|
Ditulis Oleh: Dr Muhammad bin Abdul Wahab Al Aqil
|
 Di antara kesempurnaan rahmat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala bagi hamba-Nya adalah Dia telah mensyari'atkan bagi mereka sesuatu yang dapat memperbaiki urusan mereka dalam segala kondisi, suka maupun duka, dalam keadaan penuh semangat maupun benci, dalam situasi aman maupun mencekam dan dalam kondisi bersatu maupun ketika berbecah-belah. Di antaranya adalah nash-nash yang terdapat dalam al-Qur-an dan sunnah yang menjelaskan kepada seorang Muslim jalan yang benar yang harus ditempuhnya ketika terjadi fitnah dan kondisi sulit, agar dia bisa selamat dan kaum Muslimin lainnya pun ikui selamat bersamanya. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh DR Shalih Bin Ghanim As Sadlaan
|
 Tidak samar lagi bagi setiap orang yang berakal bahwa ibadah dalam agama ibarat asas sebuah bangunan, bahkan dapat diibaratkan laksana ruh bagi jasad. Sampai-sampai peletak syariat yakni Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menyertakannya dalam dasar-dasar aqidah. Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda: "Sesungguhnya pemisah antara seseorang dengan syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." [ HR Muslim I/82]. Dasarnya juga disebutkan dalam Al-Qur'an: Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menuaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. (QS. 9:11) |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Prof. DR Yusuf Ad-Duraiwisy
|
 Sungguh, betapa Islam memperhatikan masalah keluarga, mengarahkan pembentukannya di atas landasan sehat dan sistem yang lurus, serta pedoman-pedoman kokoh. Pasangan suami dan istri dijadikan cikal bakal-dan pondasinya adalah pernikahan yang benar. Dengan itu, sebuah keluarga terbangun. Dan di bawah naungannya, keluarga akan tumbuh, berkembang, kokoh dan menjadi kuat. Islam mengajak kita sekalian menuju kepadanya dan memotivasi kita untuk melakukannya. Nash-nash al-Qur'an as-Sunnah begitu banyak, yang telah memaparkan hnkum-hukum, serba-serbi etika, syarat-syarat, dan rukun- Rukun serta hukum-hukum konsekuensi-konsekuensinya,jugamenghimbau supaya prosesnya dimudahkan, menegaskan akan kesakralannya, dan eksistensinya di atas spirit mawaddah (cinta) dan rahmat (kasih sayang). Islam menjadikan pernikahan termasuk kenikmatan yang Allah karunia kan kepada seluruh hambaNya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Abu Abdillah Muhammad Luqman As Salafi
|
 Dalam kitab-Nya yang mulia, Allah telah memberitakan kepada kita bahwa Islam merupakan agama yang diridhai di sisi-Nya, agama yang paripurna dan menyeluruh. Allah Ta'ala berfirman dalam surah Ali 'Imran 19: 'Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam ...." (Ali 'Imran: 19) Dan dalam surah al-Ma'idah Allah berfirman: "... Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan untukmu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu ...." (Al-Ma" idah: 3) Salah satu bukti yang menunjukkan kesempumaan Islam adalah bahwa Allah dan Rasul-Nya menjabarkan setiap perkara yang dibutuhkan oleh pribadi Muslim, baik dalam peribadahan kepada Rabb-nya, penunaian hak-Nya dan dorongan agar senantiasa berhubungan dengan-Nya. Begitu pula Allah dan Rasul-Nya telah menjabarkan segala sesuatu yang dibutuh-kan hamba-Nya untuk memperbaiki pribadi; hubungan kekeluargaan dan sosial kemasyarakatan. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-Nya telah menganjurkan umat agar berperilaku dengan akhlak yang mulia, berperangai dengan adab yang sopan dan menghiasi diri dengan berbagai sifat terpuji. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 21 - 24 dari 974 |