|
Ditulis Oleh: Imam An Nawawi -rahimahullah-
|
 Kitab Al Majmu karya An-Nawawi merupakan referensi fikih terbesar madzhab Asy-Syafi'i secara khusus dan fikih Islam secara umum. Selain juga merupakan bagian dari kekayaan klasik Islam yang murni dan sok khazanah fikih perbandingan. Kitab yang sangat monumental ini memiliki karakter khusus yang membuatnya berbeda dari segi metodologi ilmu yang akurat, sehingga membuatnya berada di tempat teratas dibanding ensklopedi-ensiklopedi fikih lainnya, baik klasik maupun kontemporer. Tidak diragukan lagi, kitab Al Majmu' merupakan khazanah terbesar bidang fikih Islam yang isinya menjelaskan konsep-konsep dasar dari hukum Islam yang membuat para ulama setelahnya kagum. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf
|
 Di antara kenikmatan agung yang Alloh anugerahkan kepada kaum muslimin adalah sempurnanya agama Islam. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. al-Maidah: 3) Tidak ada satu perkara pun yang mendekatkan diri mereka kepada Alloh dan menjauhkan mereka dari murka-Nya kecuali telah Alloh jelaskan dengan gamblang dan jelas. Dari Abu Dzar -Rodliallahu Anhu- berkata: "Kita ditinggalkan Rosululloh dan tidak ada satu burung pun yang mengepakkan kedua sayapnya di angkasa melainkan beliau telah menyampaikan kepada kami ilmunya. Dan Rosululloh pun bersabda: 'Tidak tersisa sesuatu pun yang mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka melainkan telah dijelaskan pada kalian.' " (HR. Thobroni dalam Mu'jam Kabir: 1647 dengan sanad shohih) |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -Rahimahulloh-
|
 Alloh Subhanahu Wa Ta'ala tidak menyulitkan kita, kaum muslimin, untuk menjalankan ajaran agama. Dijadikan Islam sebagai agama yang sangat mudah. Dijadikan waktu-waktu khusus untuk beribadah dan bertaqarrub kepada-Nya dengan tanda-tanda yang sangat jelas yang bisa diketahui segala tingkatan manusia, ulama maupun masyarakat awam, tak terbatas bagi satu golongan saja tanpa golongan yang lain. Untuk mengetahuinya tidak diperlukan spesialisasi pada suatu disiplin ilmu tertentu yang rumit dan serba pelik. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan perkara-perkara yang teraba dan terasa panca indera sebagai sarana. Bintang gemintang yang bertebaran di langit dapatlah disaksikan oleh orang yang terpelajar ataupun bukan. Seluruh kaum muslimin bisa melihat pergantian malam dan siang guna menjadikannya sebagai tanda untuk memulai ibadah. Ini adalah nikmat, rahmat, kasih sayang, dan pemberian Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang dilimpahkan kepada para hamba-Nya. Hanya bagi-Nya segala puji dan syukur di alam semesta. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman & Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi
|
 Sesungguhnya syari'at Islam yang mulia ini sangat indah. Segala hukumnya dibangun di atas hikmah dan kemaslahatan, Hanya, kadang kita mengetahuinya dan kadang pula kita tidak mengetahuinya karena para hamba memang tidak mendapat kewajiban untuk mengetahui perincian hikmah Allah. Namun, cukup bagi mereka hanya mengimani, mengetahui ilmunya secara umum, dan pasrah sepenuhnya, sebab mengetahui perincian hikmah adalah sesuatu yang di luar batas kemampuan akal manusia. "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. an-Nisa [4]: 65) |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 29 - 32 dari 974 |