| Aqidah Ahlus Sunnah vs Ahlul Bid’ah tentang Sahabat Nabi |
| Ditulis Oleh: Syaikh Prof Dr Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili | ||||
Halaman 1 dari 2 Sesungguhnya Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar. Allah menurunkan kepada beliau kitab-Nya yang paling mulia (Al-Qur’an). Dia juga memilih orang-orang yang terbaik dari kalangan umat beliau untuk menjadi sahabatnya. Tidak heran bila mereka (para sahabat) telah mengemban agama Allah dengan sebaik-baiknya, membela Nabi-Nya dan mendampingi beliau berjihad sampai beliau wafat, sedangkan Allah selalu ridha kepada mereka.Sepeninggal beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- , mereka tetap gigih dalam menye-barkan agama Allah sampai ajal menjemput mereka dalam keadaan yang terbaik. Abdullah bin Mas'ud -Rodliallohu Anhu- berkata: "Sesungguhnya Allah telah memperhatikan hati-hati hamba-Nya. Lalu la memilih Muhammad dan mengutusnya dengan membawa risalah serta memilih beliau berdasarkan Ilmu-Nya. Selanjutnya kembali Allah melihat hati-hati manusia, dan la-pun memilih para sahabat sebagai pendamping beliau (Rasul-Nya) dan pejuang agama Allah dan pembela nabi-Nya. [Dikeluarkan oleh Imam AI-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (1/187).] Para Sahabat Nabi memiliki keutamaan dan kedudukan yang tinggi dalam agama Allah. Mereka selalu berlomba-lomba dalam segala kebaikan, sebagaimana dijelaskan dalam AI-Quran dan Sunnah. Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman, yang artinya "Orang-orang yang terdahulu lagi yang mula-mula (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah, Allah juga menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan/keberuntungan yang besar" (QS. At-taubah: 100) Dan firman Alloh Azza Wa Jalla, “ Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat, dan sifat-sifat mereka dalam Injil seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, pohon itu menyenangkan hati para penanam-penanamnya, karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Fath: 29) Dan Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda: "Jangalah kalian mencela para sahabatku, jika seandainya salah seorang kalian meng-infaq-kan emas sebesar gunung uhud tentu tidak akan menyamai infaq salah seorang mereka yang hanya setakar satu mud atau setengahnya." [Dikeluarkan oleh Bukhari dalam "Shahihnya" -bersama Al-Fath- (7/21) (no. 3673) dan Muslim (4/1967) (no. 2540).] Ahlus Sunnah wal Jama'ah telah menyepakati wajib-nya mencintai seluruh sahabat Nabi. Tidak seorangpun yang menyelisihi kesepakatan tersebut kecuali Ahlul Bid'ah. Imam At-Thahawi -rahimahulloh- berkata, "Dan kita (Ahlus Sunnah) mencintai para sahabat Rasulullah dan tidak berlebihan atau melampaui batas dalam mencintai mereka. Sebagaimana tidak seorangpun dari mereka yang kita berlepas diri darinya. Kita membenci orang-orang yang membenci mereka dan menjelek-jelekkan mereka. Pendek kata kita tidaklah menyebut para sahabat kecuali dengan kebaikan. Kecintaan kepada mereka adalah (bagian dari) agama, keimanan dan ihsan, se-dangkan kebencian terhadap mereka adalah (bagian dari) kekufuran, kemunafikan dan kezhaliman.” [AI-Aqidah ath-Thahawiyah bersama syarahnya, Ibnu Abil 'Iz (hal: 689) ] Imam Abu Bakar al-Humaidi -rahimahulloh- berkata, "(Diantara prinsip aqidah Ahlus Sunnah) mendoakan kerahmatan bagi seluruh sahabat Nabi, karena Allah berfirman: "Dan orang-orangyang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdoa, "Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, Dan jangalah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr: 10) Kita tidaklah diperintahkan kecuali dengan memintakan ampunan untuk mereka. Dengan demikian barangsiapa yang mencela dan menghina mereka atau salah seorang dari mereka maka dia tidak berada di atas sunnah dan dia tidak berhak mendapatkan fa’i. (harta rampasan perang) [Ushulus Sunnah, karangan Imam Abu Bakr al-Humaidi (hal: 43).] Imam Ibnu Battah -rahimahulloh- berkata, "Seluruh sahabat Rasulullah dicintai sesuai dengan urutan tingkatan dan kedudukan mereka: 1. Sahabat yang ikut perang Badr. 2. Sahabat yang ikut dalam perjanjian Hudaibiyah. 3. Sahabat yang ikut dalam Bai'atur Ridwan. 4. Sahabat yang ikut dalam perang Uhud. Mereka semua adalah orang-orang yang memiliki kemuliaan dan kedudukan yang tinggi. Mereka lebih dahulu memberikan pengorbanan dan kebaikan, semoga Allah merahmati mereka semua.” [Al-lbanah ash-Shugra (hal: 271).] Mengingat beberapa hal berikut: a. Pentingnya kecintaan dan pembelaan terhadap sahabat Rasulullah b. Kedudukan para sahabat dalam agama yang tinggi. Imam Ahmad -rahimahulloh- meriwayatkan dari Mu'adz bin Anas al-Juhani -Rodliallohu Anhu- bahwasanya Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda: "Barangsiapa memberi karena Allah, menahan karena Allah, mencintai karena Allah dan menikahkan karena Allah, maka sungguh ia telah melakukan kesempurnaan iman." [Dikeluarkan oleh Iman Ahmad dalam "AI-Musnad" (24/399) (no. 15638) dan AI-Hakim dalam "AI-Mustadrak" (2/178) (no. 2694) ia berkata, "shahih berdasarkan persyaratan Bukhari dan Muslim" dan disetujui oleh Imam Az-Zahabi.] Sesungguhnya mencintai sahabat Nabi dan berwala1 kepada mereka termasuk kedalam perintah wajibnya berwala kepada orang-orang yang beriman, bahkan hal ini lebih diutama-kan dari mencintai orang lain, karena keutamaan yang lebih dahulu mereka dapatkan dan kedudukan mereka yangtinggi dalam agama serta keistimewaan yang Allah berikan kepada mereka, yaitu menjadi sahabat Nabi Muhammad Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- telah menjelaskan kewajiban mencintai me¬reka dalam beberapa hadits, dan beliau mengabarkan bahwa kecintaan kepada mereka merupakan tanda keimanan seseorang, sebagaimana kebencian kepada mereka merupakan tanda kemunafikan. Imam Bukhari dan Muslim -rahimakumulloh- meriwayatkan dari hadits Anas -Rodliallohu Anhu- bahwa Nabi bersabda: "Pertanda keimanan adalah mencintai orang-orang Anshar dan pertanda kemunafikan adalah membenci orang-orang Anshar.” [Shahih Bukhari bersama AI-Fath (7/113) hadits no. 3784 dan Shahih Muslim (1/85) hadits no.74 ] Dalam Shahih Bukhari dan Muslim juga, dari hadits Al-Barra -Rodliallohu Anhu- dari Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- bahwa beliau bersabda: "Orang-orang Anshar tidaklah mencintai mereka kecuali orang mukmin dan tidaklah membenci mereka kecuali orang munafik, maka barangsiapa yang men¬cintai mereka maka niscaya Allah mencintai dia, dan barangsiapa yang membenci mereka niscaya Allah membenci dia.” [Shahih Bukhari bersama AI-Fath (7/113) hadits no. 3783 dan Shahih Muslim (1/85) hadits no.75.] |
||||
| < Sebelum | Berikut > |
|---|

Tafsir Al Qur’an : tafsir As Sa'di [ Edisi Lengkap 7 Jilid ]
Allah menurunkan Al Qur’an kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- d...
Selengkapnya...
Tafsir Ath Thabari [Edisi lengkap 26 Jilid ]
Inilah rangkaian 26 jilid lengkap serial terjemahan dari kitab Tafsir Jamiul Bayan An Ta'wil Ayi...
Selengkapnya...
Tafsir Al Qurthubi [ Edisi 20 Jilid Lengkap ]
Diantara kitab tafsir yang didasarkan pada kajian fiqh adalah kitab tafsir karya Imam Al Qurthubi -r...
Selengkapnya...
Tafsir Adhwa’ul Bayan:Tafsir Al Quran dengan Al Quran [Edisi 12 Jilid Lengkap]
Inilah dari rangkaian Kitab terjemah tafsir Adwaul Bayan, sebuah kitab tafsir yang ditulis oleh Al A...
Selengkapnya...
Syarah Shahih Muslim [ Edisi 18 Jilid Lengkap ]
Para ulama -rahimakumullah- telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur'an adalah ...
Selengkapnya...
Syarah Riyadhus Shalihin [4 Jilid lengkap]
Kitab Riyadhush Shalihin sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Kitab hampir dipakai di semua ka...
Selengkapnya...
Subulus Salam Syarah Bulughul Maram [Edisi Lengkap 3 Jilid]
Sesungguhnya para ulama umat ini -semoga Allah memberi mereka balasan yang lebih baik- telah mengera...
Selengkapnya...
Tafsir Al Aisar [ 7 jilid lengkap]
Tafsir Al Quran ditulis untuk menjelaskan makna dan maksud ayat didalamnya sehingga kaum muslimin da...
Selengkapnya...
Tafsir Al Muyassar [ 3 jilid lengkap]
Allah menurunkan Al Qur’an kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- d...
Selengkapnya...
Shahih Tafsir Ibnu Katsir [9 Jilid Lengkap]
Shohabat Tamim Ad-Dari -rodliallohu anhu- dia berkata, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabd...
Selengkapnya...
Tafsir Ibnu Katsir [6 Jilid Lengkap, Edisi Lux]
Tidak diragukan lagi bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir yang kandungan isinya t...
Selengkapnya...
Terjemah Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari [36 Jilid lengkap]
Fathul Bari Syarah Shahih Al Bukhari adalah karya Al Imam Al Hafidz Abi Fal Ahmad bin Ali bin Muhamm...
Selengkapnya...
Syarah Bulughul Maram [ 7 Jilid Lengkap ]
Bulughul Maram adalah kumpulan hadits karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- yang ba...
Selengkapnya...
Syarah Riyadhus Shalihin [ 5 jilid Lengkap ]
Buku Syarah Riyadhus Shalihin ini merupakan terjemahan dari kitab aslinya berjudul Bahjatun Nazdziri...
Selengkapnya...
Syarah Shahih Muslim [12 Jilid Lengkap]
Para ulama telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur'an adalah Kitab Shahih Al Bukhori...
Selengkapnya...
Tidak diragukan lagi bahwa kitab Shahih Al Bukhari merupakan kitab hadits paling otentik di muka bumi ini. .bl {background: url(http://al-aisar.com/components/com_magazine/layouts/images/bl.gif) 0 100% ...
Selengkapnya...
Kitab Shahih Muslim adalah salah satu dari kitab yang paling sahih setelah al-Qur'an, selain Shahih Al Bukhari. .bl {background: url(http://al-aisar.com/components/com_magazine/layouts/images/bl.gif) 0 100% ...
Selengkapnya...
Shahih At Targhib wa Tarhib [6 Jilid Lengkap]
Sesungguhnya semangat ibadah seorang muslim akan tumbuh bila janji pahala dan indahnya balasan berta...
Selengkapnya...