Membongkar Kesesatan Ingkar Sunnah [Bagian Kedua]
Ditulis Oleh: Administrator   
Lompat Ke
Membongkar Kesesatan Ingkar Sunnah [Bagian Kedua]
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
 

3. Tentang Kenabian
        Kami sebutkan beberapa contoh pendapat mereka dalam masalah kenabian sebagai berikut:
a. Perkara luar biasa (mukjizat)
      mereka mengingkari terjadinya perkara luar biasa dari Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam -maka sebagaimana lagi dengan ummatnya- selain mukjizat Al Qur'an. Karenanya, peristiwa-peristiwa seperti terbelahnya bulan-di masa Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam menghadapi kaum musyrikin yang mendustakan kebenaran risalahnya-, mereka katakan bahwa terbelahnya bulan itu merupakan salah satu dari tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat dan bahwa ayat,
"Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan." [QS Al Qomar 1]
tidak ada hubungannya dengan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam secara tekstual maupun kontekstual. 
       Pernyataan mereka ini tertolak dengan beberapa sisi :
1).Firman Alloh Azza wa Jalla dalam QS Al Qomar:1 jelas sekali mengabarkan peristiwa terbelahnya bulan dan bahwa pertitiwa itu telah terjadi, karena dalam kalimat itu menggunakan kata kerja lampau. Sementara membawakannya kepada masa akan datang tanpa dalil adalah tertolak. 
2). Dalam ayat berikutnya, Alloh Azza wa Jalla berfirman, yg artinya :,
      " Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata,'(ini adalah) sihir yang terus menerus.' " [QS Al Qomar : 2]
Ini menunjukkan bahwa terbelahnya bulan menjadi dua merupakan satu mukjizat yang Alloh Azza wa Jalla berikan kepada Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam untuk menampakkan kebenaran nubuwwah dan risalahnya di hadapan kaum musyrikin, yang kemudian didustakan oleh mereka sebagaimana diisyaratkan dalam ayat berikut,
"Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya." [QS Al Qomar 3].
Maka sikap orang-orang Quraisy yang mendustakan mukjizat Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam tersebut menunjukkan bahwa terbelahnya bulan memang telah terjadi di masa lampau ketika itu.
3). Kesaksian lebih dari sepuluh Shohabat rodliallohu anhum yang menyatakan terjadinya peristiwa itu, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab shahihain, kitab-kitab sunan dan musnad-musnad yang tidak diingkari oleh seorang msulim pun.

b. Tentang kemaksuman Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam
         Mereka berpendapat bahwa kemaksuman Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam hanyalah dalam hal penyampaian Kitabulloh-sebagaimaan juga para Rosul sebelumnya-. Adapun apa yang bersumber dari pikiran, hati beliau, maka tidak selamat dari bisikan syaithon, sehingga dalam hal ini beliau tidaklah maksum.

     Namun, banyak dalil dari ayat-ayat Al Qur'an yang menunjukkan babhwa Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam demikian pula dengan para Rosul sebelumnya adalah maksum dan bahwa mereka tidaklah mengatakan sesuatu tentang agama Alloh Azza wa Jalla dengan apa yang bersumber dari hawa nafsu dan pikiran mereka sendiri. Diantara ayat-ayat tsb dalah sebagai berikut, yang artinya :
"…Sesungguhnya hamba-hamba Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka." [QS Al Hijr 42]
     Ayat ini menunjukkan bahwa para syaithon tidak kuasa untuk menggoda hamba-hamba Allah (yang ikhlas), maka bagaimana lagi dengan orang-orang yang Allah pilih sebagai Rosul ?.
"Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) ."[QS An Najm 3-4]
    Ayat ini menunjukkan bahwa Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam tidaklah mengucapkan sesuatu tentang agama Alloh Azza wa Jalla melainkan atas dasar wahyu dari Allah. Berbicara tentang agama Alloh Azza wa Jalla dari hawa nafsu atau dari bisikan syaithon dengan sengaja adalah suatu kekufuran, sementara Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam maksum (terjaga) dari sifat tersebut. Sampai-sampai Alloh Azza wa Jalla mengancam Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bila Beliau benar-benar mengucapkan sesuatu tentang agama Allah tanpa wahyu dariNya, seperti yang diisyaratkan dalam firmanNya, yang artinya,
" Seandainya di (Muhammad ) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya, Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya." [QS Al Haqqah 44-46].
Tidak ditimpakannya ancaman Alloh Azza wa Jalla tersebut kepada beliau Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam sampai beliau wafat merupakan bukti yang amat jelas bahwa Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam tidaklah mengatakan tentang agama Allah dari hawa nafsunya atau dari bisikan syaithon.

         Masih ada lagi penyimpangan-penyimpangan lain dari kelompok sesat ini, baik dalam masalah penafsiran Al Qur'an, masalah Aqidah, Ibadah, Muamalah dan lainnya.

        Semoga Alloh Azza wa Jalla memberikan petunjuk dan taufikNya kepada kita untuk tetap istiqomah dan tidak terperdaya oleh tipudaya syaithon dan para pengikutnya.

-allahu 'alam bi shawab-

Ditulis kembali dari Al fatawa vol 11/th 1/1424H.
       


Administrator
About the author:




 
< Sebelum   Berikut >

KATEGORI PRODUK

PENERBIT/PRODUSEN