sebagian besar dari mereka terlalu berlebihan dalam bersikap. mereka mengobarkan semangat orang-orang agar bangkit dan bergerak melawan penguasa, baik dalam skala demonstrasi sampai dengan aktifitas sabotase, pemboman, memberontak dan lainnya. Padahal Alloh Azza wa Jalla berfirman, yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, Taatilah Allah dan taatilah Rosul(Nya), dan ulil amri diantara kamu. kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rosul (Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya" [QS An Nisa 59] |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Ust. Zaenal Abidin Syamsuddin Lc
|
 Ada segelintir orang yang menyangka bahwa sikap tawakal meniadakan berbagai macam bentuk usaha dan ikhtiar, sehingga banyak di antara mereka yang enggan bekerja dan malas berusaha. Padahal bekerja bisa berhukum wajib, sunnah, mubah, atau makruh, bahkan bisa haram tergantung pada kondisi, jenis dan tujuan bekerja. Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam manusia yang paling bertawakal kepada Alloh Azza wa Jalla tetapi beliau tetap bekerja dan berkarya, baik dengan pergi ke medan perang maupun berniaga di pasar untuk mencari nafkah, bahkan orang-orang kafir berkomentar sebagaimana yang tercantum dalam firman Alloh Azza wa Jalla " Dan mereka berkata:"Mengapa Rosul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia? (QS. Al-Furqan 1251:7) |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 13 - 16 dari 620 |