| Imam Abu Bakar Ibnu Abi Syaibah -rahimahulloh- |
| Ditulis Oleh: Ustadz Muhammad Ali Ismah | |
|
Nama, Kunyah, dan Kelahiran Beliau Beliau bernama Abdulloh bin Muhammad bin Al Qodli Abu Syaibah Ibrahim bin Utsman bin Kuwasta. Beliau seorang Imam yang alim, pemimpin para hafidh, penulis kitab-kitab besar seperti Al Musnad, Al Mushanaf dan At Tafsir. Kunyahnya Abu Bakr Al Absi lahir tahun 159 H. Saudara beliau, Utsman bin Abi Syaibah dan Al Qosim bin Abi Syaibah Adl-Dla’if. Al Hafidz Ibrohim bin abi bakr adalah anak beliau. Al Hafidz ABu Ja’far Muhammad bin Utsman adalah kemenakan beliau. mereka semua adalah perbendaharaan ilmu. Abu bakar yang paling terhormat di kalanagn mereka. beliau termasuk aqron (yang berdekatan secara umur dan isnad) Imam Ahmad, Ishaq bin rahawaih, Ali bin Al Madini dari sisi umur, kelahiran dan hapalan. Yahya bin Ma’in adlah yang paling tua beberapa tahun dari mereka. Beliau menuntut ilmu sejak masih kecil. Guru beliau yang paling tua adalah Syarik bin Abdulloh Al Qodli. Murid-Murid Beliau Bayak sekali murid-murid beliau yang mendengar hadits dari beliau, diantaranya :
Imam Abu Bakar bin Abi Syaibah -rahimahullah- adalah lautan ilmu dan dijadikan contoh dalam kekuatan hapalan. Diantara yang meriwayatkan hadist dari beliau adalah As Syaikhan (Al Bukhori dan Muslim), Abu Daud, Ibnu Majah, An Nasai’ dan para rekan beliau. Namun Turmudzi tiak meriwayatkand ri jami’nya. Demikian pula Muhamamd bin Sa’d Al Khaotib, Muhammad bin Yahya, Ahmad bin hambal, Abu Zur’ah, Abu Bakr bin Abu Ashim, Baqiyu bin Makhlad, Muhammad bin Wadlah-seorang muhadits dari negeri andalus- Al Hasan bin Syufyan, Abu Ya’la Al Mushuli, ja’far al Firyani, Ahmad bin Al Hasan, Hamid bin Syu’aib, Shalih jazarah, Al Haitsam bin Kholaf Ad Duri, Ubaid bin Ghanam, Muhammad bin abdus siroj, Al Baghandi, Yusuf bin Yaqub An Naisaburi, Abdan, Abul Qosim Al Baghawi dan lainya. Komentar Ulama tentang Beliau. Yahya bin Abdul Hamid Al Himami mengatakan,’Anak-anak Ibnu abi syaibah adalah para ulama. Mereka berdesak-deskan dengan kami ketika belajar dari setiap muhadits.” imam Ahmad bin Hambal berkata,” Abu Bakr seorang yang sangat jujur (shoduq) dan lebih aku sukai daripada saudaranya, utsman.” Imam Ahmad bin Abdulloh Al ‘Ijli mengatakan,”Abu bakar seorang yang sangat tsiqoh (terpercaya), ia juga seorang hafidzh (penghafal) hadits.” Amr bin Ali Al Fallas mengatakan,”Aku belum pernah melihat orang yang kuat hapalannya dibandingkan Abu bakr bin Abi Syaibah. Dia datang kepada kami bersama Ali Al Madini, kemudian membacakan 400 hadits dengan cepat dan hapal di hadapan Syaibani, kemudian berdiri pergi.” Imam Abu Ubaid mengatakan,” Hadits terhenti (habis) pada empat orang yaitu Abu bakar bin Abi Syaibah yang paling cepat mengambil, Ahmad bin hambal yang paling paham, Yahya bin Ma’in yang paling banyak mengumpulkan dan Ali Al Madini yang paling alim.” Muhammad bin Umar bin ‘Ala Al Jurjani mengatakan,” Aku bertanya kepada Ibnu abi Syaibah ketika aku bersamanya di Jabbanah,’ Wahai Abu bakr, ketika engkau belajar dari Syarik, engaku masih berumur berapa? Beliau berkata,” ketika itu aku masih berumur 14 tahun, dan ketika itu aku hapal hadits daripada hari ini.” ‘Abdan Al Ahwazi, berkata” Abu Bakr duduk di sebuah tiang,sedang saudara beliau, Masybudanah, Abdulloh bin Al Barrad dan alin semuanya dia kecuali Abu Bakr, dia berbicara. Tiang ini, kata Ibnu Adi, adalah tiang yang biasa di duduki Ibnu Uqdah. Ibnu Uqdah pernah berkata kepadaku,” Inilah tiang tempat Ibnu Ma’ud -Rodliallohu anhu- mengajar, kemudian digantikan oleh Al Qomah, kemudian oleh Ibrohim, Manshur, Sufyan Ats Tsauri. Waki’ Ibnu Abi Syaibah dan setelah beliau Muthayin, kemudian Ibnu Sa’id.” Shaleh bin Muhammad Al Hafidz Jarrah mengatakan,” Orang yang pernah aku jumpai yang paling tahu tentang hadits dan illat-illat (penyakit-penyakit)nya adalah Ali Al Madini dan yang paling tahu tentang tashhif (perubahan lafadz baik secara bacaan, titik, maupun huruf dan lainnya) para syaikh adalah Yahya Ibnu Ma’in serat yang paling hafal diantara mereka ketika mudzakaroh ( berdialog) adalah Abu Bakr Ibnu Abi Syaibah.” Al Hafidz Abul Abbas bin Uqdah berkata bahwa ia mendengar Abdurrahman bin Khirasy mengatakan bahwa Abu Zur’ah pernah menyebutkan,” AKu tidak pernah melihat orang yang lebh hafal daripada Abu Bakr Ibnu Abi Syaibah.”Maka Abdurrahman bin Khirasy pun berkata,”Hai Abu Zur’ah, bagaimana dengan teman-teman kami dari Baghdad?”, Beliau berkata,” Tinggalkan teman-temanmu, mereka adalah orang-orang yang gersang. aku belum pernah melihat orang yang lebih kuat hafalannya dari pada Ibnu Abi Syaibah.” Al Khatib bekata,”Abu Bakr adalah seorang yang mutqin (kuat hafalan) lagi hafidh, Beliau menulis Al Musnad, Al Ahkam dan At Tafsir. Dan Beliau juga menyampaikan hadits di Baghdad bersama kedua saudaranya , yaitu Al Qoshim dan Utsman.” Pada tahun 234H, kata Ibrahim Nafthawaih, Al Mutawakil membuat cemas para fuqoha dan muhaddits. Dikalangan mereka ada Mush’ab bin Abdillah Az Zubairi, Ishaq bin Abi Isma’il, Ibrahim bin Abdillah Al Harawi, Abu Bakr dan Utsman anak Abi Syaibah, keduanya termasuk para huffadh. Kemudian mereka diberi surat tugas. Lalu Al Mutawakil menyuruh mereka untuk menyampaikan hadits-hadits yang mengandung bantahan terhadap kaum mu’tazilah dan Jahmiyyah. Majelis Utsaman ada di kota Manshur yang berkumpul menuntut ilmu darinya sekitar 30 ribu orang. Sedangkan Abu Bakr di Masjid Ar Rushafah dan dia telah terkenal daripada saudaranya, utsman. Muridnya mencapai 30 ribu orang pula. Abu Bakr Ibnu Abi Syaibah -rahimahullah- adalah orang yang kuat jiwanya, Bila dia menjumpai sebuah hadits yang Yahya bin Ma’in tafarrada (menyendiri dalam meriwayatkannya) dari Hafsh bin Ghiyats, dia akan berkata dan mengingkarinya,” Darimana dia mendapatkan hadits ini ? ini buku Hafsh, tidak ada hadits itu di dalamnya.” Imam Ad Daruwardi berkata,” Abu Bakr adalah seorang hafidh, sulit dicari tandingannya, kokoh dalam redaksi hadits. Ibnu Hajar berkata,”Dia seorang Kufi yang tsiqoh lagi hafidh. Dia memiliki banyak tulisan/karangan.” Ibnu Qoni’ berkata,” Dia Tsiqoh.” Adz Dzahabi, berkata” Abu Bakr termasuk orang yang melompati jembatan, dan kepadanya berakhir pada ketsiqohan.” Karya tulisan Beliau
Beliau wafat, kata Imam Bukhori, pada Muharram tahun 235H. Dan Al Khatib Al Baghdadi menambahkan dengan wafat di waktu Isya’ yang akhir. Semoga kita bisa mengikuti jalan beliau, memahami agama ini dari sumber yang bersih bebas dari kotoran sampah pemikiran merusak yang jauh dari tuntunan pada Salafush Sholeh., Insya Allahu ta’ala. Rujukan
allohu ta’ala ‘alam |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|