Ilmu Manhaj Dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jamaah [Bagian 1]
Ditulis Oleh: Ust. Abu hamzah Agus Hasan Bashori   

            Ilmu manhaj dakwah merupakan ilmu yang sangat penting. Ilmu ini akan menerangi jalan para da'i, menentukan langkah, meluruskan arah, melindungi dari kesesatan dan kesalahan yang fatal.
            Dahulu Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam selama hidupnya telah mempraktekkan seluruh ilmu ini dengan benar dan tepat dalam aktifitas dakwah beliau. Kemudian sesudah itu dilanjutkan oleh para sahabatnya -Rodliallohu anhum-, para Tabi'in, dari generasi salafush shalih yang dengan setia mengikuti jejak langkah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan sabar untuk tidak tertarik kepada manhaj baru yang menyimpang. Oleh karena itu ketika para ulama menulis tentang manhaj dakwah atau ilmu ushul dakwah , maka mereka menjadikan Al Quran, hadits dan seluruh kehidupan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam yang suci dan perjalanan hidup sahabat yang bersih sebagai bahan rujukan utama dalam ilmu ini.

         Namun dalam memahami ilmu ini yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah maksud dari istilah yang digunakan.

1. Manhaj atau nahj atau minhaj 
          Dalam bahasa arab berarti thariq al wadhih (jalan yang jelas). Dikatakan 'fahajath thariiq' artinya ia menjelaskan jalan atau membuat jalan itu terang dan jelas. Juga berarti : Ia meniti jalan. maka jika dikatakan' fahaja fulaanan sabilan fulaanin' artinya orang itu meniti jalan yang telah dititi oleh fulan, maksudnya ia mengikuti jejak langkahnya [Lihat : Al Qomus Al Muhith 266, oleh Fairuz Abadi, Mukhtashor As Shihah 688 oleh Ar Razi].
          Jadi Manhaj dakwah artinya jalan dakwah yang utama, metode dakwah yang pokok dan cara-cara yang jelas lagi terang.
          manhaj dakwah memiliki patokan-patokan dan prinsip dasar ini sangat luas cakupanya, maka banyak penulis berbeda-beda dalam menyebutkan patokan-patokan dan prinsip dasar, tergantung sudut pandang dan latar belakang keilmuannya..
Dr Abdul Karim Zaidan menetapkan bahwa ushul dakwah (komponen, faktor) itu ada empat: tema dakwah (maudhu dakwah), pelaku dakwah (da'i), obyek dakwah (mad'u) dan sarana dakwah (wasail), [lihat Ushul dakwah, Abdul karim Zaidan, hal 5)
Dr Ali Jaritsah menetapkan bahwa ushul dakwah pada aspek tema dakwah ada tiga: pertama Aqidah, yang dimulai dari rububiyah Allah kemudian UluhiyahNya, kedua mengembalikan hukum kepada Allah, ketiga Ibadah hanya kepada Allah saja. Sedangkan pada aspek sumber ada tiga: pertama Kitabulloh, Al Quran; kedua Sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan sirohnya; ketiga Khulafaur Rashidin, para sahabat dan salafush shalih sesudahnya.[ lihat Ushul dakwah, Ali Jaritsah , hal 6]
Dr Muhammad Abu Fath Al Bayanuni, mendefinisikan ushul dakwah adalah dalil-dalil dakwah, sumber-sumber dakwah,rukun dakwah. [lihat Al madkhal ilad ilmid dakwah hal 46], kemudian dijelaskan bahwa dalil-dalil sumber dkwah adalah Al Quran, sunnnah nabawiyah, siroh nabwiyah, siroh khulafaur rashidin dan peristiwa yang dialami para ulama yang berada dalam sinaran sumber tersebut. Sedangkan rukunnya adalah pelaku dakwah, obyek dakwah , dan tema dakwah .
Amr Abdul Mun'im Salim menyebutkan bahwa ushul dakwah adalah, pertama tauhidulloh; kedua Thalabul ilmi, ketiga berpegang teguh dengan Al Quran dan As Sunnah, berlepas diri dari bidah dan memperingatkan manusia darinya' keempat aqidah yang benar; kelima menjaga kesatuan jama'ah dan menjauhi perpecahan; keenam imamah dan kewajiban taat kepada ulil amri; ketujuh Isnad dan tasfiyah wa tarbiyah [ lihat : Al ushul al lati bana alaiha ahlul hadits manhajahum fid dakwati illallah]
            Adapun mengenai pengertian ilmu ushul dakwah maka menurut Dr Ahmad Ghalusy adalah ilmu yang mengenalkan tentang seluruh upaya praktis yang bermacam-macam dan bertujuan menyampaikan Islam kepada manusia dengan seluruh kandungannya, sepeti aqidah, syariat dan akhlak [lihat: Ad dakwah Al Islamiyah ushuluha wa wasailuha]. Sedangkan Dr Muhammad Abdul Al Fath Al Bayanuni mendefinisikan; seperangkat kaidah dan prinsip dasar yang dapat mengantarkan kepada aktifitas menyampaikan Islam, mengajarkan, dan mempraktekkan Islam.
Dr Abdul Muhaimin Thahhan mengatakan bahwa ilmu ushul dakwah adalah seperangkat kaidah-kaidah yang mengatur aktifitas da'i dalam upayanya membawa manusia ke jalan taat kepada Alloh Azza wa Jalla.[lihat :madkhal ila ilmu ushul dakwah, diktat pada program dauroh  al aimmah wa du'at, markaz rabithah, Makkah].
           Dari paparan diatas maka ushul dakwah mencakup seluruh kaidah atau prinsip dasar atau acuan pokok yang berkaiatan dengan komponen dakwah agar dakwah dapat berjalan secara efisien dan efektif, benar dan selamat dari kesalahan fatal.


2. Salafiyah
berasal dari kata salaf, Ibnu mandzhur dalam kitab lizanul arab 6/390, artinya al jamaah al mutaqodimun (kelompok orang terdahulu].
Abu As Sa'adat Ibnu Atsir dalam An Nihayah fi Gharibul hadits 2/390, mengatakan ," oleh karena itu generasi pertama dari para tabi'in disebut As Salafush Shalih".
Abdul karim As Sam'ani mengatakan," Salafi adalah nisbat kepada Salaf dan mengikuti madzab mereka."[lihat : Al Anshab, 7/104].
Setelah mengutip ucapan As Sam'ani diatas, Abul Hasan Ibnul Atsir Al jazairi mengatakan,"Dan dengannya (dengan nama Salafi) dikenallah satu kelompok orang." [lihat : Al Anshab fi tahdzibin Nassab, 2/123].
            Sedangkan yang dimaksud dengan madzab salaf adalah seperti yang dikatakan Al Safarini,"Yang dimaksud dengan madzab salaf adalah apa (agama dan petunjuk) yang ada pada para sahabat yang mulia, para ulama Tabi'in, yang mengikuti mereka dengan baik, para atba' tabi'in dan para imam yang telah disaksikan kepemimpinannya dan ketinggiannya dalam agama serta serta yang diwarisi ilmunya oleh manusia generasi berikutnya, bukan orang yang tertuduh bid'ah atau orang yang dikenal dengan julukan yang tidak diridloi, seperti khawarij, rawafidh (rafidhah), qadariyyah, murji'ah, haruriyah, jahmiyyah, mu'tazilah dan karomiyah serta orang-orang yang semisal dengan mereka."[As-Safarini, Lawamu'ul Anwar 1/20, lihat juga komentar Abu abdissalam Hasan bin Qosim Al Hasani Ar Rimi As Salafi dalam Ithaful maharah bil muqoranah al mukhtasharah bainal firoq al muatsiroh, tentang nama-nama firqoh kontenporer yang menyimpang dari manhaj salaf].

Insya Allah bersambung pada bagian kedua

Sumber : Qiblati Vol 01/no 05 Januari 2006/Dzulhijah 1426 H

 


 
< Sebelum   Berikut >

KATEGORI PRODUK

CARI DI KATALOG

PENERBIT/PRODUSEN