Sudah Benarkah Aqidah Kita?
Ditulis Oleh: Syaikh Prof Dr Shalih bin Fauzan Al Fauzan   
Lompat Ke
Sudah Benarkah Aqidah Kita?
Halaman 2

 Aqidah Islamiyah adalah aqidah atau keyakinan yang dibawa para rasul yang diutus Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan yang termaktub dalam kitab-kitab-Nya. Seluruh ciptaan-Nya, baik dari kalangan jin maupun manusia, harus berkeyakinan dengan aqidah ini. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  berfirman:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan." (Qs. Adz Dzariyaat: 56-57).
Di ayat lain Allah berfirman:
"Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia."(Qs.AlIsra':23).
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah taghut itu." (Qs. An Nahl: 36).
Setiap Rasul berdakwah dengan membawa aqidah ini. Semua Kitab Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  turun guna menjelaskan aqidah ini serta menerangkan segala hal bertentangan atau dapat mengurangi keabsahannya. Semua orang telah sampai umur taklif (dibebani kewajiban) diperintahkan meyakini dan mengamalkannya. Karena pentingnya aqidah ini, dibutuhkan perhatian ekstra sebelum melangkah menuju hal-hal lain, Apalagi aqidah merupakan penentu bahagia tidaknya seseorang di dunia dan akhirat nanti.

Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  berfirman: "Karena itu barangsiapa ingkar kepada taghut dan kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul/ikatan tali amat kuat yang tidak akan putus." (Qs. Al Baqarah: 256).
Maknanya, barangsiapa melepaskan tangannya dari tali aqidah ini, berarti ia berpegang kepada kebatilan. Hanya kesesatanlah yang didapatkan jika tidak mengikuti kebenaran ini.
".... Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dia-lah (Rabb) Yang Haq, dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah yang batil." (Qs. Al Hajj: 62). Yang pada akhirnya akan berujung kepada Neraka, seburuk-buruk tempat kembali.
      Aqidah artinya sesuatu yang dibenarkan dan dijadikan tuntunan (pedoman) oleh seseorang. Apabila pedoman itu sesuai dengan apa yang dibawa oleh para rasul yang diutus Allah dan yang terkandung dalam Al Quran berarti itulah aqidah yang benar (shahih) yang dapat memberikan kebahagiaan dunia-akhirat sekaligus menyelamatkannya dari azab Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
    Apabila pedomannya itu menyelisihi apa yang dibawa oleh para rasul yang diutus Allah dan yang terkandung dalam Al Quran, berarti itulah aqidah batil (salah) yang dapat mengantarkan kepada kesengsaraan dunia-akhirat dan siksaan pedih di akhirat nanti.
    Aqidah yang benar dapat membentengi dan menjaga darah dan harta seseorang dari gangguan orang lain kecuali ada alasan yang dapat dibenarkan (oleh syariat).
Nabi  -Sholallahu Alaihi Wassalam-  bersabda, "Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan, Laa ilaaha illallah (tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah). Apabila mereka mengatakannya, maka telah terpeliharalah dariku darah mereka dan harta mereka kecuali karena (ada alasan yang) hak, dan perhitungannya diserahkan kepada Allah ta'ala." [diriwayatkan oleh Bukhari (25), Muslim (33)]
 "Barangsiapa mengucapkan, Laa ilaaha illallah serta mengingkari segala yang disembah selain Allah, maka haramlah harta dan darahnya, dan perhitungan (tentang perbuatannya) diserahkan kepada Allah Azza Wajalla. "[Shahih diriw.iy.itk.in oloh Muslim (24), Ahmad (15313)]
         Aqidah yang seperti ini pula dapat menyelamatkan penganutnya dari azab Alloh Subhanahu Wa Ta'ala pada hari kiamat.
Telah diriwayatkan oleh Imam Muslim -rahimahulloh-  dari Jabir -Rodliallahu Anhu- , bahwasanya Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda, "Barangsiapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, maka ia masuk Surga. Barangsiapa berjumpa dengan-Nya dalam keadaan menyekutukanNya dengan sesuatu maka ia akan masuk Neraka [Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (136), Ahmad dalam AI-Musnad (13963)]
    Di dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim dari hadits Itban bin Malik -Rodliallahu Anhu-  diriwayatkan bahwasanya Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam-  bersabda, "Sesungguhnya Allah mengharamkan Neraka bagi orang yang mengatakan Laa ilaaha illallah, dia mengharapkan dengan hal itu wajah Allah."[ Shahih, muttafaqun 'alaihi, diriwayatkan oleh Bukhari (407), Muslim (48), Abu Dawud (1202), Ibnu Majah (652),dan Ahmad (22513)]
    Aqidah yang benar akan menghapus kesalahan-kesalahan yang pemah dikerjakan. Telah diriwayatkan oleh Imam Tirmudzi -rahimahulloh-  disertai pemyataannya bahwa hadits ini adalah hasan, dari Anas bin Malik -Rodliallahu Anhu-  ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam-  bersabda, "Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Wahai anak keturunan Adam, andai engkau mendatangi-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau menjumpai-Ku dalam keadaan tidak, menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, niscaya Aku mendatangkan kepadamu ampunan yang seperti itu pula."[ Hasan. diriwayatkan olehTirmidzi (3463)]
        Syarat untuk mendapatkan ampunan tersebut adalah selamatnya aqidah dari kesyirikan, baik sedikit maupun banyak, kecil maupun besar. Barangsiapa keadaannya demikian, maka dialah pemilik hati yang bersih seperti disebutkan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam firman-Nya, "Pada hari ketika harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (Qs. Asy Syu'ara: 88-89).
       Al Allamah Ibnul Qayyim -rahimahulloh-  berkata sehubungan dengan makna hadits Itban  di atas: "Orang-orang yang bertauhid akan diberi ampunan -yang tidak diberikan kepada selain mereka- karena mereka tidak mencampuri tauhidnya dengan kesyirikan." Jika mereka meninggal dengan membawa dosa selain syirik sepenuh bumi, Allah akan memberikan ampunan kepadanya sebanyak kesalahannya itu. Ampunan ini tidak akan diperoleh bagi mereka yang tauhidnya tidak sempurna. Tauhid khalish (murni) yang tidak dicampuri oleh kesyirikan sedikit pun tidak akan tercampuri satu dosa pun. Mengapa? Karena tauhid yang murni mencakup kecintaan kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala , pemuliaan dan pengagungan-Nya, serta rasa takut dan harapan kepada-Nya semata.
Semua ini memberikan konsekuensi dibersihkannya segala dosa meskipun jumlahnya memenuhi bumi. Kotoran (akibat dosa) hanyalah bersifat sedangkan yang menghilangkan kotoran tersebut pengaruhnya lebih kuat."
         Aqidah yang selamat adalah salah satu syarat diterimanya amalan. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  berfirman, "Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan seesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Qs. An Nahl: 97).
Kebalikan dari hal itu, aqidah yang rusak dapat menggugurkan (pahala) semua amalan. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  berfirman, "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, "]ika engkau mempersekutukan (Rabb), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentu-lah engkau termasuk orang-orang yang merugi." (Qs. Az Zumar: 65).
"Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (Qs. Al An'am: 88).


 
< Sebelum   Berikut >

KATEGORI PRODUK

PENERBIT/PRODUSEN




Hubungi Kami

   Telp :+62274.7022121
   Mobile :+62819.2469.325
   Chat on WhatsApp & LINE PIN: +628192469325

  maktabah_al_aisar

Pembayaran

online saat ini

2 Tamu Online

Best Seller

 Tafsir Al Qur’an : tafsir As Sa'di [ Edisi Lengkap 7 Jilid ]

Allah menurunkan Al Qur’an  kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam-  d...

Selengkapnya...
 
 Tafsir Ath Thabari [Edisi lengkap 26 Jilid ]

Inilah rangkaian 26 jilid lengkap serial terjemahan dari kitab Tafsir Jamiul Bayan An Ta'wil Ayi...

Selengkapnya...
 
 Tafsir Al Qurthubi [ Edisi 20 Jilid Lengkap ]

Diantara kitab tafsir yang didasarkan pada kajian fiqh adalah kitab tafsir karya Imam Al Qurthubi -r...

Selengkapnya...
 
 Tafsir Adhwa’ul Bayan:Tafsir Al Quran dengan Al Quran [Edisi 12 Jilid Lengkap]

Inilah dari rangkaian Kitab terjemah tafsir Adwaul Bayan, sebuah kitab tafsir yang ditulis oleh Al A...

Selengkapnya...
 
 Syarah Shahih Muslim [ Edisi 18 Jilid Lengkap ]

Para ulama -rahimakumullah-  telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur'an adalah ...

Selengkapnya...
 
 Syarah Riyadhus Shalihin [4 Jilid lengkap]

Kitab Riyadhush Shalihin sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Kitab hampir dipakai di semua ka...

Selengkapnya...
 
 Subulus Salam Syarah Bulughul Maram [Edisi Lengkap 3 Jilid]

Sesungguhnya para ulama umat ini -semoga Allah memberi mereka balasan yang lebih baik- telah mengera...

Selengkapnya...
 
 Tafsir Al Aisar [ 7 jilid lengkap]

Tafsir Al Quran ditulis untuk menjelaskan makna dan maksud ayat didalamnya sehingga kaum muslimin da...

Selengkapnya...
 
 Tafsir Al Muyassar [ 3 jilid lengkap]

Allah menurunkan Al Qur’an  kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam-  d...

Selengkapnya...
 
 Shahih Tafsir Ibnu Katsir [9 Jilid Lengkap]

Shohabat Tamim Ad-Dari -rodliallohu anhu- dia berkata, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabd...

Selengkapnya...
 
 Tafsir Ibnu Katsir [6 Jilid Lengkap, Edisi Lux]

Tidak diragukan lagi bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir yang kandungan isinya t...

Selengkapnya...
 
 Terjemah Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari [36 Jilid lengkap]

Fathul Bari Syarah Shahih Al Bukhari adalah karya Al Imam Al Hafidz Abi Fal Ahmad bin Ali bin Muhamm...

Selengkapnya...
 
 Syarah Bulughul Maram [ 7 Jilid Lengkap ]

Bulughul Maram adalah kumpulan hadits karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- yang ba...

Selengkapnya...
 
 Syarah Riyadhus Shalihin [ 5 jilid Lengkap ]

Buku Syarah Riyadhus Shalihin ini merupakan terjemahan dari kitab aslinya berjudul Bahjatun Nazdziri...

Selengkapnya...
 
 Syarah Shahih Muslim [12 Jilid Lengkap]

Para ulama telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur'an adalah Kitab Shahih Al Bukhori...

Selengkapnya...
 
 Tidak diragukan lagi bahwa kitab Shahih Al  Bukhari merupakan kitab hadits paling otentik di muka bumi ini.
Shahih Bukhari [ 5 Jilid lengkap]

.bl {background: url(http://al-aisar.com/components/com_magazine/layouts/images/bl.gif) 0 100% ...

Selengkapnya...
 
 Kitab Shahih Muslim  adalah salah satu dari kitab yang paling sahih setelah al-Qur'an, selain Shahih Al Bukhari.
Shahih Muslim [4 Jilid lengkap]

.bl {background: url(http://al-aisar.com/components/com_magazine/layouts/images/bl.gif) 0 100% ...

Selengkapnya...
 
 Shahih At Targhib wa Tarhib [6 Jilid Lengkap]

Sesungguhnya semangat ibadah seorang muslim akan tumbuh bila janji pahala dan indahnya balasan berta...

Selengkapnya...