|
Ditulis Oleh: Imam Al Qurthubi -rahumahulloh-
|
 Diantara kitab tafsir yang didasarkan pada kajian fiqh adalah kitab tafsir karya Imam Al Qurthubi -rahimahullah- yang berjudul ' Al Jami' Lil Ahkam Al Qur'an' Kitab ini adalah sebuah ensiklopedia tafsir yang sangat berharga.Kitab tafsir ini mencakup berbagai madzhab fiqih ketika sedang menafsirkan ayat-ayat hukum.meskipun demikian, perhatiannya terhadap aspek qiroat, irob,masalah-masalah yang berkaitan dengan nasikh Mansukh juga sangat diperhatikan. Inilah jilid ke 4 dari rangkaian serial kitab terjemahan Tafsir Al Quthubi, sebuah kitab tafsir karya Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakar bin Farh Al Anshari Al Khazraji Al Andalusi -rahimahullah- Imam Adz Dzahabi -rahimahullah- berkata,"Imam Al Qurthubi adalah seorang imam yang memiliki ilmu yang luas dan mendalam, dia memiliki sejumlah karya tulis yang banyak yang menunjukkan luasnya ilmu beliau." |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Imam Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahulloh-
|
 Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari adalah karya Al Imam Al Hafidz Abi Fal Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Hajar Al Atsqolani Al Misri -rahimahullah- atau lebih dikenal dengan Imam Ibnu Hajar l Atsqolani -rahimahullah- (w 852 H).Kitab fahul Bari ini adalah kitab Syarah/penjelas Shahih Bukhori yang paling baik dan lengkap. Di dalam kitab ini, Ibnu hajar -rahimahullah- menjelaskan masalah lughuh/bahasa dan I'rob, dan menguraikan masalah-masalah peting yang tidak ditemukan dalam kitab lainnya, juga menjelaskan dari sisi balaghah dan sastranya, mengambil hukum, serta memaparkan berbagai masalah yang diperdebatkan oleh para ulama, baik menyangkut fiqih maupun ushulfiqih secara terperinci tidak memihak.Disamping itu, beliau -rahimahullah- juga kumpulkan seluruh sanad hadits dan menelitinya. Fathul Bari memiliki muqodimah yang berjudul Haydus Saari, Muqodimah ini sangat tinggi nilainya, sebab ia merupakan kunci untuk memahami Shahih Al Bukhori. Kitab ini selesai ditulis mulai 817 -842 H, hampir selama dua puluh lima tahun. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Forsiba AT-TARBIYAH
|
|
Bagi ikhwah yang ingin untuk memahami Islam dengan baik, banyak yang rindu untuk bisa memahami bahasa Arab. Bahasa Arab memang sangat urgen untuk dipahami. Karena ia adalah bahasa al-Quran, bahasa as-Sunnah. Allah berfirman, "Sesungguhnya Kami menjadikan al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahaminya." (QS. az-Zukhruf: 3) Tradisi ilmu keislaman takkan pernah bisa lepas dari Bahasa Arab. Karenanya, tak ada yang diberi gelar Ulama atau mujtahid kecuali jika ia memahami Bahasa Arab. Karenanya pula, Umar -rodliallohu anhu- mengatakan tentang Bahasa Arab, "Barangsiapa menghidupkan Bahasa Arab, maka berarti dia menghidupkan dien." Syaikhul Islam Al Imam Ibnu taimiyyah -rahimahullah- berkata "Bahasa Arab adalah termasuk dari bagian agama, dan hukum mempelajarinya adalah wajib. Karena memahami Al Qur'an dan As-Sunnah adalah wajib. Tidaklah seseorang dapat memahami Al Quran dan Sunnah kecuali dengan mempelajari bahasa Arab." [ lihat: iqtidho Shirotol Mustaqim 1/527]
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas
|
 Kita melihat kondisi umat Islam yang ada sekarang ini kondisinya sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Hampir tiba saatnya beberapa umat mengerumuni kalian seperti hewan-hewan yang berebut makanan di dalam sebuah bejana." Salah seorang bertanya, "Apakah jumlah kami pada saat itu sedikit?" Beliau menjawab, "Bahkan jumlah kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi keadaan kalian seperti buih di lautan, dan sungguh Allah akan mencabut dari dada musuh kalian rasa takut terhadap kalian, serta Dia akan hujamkan al-wahn di dalam hati kalian." Para Shahabat bertanya, "W.ihai Rosululloh Apakah al-wahn itu?" Beliau men-jawab, "Cinta dunia dan takut mati."[ Shahih: HR. Abu Dawud (no. 4297), Ahmad (V/278), ath-Thabrani dalam al-Mujamul Kabiir (11/102-103, no. 1452), Abu Nu'aim dalam Hilyatul Auliyaa' (1/238-239, no. 591), al-Baghawi dalam Syarus sunnah (XV/16, no. 4224), dan selainnya. Lihat Silsilah til-Ahaadiits ash-Shahihah (no, 958). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 37 - 40 dari 620 |