| Solusi Kebingungan di Tengah Keaneragaman Pemikiran |
| Ditulis Oleh: ust. Abu yahya Badrussalam Lc | |
Sesungguhnya pemberian Alloh Tabarraka Wa Ta'ala yang paling baik yang diberikan kepada seorang hamba adalah ilmu yang dapat menghilangkan keraguan dari hatinya dan kotoran dari pemahamannya, diberikan cahaya dihatinya sehingga ia dapat memahami al Qur'an dan hadits sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Allah dan Rosul-Nya.Hati kita adalah bagaikan kaca untuk ber-cermin, semakin kotor kaca itu semakin tidak dapat memantulkan gambar sesuai dengan yang aslinya, sebaliknya semakin bening kaca tersebut, maka semakin dapat pula kita melihat wajah kita sesuai dengan bentuk aslinya. Hati yang dikotori oleh hawa nafsu akan sulit memahami dalil dengan pemahaman yang benar, karena yang menjadi pondasinya bukan mencari kebenaran, akan tetapi apa yang sesuai dengan syahwat dan hawa nafsunya. Oleh karena itu, orang yang ingin mencari kebenaran hendaklah ia membeningkan hatinya dari dua penyakit yang kronis yaitu hawa nafsu / syahwat dan syubhat (kerancuan). Dua penyakit ini yang menghalangi hamba dalam perjalanannya menuju Allah, sehingga men-jadikan hatinya berat ketika ia melihat sebuah dalil yang bertentangan dengan keduanya, hanya ketundukkan dan keikhlasan yang dapat menyelamatkan ia dari jaring-jaringnya, disertai ilmu yang menuntun ia menuju jalan keselamatan. Namun, dalam perjalanan kita menuju Allah, ada musuh yang tak pernah lelah yang selalu mengawasi dan mempergunakan kelalaian kita, berbagai macam cara ia tempuh untuk menyesatkan manusia agar menjadi teman-temannya dalam api Neraka. Diantara cara yang ia tempuh adalah menjadikan manusia bingung keheranan di tengah-tengah keanekaragaman pemahaman dan pemikiran, kebenaran menjadi samar bahkan digambarkan sebagai sesuatu yang menakutkan, dan kebatilan dihiasinya dengan berbagai macam hiasan. Saudaraku, siapakah yang tidak takut dirinya terjerumus dalam lingkaran setan? siapakah yang merasa senang jika ia menjadi budak hawa nafsu yang menyesatkan? tidak demi Allah! kini sudah saatnya kita menyingsingkan lengan, menuju ke-ridlaan Allah berkelana mencari kebenaran, sambil terus memohon kepada-Nya agar kita diberikan taufiq dan istiqamah di atas jalan-Nya. Banyaknya kelompok-kelompok yang ada pada masa sekarang ini membuat mereka sendiri kebingungan apakah langkah yang ditempuhnya benar atau tidak, diridloi Allah atau tidak. Mereka saling berselisih, bermusuhan, membenci dan tidak tegur sapa. Apalagi orang-orang awam yang semakin bingung kemana ia harus melangkah karena katanya "semua merasa benar sendiri". Setiap kelompok memahami dalil sesuai dengan pemahaman mereka masing-masing dan merasa bangga dengan pendapatnya padahal belum tentu yang mereka anggap baik itu baik menurut Allah dan RasulNya. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap gologan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS. Ar-Rum: 32) Banyaknya jumlah pengikut juga mereka jadikan dalih untuk menyatakan bahwa mereka adalah yang pantas untuk diikuti. Padahal jika kamu mengikuti kebanyakan orang dibumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka (QS. Al An'am 116) Siapa saja yang berjalan diatas jalan yang lurus yaitu jalannya Rosulullah dan para shohabat, maka ia telah bersatupadu walau jumlahnya sedikit dan siapa saja yang menyimpang dari jalan tersebut dan mengikuti jalan lainnya, maka ia telah berpecah belah walau jumlahnya banyak. Inilah buku yang berupaya memberikan solusi tepat terhadap kebingungan-kebingungan ditengah keaneragaman pemikiran yang mengatasnamakan Islam. sebagian pembahasan : BAB I SEBAB-SEBAB TERJADINYA KEBINGUNGAN A. Dangkalnya ilmu dan pemahaman B. Jauh dari Ulama C. Tidak ada kesungguhan D. Syubhat/kerancuan yang merajalela BAB II DIANTARA FENOMENA KEBINGUNGAN A. Jangan merasa benar sendiri B. Jangan meributkan masalah-masalah kecil C. Antara cangkang dan inti D. Persatuan yang dipertuhankan E. Kaum muslimin dibantai E. Ulama masih berselisih F. Kamipun punya ulama G. Menuntut ilmu kepada siapa saja BAB III SOLUSI YANG TEPAT A. Memahami kaidah-kaidah ber-agama yang benar 1. Kembali kepada Pemahaman para Shahabat dalam Memahami al Qur'an dan Hadits - Antara Pemahaman Shahabat dan Dalil yang Umum 2. Wajib mengembalikan segala macam perselisihan kepada al Qur'an dan hadits 3. Kebaikan adalah apa yang dianggap baik oleh Allah dan Rosul-Nya dan keburukan adalah apa yang dianggap buruk oleh Allah dan rosul-Nya 4. Dalam urusan ibadah, pada asalnya adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkan. Sedangkan dalam urusan dunia, pada asalnya adalah halal sampai ada dalil yang mengharamkan B. Bimbingan para ulama C. Tatsabbut dan tabayyun BAB IV: SIFAT DAN KEISTIMEWAAN JALAN KEBENARAN Satu tak berbilang Tidak kontradiksi Bersambung sanadnya Wasathiyah./pertengahan Imamnya hanya Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam Manhaj wahyu bukan ro'yu Macam-macam ro'yu yang terpuji Macam-macam ro'yu yang batil Solusi Kebingungan di Tengah Keaneragaman Pemikiran penulis . ust. Abu yahya Badrussalam Lc Fisik : buku ukuramn sedang, softcover, 172 hal Pustaka Al bashirah harga Rp 25.000 pemesanan : Alamat Email ini dilindungi dari bot spam,Antum Harus Mengaktifkan Javascript Untuk Melihatnya sms : 0819-2469-325 |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|