|
Ditulis Oleh: Syaikh Dr. Ahmad Farid
|
 Sungguh, tak hanya raga yang butuh makan dan minum sebagai pemenuhan kebutuhannya, Hati pun butuh nutrisi yang menjadi asupannya. Memberikan pencerahan dengan renungan-renungan keimanan merupakan salah satu cara memberikan santapan kepada hati dan jiwa. Sesungguhnya gambaran dan kondisi hati itu ditentukan sejauh mana sifat-sifat baik atau buruk yang menguasainya. Hati yang bersih, selalu mendapatkan nasihat-nasihat, tidak dilumuri oleh noda-noda maksiat dan dosa, akan mengajak pemiliknya untuk selalu melakukan perbuatan yang baik, begitu juga sebaliknya. Untuk itu, inilah buku yang sangat apik yang ditulis oleh seorang tokoh yang cukup ternama, Dr. Ahmad Farid. Buku ini merupakan kumpulan renungan keimanan yang disusun oleh penulis serta beberapa pengalaman yang dialaminya. Sebuah renungan yang terlintas ketika mendengar lantunan ayat-ayat Al-Quran atau mutiara-mutiara hadits Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- , perkataan orang-orang shalih, atau renungan ketika mendengar atau melihat suatu peristiwa yang mengandung ibrah dan pelajaran yang tersembunyi. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Imam Muhammad bin Ali Asy Syaukani -rahimahulloh-
|
 Inilah serial terjemah dari Kitab Fathul Qodir : Al Jami’ Baina Ar Riwayah wa Ad Dirayah min Ilm At Tafsir, Sebuah Kitab Tafir Al Quran yang ditulis oleh Imam Muhammad bin Ali Asy Syaukani -rahimahulloh- . Beliau adalah seorang imam besar, mujtahid mutlak, Al Qodhi/ Hakim di negeri Yaman, pembaharu Islam, Pemberantas : Syirik, Bidah, Firqoh Sesat dan penyimpangan lainnya semasa beliau hidup di abad ke-13 Hijriyah, seorang Ulama pakar hadits, ahli tafsir, sejarahwan, Seorang Salafi, pemilik karya-karya tulis terkemuka dan bermanfaat Bagi Musliman Ahlus Sunnah wal Jamah, nama lengkapnya adalah Abu Ali Badruddin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah bin Al-Hasan Asy-Syaukani , dikenal dengan nama Imam Asy Syaukani -rahimahulloh- Imam Asy-Syaukani -rahimahulloh- dilahirkan pada bulan Dzulhijjah tahun 1173 H di Hijrah Syaukan, ketika itu jaraknya 1 hari perjalanan dari San’a di Yaman. Ayahnya adalah seorang ulama. Sang ayah merawat dan menjaga anaknya agar selalu berada di dalam koridor keilmuan sejak usia dini. Pertama-tama, Imam Asy-Syaukani menyelesaikan hafalan Al-Quran, kemudian setelah itu menghafal berbagai matan dan prinsip-prinsip keilmuan yang beragam.Selepas itu, Imam Asy-Syaukani pindah ke ibukota Sana'a untuk menimba ilmu dari para syaikh dan ulama. la tidak pernah absen mengikuti kajian Ibnu Muthahhir Al-Qabili -rahimahulloh- selama kurang-lebih 13 tahun, dan lulus darinya dengan menguasai berbagai cabang keilmuan. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah -rahimahulloh-
|
 Kitab Al Fawaaid , karya Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah -rahimahulloh- adalah kitab yang luar biasa, dari namanya saja kita dapat menangkap banyak manfaat yang terkandung di dalamnya; sebab kitab ini mengumpulkan berbagai faidah yang berlimpah dan beragam per-masalahan ilmiah yang tiada duanya. Padanya terdapat pendalaman berbagai makna dari hakikat segala sesuatu, penjelasan tentang hikmah syari'at pada beberapa permasalahan yang beragam, pentingnya Al-Quran dan fiqih Islam disertai penjelasan berikut rinciannya pada hal-hal tidak diketahui banyak orang. Kemudian menyebutkan hubungan permasalahan-permasalahan tersebut dengan kecemerlangan hati dan ke-muliaan jiwa [lihat : Asrar Khizanah al-maktabah At-Turatsiyyah hal 11 dan 128, karya Muhammad Khair Ramadhan Yusuf] Karena tingginya kedudukan penulis dalam beragam disiplin ilmu, maka kitab ini ibarat penunjuk arah yang lengkap yang mana padanya terdapat berbagai ilmu pengetahuan yang begitu banyak. Dikarenakan penulis dan karyanya tersebut berada pada kedudukan seperti ini dari sisi manfaat dan faidahnya, maka kemudian Kitab ini ditahqiq Oleh Syaikh Ali Hasan bin Abdul Hamid – hafidhahulloh- , dan belia berpendapat bahwa suatu keharusan untuk menerbitkan dan men-tahqiq-nya (menelitinya) agar lebih bisa menyebarkan manfaat yang dipetik darinya oleh pembaca yang budiman. kitab ini disusun berdasarkan bab-bab ilmu, yang diawali dengan bab aqidah, kemudian Tafsir, Hadits, dan seeterusnya. karena pada asalnya Kitab Al Fawaaid tidak ditulis secara tematik sehingga menyulitkan pembaca yang ingin memetik manfaat darinya. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah -rahimahulloh-
|
 Diantara Hikmah diutusnya para nabi dan Rosul ditengah-tengah ummat manusia yaitu sebagai pembawa kabar gembira dan juga pembawa peringatan, Agar tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk membantah Alloh Azza wa Jalla sesudah diutusnya para Nabi dan Rosul -sholawatulloh wassalamuhu-.diawali dengan diutusnya Nabi Nuh-alaihissalam- dan terakhir Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam . Bersungguh-sungguhlah untuk mengetahui apa yang terjadi pada bapakmu Adam -alaihissalam-, dan musuhmu Iblis, apa pula yang menimpa pada Nuh dan kaumnya, Hud dan kaumnya, Shalih dan kaumnya, Musa dan kaumnya, Isa dan kaumnya serta Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan kaumnya. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab -rahimahullah- berkata dalam mukadimah kitab beliau Mukhtashar Sirah ,"Pelajarilah apa yang telah dikisahkan oleh para ulama, para shahabat, keadaan dan amalan mereka,niscaya engkau akan mengenal Islam dan kekufuran, sebab Islam pada hari ini sangatlah asing, Mayoritas ummat tidak bisa membedakan antara Islam dan kekufuran, inilah musibah kehancuran yang tidak diharapkan lagi adanya kebahagiaan…". Ini semua menggambarkan kepada kita bahwa siroh nabawiyah bukanlah sekedar dongeng masa lalu hanya bisa dikenang. Namun dibalik semua itu ada pelajaran berharga yang dapat diambil oleh muslimin |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahulloh-
|
 Allah Azza wa jalla berfirman, yang artinya "Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata, (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan kmbaran-lembaran yang suci (Al-Qur-an), di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar). Dan tidaklah berpecah belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata. Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar mereka melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). " (QS. Al-Bayyinah: 1-5) Allah Ta'ala juga memerintahkan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk memerangi manusia agar mereka mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, dan membayar zakat. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukan hal tersebut, maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, dan hisab mereka ada pada Allah 'Azza wa Jalla."[ Hadits riwayat Bukhari no 25, dan Muslim no : 22] |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 11 - 15 dari 1168 |