Mulia Dengan Manhaj Salaf
Ditulis Oleh: Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas   
Lompat Ke
Mulia Dengan Manhaj Salaf
Halaman 2

 Kita melihat kondisi umat Islam yang ada sekarang ini kondisinya sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Hampir tiba saatnya beberapa umat mengerumuni kalian seperti hewan-hewan yang berebut makanan di dalam sebuah bejana." Salah seorang bertanya, "Apakah jumlah kami pada saat itu sedikit?" Beliau menjawab, "Bahkan jumlah kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi keadaan kalian seperti buih di lautan, dan sungguh Allah akan mencabut dari dada musuh kalian rasa takut terhadap kalian, serta Dia akan hujamkan al-wahn di dalam hati kalian." Para Shahabat bertanya, "W.ihai Rosululloh Apakah al-wahn itu?" Beliau men-jawab, "Cinta dunia dan takut mati."[ Shahih: HR. Abu Dawud (no. 4297), Ahmad (V/278), ath-Thabrani dalam al-Mujamul Kabiir (11/102-103, no. 1452), Abu Nu'aim dalam Hilyatul Auliyaa' (1/238-239, no. 591), al-Baghawi dalam Syarus sunnah (XV/16, no. 4224), dan selainnya. Lihat Silsilah til-Ahaadiits  ash-Shahihah  (no, 958).

adits ini menjelaskan secara rinci dan memaparkan dengan jelas tentang realita umat Islam:
1.   Bahwa musuh Allah berupa bala tentara iblis dan pembantu-pembantu setan sedang memantau perkembangan umat Islam dan negaranya. Dimana mereka melihat penyakit al-wahn telah menjangkiti umat Islam dan menggerogoti tubuhnya. Orang-orang kafir dan musyrik Ahli Kitab selalu melakukan hal tersebut sejak awal munculnya Islam. Dimana keberadaan negara Islam yang dibangun oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam di Madinah dan sekitarnya masih sangat muda.
2.   Bahwa kaum musyrikin saling mengajak dan berkumpul untuk membuat konspirasi terhadap Islam, negara, penduduk, dan para da'inya.
Hingga untuk menyempurnakan itu semua, mereka telah mendirikan berbagai macam LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), perkumpulan, yayasan, majelis, dan organisasi internasional.
3.    Bahwa pemukiman/negeri kaum Muslimin merupakan sumber kebaikan dan keberkahan, dimana orang-orang kafir berusaha untuk menguasainya. Oleh karena itu, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  mengumpamakannya dengan sebuah nampan yang besar yang penuh dengan makanan-makanan enak, yang membuat hewan-hewan ingin memakannya dan saling berebut mengambil makanan tersebut.
4.    Bahwa orang-orang kafir memakan, mencuri, dan meraup kekayaan kaum Muslimin dengan rakus tanpa ada yang melarangnya.
5.    Sesingguhnya bangsa-bangsa kafir tidak takut lagi kepada kaum Muslimin. Sebab, kaum Muslimin sudah hilang kewibawaannya di tengah-tengah bangsa lain dan  sudah terjangkit penyakit al-wahn.
6.      Sebagian  umat Islam (kecuali yang dirahmati Allah) menjadikan dunia sebagai tujuan utama mereka, dan menjadikannya sebagai standar ilmu mereka. Oleh karena itu mereka cinta dunia dan takut mati.
7.     orang-orang kafir menjadikan negara-negara kaum Muslimin bercerai-berai sehingga mereka terpecah menjadi negara-negara kecil yang terpisah.


8.    Unsur-unsur umat Islam tidak terletak pada kuantitas, perlengkapan dan hewan tunggangannya, tetapi terletak pada 'aqidah dan manhaj mereka, karena umat islam merupakan umat aqidah dan pembawa bendera tauhid.

Mclihat realita umat Islam pada zaman Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  dan para Shahabatnya merekatelah mencapai masa kejayaan dan keemasan, namun sepeninggal Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  dan sesudahnya Khulafa-ur Rasyidin umat Islam mengalami kemunduran sampai sekarang ini.

Kondisi umat Islam sangat memprihatinkan, karenaitu kita perlu mendiagnosa dan mengadakan terapi terhadap nyakit yang telah menjangkiti umat Islam. Penyakit ini sudah sangat kronis dan harus segera diobati dan dicarikan solusinya berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah serta penjelasan para ulama Ahlus Sunnah yang mendalam keilmuannya.

Oleh karena itu, para ulama berusaha menjelaskan terapi dan solusi dari berbagai problematika umat berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah mcnurut pemahaman Salafush Shalih. Menjelaskan aqidah, manhaj, dan cara beragama yang benar. Bagaimanapun kondisi umat Islam, kita wajib bersabar atas semua musibah yang menimpa dan kita wajib bersyukur atas semua nikmat yang Allah karuniakan kepada kita.

Allhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Ta'ala yang telah memberikan hidayah (petunjuk) agama Islam kepada kita, dan kita tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah Ta'ala tidak menunjukkan kita. Allhamdulillah, kita bersyukur memeluk agama Islam yang merupakan satu-satunya agama yang benar, satu-satunya agama yang diridhai Allah, selain Islam tidak akan diterirna oleh Allah.
Allah 'Azza wa Jalla berfirman,
"Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam..." (QS. Ali Tmran: 19)
Allah Ta'ala juga berfirman,
"Dan barangsiapa mencari agama sdain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi." (QS. Ali'Imran: 85)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Demi Allah yang diri Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seorang dari umat Yahudi dan Nasrani ysng mendengar diutusnya aku, lalu ia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku diutus dengannya (Islam), niscaya ia termasuk penghuni Ni-raka." [Shahih: IIR. Muslim (no. 153 (240)) dari Shahabat Abu Hurairah -rodliallohu anhu- ]
Islam yang dibawa oleh Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  dan diajarkan kepada para Shahabat radhiyallahu 'anhum ajma'in adalah Islam yang putih bersih tanpa campuran syirik, bid'ah, khurafat, dan tanpa tambahan apapun.
Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sungguh, aku tinggalkan kalian di atas Islam yang putih bersih, malamnya seperti siangnya. Tidaklah ber-paling dari Islam yang putih bersih ini sepeninggalku, mclainkan akan binasa." [Shahih: HR. Ibnu Abi 'Ashim dalam As-Sunnah (no. 48-49) dan Ibnu Majah (no. 43) dari Shahabat al-'Irbadh bin Sariyah -rodliallohu anhu- . lafadz ini milik Ibnu Abi 'Ashim.]

Kemudian Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam juga mengingatkan para Shahabatnya akan fitnah yang besar. fitnah itu ada dua: fitnah syahwat dan fitnah syubhat. Fitnah syubhat adalah fitnah mengikuti hawa nafsu, aliran-aliran sesat, pemahaman yang sesat, kesamar-samaran, dan ketidakjelasan. Sedangkan fitnah syahwat adalah fitnah yang membuat kita tertipu dengan dunia, kedudukan, jabatan, harta, wanita, dan lain-lain.
Maka, ketika terjadi fitnah itu Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam menyuruh kita untuk kcmbali kepada Islam yang murni yang telah beliau
wariskan kepada para shohabat -rodliallohuma-


 
< Sebelum   Berikut >

KATEGORI PRODUK

CARI DI KATALOG

PENERBIT/PRODUSEN



KITAB ARAB

Syarh Masail Jahiliyah
Syarh Masail Jahiliyah
Rp 90.000,00
B E L I

Shifat Sholat Nabi Lil Syaikh Al Ustaimin
Shifat Sholat Nabi Lil Syaikh Al Ustaimin
Rp 110.000,00
B E L I


Hubungi Kami

   telp : [0274] 6634073
   sms : 0819-2469-325
   admin@al-aisar.com

  maktabah_al_aisar

Pembayaran

online saat ini

Tidak Ada Member Yang Online

BEST SELLER

 Tafisr Ibnu Katsir [Edisi Lengkap]

Tidak diragukan lagi bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir yang kandungan isinya t...

Selengkapnya...
 
 Shifat Sholat Nabi [Edisi Lengkap]

Inilah kitab panduan yang menjelaskan detail dan tuntas bagaimana Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassa...

Selengkapnya...
 
 Ensiklopedi Adab Islam [Edisi lengkap]

Imam Muhammad bin Sirrin -rahimahullah- berkata," Para Salaf mempelajari adab sebagaimana merek...

Selengkapnya...
 

DISKON SPESIAL 25%

 Terjemah Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari[27 Jilid]

Fathul Bari Syarah Shahih Al Bukhari adalah karya Al Imam Al Hafidz Abi Fal Ahmad bin Ali bin Muhamm...

Selengkapnya...
 
 Syarah Bulughul Maram [Edisi Lengkap 7 Jilid]

Bulughul Maram adalah kumpulan hadits karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- yang ba...

Selengkapnya...
 
 Syarah Riyadhus Shalihin [edisi lengkap 5 jilid]

Buku Syarah Riyadhus Shalihin ini merupakan terjemahan dari kitab aslinya berjudul Bahjatun Nazdziri...

Selengkapnya...