|
Ditulis Oleh: Syaikh Said bin Ali bin Wahf Al Qohthoni
|
 "Sesungguhnya agama itu mudah.",Memang begitulah sabda Nabi, namun bukan berarti agama itu dapat dengan seenaknya dilanggar atau dilaksanakan sekehendak hawa nafsu. Agama ini menjadi mudah karena kesempurnaan syari'at Islam yang dibawa Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam ,Dengan kesempurnaannya itulah, agama ini mampu membimbing manusia bagaimanapun keadaan mereka, kapan pun dan di mana saja mereka berada. Baik di waktu sehat ataupun sakit, di waktu mukim atau sedang dalam perjalanan, juga ketika sedang berada di darat, laut atau di pesawat udara, maka agama ini telah mengaturnya dengan sempurna. Karunia yang sungguh besar ini menunjukkan kemurahan Allah dan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Alloh Azza wa Jalla memberikan kemudahan-kemudahan dalam berbagai urusan. Firman-Nya: "Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki terhadap kalian kesulitan." (QS. Al-Baqarah: 183) |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Ust. Abu Yahya Badrussaalam Lc
|
 Perintah untuk mengucapkan Basmalah ketika memulai suatu perbuatan, telah jelas diterangkan dalam AI-Qur'an dan As-Sunnah. Ucapan -Basmalah- ini mencerminkan keimanan yang sempurna, sebagai bentuk sikap menyerahkan diri dari segala urusan hanya kepada Alloh Azza wa Jalla , juga mengharapkan pertolongan dan berkah dari-Nya. Karena tidak ada daya dan upaya untuk melakukan kebaikan dan tidak ada kekuatan untuk menghindari keburukan kecuali dengan pertolongan Alloh Azza wa Jalla Buku kecil ini mengupas tuntas, tafsir yang terkandung dalam Basmalah, dengan memetik hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya, dan menjabarkan setiap faedah-faedahnya. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Abdulloh bin Muhammad As Sadhan
|
 Manusia itu begitu lemah untuk bertarung langsung dengan musuh-musuhnya, baik yang terlihat seperti sesama manusia, hewan-hewan berbisa, binatang-binatang buas, dan yang lainnya. Juga dalam menghadapi musuh yang tidak terlihat seperti syaitan dari kalangan jin. Namun seorang mukmin bisa menjadi kuat apabila ia benar-benar menggunakan tameng penghadang dan senjata yang ampuh. Senjata dan benteng berupa dzikir-dzikir dan do'a yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya (dari al-Quranul karim dan Sunnah Nabawi yang shahih) ini merupakan senjata dan benteng yang tidak ada banding-nya hingga hari Kiamat, karena dirancang, diramu, dan dibuat oleh Yang Mahakuasa, Mahaperkasa, Mahahidup dan Maha Berdiri Sendiri, tidak memerlukan suatu apa pun dari makhluk-Nya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: im maktabud Dakwah Wal Irsyad, Riyadh, KSA
|
 Puasa merupakan satu ibadah yang istimewa. Di kala semua ibadah itu milik si hamba, maka puasa adalah milik-Nya. Dengan gamblang Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam menjelaskan hal ini dalam salah satu sabdanya tentang firman Alloh Azza wa Jalla : 'Setiap amal anak Adam adalah miliknya sendiri kecuali puasa, di mana puasa itu milik-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan pahalanya.'[ Muttafaq 'alaih:Shahiih al-Bukhari (Fat-hulBaari)(IV/n8,no.l904), Shahiih Muslim (H/807, no. 1151 (164), Sunan an-Nasa-i(IV/163).Inilah keistimewaan puasa dibandingkan dengan ibadah-ibadah yang lainnya. Lalu apakah kita hanya akan mencukupkan diri dengan puasa wajib di bulan Ramadhan? Sementara dalam setahun itu ada 12 bulan, dan dalam sebelas bulan yang tersisa, amalan yang istimewa ini tidak Anda lakukan? Seorang hamba yang mengetahui keistimewan puasa, dan mengakui berharganya usia yang singkat di dunia ini, tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dari Allah ini. Hamba-hamba Allah yang ingin menjadi kekasih Allah tidak akan melewatkan puasa-puasa sunnah sebagai sarana agar Alloh Azza wa Jalla meridhai dan mencintainya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 9 - 12 dari 620 |