| Mulia Dengan Manhaj Salaf |
| Ditulis Oleh: Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas | ||||
Halaman 2 dari 2 Disebutkan dalam satu hadits dari Shahabat Abu Waqid al-Laitsi -rodliallohu anhu- , ia berkata, "Sesungguhnya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, semcntara kami sedang duduk-duduk di atas sebuah hamparan (tikar), 'Sesungguhnya akan terjadi fitnah.' Para Shahabat bertanya, 'Apa yang harus kami perbuat?' Lalu beliau meletakkan tangannya ke tikar dan memegangnya dengan kuat lalu bersabda, 'Lakukanlah seperti ini!' Suatu hari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam menyebutkan kepada para Shahabatnya, 'Sesungguhnya akan terjadi fitnah.' Tetapi kebanyakan Shahabat tidak mendengarnya, maka Mu'adz bin Jabal -rodliallohu anhu- berkata, 'Apakah kalian tidak mendengar perkataan Rasulullah?' Mereka bertanya, 'Apa yang disabdakan Rasulullah?' Beliau bersabda, 'Sesungguhnya akan terjadi fitnah, Mereka bertanya, 'Bagaimana dengan kami wahai Rasulullah? Apa yang harus kami lakukan?' Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Hendaklah kalian kembali kepada urusan yang per-tama kali." [Shahih, diriwayatkan Ath Thabrani dalam Mu'jamul kabir no 3307] Yang dimaksud dengan "kembali kepada urusan yang pertama kali" ialah kembali kepada Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat. Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang kepada keduanya, yaitu Al Quran dan Sunnah-ku." [Shahih: HR. Al-Hakim (1/93) dan al-Baihaqi (X/114) dari Shahabat Abu Hurairah -rodliallohu anhu-. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih jamuis Shaghiir (no. 2937) ] Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam telah mcninggalkan Al-Quran dan As-Sunnah kepada umat Islam. Namun pada kenyataannya sampai sekarang ini, setiap firqoh yang sesat mengakui bahwa mereka berpegang kepada Al-Quran dan As-Sunnah, baik Syi'ah, Khawarij, Mu'tailah, Murji'ah, dan firqah-firqah sesat lainnya. Maka harus ada tolok ukur yang jelas dalam pemyataan berpegang kepada Al-Qur-an dan As-Sunnah tersebut menurut pemahaman siapa??? Karena kalau menurut pemahaman masing-masing golongan atau ra'yu atau pendapat para tokoh, maka yang terjadi adalah seperti yang kita lihat saat ini, yaitu akan timbul ratusan pemahaman bahkan bisa ribuan pemahaman dan perpecahan di tengah kaum Muslimin, dan hal ini akan terus bertambah. Allaahul Musta'aan Dalam hadits yang lain, dari 'Abdullah bin 'Umar -rodliallohu anhu- Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika kalian telah berjual beli dengan sistem 'bai'ul 'iinah dan kalian telah memegang ekor-ekor sapi dan ridha dengan pekerjaan bertani serta meninggalkan jihad (di jalan Allah), niscaya Allah akan menjadikan kehinaan menguasai kalian, dan Dia tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian." [ Shahih: HR. Abu Dawud (no. 3462) dan al-Baihaqi dalam Sunannya (V/316), dari Shahabat Ibnu 'Umar radhiyallaahu 'anhuma. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahihah (no. 11) ] Nabi memberikan jalan keluar dari fitnah itu dengan kembali kepada agama Islam, yang bersumber kepada Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat. Maka kita pun berusaha dalam dakwah ini untuk mengembalikan umat kepada Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman As-Salafush Shalih yang merupakan satu-satunya pemahaman yang benar, karena di saat ini bertambah banyak pemahaman yang menyimpang sehingga kaum Muslimin bertambah jauh dari agamanya yang benar, mereka bertambah bingung karena banyaknya pemahaman dan aliran yang sesat, dan akibatnya terjadi perpecahan, perselisihan, pertikaian, dan malapetaka, bahkan sampai kepada pertumpahan darah. Jalan menuju keselamatan dan kejayaan umat Islam telah dijelaskan dalam Al-Qur-an dan As-Sunnah yaitu dengan mcntauhidkan Allah, menjauhkan syirik, melaksanakan dan menghidupkan Sunnah dan menjauhkan bid'ah, melaksanakan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dan menjauhkan larangan-larangan-Nya. Dan tentunya untuk dapat mernahami Islam dengan benar, men-tauhidkan Allah dengan benar, dan melaksanakan Sunnah dengan benar, kita wajib kembali kepada pemahaman yang benar yang telah mendapat jaminan dari Allah dan Rasul-Nya, kita wajib berpegang teguh dengan pemahaman Salafush Shalih, kita wajib kembali kepada pemahaman generasi terbaik dari umat ini yaitu pemahaman para Shahabat. Kita wajib beragama menurut cara beragamanya para Shahabat, bukan beragama mengikuti nenek moyang, bukan mengikuti tokoh-tokoh masyarakat, bukan mengikuti kyai, habib, ustadz da selainnya. Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam memerintahkan umat Islam untuk mengikuti pemahaman dan cara beragama para Shahabat -Rodliallohu anhum- Beliau bersabda, "...Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang itu adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu adalah sesat." [Shahih: HR Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud (no. 4607) dan at-Tirmidzi (nn. 2676), ad-Darimi (1/44), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (1/205),dan dishahihkan oleh al hakim (\/95) serta disepakati oleh adz-Dzahabi dari Shahabat Tsauban maula Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam .Lihat Irwaaul Ghalil (no. 2455).] Buku ini menjelaskan dengan gamblang tentang hujjah-nya manhaj para Shahabat, yang akan mengantarkan kita kepada cara beragama / cara berislam yang benar, menuju kepada kejayaan umat, dan yang paling penting ialah bahwa kita berpegang dengan manhaj Salaf tidak lain tujuan kita ingin MASUK SURGA. Dijelaskan pula prinsip-prinsip penting manhaj Salaf dalam 'aqidah, manhaj, dakwah, akhlaq dan lainnya. Tentang siapakah orang yang berhak disebut Salafi dan bagaimana cirinya. Juga tcntang ciri-ciri dakwah hizbiyyah, juga dibongkar syubhat-syubhat seputar dakwah Salaf dan bantahannya. Pada bagian akhir buku ini djelaskan firqah-firqah sesat menurut penjelasan para ulama dan masyaikh dan lainnya agar umat Islam selamat dan tidak mengikuti aliran-aliran sesat yang terus berkembang dimana-mana. Mulia Dengan Manhaj Salaf penulis; Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas Fisik : buku ukuran sedang, hardcover, 582 hal Penerbit Pustaka At Taqwa harga Rp 125.000 Bonus 3 VCD atau 1 DVD " Mereka Bertanya Tentang Manhaj Salaf ", Dialog Ilmiyyah ust Abdul Hakim bin Abdat dengan kelompok PERSIS. [selama persediaan masih ada, Stok terbatas] segera hubungi kami di 0819-2469-325 |
||||
| < Sebelum | Berikut > |
|---|