Senin, 14 Oktober 2013 00:00

Paket CD Belajar Bahasa Arab Tingkat Dasar dan Lanjutan

Ditulis oleh  Forsiba At Tarbiyah, Gresik

 

STOK HABIS

 

Sesungguhnya Ilmu syariat Islam memiliki banyak cabang dan bagian dan semuanya memiliki hubungan erat dengan bahasa Arab. Dengan demikian, bahasa arab adalah bagian yang tidak dapat dilepaskan dari agama ini.

Bahasa Arab dan al-Qur’an
     Tidak diragukan lagi bahwa  bahasa al-Qur’an adalah bahasa Arab. Hal itu telah dinyatakan oleh Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-  dalam  beberapa ayatnya, di antaranya yaitu surat an-Nahl ayat 103, yang artinya :
“ Dan sesungguhnya Kami mengetahui   bahwa  mereka   berkata,  "Sesungguhnya al-Qur’an itu di¬ajarkan oleh seorang  manusia kepadanya (Muhammad)." Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan  (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam ( non arab),  sedang al-Qur’an adalah dalam bahasa Arab yang terang." (QS an Nahl: 103)
     Selain itu ada pula ayat-ayat lain  yang  menjelaskan  tentang bahasa al-Qur’an adalah bahasa Arab, yaitu surat asy-Syu'ro ayat 195, Fushshilat ayat 44, Yusuf ayat 2, Thoha ayat 113, az-Zumar ayat 28, Fushshilat ayat 3, asy-Syuro ayat 7, dan al-Ahqoof ayat 12.
Dari ayat-ayat di atas dapat diketahui   bahwa di antara keistimewaan bahasa Arab adalah terpilihnya sebagai bahasa al-Qur'an yang menjadi mukjizat yang kekal sampai hari kiamat dan dibaca oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.
 
Tafsir suatu ayat tidak dapat diketahui kecuali dengan memahami bahasa Arab
     Mengingat bahwa bahasa al Qur'an adalah bahasa Arab, maka makna dan tafsirnya pun tidak dapat diketahui melainkan harus didasari oleh pemahaman yang mendalam terhadap bahasa arab.Para ulama telah mengungkapkan tentang pentingnya bahasa Arab dalam menafsirkan dan  memahami   al-Qur'an.
Di antaranya adalah Imam Malik bin Anas -rahimahulloh- , beliau berkata:
"Tidaklah didatangkan seseorang yang tidak mengetahui bahasa Arab lalu ia menafsirkan Kitabulloh (al-Quran), melainkan ia akan aku jadikan sebagai hukuman."
 [ (Al-Burhan fii 'Uluumil Quran, az-Zarkasyi, 11/160 dan beliau menisbatkannya kepada Syu'abil Iman, karya Imam al-Baihaqi.)
     Bahkan sebagian ulama seperti Imam asy-Syathibi -rahimahulloh- telah  menjelaskan bahwa setiap makna yang terambil dan bersumber dari al-Qur'an semuanya pasti sesuai dengan bahasa Arab. Beliau menyatakan, " semua makna yang  di-istimbat-kan   (diambil hukumnya) dari al-Quran, akan tetapi tidak sejalan dengan bahasa Arab, maka makna tersebut sama sekali tidak termasuk di antara ilmu-ilmu al-Quran, bukan termasuk makna yang terambil darinya   dan   tidak  pula   dapat diambil faedahnya. Barangsiapa yang mengaku-aku akan hal itu, maka ia telah batil dalam pengakuannya itu."   (Al-Muwafaqoot,Imam Syathibi IV/224-225]

Bahasa Arab dan Hadits Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam-
      Dalam  kitab  Jaamiul   Ushul fii Ahaaditsir Rosul, Imam Ibnul Atsir -rahimahulloh-  telah menjelaskan bahwa dasar untuk dapat  mengetahui   dan  memahami hadits Rosululloh adalah dengan menguasai bahasa Arab.  Beliau mengatakan, "Mengetahui bahasa Arab dan i'rob-nya adalah dasar untuk dapat  mengerti  hadits, karena syariat yang suci ini datang dengan menggunakan  bahasa Arab." (lihat : Jaami'ul Ushul fii Ahaaditsir Rosul, 1/37)

Kejahilan terhadap ilmu nahwu (tata bahasa Arab) dapat menjadikan orang ber-dusta atas nama Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam-
    Apabila seseorang tidak memahami nahwu (ilmu tata bahasa Arab),  maka dia akan banyak mengucapkan hadits Rosululloh dengan salah,  ditinjau dari susunan tata bahasa Arab, padahal hadits dari Rosululloh  tidak ada yang salah susunannya.
Imam al-Ashma'i -rahimahulloh- berkata:
"Sesunggunya   perkara yang paling aku takutkan  terhadap penuntut ilmu adalah apabila ia tidak mengerti nahwu maka ia akan  termasuk  ke  dalam  Sabda  Nabi "Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah ia memersiapkan tempat duduknya dineraka." "
Hal itu karena beliau Rosululloh – tidak pernah terjatuh ke dalam  lahn (lahn yakni kesalahan dalam berbahasa Arab), beliau tidak pernah ber-lahn meskipun dalam satu hadits saja.kapan saja engkau meriwayatkan dari beliau  dan engkau lahn  (salah  dalam  bahasa  Arab)   didalamnya,  maka engkau telah berdusta atas nama beliau." [ lihat : Roudhotul 'Uqolaa', Ibnu Hibban al-Busti, hal. 175, lihat juga Irsyaadul Ariib atau Mu'jamul  Udaba ', Yaquut al-Hamawi, I/ 91)
  Imam  ash-Shon'ani  -rahimahulloh-  mengomentari pernyataan al-Ashma'i -rahimahulloh- ini  dengan mengatakan, "Al-Ashma'i mengatakan, "Aku takutkan" dan beliau  tidak memastikannya, karena  barangsiapa  yang  tidak  mengetahui bahasa Arab apabila ia terjatuh ke dalam lahn, maka ia  tidak termasuk orang yang sengaja  berdusta (atas nama Rosululloh)." [lihat :Taudhiihul Afkaar li Ma'aani Tanqiihil Andhaar, 11/394)

Bahasa Arab dan Aqidah Islamiyyah
   Aqidah yang benar dan lurus  bersumber hanya Qur’an dan Hadits  Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam- , sedangkan keduanya menggunakan bahasa arab
Oleh karena itu, memahami bahasa arab adalah termasuk perkara yang dapat memudahkan dalam mempelajari dan memahami kitab-kitab Aqidah agar tidak menyimpang dari makna ynag ada didalam Al Quran dan As Sunnah.
Imam Suyuthi -rahimahulloh- berkata ,”Tidak diragukan lagi bahwa bahasa arab adalah termasuk bagian dari agama ini, karena ia adalah termasuk masalah yang hokum nya fardlu kifayyah, dan dengan nya akan diketahui makna lafadz-lafadz Al Qur’an dan As Sunnah.”  [lihat : Al Mundzir fii Uluumil Lughoh, II/302].

Di antara sebab kezindiqan/kesesatan  adalah  kebodohan  terhadap bahasa Arab
    Kesesatan  dalam  masalah aqidah  dapat bersumber  dari kejahilan akan bahasa Arab. Hal itu  karena  sumber dari aqidah (Islam  yaitu al-Quran dan al-Hadits,  serta  syarh (penjelasan) dari keduanya adalah menggunakan bahasa Arab.  Tatkala seseorang  salah dalam memahami ungkapan yang berkaitan dengan aqidah   tersebut, maka dapat menghasilkan sesamya keyakinan. Sebab ini telah diungkapkan oleh  para   ulama, antara lain adalah Abu Amr bin 'Alia -rahimahulloh- , beliau berkata, yang artinya, " Kebanyakan orang yang menjadi Zindiq/sesat  di Irak (pada masa itu)  adalah karena jahil/bodohnya  dengan  bahasa  Arab." [Lihat :Nuzhatul  Alibba' fi   Thobaqootil 1daba ', karya Ibnul Anbari, hal. 31)
     Ada segolongan kaum yang mengatakan tentang adanya ta'arudh (kontradiksi)  antara firman Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-  dalam QS Fushilat: 11 : dengan firman Alloh dalam QS an-Nazi'at: 30. Maka Imam al-Azhari -rahimahulloh-  mengatakan, "Tidak ada kontradiksi antara kedua ayat ini bagi orang yang memahaminya. Segal  puji bagi Alloh. Orang-Orang mulhid (orang-orang yang terjerumus dalam kesesatan) mencela ayat ini dan ayat-ayat yang semacamnya, hanyalah karena bodoh-nya mereka dan salah pahamnya serta sedikitnya ilmu mereka tentang bahasa Arab."
[lihat :Aqidah al-Azhari, karya Dr. al-'Ulyani, hal. 81 1 dan beliau menjelaskan bahwa nukilan ini diambil dari Tahdziibul Lughoh, 11/234.) ]
     Dengan demikian, maka salah satu kunci untuk dapat memahami aqidah yang lurus adalah dengan memahami bahasa Arab.

Perkataan Ulama tentang belajar bahasa Arab
      Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat penting untuk diperhatikan dan dipelajari oleh seorang muslim, terutarna para pengajar dan da'i. Hal itu karena adanya hubungan yang erat antara bahasa ini dengan syariat Islam.
Dalam lembaran riwayat-riwayat kaum salafush shalih terdapat banyak sekali ungkapan dan keadaan yang menunjukkan perhatian mereka terhadap bahasa Arab.
     Dalam atsar dari 'Umar bin Khoththob -Rodliallohu Anhu-  disebutkan bahwa beliau pernah menulis surat kepada Abu Musa al-Asy'ari -Rodliallohu Anhu- yang isinya: “ Amma Ba’du, Pelajarilah as Sunnah dan pelajarilah bahasa arab dan I’rob lah Al Quran, karena sesungguhnya Al Quran itu dengan bahasa arab”
[lihat : Iqtidho ush Shirootil Mustaqiim, karya Ibnu Taimiyyah, 1/470]
Dalam  riwayat  lain,   beliau berkata:
"Amma   ba'du,   pelajarilah   as-Sunnah ,faroidh (hukum waris), dan bahasa Arab sebagaimana kalian mempelajari al-Quran." [lihat :Kitab al-Madkhol Has Sunanil Kubro, al-Baihaqi, no. 376, hal. 266-267 dan kitab Miftaahul Jannah, as-Suyuti, no. 213, hal. 105)
    Ketika menjelaskan ungkapan tersebut,   Imam   Ibnul   Atsir -rahimahulloh-  mengatakan, "Maksudnya yaitu: Belajarlah kalian bahasa Arab dengan i'rob-nya."
[lihat :An-Nihaayah fii Ghoriibil Ahaadiits IV/241)
 Sedangkan   al-Azhari -rahimahulloh-   menjelaskan   bahwa   makna   atsar tersebut adalah: Belajarlah bahasa Arab dalam al-Quran dan ketahuilah makna-maknanya. [lihat : An-Nihaayah fii Ghoriibil Ahaadiits, IV/241) 
   Dalam atsar tersebut terdapat ungkapan  yang  menunjukkan perintah secara jelas untuk mempelajari bahasa Arab.

Para Ulama Menjelaskan   bahwa   bahasa  Arab   adalah   bagian   dari agama

  'Umar bin Khoththob -rodliallohu anhu- telah menjelaskan bahwa bahasa Arab adalah termasuk bagian dari agama Islam ini. Oleh karena itu beliau menganjurkan agar mem-pelajarinya. Beliau berkata: "Belajarlah kalian bahasa Arab, karena ia adalah termasuk bagian dari agama kalian, dan pelajarilah faroidh (hukum waris), karena ia adalah termasuk bagian dari agama kalian." (Iqtidho ush Shirootil Mustaqiim, karya Ibnu Taimiyyah, 1/470)
     Setelah  membawakan  atsar ini, Syaikhul Islam mengatakan, "Masalah yang diperintahkan oleh 'Umar -yaitu perintah agar  mempelajari bahasaArab dan  mempelajari   syariat-  telah mencakup perkara yang dibutuhkan, karena agama itu terdiri dari ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan.  Memahami   bahasa Arab adalah jalan untuk memahami ucapan-ucapan /hadits beliau Rosululloh , sedangkan memahami  sunnah adalah jalan  untuk  memahami amalan-amalan  beliau." (Iqtidho ush  Shirootil Mustaqiim, karya Ibnu Taimiyyah, 1/470)
     Imam Waki’ -rahimahulloh- ( salah satu guru dari Imam Syafii -rahimahulloh- ), beliau berkata:” Aku pernah mendatangi Al A’Masy -rahimahulloh- untuk mendengar hadits dari beliau, lalu aku kadang-kadang lahn (yakni : mengalami kekeliruan dalam berbahasa arab, hal ini salah-satunya disebabkan pengaruh asimilasi dengan bahasa setempat/non-arab), lalu beliau berkata kepadaku, "Wahai Abu Sufyan, engkau telah meninggalkan perkara yang lebih utama bagimu daripada hadits."
Aku berkata, "Wahai Abu Muhammad, apakah yang lebih utama bagiku dari hadits?"
Beliau menjawab, "Belajar nahwu", lalu al-A'masy men-dikte-kan kepadaku nahwu, kemudian mendiktekan hadits kepadaku.”
(Al-Jaami' li Akhlaaqir Rowi wa Adaabis Saami', no. 1078,11/12)
    Imam Syafii -rahimahulloh- , salah satu imam Ahlus Sunnah ada seorang ahli Fiqh yang asli keturunan Arab dari bani Quraisy, walaupun demikian beliau tetap belajar bahasa arab selama 20 tahun. Dan beliau berkata,
“ Tidak-lah aku menginginkan dalam mempelajari ini ( bahasa arab), melainkan agar memudahkan dalam mempelajari fiqh.”
[lihat : manaqibusy Syafii, karya Imam Al Baihaqi II/42].
     Imam Syafii -rahimahulloh- juga berkata,
“ para Ahli bahasa Arab adalah ‘Jin’-nya manusia, karena mereka dapat mengetahui apa yang tidak dilihat/diketahui oleh orang selain mereka.”
[lihat : manaqibusy Syafii, II/53].
    Imam Al Khatib Al Bagdadi -rahimahulloh-  dalam kitab nya : Al jaami’ li Akhlaaqir Rawi , memberikan bab khusus dalam kitab nya tersebut tentang bahasa arab, yaitu  “Anjuran untuk mempelajari nahwu dan bahasa arab untuk dalam menunaikan hadits dengan ungkapan yang lurus.” [lihat : Al jaami’ li akhlaaqir rawi II/9]
Beliau -rahimahulloh- berkata,” maka sudah sepantas nya bagi ahli hadits untuk menghindar dari lahn dalam meriwayatkan hadits karena alasan yang telah kami jelaskan. Hal itu (selamat dari lahn) tidak dapat terjadi melainkan setelah belajar nahwu dan menelaah ilmu bahasa arab.”
     Imam As Sakhowi -rahimahulloh- beliau berkata,” Secara Dhohir, hukum ( mempelajari bahasa arab) adalah wajib.”[lihat : fathulmughits bi Syarh Al Fiyah Al hadits III/161]
Hal ini beliau katakan ketika menjelaskan tentang pentingnya belajar nahwu bagi orang-orang yang belajar hadits.

Penyesalan para ulama karena tidak mendalami bahasa arab

Imam Abdurrahman bin Mahdi -rahimahulloh- , beliau berkata,
“ Tidaklah aku menyesal atas sesuatu seperti penyesalanku bahwa aku tidak mendalami bahasa arab.” [ lihat raodhatul Uqola’, Imam Ibnu Hibban hal 173]

Imam Atha’ -rahimahulloh- , beliau berkata:
“ Aku senang sekira-nya aku mendalami bahasa arab”. Sedangkan usia beliau saat itu adalah 92 tahun [ lihat ; Ghoribul hadits , Imam Al Khathobi I/61]

Ulama besar sekaliber Imam Atha dan Imam Abdurrahman bin mahdi -rahimahumulloh- ,masih memiliki keinginan kuat untuk belajar terus bahasa arab,
Bagaimana dengan kita yang masih muda, sehat, memiliki banyak waktu luang, dan hidup di zaman teknologi sekarang ini yang Alloh mudahkan bagi kita mengakses media apapun sebagai sarana untuk memudahkan dalam belajar
 

 

Modal Awal Belajar Bahasa Arab
     Gerbang menuju lautan ilmu juga terbuka lebar bagi orang yang memahami Bahasa Arab. Faktanya, ribuan kitab yang ditulis oleh para ulama belum bisa dihadirkan dalam versi terjemah. Dan nampaknya, terlalu banyak kendala jika harus menerjemahkan seluruhnya. Bukanlah suatu pilihan cerdas jika kita hanya menunggu kehadiran buku terjemah, apalagi kualitas terjemahan bergantung pada kualitas bahasa arab sang penterjemah.
        Suatu kemudahan lagi, kitab-kitab berbahasa Arab itu sekarang hadir dengan kemasan digital, dalam bentuk software komputer, external hardisk, atau hanya dalam bentuk satu keping DVD, cukup memuat puluhan ribu judul kitab, seperti program al-Hadits asy-Syarif yang memuat Kutubut Tis'ah, sembilan kitab hadits, lengkap dengan syarah (penjelasannya). Yang lebih lengkap lagi program al-Maktabah asy-Syamilah, yang memuat lebih dari 10.000 jilid kitab. Ini juga hanya berguna bagi yang mampu memahami Bahasa Arab, belum lagi Al Maktabah  Al Kubro, Al Waqfeya.
Kitab hardcopy  dan media lainnya yang berisi kitab-kitab ulama menjadi " surga dunia" tersendiri bari para pecinta ilmu,
Bagaimana dengan yang belum bisa bahasa arab ?, Sungguh Kasihan.  menunggu, menunggu dan menunggu edisi terjemahnya, entah kapan akan dicetak.
padahal bukankah kita diperintahkan untuk segera berilmu dan beramal ?
 

PENTING !!!, Pingin Bisa Bahasa Arab, Ingat-Ingat Modal Berikut ini :

 
Modal pertama:   Himmah Aliyah [Motivasi yang kuat, mental juara, cita-cita yang tinggi]
          Motivasi yang kuat pada diri, akan membuat sesuatu yang berat terasa ringan, yang sulit terasa mudah, jauhnya jarak akan terasa dekat, dan lamanya waktu akan terasa singkat. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah -rahimahullah- berkata, "Cita-cita yang tinggi hanya dapat diraih dengan himmah aliyah (motivasi yang tinggi) dan niyyah shahihah (niat yang benar). "
         Maka jika ingin sukses, nyalakan semangat dan luruskan niat. Tak terkecuali jika ingin sukses belajar Bahasa Arab. Janganlah usia dan kesibukan dunia menghalangi keinginan baik kita, jangan pula sulitnya dalam memahami menghantui langkah kita untuk Dengan himmah aliyah, ilmu bisa diraih, amal usaha akan terwujud. Karena himmah aliyah adalah ibu dari dua saudara kembar bernama ilmu dan amal.  Seperti dikatakan oleh Ibnu al-Jauzi -rahimahullah-  "Ilmu dan amal adalah saudara kembar, ibu dari keduanya adalah himmah aliyah."

Modal kedua : Istiqamah [Tekun dan Sabar]
          Belajar dari kegagalan (sementara) yang dialami para ikhwah yang telah mencoba menempuh perjuangan untuk belajar Bahasa Arab, rata-rata disebabkan tak kuat menahan kejenuhan dan kesulitan sebelum sampai ditujuan, tentu saja dengan berbagai alasan-nya sebagai pembenaran.
        Semangat belajar di awal tak banyak membantu seseorang untuk bisa sukses. Karena untuk bisa menguasai Bahasa Arab, membutuhkan waktu yang tidak singkat, terkadang harus melaluinya selama bertahun-tahun. Selama sekian lama itu, dibutuhkan istiqomah, ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan daya kenyal dalam menghadapi kegagalan sementara.
        Istiqomah, inilah kunci sukses yang banyak ditinggal. Sebagian ikhwah terlalu dini memvonis diri tidak berbakat, tidak bisa, terlanjur tua sehingga daya fahamnya rendah, sibuk mencari nafkah untuk keluarga atau alasan duniawi lain yang kental dengan nuansa pesimis.
      Silakan Antum memvonis tidak berbakat, jika Antum telah berjuang segigih pakar bahasa Ibrahim al-Harabi ketika belajar Bahasa Arab. Seorang temannya bernama Abu al-Abbas berkata, "Aku tidak pernah mendapatkan Ibrahim al-Harabi absen di majlis Nahwu atau kajian Bahasa Arab selama lima puluh tahun."
       Nah, silakan Antum memvonis tidak berbakat jika memang pernah belajar secara intensif tanpa terputus selama lima puluh tahun, lalu tetap tidak mampu juga. Adapun, belajar satu tahun-dua tahun, pun dengan intensitas yang kurang rutin, belum bisa dijadikan ukuran.

Modal ketiga : Memilih Metode belajar yang Efektif
        Tentang buku penunjang, sebenarnya, sudah banyak penulis yang menghadirkan berbagai metode untuk memahami Bahasa Arab. Sulit untuk dikatakan, mana yang paling efektif dan mana yang paling mudah, ini sangat relatif, dan masing-masing memiliki sisi unggul. terlalu banyak buku-buku untuk mempelajari dasar-dasar nahwu shorof bahasa arab. dari kitab asli berbahasa arab atau bahkan edisi terjemah, dan tulisan penulis lokal. Kitab al-Ajrumiyyah dan syarah nya, Mulakhos Qowaidul Lughoh,Alfiyah ibn Malik, Durusul Lughoh Al Arabiyyah, Al Arabiyyah baina Yadaik, AL Muyassar, AL kafi , mukhtarot Qowaidul Lughoh dan entah masih banyak lagi.  tapi untuk memahaminya sebagian orang masih membutuhkan batu loncatan, terutama untuk muslimin yang tidak pernah mengenal bahasa Arab sungguh rumit untuk dipelajari, apalagi belajar bahasa arab model Otodidak, hanya bermodal buku tanpa guru. makin tambah Pusing !!!
( Ingat , belajar ilmu Agama Islam dan segala cabang-nya , apalagi ilmu-ilmu ushul/pokok seperti aqidah dan tauhid . tidak boleh Otodidak: belajar tanpa bimbingan guru/ulama shahih dan kompeten. berbahaya , bisa salah faham !!!. Salah dalam memahami ilmu agama bisa berujung pada kesesatan)  
          Belajar bahasa arab pun perlu batu loncatan melalui metode belajar-mengajar yang lebih efektif dan tepat . efektif bukan berarti belajar model Instan sekali belajar langsung bisa, dalam Islam tidak ada ilmu yg Instan, semua harus dipelajari, diulang-ulang sampai faham betul. dan belajar butuh waktu, tenaga, motivasi, modal dan lainnya. Kalau metode "Batu loncatan" sudah bisa dikuasai, Insya Alloh buku-buku pembelajaran bahasa Arab diatas mudah saja untuk dipelajari.
 
Maka inilah batu loncatan  dan metode belajar bahasa arab supaya lebih efektif  :
Paket Belajar Dasar Bahasa Arab yang di produksi oleh Forum Studi Islam dan Bahasa Arab [FORSIBA]  AT TARBIYAH, dari Ma'had Al Furqon, Srowo, Sedayu Gresik
yang Insya Alloh memberikan pijakan dasar sebagai gerbang awwal dalam memahami bahasa arab selanjutnya
 
 untuk siapa paket program ini :
1. untuk muslimin yang  masih awam yang sama sekali belum pernah belajar bahasa arab dan ingin bisa bahasa arab, inilah batu loncatan memasuki gerbang belajar bahasa Arab.
2. untuk muslimin yang ingin mengerti dan faham setiap bacaan Al Quran yang dia baca atau setidak-nya bacaan didalam sholat, doa, dan ibadah lainnya supaya lebih khusyu dan tawadhu, inilah dasar nya dalam memahami bahasa arab.
3. untuk muslimin yang pernah belajar dasar bahasa arab, tapi ditengah jalan kandas & putus (dengan berbagai alasan-nya), maka inilah metode yang efektif untuk melanjutkannya, inilah metode yang lebih praktis supaya tidak kandas lagi.
4. untuk muslimin  yangsudah pernah belajar bahasa arab, dan ingin melanjutkan ke bahasa arab lanjutan, kitab Tasrif, Qowaidul shorf, dan latihan praktek baca kitab arab gundul  langsung.
5. untuk muslimin yang mencintai ilmu dan ulama Sunnah . memiliki keinginan kuat untuk bisa membaca dan faham :
 tulisan kitab ulama, fatwa, situs website ulama, situs dan forum ilmiyyah muslimin berbahasa arab sehingga bisa berkomunikasi dengan muslimin di Eropa, Timur Tengah, Amerika dan lainnya, Kajian live via media Internet oleh para ulama, rekaman kajian durus/pelajaran kitab dan syarah-nya oleh para ulama, dan Alhamdullilah semuanya sangat banyak bertebaran di Internet, kuncinya hanya satu : Bisa Bahasa Arab.
 
 Syarat  mempelajari paket program ini  cuman satu :  sudah bisa baca huruf hijaiyyah / bisa baca Al Quran lancar.
 
Apa saja isi Paket nya ?

TBR 10 vcd1. Pelajaran Bahasa Arab Dasar [nahwu dan Shorof Dasar]

    
Paket VCD Belajar Bahasa Arab Dasar, dengan diajar langsung oleh Ust. Abu Faiz Al Atsary, Staf pengajar  dari Ma'had Al Furqon, dan staf redaksi majalah AL FURQON, Gresik.
Dengan VCD ini Antum akan diajar langsung Seperti layaknya antum belajar di dalam kelas (les Privat), diajar oleh Ustadz  dengan bantuan gambar peraga dan beliau jelaskan sambil memberikan catatan-catatan di papan tulis/whiteboard  untuk menjelaskan makna-makna nya.
Metode dan bahasa penyampaian dan tahap-tahap pemberian materi dasar bahasa arab sangat mudah difahami oleh orang awam sekalipun.
paket ini terdiri atas : 10 Keping VCD , dan modul panduan Tashil Al Qowaidul Al Arobiyyah [Ringkasan Al Mukhtarot Qowaidul Lughoh Al Arobiyah karya Ust. Aunur Rafiq Ghufron Lc].



2. Pelajaran Bahasa Arab Lanjutan

TBR mp3 shorfi    terdiri atas:

a.    PROGRAM SHOROF LANJUTAN [ QOWAIDUL SHORFI]
   Dengan diajar langsung oleh Ust.  Abu Faiz Al Atsary, Staff pengajar dari Ma'had Al Furqon, dan staf redaksi Majalah AL FURQON,  Gresik.
   mempelajari kaidah-kaidah  ilmu Shorof :
-    Ilmu Shorof adalah induk bahasa arab,belajar Shorof berarti mempelajari induk bahasa arab
-    mempelajari  Kitabut tasrif
-    Metode membuka dan mencari kata dalam Qomus Arab
        
paket ini  terdiri atas:
 1 keping CD mp3, dan Modul  panduan Qowaidul Shorfi Talkhis min Kitabut Tasrif
      
   
 
 
 

 

 
 
TBR mp3 qiroahb.    PROGRAM TADRIBUL QIROAH
  Dengan diajar langsung oleh Ust.  Abu Faiz Al Atsary , pengajar dari Ma'had Al Furqon, staf redaksi Majalah AL FURQON,. Gresik.
materi :
- Pelatihan Praktek langsung membaca kitab arab gundul kata per kata
- Belajar membaca kitab arab gundul sambil belajar ilmu syar'I ttg wudhu, sholat, mandi wajib, tayammum, kewajiban sholat jamaah
- Penerapan I'rob sesuai kaidah bahasa arab

paket ini terdiri atas:
 1 keping CD mp3, dan  modul panduan 'Min Al Ahkami Fiqhiyyah fii Thaharoh, kaifiyat Sholat nabi " karya Syaikh Abdul Aziz bin Baaz dan Syaikh Al Utsaimin -rahimakumullah-


 
 
 
 
 
 
 

 

 

Total harga 1 set berisi 3 Paket Program Belajar bahasa Arab Dasar dan Lanjutan ( tidak dijual terpisah)
                       Rp 240.000  [belum ongkos kirim]
 
telah banyak muslimin yang merasakan manfaat paket program ini, Alhamdulillah.

Antum Berminat ? ,
hubungi saja kami di Maktabah Al Aisar
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
sms 0819-2469-325 [ pesen paket program dasar bs arab, dikirim ke :......(alamat lengkap nya )]
 
 

 

=======================================
maroji’ :
Adz Dzakhirah Al Islamiyyah , vol 9 no 02 edisi 68 1432 H/ 2011


Terakhir diperbarui pada Senin, 30 Mei 2016 02:01

Apa Kata Mereka ?