|
Ditulis Oleh: Syaikh Dr Fadhl Ilahi
|
 Sesungguhnya sirah (perjalanan hidup) Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam kita yang tercinta dan mulia memiliki banyak aspek, yang kesemuanya telah sampai pada puncak kesempurnaan makhluk. Hal itu tidaklah mengherankan, karena Alloh Subhanahu Wa Ta'ala Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana menjadikan pada diri beliau keteladanan yang baik bagi umat manusia. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala ber-firman: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzaab: 21) Di antara aspek perjalanan hidup Nabi yang mulia dan diberkahi adalah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala mengutus beliau sebagai seorang pengajar (guru). Dan ini merupakan bukti dikabulkannya do'a Ibrahim alaihissalam, kekasih-Nya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: "Ya Rabb kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab (al-Qur-an) dan al-Hikmah (as-Sunnah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkau-lah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Al-Baqarah: 129) |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah -rahimahulloh-
|
 Cinta merupakan sumber kekuatan yang mampu memotivasi jiwa untuk ber-buat, bahkan dapat meraacu seseorang untuk melakukan hal-hal gila, Tanpa cinta hidup terasa hampa dan tak bergairah. Cinta ibarat pelita hati yang menuntun seseorang menghambakan diri dihadapan sang kekasih. Namun apabila ia sirna dari hati maka hidup penuh dengan kegelapan dan kesesatan. Cinta juga mampu menjadi penawar mujarab untuk mengobati berbagai penyakit hati sehingga sang pencinta terhindar dari penyakit akut yang menggiring dirinya menuju kehancuran. Itulah cinta yang hanya bisa dikecap dengan hati yang tulus dan bersih. Oleh karena itu, Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam mengingatkan umatnya untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kesucian hati, beliau bersabda, "Ketahuilah, bahwa di dalam tubuh terdapat sekerat daging ( segumpal darah) , jika sekerat daging itu baik, maka baik pula seluruh tubuh, dan jika sekerat daging itu rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, sekerat daging tersebut adalah hati." |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Dr Muhammad bin Abdul Wahab Al Aqil
|
 Dunia Malaikat berbeda dengan dunia manusia. Malaikat adalah makhluk Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang diciptakan dari nur ( cahaya). Mereka memiliki wujud asli yng sangat besar, diantara riwayat yang menunjukkan besarnya fisik dan kekuatan malikat adalah hadits jabir bin Abdulloh -Rodliallahu Anhu- bahwasanya Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, " Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat pemikul Arsy'. Sesungguhnya jarak antara ujung telinga dan pundaknya sejauh perjalanan 700 tahun." [ HR Abu Daud no 4727, disahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah I/151]. Karakteristik fisiknya berbeda dengan bangsa jin ataupun manusia, ia bukan pria bukan pula wanita. Kendati begitu, ia diberi kemampuan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala untuk menjelma menjadi seorang manusia. Tujuannya untuk menguji keimanan dan ketaqwaan hamba-hamba Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Salah satu ciri khusus para Malaikat ialah selalu taat kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, tidak pernah membangkang ataupun menyelisihi,mereka adalah tentara-tentara Alloh Subhanahu Wa Ta'ala , yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti kecuali oleh-Nya |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Ali bin Muhammad bin Mahdi Al Qorni
|
 Alloh Subhanahu Wa Ta'ala telah menjelaskan permusuhan iblis dan perbuatannya untuk menyesatkan anak Adam, dan Allah memerintah-kan kita untuk menjadikannya sebagai musuh. Kita memohon kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala agar kita termasuk musuh-musuh setan, dan termasuk wali-wali Allah Yang Maha Rahman. Dan karena itu kita mendapati setan selalu berupaya menyesatkan anak cucu Adam, menakut-nakuti, dan meneror mereka. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, " Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (Ali Imran: 175). Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala juga menerangkan bahwa setan tidak dapat menakut-nakuti orang-orang yang berlindung dan beriman kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan Hari Akhirat, akan tetapi sebaliknya, dia hanya menakut-nakuti orang-orang yang tidak mau berlindung dan beriman kepada Allah dan Hari Kiamat. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 5 - 8 dari 974 |