Tafsir Al Muyassar [ 3 jilid lengkap]

Ditulis oleh  Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh

NB almuyassarAllah menurunkan Al Qur’an  kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam-  dengan bahasa Arab yang jelas, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman"Dan sesungguhnya al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril alaihissalam). Ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang jelas." (Asy-Syu'ara: 192-195).
Lalu beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam-  menyampaikan al-Qur'an itu kepada manusia dengan penyampaian yang benar dan tidaklah Allah mewafatkan beliau kecuali setelah beliau telah menyampaikan dan menjelaskan segala apa yang diturunkan kepadanya dalam kitab tersebut sebagaimana firmanNya,
“ Dan Kami turunkan kepadamu ( wahai Muhammad) Al Qur’an, agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” [ An Nahl : 44]
“ Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al Kitab ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” [An Nahl 64]
 Imam Al Mufassir Ibnu Jarir Ath Thabari -rahimahulloh-  berkata dalam menafsirkan ayat ini "Allah yang tinggi penyebutan-Nya berfirman kepada NabiNya, Muhammad , dan tidaklah Kami turunkan kepadamu kitab Kami, dan Kami utus kamu sebagai Rasul kepada makhluk Kami kecuali hanya agar kamu menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan padanya dari agama Allah".
       Dan telah jelas sekali sesuatu yang menunjukkan bahwasanya para sahabat -Rodliallahu Anhum-  telah menerima dari Rasulullah tafsiran al-Qur'an, di mana seseorang dari mereka apabila mempelajari sepuluh ayat darinya, ia tidak akan berpindah kepada ayat lain kecuali setelah memahami maknanya dan mengamalkannya.
Abu Abdurrahman as-Sulami -rahimahulloh- berkata [ia merupakan pembesar Tabi'in], "Telah meriwayatkan kepada kami orang-orang yang telah membacakan kepada kami bahwasanya mereka meminta agar dibacakan al-Qur'an oleh Nabi dan bila mereka mempelajari sepuluh ayat mereka tidak akan meninggalkannya hingga mereka mengamalkan isinya maka kami pun mempelajari al-Qur'an dan mengamalkannya secara keseluruhan."
      Dan para sahabat -Rodliallahu Anhum-  itu bila ada suatu kemusykilan/ketidakfahaman yang mereka dapatkan, mereka bertanya kepada Nabi , seperti ketika turun firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  ,
"Orang-orang yang  beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman."   (Al-An'am: 82)
Maka para sahabat Rasulullah berkata, "Siapakah di antara kami yang tidak menzhalimi dirinya sendiri?" Beliau bersabda,"Tidaklah seperti apa yang kalian katakan, 'Dan mereka tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman 'maksudnya adalah dengan kesyirikan." [ Al Bukhari no 3360 dan Muslim 2462]
      Kemudian yang menjelaskan dan menafsirkannya setelah Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- yang merupakan sebaik-baik manusia dalam penjelasan-nya dan paling jujur keimanannya dan paling dalam keilmuannya adalah para sahabat (yaitu orang-orang yang dengan mereka tegak-lah al-Qur'an itu, dan dengannya mereka bergerak, dengan mereka al-Qur'an berbicara, dan dengannya mereka berkata, orang-orang yang dianugerahkan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  keilmuan dan hikmah yang meru¬pakan keistimewaan mereka terhadap seluruh pengikut para Nabi.
Mereka itulah para sahabatnya -Rodliallahu Anhum- , yang dipilih oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  di antara seluruh makhluk agar menemani Nabi-Nya  selama dua puluh tiga tahun, dan al-Qur'an turun kepada mereka dengan bahasa mereka sendiri yang mereka hidup dengannya maka mereka membelanya dan mengamalkannya.
      Dan ahli tafsir yang paling terkenal di antara mereka adalah para khalifah ar-Rasyidun, Ubay bin. Ka'b, Zaid bin Tsabit, Abu Musa al-Asy'ari, Abdullah bin az-Zubair -Rodliallahu Anhum--
      Dan yang paling terkenal riwayatnya dalam tafsir adalah Abdullah bin Mas'ud -Rodliallahu Anhu-  yang berkata tentang dirinya, "Demi Allah yang tidak ada Ilah yang berhak disembah selain diri-Nya, tidaklah satu surat yang diturunkan dari kitabullah, kecuali saya yang paling tahu di mana ia diturunkan, dan tidaklah satu ayat diturunkan dari kitabullah, kecuali saya paling tahu tentang pembahasan yang di¬turunkan, dan apabila saya mengetahui seseorang yang lebih menge-tahui dariku tentang kitabullah di mana unta mampu sampai kepa-danya, pastilah saya akan menungganginya kepadanya."
Dan Abdullah bin Abbas -Rodliallahu Anhu- adalah ahli tafsir al-Qur'an yang telah didoakan oleh Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam-  seraya berkata,
"Ya Allah! pahamkanlah ia dalam agama, dan ajarkanlah ia tafsir"
Ibnu Mas'ud -Rodliallahu Anhu- berkata tentangnya, "Sebaik-baik ahli tafsir al-Qur'an adalah Ibnu Abbas ."
        Kemudian tafsir ini setelah para sahabat dilanjutkan oleh para Tabi'in, khususnya para sahabat Abdullah bin Abbas -Rodliallahu Anhu-  di Makkah seperti Mujahid, Said bin Jabir dan semisal mereka -rahimahumulloh- . Mujahid ber¬kata, "Saya ajukan sebuah rnushaf kepada Ibnu Abbas  dengan tiga kali pengajuan dari pembukaannya hingga penutupnya dan saya menghentikan pada setiap ayat darinya lalu saya menanyakan tentang ayat itu kepadanya". Oleh karena itu, ats-Tsauri berkata, 'Apabila kamu mendapatkan tafsir dari Mujahid, maka cukuplah bagimu."
Syaikh Islam Ibnu Taimiyah -rahimahulloh- berkata, "Oleh karena itulah yang bersandar kepada tafsirnya adalah asy-Syafi'i dan Bukhari serta selain mereka berdua dari para ulama, demikian juga Imam Ahmad dan lain-lainnya dari orang-orang yang mengarang tafsir selalu mengulang-ulang jalan dari Mujahid lebih banyak dari jalan selainnya."
      Demikian juga para sahabat Abdullah bin Mas'ud  -Rodliallahu Anhu- seperti Alqamah, Masruq dan semisal mereka -rahimahumulloh- , Ibnu Mas'ud  berkata, "Tidaklah saya membaca sesuatu dan tidak pula saya mengetahui-nya kecuali Alqamah membacanya dan mengetahuinya."
Dan al-Hafizh Ibnu Hajar -rahimahulloh- memiliki perincian yang memadai yang tidak mungkin dapat ditinggalkan oleh seorang yang membaca buku-buku tafsir agar mengetahui isnad-isnad yang paling populer yang diriwayatkan dari para Tabi'in dan orang-orang setelahnya, beliau menjelaskan dalamnya kondisi orang yang meriwayatkan tafsir dari para Tabi'in dan orang-orang setelahnya.
Maksudnya adalah kita dapat mengetahui bahwasanya para sahabat  dan Tabi'in telah menafsirkan al-Qur'an, mereka telah menjelaskan lafazh beserta makna-maknanya, maka kewajiban kita adalah mereferensikan perkataan mereka apabila kita tidak mendapatkan suatu tafsir dari al-Qur'an atau Sunnah. Adapun perselisihan yang terjadi di antara mereka dalam hal ini sangat sedikit sekali, bahkan jarang terjadi, dan sebagian besar perselisihan yang ada di antara mereka itu adalah perselisihan bentuk dan bukan perselisih¬an yang saling bertentangan, hal ini sebagaimana disebutkan dan dijelaskan oleh syaikh Islam Ibnu Taimiyah -rahimahulloh-  pada "Muqaddimah at-Tafsir".
Kemudian para ulama memfokuskan perhatiannya kepada kompilasi agar dapat mengumpulkan tafsir-tafsir para sahabat  adapun para Tabi'in yang bersandar kepada mereka seperti Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu al-Mundzir, Ibnu Abi Hatim, dan Abd bin Humad. Ibnu Hajar berkata, "Tafsir-tafsir yang empat ini sedikit sekali ada sesuatu yang menyimpang dalam tafsir yang marfu' dan mauquf pada para sahabat  dan maqthu' dari para Tabi'in."
      Kemudian berturut-turutlah setelah itu para ulama mengarang tafsir dengan perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka da¬lam madzhab-madzhab mereka, akidah-akidah mereka, dan perhatian ilmiah mereka. Dan di antara mereka yang mengarang dalam bidang itu adalah Abu Muhammad bin al-Husain al-Baghawi yang meninggal pada tahun 516 H, Abu al-Faraj Abdurrahman bin al-Jauzi yang meninggal pada tahun 596 H, Abu Abdullah Muham¬mad bin Umar ar-Razi yang meninggal pada tahun 606 H, Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi yang meninggal pada tahun 671 H, Abu Abdullah Muhammad bin Yusuf bin Hayyan an-Nahwi al-Andalusi yang meninggal pada tahun 745 H, al-Hafizh Imaduddin Abu al-Fida' Ismail bin Umar bin Katsir yang meninggal pada tahun 774 H, Abdurrahman ats-Tsa'alabi yang meninggal pada tahun 876 H, Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi yang meninggal pada tahun 911 H, Muhammad bin Ali asy-Syaukani yang meninggal pada tahun 1250 H, Mahmud Syihabuddin al-Alusi yang meninggal pada tahun 1270 H, Muhammad Jamaluddin al-Qasimi yang meninggal pada tahun 1332 H, Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtar al-Jakni asy-Syinqithi yang meninggal pada tahun 1393 H, dan lain sebagainya dari para ulama kaum muslimin yang telah menulis dalam ilmu tafsir.
Inilah salah satu tafsir kontenporer, hadir pada abad 14 Hijriah memperbanyak khazanah pustaka tafsir Al Quran yang tetap merujuk pada tafsir yang difahami generasi Salaf, sebuah tafsir Al Quran yang ringkas, mudah difahami orang awam sekalipun.
Disusun oleh Pakar Ahli Tafsir dibawah bimbingan Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh ,Menteri Agama Kerajaan Saudi Arabia

Tafsir Al Qur’an: AL Muyassar ini Disertai dengan :
1.    Mushhaf Utsmani per halaman
2.    Keutamaan surat-surat pilihan
3.    Al Quran Terjamah dalam bahasa Indonesia
4.    Al Quran terjemah dalam bahasa Inggris  ( English )
5.    Asbabun Nuzul
6.     Bonus : CD mp3 Murottal Al Qur’an Syaikh Hani Ar Rifa’I, 30 juz

Kelebihan yang dimiliki buku tafsir ini :
1.    Kitab asli-nya Diterbitkan oleh Mujamma' al-Malik Fahd, Penerbit yang telah menyebarkan jutaan  a!-Qur'an ke seluruh dunia; reputasi dan kredibilitasnya dalam hal ini tidak diragukan sama sekali.
2.    Menafsirkan ayat sejalan dengan manhaj salaf shalih di bidang akidah.
3.    Mendahulukan nash yang paling shahih dari tafsir bil-ma'tsur.
4.    Membatasi nukilan hanya pada pendapat yang shahih dan terkuat.
5.     Bahasa yang sederhana dan mudah disertai penjelasan makna kata-kata asing.
6.    Menafsirkan tiap ayat tepat pada maksud dan tujuan dengan menghindari tambahan-tambahan yang muncul dari ayat-ayat lain
7.    Kesesuaian tafsir dengan riwayat Hafsh dari 'Ashim.
8.    Mempertimbangkan bahwa tafsir ini akan dialihbahasakan ke bahasa-bahasa selain bahasa Arab, maka sejak awal penulisannya diupayakan menghindari istilah-istilah yang sulit untuk diterjemahkan.

Tafsir Al Muyassar [ 3 jilid lengkap]
Disusun oleh Pakar Ahli Tafsir dibawah bimbingan Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh ,Menteri Agama Kerajaan Saudi Arabia.
Diteliti dan Koreksi ulang oleh : Syaikh Bakar bin Abu Zaid -rahimahulloh- , et all.
Fisik : Buku ukuran sedang, hardcover lux
Penerbit : Pustaka An Naba

 


Harga penerbit Rp 450.000 , harga kami  Rp 350.000 saja ( belum ongkos kirim)
pemesanan : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau sms 0819-2469-325 ( pastikan tulis nama, dan alamat lengkap )
 
 
 
 
 model 3
 
 model 4model 4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

model 5model 6model 7
 
 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Info tambahan

  • Judul Asli: -
  • Penulis: -
  • Dimensi Buku: -
  • Tipe Cover: Hardcover
  • Jumlah Halaman: -
  • Bahasa: Indonesia
  • ISBN: -
  • Penerbit: pustaka an naba - tibyan
  • Harga: Rp 450.000
  • Cara Pemesanan: -

Apa Kata Mereka ?