| Perjalanan ke Akherat : Saat Dijemput Maut hingga Tempat Keabadian |
| Ditulis Oleh: Abu Islam Ahmad bin Ali | |
Tatkala kita menginjakkan dua kaki kita di dunia ini, maka sebenarnya kita tengah melakukan safar (perjalanan) besar menuju Rabb yang Mahabesar. Suatu perjalanan dari dunia fana menuju akhirat yang abadi. Suatu perjalanan terbesar yang pernah ada. Di dunia, perjalanan kita sangat singkat sekaligus sangat menentukan.Sangat singkat jika dibandingkan dengan masa setelah mati. Ketahuilah, kapan saja maut bisa menjemput, teman dalam perjalanan sangatlah sedikit, sementara musuh selalu mengintai di mana saja dan kapan saja, siap membinasakan kita, sementara perjalanan masih sangat jauh. Lamanya. perjalanan setelah mati tidak bisa dibayangkan dengan singkatnya kehidupan di dunia. Dan sangat menentukan, karena di dunialah tempat menanam, tempat berbekal, tempat beribadah, tempat berdo'a, dan tempat berusaha melakukan "start" yang tepat dan benar. Sedangkan setelahnya adalah tempat menuai dan tempat mempertanggungjawabkannya. Sebelum semuanya terlambat. maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat." (QS. Al-A'laa: 9) Buku karya Abu Islam Ahmad bin 'Ali ini sangat tepat untuk mengamalkan ayat di atas. Ada pribahasa: Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. Namun penyesalan di dunia sangatlah berguna, selama taubat masih diterima. Adapun penyesalan yang tidak berguna sama sekali adalah penyesalan di akhirat. Insya Allah, buku ini akan sangat bermanfaat bagi mereka yang : 1. menyadari bahwa dirinya sudah divonis mati oleh Allah, namun tidak tahu kapan kematian itu mendatanginya. 2. Ingin memiliki hati yang hidup, dan berkeinginan agar hatinya tidak mati, meski jasadnya telah mati. 3. ingin disambut dengan Malaikat pembawa kabar gembira ketika mati. 4. ingin dirindukan oleh para bidadari yang cahaya senyumnya sanggup meredupkan mentari. 5. ingin disapa oleh Allah, "Wahai fulan bin fulan, ingatkah engkau pada hari engkau melakukan demikian dan demikian?" la pun teringat akan kesalahannya (semasa di dunia), maka ia mengatakan, "Wahai Rabb, tidakkah Engkau mengampuniku." Allah menjawab, "Tentu saja. Dengan keluasan ampunan-Ku, engkau sampai pada kedudukanmu 6. ingin melihat Wajah Rabb-Nya di Surga, kenikmatan yang melebihi segala kenikmatan-kenikmatan yang ada di Surga. Maka, mumpung perjalanan kita masih di dunia, dengar-kanlah Dia Azza Wa Jalla yang berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, jangan-lah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang: siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bershadaqah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.' Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Munaafiqun: 9-11) Buku ini tidak memandu Anda memetakan perjalanan besar dan menentukan ini dari awal hingga akhir, namun cukuplah dengan point-point yang terpenting di bawah ini. Semoga Allah mengakhiri perjalanan kita di Surga tanpa harus melalui Neraka terlebih dahulu: Dimulai dengan pembahasan tentang kematian: la tidak memiliki teman. Jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu. la tidak memiliki tempat karena seluruh alam ini adalah tempatnya. Anda tidak bisa lari atau bersembunyi darinya, walaupun Anda berada dalam benteng yang sangat kokoh. la tidak memiliki waktu karena ia terus bekerja sepanjang hari sepanjang tahun. la tidak menunggu seorang pun, tetapi semuanya menunggunya. Ia enghancur angan, keinginan dan impian. Sebelumnya ada sesuatu dan setelahnya ada suatu yang lain. la adalah akhir perjalanan pertama manusia di dunia, menuju perjalanan berikut-nya. Dibahas pula tentang kedatangannya yang berbeda-beda kepada setiap orang Dan sekaratnya, Kemudian pembahasan tentang Apa yang Terjadi di Kubur, Tentang Hari Kiamat dan Hisab , Tentang Tiupan Sangkakala, Tentang syafa'at, Tentang Hisab (Perhitungan), Tentang Mizan (Timbangan), Tentang Shirath (Jembatan), Tentang Telaga, Tentang Neraka, Tentang Surga Tentang bidadari, Diakhiri dengan: Melihat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala semoga Dia menjadikan kita sebagai orang-orang yang melihat-Nya. Aamiin. Perjalanan ke Akherat : Saat Dijemput Maut hingga Tempat Keabadian Judul asli : Haadimul Ladzdzaat Penulis : Abu Islam Ahmad bin Ali Fisik : buku ukuran sedang, Softcover, 288 hal Penerbit : Pustaka Ibnu Umar Harga Rp 39000 Pemesanan : Alamat Email ini dilindungi dari bot spam,Antum Harus Mengaktifkan Javascript Untuk Melihatnya Sms : 0819-2469-325, 0817-460 |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|

Tafsir Al Aisar [ 7 jilid lengkap]
Tafsir Al Quran ditulis untuk menjelaskan makna dan maksud ayat didalamnya sehingga kaum muslimin da...
Selengkapnya...
Shahih Tafsir Ibnu Katsir [9 Jilid Lengkap]
Shohabat Tamim Ad-Dari -rodliallohu anhu- dia berkata, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabd...
Selengkapnya...
Tafsir Ibnu Katsir [6 Jilid Lengkap, Edisi Lux]
Tidak diragukan lagi bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir yang kandungan isinya t...
Selengkapnya...
Terjemah Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari [36 Jilid lengkap]
Fathul Bari Syarah Shahih Al Bukhari adalah karya Al Imam Al Hafidz Abi Fal Ahmad bin Ali bin Muhamm...
Selengkapnya...
Syarah Bulughul Maram [ 7 Jilid Lengkap ]
Bulughul Maram adalah kumpulan hadits karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- yang ba...
Selengkapnya...
Syarah Riyadhus Shalihin [ 5 jilid Lengkap ]
Buku Syarah Riyadhus Shalihin ini merupakan terjemahan dari kitab aslinya berjudul Bahjatun Nazdziri...
Selengkapnya...