|
Ditulis Oleh: Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah-
|
 Musnad adalah kitab yang berisi kumpulan hadits yang tidak diurut berdasarkan urutan bab-bab fiqih namun dikelompokkan/diurutkan menurut setiap Shohabat rodliallohu anhum , baik hadits shahih, hasan atau dhaif. Urutan nama-nama para Shohabat didalam musnad kadang berdasarkan huruf hijaiyah atau alfabet sebagaimana dilakukan oleh ulama dan ini yang paling mudah, kadang juga berdasarkan pada kabilah dan suku, atau berdasarkan yang paling dahulu masuk Islam, atau berdasarkan negeri (asal). |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Abdul Hadi bin Hasan Wahbi
|
 Sesungguhnya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dengan hikmah-Nya telah memberikan kekuasaan kepada setan, musuh yang mengetahui berbagai metode untuk membinasakan manusia dan sebab-sebab keburukan yang dapat menjerumuskan manusia kepadanya. Setan sangat ahli penuh pengalaman, dan penuh semangat di dalam menjalankan metode-metode tersebut. Dia tidak pernah lelah, baik dalam keadaan sadar maupun tidur. Oleh karena itu, kisah tentang setan, bala tentaranya, tipuan, dan makarnya banyak sekali disebutkan di dalam Al-Qur'an, karena setiap manusia sangat membutuhkan penge-tahuan tentang musuhnya dan cara untuk memeranginya. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman "Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu) karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala." (QS. Faathir: 6) |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Dr Umar Sulaiman Al Asyqor
|
 Iman kepada yang gaib adalah dasar di antara sejumlah dasar-dasar iman. Iman tidak sempurna melainkan dengannya. Allah, para malaikat, tanda-tanda Kiamat, berita-berita tentang alam barzakh, ke-bangkitan kembali, surga dan neraka, hingga iman kepada para rasul dan kitab adalah beberapa perkara gaib. Maka, yang dimaksud dengan beriman kepada keduanya adalah iman bahwa para rasul diutus oleh Allah, kitab-kitab diturunkan dari sisi-Nya, semua itu gaib. Siapa saja mendustakan perkara gaib, maka dia mendustakan Allah dengan berbagai kabar dari-Nya dan mendustakan Rasulullah Shallallahu Aiaihi wa Sailam dengan apa-apa yang beliau bawa dari sisi Rabbnya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Prof Dr Shalih bin Fauzan Al Fauzan
|
 Aqidah Islamiyah adalah aqidah atau keyakinan yang dibawa para rasul yang diutus Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan yang termaktub dalam kitab-kitab-Nya. Seluruh ciptaan-Nya, baik dari kalangan jin maupun manusia, harus berkeyakinan dengan aqidah ini. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan." (Qs. Adz Dzariyaat: 56-57). Di ayat lain Allah berfirman: "Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia."(Qs.AlIsra':23). "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah taghut itu." (Qs. An Nahl: 36). Setiap Rasul berdakwah dengan membawa aqidah ini. Semua Kitab Alloh Subhanahu Wa Ta'ala turun guna menjelaskan aqidah ini serta menerangkan segala hal bertentangan atau dapat mengurangi keabsahannya. Semua orang telah sampai umur taklif (dibebani kewajiban) diperintahkan meyakini dan mengamalkannya. Karena pentingnya aqidah ini, dibutuhkan perhatian ekstra sebelum melangkah menuju hal-hal lain, Apalagi aqidah merupakan penentu bahagia tidaknya seseorang di dunia dan akhirat nanti. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 21 - 24 dari 894 |