|
Ditulis Oleh: Syaikh Dr Shalih Bin Ghanim As Sadlaan
|
 Tidak samar lagi bagi setiap orang yang berakal bahwa ibadah dalam agama ibarat asas sebuah bangunan, bahkan dapat diibaratkan laksana ruh bagi jasad. Sampai-sampai peletak syariat yakni Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menyertakannya dalam dasar-dasar aqidah. Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda: "Sesungguhnya pemisah antara seseorang dengan syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." [ HR Muslim I/82]. Dasarnya juga disebutkan dalam Al-Qur'an: "Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menuaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama" (QS. 9:11) Allah mengaitkan persaudaraan seagama dengan menegakkan shalat dan menunaikan zakat, bukan hanya sekedar mengucapkan dua kalimat syahadah dan tidak menyerang kaum muslimin. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas
|
 Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang sempurna, agama yang mudah, dan agama yang mengatur hubungan antara manusia dengan Alloh Subhaanahu wa Ta'aala dan mengatur hubungan antara manusia dengan manusia dan makhluk lainnya. Islam mengatur mu'amalah manusia dengan sebaik-baik aturan. Tidak ada undang-undang dan aturan yang paling lengkap melainkan undang-undang dan syari'at Islam. Agama Islam mengajarkan adab dan mu'amalah yang baik dalam semua transaksi yang dibenarkan dan disyari'atkan dalam Islam. Islam menghalalkan transaksi jual beli dan mengharamkan riba dengan segala bentuknya. Allah Ta'ala berfirman, "...Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba..." (QS. Al-Baqarah: 275) |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas
|
 Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya masalah adab. Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan adab dan segala sesuatu dengan jelas hingga adab buang air pun beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam jelaskan. Di antara adab yang beliau ajarkan adalah ikhlas dalam menuntut ilmu, ikhlas dalam mengamalkan ilmu, dan ikhlas dalam mengajarkan dan mendakwahkan ilmu. Begitu pula para Shahabat dan Tabi'in, mereka menasehati agar setiap Muslim dan Muslimah memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu, agar ilmu yang dikaji dan dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Husain bin 'Audah al-'Awaisyah
|
Menuntut ilmu adalah kebutuhan setiap muslim yang tak dapat ditinggalkan. Di samping merupakan perintah agama, nuntut ilmu juga dapat memberikan manfaat yang besar dan banyak bagi penuntutnya, baik di dunia maupun di akhirat. Di antara manfaatnya adalah, Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi dari yang lain. Alloh Azza wa Jalla berfirman: "... Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diheri ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadalah: 11) |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 9 - 12 dari 894 |