|
Ditulis Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdulloh Ad Duwaisy
|
 Ibnu Abbas -Rodliallahu Anhu- , beliau berkata: "Wahai para pelaku dosa janganlah kamu merasa aman dari efeknya dosa. Dan ketika dosa tersebut diiringi dengan dosa lebih besar yang kamu perbuat, maka semakin sedikit rasa malu terhadap orang yang ada di kanan dan kirimu dan ketika itu kamu berbuat dosa yang lebih par ah lagi. Tertawamu dalam keadaan melakukan dosa dan tidak tahu apa yang Alloh Azza Wa Jalla perbuat kepadamu, maka itu dosa besar. Kegembiraanmu di atas dosa ketika melakukannya, maka itu dosa besar. Kesedihanmu tatkala luput dari berbuat dosa, maka itu , dosa besar. Rasa takutmu dari angin kencang tatkala menyingkap tirai pintumu dalam keadaan melakukan dosa dan hatimu tidaklah takut terhadap pandangan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala , maka itu dosa besar. Abdullah bin Abbas -Rodliallahu Anhu- berkata: "Sesungguhnya suatu kejelekan menyebabkan hitam di wajah, kegelapan di alam kubur, kelemahan di badan, berkurangnya rejeki, dan adanya kebencian di hati manusia." |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikhul Islam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah -rahimahullah-
|
|
Sesungguhnya, sebesar-besar nikmat Allah kepada hamba-Nya adalah diutusnya Nabi yang mulia ini membawa al huda dan dien yang haq, agar Dia menangkan di atas seluruh agama yang ada. Allah sempurnakan baginya dien ini, dan dengan beliau, Dia menyempurnakan nikmat-Nya serta meridlai Islam sebagai dien (ajaran} bagi umatnya. Allah jadikan mereka khalifah di muka bumi, meneguhkan bagi mereka dien yang telah diridhai-Nya untuk mereka, menukar (keadaan} mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Semua itu karena berkah ketauhidan dan ketaatan mereka kepada Allah serta berpegang teguh dengan sunnah Nabi-Nya yang merupakan sebaik-baik petunjuk. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah-
|
 Umat Islam di masa generasinya yang pertama berada di puncak kemuliaan, kekuatan, dan ilmu. Hal ini tidak lain karena ia berpegang kepada kitab Allah yang mulia dan Sunnah Nabi yang agung serta pemahaman (yang benar) dari sahabat-sahabat yang mulia. Masa keemasan itu, berlangsung beberapa abad, sehingga terlindungilah akidah-akidah yang benar dan tersebarlah ilmu yang bermanfaat bagi manusia dalam perkara agama dan dunia mereka. Hanya saja, karena beberapa faktor pelemah yang mulai menyusup ke dalam tubuh umat sehingga ia menjadi target sasaran musuh-musuhnya yang senantiasa mengintai, umat pun mulai menghadapi serangan dari berbagai penjuru. Musuh-musuhnya berkon-spirasi untuk mencelakainya dari segala arah dengan agresi militer terbuka. Hal ini tentu saja membuka jalan bagi mereka untuk menyerang warisan pemikiran umat di mana yang kedua ini lebih berbahaya daripada yang pertama, akan tetapi Allah yang Maha Pengasih telah menyiapkan di setiap masa orang-orang yang melindungi agamaNya. Mereka men-jaganya dari penyimpangan orang-orang yang berlebih-lebihan dan kedustaan pelaku kebatilan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy Syaukani -rahimahullah-
|
 Tafsir ini Fathul Qodir sebuah tafsir yang merujuk pada makna Al Qur'an sesuai pemahaman Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , Shaobahat -ridwanullah alaihi ajmain- dan Para Salaf setelahnya ini memuat ilmu yang banyak, segi analisis dan tujuan mencari kebenaran di dalamnya, serta mencakup pula faedah-faedah, kaidah-kaidah, dan sebagainya yang disarikan dari kitab-kitab tafsir yang sudah ada sebelumnya seperti : tafsir Ath Thabari, tafsir Al Qurthubi, Tafsir Ibnu Katsir, tafsir As Suyuthi dan lainnya . |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 33 - 36 dari 894 |