| Konsekuensi Cinta Kepada Nabi Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- |
| Ditulis Oleh: Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas | ||||
Halaman 2 dari 2 Jawaban yang pertama yaitu dengan mengimani kalimat "Laa ilaaha illallaah", dengan mengucapkannya, mengetahuinya dan mengamalkannya. Adapun jawaban pertanyaan kedua adalah dengan mengimani bahwa Muhammad adalah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan mengucapkannya, menetapkannya, dengan mentaati dan tunduk kepada beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam. "Dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya." Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang amanah atas wahyu yang Allah Subhanahu wa Ta'ala turunkan kepadanya. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang terbimbing dari seluruh makhluk yang ada, dan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sebagai utusan Allah kepada para hamba-Nya. Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam diutus dengan membawa agama yang lurus, dengan manhaj yang lurus sebagai rahmat bagi sekalian alam, sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa, sebagai hujjah/bukti kebenaran atas seluruh makhluk-Nya. Allah mengutus beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika terjadi masa kekosongan para Rasul, Allah runjuki dengannya jalan yang paling lurus, dan jalan yang paling jelas. Allah wajibkan atas seluruh hamba-Nya untuk mentaati, menolong, membantu, menghormati, mencintai beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam dan menegak-kan hak-hak atas beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam. Semua jalan akan ditutup oleh Allah, kecuali jalan yang ditempuh oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, dan tidak ada jalan yang dapat membawa sese-orang masuk ke dalam Surga kecuali dengan mengikuti jalannya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Allah jadikan kerendahan dan kehinaan bagi orang-orang yang menyelisihi jalannya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. sebagaimana sabda beliau, "Aku diutus dengan pedang di hadapan Kiamat, sehingga Allah disembah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dijadikan rizkiku di bawah naungan panahku, dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi orang-orang yang menyalahi perintahku, barang-siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia ter-masuk golongan mereka." [Hasan: HR. Ahmad dalam Musnadnya (II/50, 92), dari Shahabat Ibnu 'Umar. Dihasankan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalany dalam Fat-hul Baari (VI/98). Di dalam muqadimmah kitabnya tersebut, Ibnul Qayyim rahimahullaah menjelaskan secara gamblang tentang makna dua kalimat syahadat. Beliau menegaskan bahwa setiap makhluk akan ditanya oleh Allah tentang dua masalah besar dan penting, yaitu: 'Apa yang kalian sembah?' dan 'Bagaimana kalian memenuhi panggilan para utusan-Ku (Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam)?' Hal ini disebutkan dalam firman Allah Ta'ala: "Maka sesungguhnya, Kami akan menanyai ummat-ummat yang telah diutus Rasul-Rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) Rasul-Rasul (Kami)." (QS. Al-A'raaf: 6) Firman Allah Ta'ala: "Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: 'Bagaimana jawabanmu terhadap seruan para Rasul?'" (QS. Al-Qashash: 65) Ayat ini menjelaskan tentang bagaimana kita seharusnya beribadah kepada Allah. Apakah kita men-tauhidkan Allah dalam beribadah? Mengikhlaskan setiap amal ibadah kita karena-Nya? Hal ini merupakan pertanyaan besar yang akan ditanyakan oleh Allah kepada seluruh hamba-Nya. Pertanyaan yang kedua, "Apakah kita ittiba' (mengikuti/meneladani) Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam atau tidak?" Hal inipun merupakan pertanyaan besar yang akan ditanyakan oleh Allah kepada seluruh hamba-Nya pada Hari Kiamat. Orang-orang yang tidak ittiba' (mengikuti/meneladani) kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam akan menyesal di hari Kiamat. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menegaskan dalam Al-Qur-an tentang penyesalan orang-orang yang tidak ittiba' kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zhalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, 'Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku), sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur-an) ketika (Al-Qur-an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia. " (QS. Al-Furqaan: 27-29) juga firman-Nya, "Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam Neraka, mereka berkata, 'Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul. ' Dan mereka berkata, 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka adzab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar. " (QS. Al-Ahzaab: 66-68) Sebagian besar Muslimin saat ini, masih kurang tepat dalam memahami makna "mencintai" Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam, dengan hanya berdasar cinta kepada Nabi, mereka melakukan amalan-amalan sebagai bentuk kecintaan, namun justru pada hakekatnya amalan tersebut dibenci oleh nabi. Bagaimana sebenarnya konsekuensi cinta kepada Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , simak bahasannya dalam buku ini. Konsekuensi Cinta Kepada Nabi Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- Penulis : Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas Fisik : Buku ukuran sedang, softcover, 158 hal Penerbit : Pustaka At taqwa Harga Rp 29.000 Pemesanan : Alamat Email ini dilindungi dari bot spam,Antum Harus Mengaktifkan Javascript Untuk Melihatnya , sms : 0819-2469-325 |
||||
| < Sebelum | Berikut > |
|---|

Tafsir Al Qur’an : tafsir As Sa'di [ Edisi Lengkap 7 Jilid ]
Allah menurunkan Al Qur’an kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- d...
Selengkapnya...
Tafsir Ath Thabari [Edisi lengkap 26 Jilid ]
Inilah rangkaian 26 jilid lengkap serial terjemahan dari kitab Tafsir Jamiul Bayan An Ta'wil Ayi...
Selengkapnya...
Tafsir Al Qurthubi [ Edisi 20 Jilid Lengkap ]
Diantara kitab tafsir yang didasarkan pada kajian fiqh adalah kitab tafsir karya Imam Al Qurthubi -r...
Selengkapnya...
Tafsir Adhwa’ul Bayan:Tafsir Al Quran dengan Al Quran [Edisi 12 Jilid Lengkap]
Inilah dari rangkaian Kitab terjemah tafsir Adwaul Bayan, sebuah kitab tafsir yang ditulis oleh Al A...
Selengkapnya...
Syarah Shahih Muslim [ Edisi 18 Jilid Lengkap ]
Para ulama -rahimakumullah- telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur'an adalah ...
Selengkapnya...
Syarah Riyadhus Shalihin [4 Jilid lengkap]
Kitab Riyadhush Shalihin sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Kitab hampir dipakai di semua ka...
Selengkapnya...
Subulus Salam Syarah Bulughul Maram [Edisi Lengkap 3 Jilid]
Sesungguhnya para ulama umat ini -semoga Allah memberi mereka balasan yang lebih baik- telah mengera...
Selengkapnya...
Tafsir Al Aisar [ 7 jilid lengkap]
Tafsir Al Quran ditulis untuk menjelaskan makna dan maksud ayat didalamnya sehingga kaum muslimin da...
Selengkapnya...
Tafsir Al Muyassar [ 3 jilid lengkap]
Allah menurunkan Al Qur’an kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- d...
Selengkapnya...
Shahih Tafsir Ibnu Katsir [9 Jilid Lengkap]
Shohabat Tamim Ad-Dari -rodliallohu anhu- dia berkata, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabd...
Selengkapnya...
Tafsir Ibnu Katsir [6 Jilid Lengkap, Edisi Lux]
Tidak diragukan lagi bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir yang kandungan isinya t...
Selengkapnya...
Terjemah Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari [36 Jilid lengkap]
Fathul Bari Syarah Shahih Al Bukhari adalah karya Al Imam Al Hafidz Abi Fal Ahmad bin Ali bin Muhamm...
Selengkapnya...
Syarah Bulughul Maram [ 7 Jilid Lengkap ]
Bulughul Maram adalah kumpulan hadits karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- yang ba...
Selengkapnya...
Syarah Riyadhus Shalihin [ 5 jilid Lengkap ]
Buku Syarah Riyadhus Shalihin ini merupakan terjemahan dari kitab aslinya berjudul Bahjatun Nazdziri...
Selengkapnya...
Syarah Shahih Muslim [12 Jilid Lengkap]
Para ulama telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur'an adalah Kitab Shahih Al Bukhori...
Selengkapnya...
Tidak diragukan lagi bahwa kitab Shahih Al Bukhari merupakan kitab hadits paling otentik di muka bumi ini. .bl {background: url(http://al-aisar.com/components/com_magazine/layouts/images/bl.gif) 0 100% ...
Selengkapnya...
Kitab Shahih Muslim adalah salah satu dari kitab yang paling sahih setelah al-Qur'an, selain Shahih Al Bukhari. .bl {background: url(http://al-aisar.com/components/com_magazine/layouts/images/bl.gif) 0 100% ...
Selengkapnya...
Shahih At Targhib wa Tarhib [6 Jilid Lengkap]
Sesungguhnya semangat ibadah seorang muslim akan tumbuh bila janji pahala dan indahnya balasan berta...
Selengkapnya...