| Cinta Rasul : Antara Sikap Berlebihan dan Menyepelekan |
| Ditulis Oleh: Syaikh Dr Shalih bin Fauzan Al Fauzan, et all | ||||
Halaman 1 dari 2 Suatu keniscayaan bahwa iman seorang Muslim itu tidak terwujud melainkan dengan mencintai Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- dan mengagungkannya. Sebab, beliau adalah Rasul Allah terakhir dan penutup para nabi. Allah berfirman, "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. " (Al-Ahzab: 40). Beliau memiliki akhlak yang luhur, dengan kesaksian Rabb semesta alam, "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Al-Qalam: 4). Lemah lembut, tidak keras lagi berhati kasar: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhtadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (AH Imran: 159). Beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- Sangat menginginkan agar manusia mendapatkan hidayah. Beliau nyaris mencelakakan dirinya karena bersedih karena sangat mengharapkan keimanan mereka. "Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman." (Asy-Syu'ara: 3). "Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi pe nyayang terhiadap orang-orang Mukmin." (At-Taubah: 128). Tatkala kita paparkan hal-hal yang mengharuskan kita untuk mencintai dan mengagungkannya, maka kita tidak akan mampu memenuhi haknya. Al-Qur'an telah mengingatkan hak-hak tersebut. Di antara yang menunjukkan hak-haknya ialah Firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala , "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawat-lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan RasulNya, Allah akan mclaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang mennghinakan." (AI-Ahzab: 56-57) "Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan RasulNya, menguatkan (agama) Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepadaNya di waktu pagi dan petang." (Al-Fath: 8-9). "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari." (Al-Hujurat: 1-2). Dan ayat-ayat lainnya yang menjelaskan kedudukan dan keagungan "penghulu anak keturunan Adam". Kita telah melihat contoh-contoh mengenai cinta dan pengagungan ini pada kalangan yang benar-benar mengetahui kedudukan beliau, orang-orang yang lebih dahulu beriman dan beramal shalih, yaitu para sahabatnya. Merekalah contoh-contoh dalam hal moncintai, mengagungkan, mengikuti dan berkorban untuk beliau. Semua orang sesudah mereka mendekati figur-figur ini atau semakin jauh. Cukuplah kita menyebutkan dua contoh yang menjelaskan kecintaan dan pengagungan mereka kepada beliau. Adalah Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi -rahimahulloh- ketika masih musyrik dan berunding dengan Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- dalam perjanjian Hudaibiyah, melihat dari para sahabat sesuatu yang pantas untuk direkam dan memberikan peringatan kepada kaumnya. Tatkala ia kembali kepada kaum Quraisy, ia berkata, "Wahai kaumku! Demi Allah, aku telah diutus menjadi delegasi kepada para raja. Aku telah diutus menjadi delegasi kepada Kaisar, Kisra dan Najasyi. Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang raja pun yang diagungkan oleh para sahabatnya sebagaimana yang dilakukan para sahabat Muhammad kepada Muhammad. Demi Allah, tidaklah ia berdahak melainkan pasti jatuh ditelapak tangan seseorang dari mereka lalu mengusapkannya pada wajah dan kulitnya. Jika ia memerintahkan kepada mereka, maka mereka bersegera melaksanakan perintahnya. Jika ia berwudhu, maka mereka berebut bekas air wudhunya. Jika ia berbicara, maka mereka merendahkan suara mereka di sisinya, dan mereka tidak menatap tajam kepada beliau karena mengagungkannya." [AI-Bukhari, 3/ 178, no. 2731, 2732; al-Fath, 5/ 388] Dan inilah Anas bin an-Nadhr -rahimahulloh- dalam perang Uhud, ketika kesedihan mulai reda, pada tubuhnya didapati lebih dari 80 luka, terkena panah dan tusukan. Tidak ada yang mengenalinya kecuali saudara perempuannya, ar-Rubayyi' -Rodliallahu Anha- . Ia mengenalinya lewat jari telunjuknya. Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- , mengutus Zaid bin Tsabit setelah peperangan untuk mencarinya. Zaid mendapatinya dalam keadaan susah payah. la menjawab salam Rasulullah, kemudian berkata, "Aku telah mendapatkan aroma surga. Katakanlah kepada kaumku dari kalangan Anshar, Tidak ada alasan bagi kalian di sisi Allah untuk tidak tulus kepada Rasulullah sedang di tengah-tengah kalian ada kelopak mata yang berair." Kedua matanya pun mengeluarkan air mata [diriwayatkan Ibnu Ishak dengan sanad yang para perawinya terpercaya, sebagairnana disebutkan dalam al-Majmu', Lihat, as-Sirah an-Nabawiyyah fi Dhau' Mashadiriha al-Ashilah, Dr. Mahdi Rizqullah Ahmad, hal. 387] Tidak diragukan lagi bahwa contoh-contoh ini sendiri merupakan pengaruh kebesaran Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- . Tetapi, ketika cahaya kenabian melemah dalam kehidupan umat dan mereka kurang berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Nabi mereka, maka pengagungan tersebut juga melemah. Lalu sebagian kalangan yang terperdaya mencoba -baik karena kebodohan maupun kealpaan menutupi kelemahan tersebut dengan mengadakan beberapa seermonial dan perayaan-perayaan yang tidak pernah dikenal oleh "sebaik-baik umat" yang mengagungkan Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam- . Demikian pula pemikiran Irja'i (yang dipengaruhi paham Murjiah) yang menyertai penyimpangan ini mendukung bahwa mencintai Rasul -Sholallahu Alaihi Wassalam- itu cukup sekedar kalimat-kalimat pujian yang dinyanyikan oleh para penyenandung (munsyidun) dalam perayaan Maulid dan berbagai momentum lainnya, tanpa memiliki pengaruh sedikit pun -baik amalan maupun ittiba- terhadap kalangan yang menyangka mencintai dan mengagungkan beliau. Apalagi setiap kali kebodohan dan kelalaian itu menguat, maka semakin bertambah pula sikap berlebih-lebihan dan penyimpangan yang pernah diperingatkan oleh Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam sendiri dalam banyak hadits. |
||||
| < Sebelum | Berikut > |
|---|

Tafsir Al Qur’an : tafsir As Sa'di [ Edisi Lengkap 7 Jilid ]
Allah menurunkan Al Qur’an kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- d...
Selengkapnya...
Tafsir Ath Thabari [Edisi lengkap 26 Jilid ]
Inilah rangkaian 26 jilid lengkap serial terjemahan dari kitab Tafsir Jamiul Bayan An Ta'wil Ayi...
Selengkapnya...
Tafsir Al Qurthubi [ Edisi 20 Jilid Lengkap ]
Diantara kitab tafsir yang didasarkan pada kajian fiqh adalah kitab tafsir karya Imam Al Qurthubi -r...
Selengkapnya...
Tafsir Adhwa’ul Bayan:Tafsir Al Quran dengan Al Quran [Edisi 12 Jilid Lengkap]
Inilah dari rangkaian Kitab terjemah tafsir Adwaul Bayan, sebuah kitab tafsir yang ditulis oleh Al A...
Selengkapnya...
Syarah Shahih Muslim [ Edisi 18 Jilid Lengkap ]
Para ulama -rahimakumullah- telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur'an adalah ...
Selengkapnya...
Syarah Riyadhus Shalihin [4 Jilid lengkap]
Kitab Riyadhush Shalihin sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Kitab hampir dipakai di semua ka...
Selengkapnya...
Subulus Salam Syarah Bulughul Maram [Edisi Lengkap 3 Jilid]
Sesungguhnya para ulama umat ini -semoga Allah memberi mereka balasan yang lebih baik- telah mengera...
Selengkapnya...
Tafsir Al Aisar [ 7 jilid lengkap]
Tafsir Al Quran ditulis untuk menjelaskan makna dan maksud ayat didalamnya sehingga kaum muslimin da...
Selengkapnya...
Tafsir Al Muyassar [ 3 jilid lengkap]
Allah menurunkan Al Qur’an kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- d...
Selengkapnya...
Shahih Tafsir Ibnu Katsir [9 Jilid Lengkap]
Shohabat Tamim Ad-Dari -rodliallohu anhu- dia berkata, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabd...
Selengkapnya...
Tafsir Ibnu Katsir [6 Jilid Lengkap, Edisi Lux]
Tidak diragukan lagi bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir yang kandungan isinya t...
Selengkapnya...
Terjemah Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari [36 Jilid lengkap]
Fathul Bari Syarah Shahih Al Bukhari adalah karya Al Imam Al Hafidz Abi Fal Ahmad bin Ali bin Muhamm...
Selengkapnya...
Syarah Bulughul Maram [ 7 Jilid Lengkap ]
Bulughul Maram adalah kumpulan hadits karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- yang ba...
Selengkapnya...
Syarah Riyadhus Shalihin [ 5 jilid Lengkap ]
Buku Syarah Riyadhus Shalihin ini merupakan terjemahan dari kitab aslinya berjudul Bahjatun Nazdziri...
Selengkapnya...
Syarah Shahih Muslim [12 Jilid Lengkap]
Para ulama telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur'an adalah Kitab Shahih Al Bukhori...
Selengkapnya...
Tidak diragukan lagi bahwa kitab Shahih Al Bukhari merupakan kitab hadits paling otentik di muka bumi ini. .bl {background: url(http://al-aisar.com/components/com_magazine/layouts/images/bl.gif) 0 100% ...
Selengkapnya...
Kitab Shahih Muslim adalah salah satu dari kitab yang paling sahih setelah al-Qur'an, selain Shahih Al Bukhari. .bl {background: url(http://al-aisar.com/components/com_magazine/layouts/images/bl.gif) 0 100% ...
Selengkapnya...
Shahih At Targhib wa Tarhib [6 Jilid Lengkap]
Sesungguhnya semangat ibadah seorang muslim akan tumbuh bila janji pahala dan indahnya balasan berta...
Selengkapnya...