|
Ditulis Oleh: Syaikh Abu Abdillah Muhammad Luqman As Salafi
|
 Dalam kitab-Nya yang mulia, Allah telah memberitakan kepada kita bahwa Islam merupakan agama yang diridhai di sisi-Nya, agama yang paripurna dan menyeluruh. Allah Ta'ala berfirman dalam surah Ali 'Imran 19: 'Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam ...." (Ali 'Imran: 19) Dan dalam surah al-Ma'idah Allah berfirman: "... Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan untukmu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu ...." (Al-Ma" idah: 3) Salah satu bukti yang menunjukkan kesempumaan Islam adalah bahwa Allah dan Rasul-Nya menjabarkan setiap perkara yang dibutuhkan oleh pribadi Muslim, baik dalam peribadahan kepada Rabb-nya, penunaian hak-Nya dan dorongan agar senantiasa berhubungan dengan-Nya. Begitu pula Allah dan Rasul-Nya telah menjabarkan segala sesuatu yang dibutuh-kan hamba-Nya untuk memperbaiki pribadi; hubungan kekeluargaan dan sosial kemasyarakatan. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-Nya telah menganjurkan umat agar berperilaku dengan akhlak yang mulia, berperangai dengan adab yang sopan dan menghiasi diri dengan berbagai sifat terpuji. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Ummu Tamim Izzah Binti Rasyad
|
 Aliran dan paham sesat mengepung kaum Muslimin. Tapi, mayoritas dari mereka nyaris tidak memahami sedikit pun tentang aliran-aliran sesat, apalagi memahami tentang al-Firqah an-Najiyah (golongan yang selamat), Ahlus Sunnah wal Jamaah. Lebih parah lagi bahwa semua aliran sesat ini menjajakan ajaran bid'ahnya dan menghalangi pengikut-pengikutnya dari menuntut ilmu syar'i. Pada saat yang sama, setiap aliran mengaku bahwa mereka mengikuti Sunnah dan mencintai Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- Inilah membuat masalah tersebut tersamar oleh banyak kaum Muslimin. Maka kepada setiap orang yang mengaku bahwa ia mengikuti Sunnah dan mencintai Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- kami sampaikan firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala "Katakanlah: 'Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar'. " (AI-Baqarah : 111) |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: /penyusun : Abu Zahwa
|
 Sesungguhnya shalat itu adalah: "Penyejuk hati bagi orang-orang yang mencintai Rabbnya, kelezatan bagi roh orang-orang yang mentauhidkan-Nya, taman nan indah bagi para ahli ibadah, kenikmatan jiwa bagi orang-orang yang khusyu', saat yang paling berkesan dan dinantikan para Shiddiqin, dan saat-saat yang diistimewakan bagi orang-orang yang menempuh jalan menuju kepada-Nya. Shalat adalah rahmat Allah yang dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman." [ lihat : Asraarush Shalaah hal 55-56, karya Imam Ibnul Qoyyim] Shalat adalah tiang agama Islam dan rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat. Dan, sesungguhnya membaca surat Al-Faatihah itu terrmasuk salah satu rukun yang diwajibkan dalam shalat. Tidak ada yang dapat menggantikan posisinya di dalam shalat. Al-Faatihah merupakan surat yang paling mulia di dalam al-Qur-an. Surat ini disebut juga dengan UmmulKitab, as-Sab'ul Matsani, dan al-Quranul 'Azhim [ lihat " hadits Riwayat At Tirmidzi 3124, Al Bukhari 4704 dan Ahmad II/448] |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: imam Nawawi -rahimahullah-
|
 Sebagian ulama Ahli Hadits mengatakan bahwa kitab Shahih Muslim lebih baik jika dilihat dari segi sistematika penyusunan bab dan lebih mudah difahami sehingga membantu para penuntut ilmu dalam memahami ilmu agama ini., Dan termasuk di antara keutamaan Shahih Muslim adalah apa yang disampaikan oleh Makkiy bin Abdan -rahimahullah- , salah satu huffazh dari Naisabur, ia berkata, "Saya telah mendengar Muslim bin Al-Hajjaj berkata, "Seandainya para ahli hadits menulis selama dua ratus tahun, maka tulisannya itu akan berkisar pada musnad ini" yakni Shahih Muslim. la melanjutkan, "Dan saya telah mendengar Muslim mengatakan, "Suatu ketika saya memperlihatkan kitabku ini kepada Abu Zar'ah Ar-Razi, maka setiap : isyaratkan oleh beliau bahwa dalam hadits tersebut ada illat (cacat) segera saya tinggalkan, dan setiap hal yang beliau komentari bahwa itu adalah shahih serta tidak memiliki Illat maka saya takhrij." [lihat siyar alam nubala : 12/568). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 894 |