|
Ditulis Oleh: Syaikh Shalih bin abdul aziz AluSyaikh
|
 Tauhid menjadi perkara yang paling agung dalam agama ini karena tauhid merupakan tujuan penciptaan jin dan manusia. Hal ini sebagaimana yang Alloh Azza wa Jalla firmankan: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzariyat : 56) Tauhid merupakan tujuan da'wah seluruh Nabi dan Rasul yang Allah utus. Allah menyatakan: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut (sesembahan-sesembahan selain Allah) itu'." (An-Nahl : 36) |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Prof Dr Abdul Muhsin bin Hammad Al Abbad Al Badr
|
 Imam Ibnul Qoyyim -rahimahulloh- berkata: "Apabila seorang merasa kesulitan tentang hukum suatu masalah, apakah boleh ataukah haram, maka hendaknya dia melihat kepada kerusakan dan hasil yang ditimbulkan olehnya. Apabila ternyata sesuatu tersebut mengandung kerusakan yang lebih besar, maka sangatlah mustahil bila syari'at Islam memerintahkan atau memperbolehkannya bahkan keharamannya merupakan sesuatu yang pasti. Lebih-Iebih apabila hal tersebut menjurus kepada kemurkaan Alloh dan Rosul-Nya baik dari jarak dekat maupun dari jarak jauh, seorang yang cerdik tidak akan ragu akan keharamnnya [Madarijus Salikin 1/589] |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Dr Said bin Ali bin Wahf Al Qohthoni
|
Tidak diragukan lagi bahwa setiap bid'ah dalam urusan agama adalah sesat dan terlarang (haram). Hal ini berdasarkan Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam [artinya], "jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru (dalam agama) karena setiap yang baru itu bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat."[ Abu Dawud: 4/201, hadits nomor 4607 dan at-Tirmidzi: 5/44, hadits nomor 2676.] Sabda beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- "Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami sesuatu yang baru yang tidak termasuk bagian darinya, maka ia tertolak " . "Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka ia tertolak." [Muttafaq 'alaih. Al-Bukhari: 3/222, hadits nomor 2697, dan Muslim: 3/1343] |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz - rahimahulloh-
|
 Safar atau bepergian merupakan aktifitas yang sering kita lakukan. Bahkan ada sebagian orang yang safar merupakan bagian dari hidupnya. Baik safar untuk kepentingan dunia maupun untuk kepentingan akhirat. Namun, ada satu hal yang sering tidak kita sadari. Yaitu bahwa ternyata di dalam safar sangat banyak pahala yang bisa kita raih. Dan sangat sedikit orang yang mengetahui hal ini.Akhirnya, jadilah safar yang kita lakukan hanya berbuah kecapekan, tanpa menghasilkan pahala. Di sisi lain, banyak pula orang yang mengabaikan hukum serta adab di dalam safar. Terlebih lagi dalam hal ibadah fardhu yang tetap wajib dikerjakan meskipun sedang safar. Nah, bagaimanakah cara berburu pahala ketika safar? |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 898 |