PA syarah ushul itiqad 1Masa jahiliyyah sebelum diutusnya Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam – , manusia ketika itu hidup dalam kegelapan yang berupa syirik, kebodohan, dikuasai oleh khurafat, berkutat dalam persengketaan dan perseteruan antar kabilah, satu sama lain saling menyandera, satu sama lain saling membunuh, mereka hidup dalam keterbelakangan, kebiadaban dan perpecahan. Hingga ketika Allah mengizinkan matahari Islam terbit, Dia mengutus Muhammad - Sholallahu Alaihi Wassalam - untuk mengumumkan kepada manusia bahwa tidak ada ilah selain Allah (laa ilaaha illallaah), tidak ada yang patut diibadahi dengan benar selain-Nya. Beliau - Sholallahu Alaihi Wassalam - membawa tauhid yang merupakan hak Allah atas hamba, dan tujuan utama penciptaan manusia.
"Dan tidaklahAku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. " (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)

Dengan tauhid ini para Rasul diutus dan Kitab-Kitab diturun-kan, serta karenanya pula panji jihad dikibarkan.

Selama kurun waktu 13 tahun di Makkah, Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - menyerukan (mengajak) kepadanya, menanamkan akar-akarnya dalam jiwa yang paling dalam, membangun asas-asas dan pilar-pilarnya dalam lubuk hati serta mengukuhkan rukun-rukunnya dalam hati; sehingga jalannya menjadi jelas bagi orang-orang yang menitinya, dan rambu-rambunya jelas bagi orang-orang yang menginginkannya.
Lalu Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - memenangkan kebenaran dan menumbangkan kebathilan, serta cahaya tauhid yang murni menerangi hati, sehingga hati menjadi bersih dan cemerlang dari noda-noda syirik.

Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - datang dan (ketika itu) hati manusia tidak ubahnya (seperti) tanah yang tandus, lalu beliau menyiraminya dengan Tauhid yang bersih, menyiraminya dengan mata air ikhlas, dan menuntunnya kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - dengan penuntun mutaba'ah (mengikuti petunjuk sunnah Nabi), lalu hati tersebut menjadi hidup dan subur serta mcnumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Sehingga umat menjadi mulia setelah sebelumnya hina, menjadi bersatu setelah sebelumnya bercerai berai, dan menjadi menang setelah sebelumnya terkalahkan.

Orang yang mencermati sejarah umat Islam pasti mengetahui kejayaan, kemuliaan, kemenangan, dan ketundukan umat-umat lainnya pada mereka berkaitan erat dengan kemurnian 'aqidah mereka , erjujuran tawajjuh (peribadahan) mereka kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - mengikuti jejak dan sirah Nabi berdasarkan manhaj Salafush Shalih, menyepakati para imamnya, dan tidak menyelisihi mereka dalam hal itu. Sebaliknya, bahwa kelemahan dan kehinaan mereka serta mereka dikuasai oleh umat-umat lain berkaitan dengan tersebarnya bid'ah dan hal-hal yang diada-adakan dalam urusan agama, menjadikan tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu bersama Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - . munculnya golongan-golongan sesat, ditariknya tangan kepatuhan (kepada penguasa), dan memerangi para pemimpin.

Sesungguhnya penyimpangan-penyimpangan 'aqidah, penyimpangan dari manhaj/cara beragama nya para Salafush Shalih, dan tertipu dengan kata-kata indah para pengusung aliran-aliran yang menyimpang, itulah yang memecah belah umat, mencerai-beraikan kekuatannya dan mencabik-cabik kewibawaannya. Fakta menunjukkan hal itu. Tidak ada solusi untuknya dari hal itu kecuali dengan kembali kepada apa yang dianut oleh Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - , para Sahabatnya, dan para imam yang mendapat petunjuk. Akhir umat ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan mengikuti apa yang dengannya awal umat ini menjadi baik. Berpaling dari tauhid yang benar dan membenci manhaj Salafush Shalih adalah menafikan keadilan dan meremehkan akal.

Allah berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan..." (QS. Al-Hadiid: 25)

Keadilan terbesar adalah tauhid, karena ia merupakan pokok keadilan dan dengannya keadilan menjadi tegak. Sebaliknya, kezhaliman terbesar adalah syirik. Allah berfirman, menceritakan tentang Luqman dalam wasiatnya kepada anaknya:
“ Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.'" (QS. Luqman: 13)

Dari Abud Darda' , dari Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - , beliau bersabda, "Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman:
'Sesungguhnya Aku, manusia, dan jin dalam berita yang besar. Aku yang menciptakan, sedangkan selain-Ku yang diibadahi. Aku yang memberi rizki, sedangkan selain-Ku yang diberi ucapan syukur.'"
(HR. Ath-Thabrani dalam Musnadasy-Syaamiyyiin,al Baihaqi dalam Syu'abul iman, dan ad-Dailami dalam Musnad al Firdaus)

Dan sesungguhnya kedustaan terbesar adalah engkau menyekutukan Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu.

Jika Allah telah memerintahkan untuk mengadakan perbaikan dan melarang kerusakan serta berbuat kerusakan dengan firman-Nya:
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orangyang berbuat baik.33 (QS. Al-A'raaf: 56)

Maka, pengrusakan terbesar adalah dirusaknya 'aqidah, pandangan dan pemikiran-pemikiran manusia, perjalanan mereka menuju Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - dihadang, dan mereka disimpangkan dari fitrah yang pada-nya Allah menciptakan mereka.
Dalam hadits disebutkan:
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Al-Bukhari)

Hal ini dikuatkan oleh sabda Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam -
"Ketahuilah, sesungguhnya Rabb-ku memerintahkan kepada-ku agar aku mengajarkan kepada kalian apa yang tidak kalian ketahui dari hal-hal yang diajarkan-Nya kepadaku pada hariku ini: Semua yang Aku perintahkan kepada seorang hamba adalah halal, dan Aku menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan lurus (hunafaa). Tapi para syaitan datang kepada mereka untuk menyimpangkan mereka dari agama mereka, mmgharamkan kepada mereka apa yang Aku halalkan untuk mereka, serta memerintahkan kepada mereka agar menyekutu-kan dengan-Ku apa yang aku tidak menurunkan kekuasaan kepadanya." (Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2765). Lihat Silsilah al-Ahaadiits ,Ash-Shahiihah (no. 3599), karya Syaikh al-Albani ]


Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah kezhaliman paling besar dan paling keji. Bagaimana tidak, padahal akibat hal itu adalah kerugian dunia dan akhirat.

Pada masa-masa belakangan ini, di dalamnya telah terjadi berbagai perubahan dan dunia menghiasi para peminangnya, para peng-ikut hawa nafsu menyingkap 'kedok' mereka, bid'ah-bid'ah mereka tersebar, madzhab-madzhab para pendahulu mereka dihidupkan kembali setelah sebelumnya mati, dan buku-buku mereka yang sudah terlupakan diterbitkan kembali. Muncullah pemikiran-pemikiran baru, jama'ah-jama'ah kontemporer yang niat dan arahan-irahannya berbeda-beda, saling bersebarangan dalam hal tujuan dan sarana yang digunakannya. Setiap kali muncul suatu jama'ah atau golongan, ia mengutuk saudaranya. Sejumlah kalangan menolak tauhid yang lurus dan Sunnah yang shahih.
Mereka meracuni fikiran-fikiran manusia, merusak 'aqidah mereka, menjadikan mereka menganggap remeh perkara syirik, mengibarkan panji-panji fitnah, mengadakan kudeta terhadap para penguasa dari kekuasaannya, dan menentang Rasul setelah datangnya petunjuk yang terang bagi mereka, serta mengikuti jalan selain jalan kaum mukminin.

Di antara kewajiban bagi orang-orang yang memiliki ghirah (semangat/kecemburuan) dari kalangan ulama umat dan para penyeru Sunnah yang meniti atsar adalah melakukan kewajiban untuk menjelaskan pokok-pokok agama (Ushuulud Diyaanah), menjelaskan rambu-rambu manhaj Salaf, menjelaskan jalannya, mendekatkan kitab-kitab para imam dan memperjelasnya dengan tahqiq (penelitian) serta menjelaskan ungkapan-ungkapan para imam, menjelaskan tujuan-tujuan mereka, memperhatikan perkara tauhid dan manhaj (atau metode) dalam pelajaran-pelajaran, khutbah, ceramah dan karangan-karangan mereka, serta membimbing para hamba untuk mengikuti langkah Nabi , menetapi Sunnahnya, dan meniti jejak para Sahabatnya dalam rangka mengamalkan firman-Nya
"Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’ . Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali 'Imran: 31)
Dan Sabda Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam -
"Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat, meskipun ia (orang yang memimpin kalian) adalah seorang hamba sahaya Habasyah (Ethiopia). Sesungguh-nya barangsiapa yang masih hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, bcrpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafa-ur Rasyidin al-Mahdiyyin. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham. Dan hati-hatilah terhadap perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan." (Shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 4607), at-Tirmidzi (no. 2676), Ibnu Majah (no. 43, 44), Ahmad (IV/46-47), dari Sahabat 'Irbadh bin Sariyah . Lihat kitab Irwaa-ul Ghaliil (no. 2455) dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Sha-hiihah (no. 2735), keduanya karya Syaikh al-Albani ]

Itulah jalan lurus yang akan mengantarkan kepada keridhaan Rabb semesta alam.

Allah berfirman:
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikanmu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa. " (QS. Al-An'aam: 153)

Ia adalah jalan yang diserukan oleh Rasul-Nya, Muhammad - Sholallahu Alaihi Wassalam –
Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman:

"Katakanlah, Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orangyang mengikutiku mengajak(mu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata., Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orgng-orangyang musyrik.(QS. Yusuf: 108)

lni adalah 'aqidah golongan yang selamat (al-Firqah an-Naajiyah) yang dikabarkan oleh Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - dengan sabdanya:

"Akan senantiasa ada dari umatku ini satu umat yang menegak-kan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, hingga datang perintah Allah kepada mereka dan mereka tetap dalam keadaan demikian.' ( HR. Al-Bukhari, bab 28, hadits no. 3641)

Itulah golongan yang tetap meniti jalan yang ditempuh oleh Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - dan para Sahabat beliau - Rodliallahu Anhum - .

Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi bersabda:
Dan sesungguhnya Bani Israil telah terpecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya berada dalam Neraka, kecuali satu golongan saja." Ia -yaitu 'Abdullah bin Amr, perawi hadits ini- bertanya, "Siapakah dia, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Apa yang aku dan para Sahabatku berada di atasnya (yang mengikuti jejakku dan jejak para Sahabatku)." (Shahih, HR. At-Tirmidzi 2641, Abu Dawud no. 4597, Ahmada (IV/102) dan lain nya )

Dari sinilah terlihat betapa pentingnya perkara ini, mendidik Generasi di atas perkara tersebut, dan memperbaiki jalan kebangkitan kepadanya; sehingga jalannya tidak bercabang-cabang, lalu tersesat di padang hawa nafsu dan berbagai fitnah.

Inilah Serial terjemah Kitab Syarah Ushul Itiqod Ahlus Sunnah Wal Jamaah, tulisan Al Imam Al hafidh Abul Qosim Hibatullah bin Hasan Al Lalika'i Asy Syafii, lebih dikenal dengan nama Imam Al Lalika'i -rahimahullah-.
Salah satu Kitab yang menjadi Rujukan para Ulama Sunnah dari Dulu sampai Sekarang, sebuah kitab yang membahas ushul pokok Aqidah, keyakinan, keimanan yang dipegang kalangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang bersumber dari Al quran dan Sunnah Rosulullah yang difahami para Shahabat nabi, Tabiin dan tabiut tabiin serta ulama sunnah masa-masa setelah nya yang mengikuti mereka dengan benar tanpa penyimpangan.

telah cetak sampai Jilid 6


Jilid 1 Rp 189.000 ,
Pembahasan : Sejarah kemunculan Bidah, faktor penyebab Munculnya Bidah

Jilid 2 Rp 183.000 ,
Pembahasan : Tauhid terhadap Allah , Dalil-dalil dari Al Quran Dan As Sunnah dan penafsiran dari ayat-ayat dan Al Quran

Jilid 3 Rp 151.000 ,
Pembahasan : Riwayat dari nabi, Shahabat dan Tabiin tentang melihatnya orang-orang yang beriman kepada Rabb - riwayat dan nukilan Ijma' mengenai ayat-ayat Taqdir

Jilid 4 Rp 155.000,
Pembahasan : Taqdir dan Keimanan

Jilid 5 Rp 163.000 ,
Pembahasan Tentang Iman

Jilid 6 Rp 159.000 ,
Pembahasan Tentang Iman dan keutamaan Sahabat Nabi


Info tambahan

  • Judul Asli Syarah Ushul Itiqod Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Penulis Al Imam Al hafidh Abul Qosim Hibatullah bin Hasan Al Lalika'i Asy Syafii
  • Dimensi Buku buku Ukuran Sedang 16 x 23 cm
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman -
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Pustaka Azzam
  • Harga lihat keterangan diatas.
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

SKS syarah bulughulKitab Bulughul Maram sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang, bahkan bagi orang awam sekalipun. Siapa yang tidak pernah mendengar Bulughul Maram, sebuah kitab karya al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani. Kehebatan kitab ini terlihat dari cara penyajian hadits-hadits yang merupakan jawamful kalim (ringkas namun mengandung makna yang luas) dan diuraikan secara ternatik dan sisternatik. Dimulai dari hadits yang paling shahih dalam suatu pembahasan tertentu, kemudian dilanjutkan dengan hadits penguat, hadits yang berfungsi sebagai penjelas dari yang masih global, atau hadits yang merupakan pembatas dari hadits sebelumnya yang masih mutiak. Tak pelak, karya agung ini rnendapat banyak pujian dari kalangan ulama pada masa beliau, hingga para ulama pada masa sekarang.
Karena itu muncullah beberapa karya ularna yang menjadikan Bulughul Maram sebagai manuskrip yang disyarah (diperjelas), ditakhrij (diterangkan derajat haditsnya) maupun dita'/iq (dikomentari). Tersebut di antaranya yang terkenalKitab:
1. Subulus Salam karya Syaikh Muhammad bin Amir ash-Shanfani,
2. Taudhihul Ahkam karya Syaikh Abdullah bin Abdurahman Bassam, 
3. Fiqhul Islam karya Syaikh Abdul Qadir Suaibah al-Hamd, 
4. al-Badrut Tamam karya Syaikh Husain Muhammad al-Maghribi
5. Fathul Allam karya Syaikh Muhammad Shiddiq Hasan Khan, 
6. Tuhfatul Kiram karya Syaikh Muhammad Luqman As-Salafi, 
7. Al-Ifham karya Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi dan masih banyak lagi yang lain.
8. Ithaaful Kiraam Syarah Bulughul maraam min Adillatil Ahkaam, karya Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri -rahimahulloh- Inilah edisi terjemah.

Lebih dari pada itu, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Shalih al-Fauzan, Syaikh Muhammad asy-Syinqiti, pun telah menuliskan syarah atas Kitab Bulughul Maram ini.
Kitab Ithaaful Kiraam Syarah Bulughul maraam min Adillatil Ahkaam, karya Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri -rahimahulloh-ini adalah termasuk kitab yang menggabungkan banyak hal, kelebihan kitab ini diantaranya :
1. terjemah maknawi matan hadits dalam Bulughul maram
2. syarah terhadap Kitab Bulughul Maram
3. Takrij Hadits berdasarkan Kitab-Kitab Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahulloh- 
4. Dilengkapi dengan Biografi Perawi hadits ( Jarh Wa Ta’dil )
5. Biografi Imam-Imam Ahli Hadits
6. Penjelasan istilah-istilah dalam Ilmu hadits.
Dengan demikian dapat disimpulkan kitab ini menggabungkan penjelasan terhadap Fiqih hadits dalam Bulughul Maram, dilengkapi juga dengan penjelasan yang berkaitan dengan Ilmu Hadits.


Info tambahan

  • Judul Asli Ithaaful Kiraam Syarah Bulughul maraam min Adillatil Ahkaam
  • Penulis Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri -rahimahulloh-
  • Dimensi Buku Buku ukuran sedang 16 x 25 cm
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman -
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Sukses Publishing
  • Harga Rp 245.000 diskon jadi Rp 196.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

QM kifatulSesungguhnya Allah Ta'ala dengan segala hikmah-Nya telah memutuskan untuk mengutus para rasul kepada manusia, agar para Rasul ini menjadi suri tauladan bagi kaumnya masing-masing. Sehingga manusia dapat mengikuti petunjuk para rasul, mereka beramal seperti amal para rasul. Untuk itu, Allah telah menurunkan kitab kepada para Rosul agar diajarkan kepada manusia. Maka jadilah manusia beramal berdasarkan amalan para rasul 'alaihimus salam.
Akan tetapi sebagian orang telah merubah risalah-risalah Allah, dimana mereka diperintahkan untuk menjaga risalah tersebut. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan." (QS. Maryam: 69)
Ketika Allah -dengan hikmah-Nya hendak menutup risalah dan mengakhiri nubuwwat/wahyu-Nya, Dia mengutus seorang rasul terakhir , kepadanya Dia turunkan kitab yang berisi hukum-hukum syariat Lalu rasul terakhir itu, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- mengamalkan isi tersebut dan menyampaikannya kepada umat. Sebagian umatnya mengikuti isi kitab itu.
Dengan hikmah, ilmu, dan kuasa-Nya pula, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjaga risalah ini, Allah menjadikan nash al-Qur'an tetap terpelihara, dan nash as-Sunnah terpraktikkan. Maka manusia saat ini mendapati adanya nash (tulisan) dan praktik sekaligus. Dan para ulama-lah yang mentransfer ajaran al-Qur'an, as-Sunnah, dan pemahaman -sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah - kepada orang lain. Para shahabat telah memberikan pemahaman yang baik tentang agama kepada para tabi'in. Manusia mewarisi ilmu dari orang besar yang disampaikan melalui orang besar pula, dari satu generasi ke generasi berikutnya, sedangkan para ulama berjasa karena mereka berusaha agar ilmu mudah untuk dipahami. Dengan itu, maka berkembanglah berbagai macam disiplin ilim syari'at seperti ilmu fiqih dan ilmu ushul fiqih. Dan ilmu mereka tentang al-Qur'an, cara penulisan huruf dan makhrajnya pun berkembang, demikian pula halnya dengan hadits, karena keduanya merupakan sumber hukum.
Karena itu pula bermunculan-lah ilmu fiqih dan madzhab-madzhab fiqhiyah yang berbeda-beda, dan para ulama' berlomba untuk beristhinbath (mengeksplorasi al-Qur'an dan as-Sunnah untuk menentukan suatu hukum) yang benar berdasarkan nash nash al-Qur'an dan as-Sunnah tersebut, dan membatasi pemahaman mereka dengan apa yang telah diamalkan para salafus shalih.
Para ulama pula yang mengumpulkan nash-nash atau naskah-naskah perkataan, perbuatan, dan taqrir Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , sehingga ia menjadi rujukan bagi para ulama -di samping al-Quran- untuk menentukan dan memahami suatu hukum.
Karena itu dapat Anda jumpai setiap masa dari masa-masa keemasan Islam, orang yang mengingatkan agar kembali kepada fiqih Islam dan ushulnya, kembali kepada nash-nashnya, sehingga perpustakaan-perpustakaan islam penuh dengan nash-nash fiqih yang terkumpul disana, disamping banyak juga kitab-kitab yang telah disyarah.

Perkembangan ilmu fikih selalu saja memunculkan ketetapan hukum baru dan karya tulis yang menarik untuk dihaca dan dikaji. Ketetapan hukum dan karya tulis tersebut tentunya sangat berperan dalam memperkaya khazanah ilmu syariah yang tidak hanya terbatas pada satu madzhab fikih semata, tetapi mencakup seluruh madzhab fikih yang ada, seperti Maliki, Hanafi, Hanbali, dan Syafi'i.

diantara kitab fikih madzab Syafii :Kitab Kifayatul Akhyar, karya Imam Taqiyuddin Abu bakar Muhammad Al Husni Al Husaini Ad Dimasqi - rahimahullah- . merupakan kitab penjelas dari kitab matan Ghayatul Ikhtishar atau dikenal dg kitab matan ABu Syuja;.

Matan Ghayatul Ikhtisar atau dikenal dengan Matan Abu Syuja’ merupakan matan fikih madzhab Syafi’I yang istimewa. Bahasanya mudah. Di matan ini kita jarang menemukan hal-hal rumit seprti pada matan-matan fikih madzhab Syafi’I lainya. Oleh karena itu, matan ini menjadi pegangan para ulama di zamannya dan sesudahnya. Para ulama madzhab banyak yang memberikan perhatian kepadanya, baik dengan mensyarah, membuatkan nazham, atau pun membuat ikhtisarnya.

Kifayatul Akhyar merupakan syarah Matan Ghayatul Ikhtishar. Syaikh Taqiyudin telah mensyarah berbagai masalah fikih yang terdapat dalam matan tersebut secara mudah berdasarkan tulisan-tulisan Imam Nawawi, Terutama Raudhatut Thalibin, Syarah Muhadzab, Syarah Shahih Muslim, Al-Minhaj, At-Taqrib, At-Tahdzib, Al-Irsyad, Khulashatul Ahkam, dan sebagainya,


Info tambahan

  • Judul Asli Kifayatul Akhyar ( 2 Jilid ): Mengurai Fikih Madzab Syafii dalam Matan Ghayatul Ikhtishar
  • Penulis Taqiyuddin Abu bakar Muhammad Al Husni Al Husaini Ad Dimasqi
  • Dimensi Buku 17,3 cm x 21,5 cm, 2 Jilid
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman -
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN 978-602-8417-61-7
  • Penerbit Al Qowam
  • Harga Rp 350.000, diskon jadi Rp 260.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

ASN syrh ringkas riyadhusShalihinKitab Riyadhush Shalihin sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Kitab hampir dipakai di semua kalangan muslimin baik di bidang lingkungan pendidikan ataupun selainnya, atau dengan mudah kita bisa dapati kitab ini ada di masjid-masjid dan perpustakaan-perpustakaan kaum muslimin. Sedemikian besar kebutuhan umat terhadap kitab ini, dikarenakan pembahasan yang terkandung di dalamnya. Barakah yang terkandung dalam kitab yang disusun oleh Al-Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi -rahimahullah- , yang lebih dikenal dengan Imam An-Nawawi, demikian nyata pada kaurn muslimin, sejak dahulu hingga sekarang. Alloh Tabarraka Wa Ta'ala jadikan manfaat yang besar dan luas untuk kaum muslimin dengan kitab ini. Karena di dalamnya berisi bimbingan ilahi, berupa Al-Quran dan hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, yang akan menunjukkan dan menerangi jalan seorang hamba menuju ridha Allah  dan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak.


Pembahasan dalam kitab ini mencakup perkara-perkara yang mendasar, yang menjadi bekal seorang hamba untuk memperbaiki jiwa dan amalannya, berupa : perkara tauhid, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa dari akhlak-akhlak tercela), zuhud, qana'ah, amar ma'ruf nahi mungkar, taubat, istiqamah, amanah, tanggung jawab, hak dan kewajiban seorang muslim, menjaga diri dari perbuatan dosa dan perkara yang lainnya. Terlebih lagi pada zaman sekarang, dimana kemerosotan akhlak kaum muslimin sudah mencapai tingkat yang sangat parah, bahkan pada mayoritas mereka. Sehingga saat ini sudah sangat sulit didapati orang-orang yang berakhlak mulia dan lebih mementingkan kehidupan akhirat mereka daripada dunianya. Menilik kondisi yang demikian, kita akan sadari l3ahwa kebutuhan kaum muslimin tentang pembahasan ini sangat besar dan urgen, yang dengannya diharapkan akan mengembalikan kejayaan kaum muslimin, sebagaimana yang telah dicapai pada zaman Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dan Khulafa' Rasyidun


Inilah rangkaian kitab hasil terjemahan dari kitab Asli karya Al Allamah Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahullah-
Yag telah direngkas dengan judul Syarah Ringkas riyadhus Shalihin, yang merupakan penjelas dari hadits-hadits yang terkandung dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi -rahimahullah-. Sebuah kitab kumpulan hadits Nabawi yang cukup sistematis yang memuat tema akhlak, dab, anjuran berbuat kebaikan atau Sunnah, dan larangan mengamalkan hal-hal keharaman dan makruh dan tema lainnya.


Info tambahan

  • Judul Asli Syarah Ringkas Riyadhus Shalihin [2 Jilid/set ]
  • Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah-
  • Dimensi Buku Buku ukuruan sedang 24,5 x16 cm
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman 2 Jilid /set
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Pustaka As Sunnah
  • Harga Rp 490.000 Diskon jadi Rp 392.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

PA alMuhalla setInilah Edisi terjemah edisi lengkap dari kitab" Al Muhalla" karya Al Imam Ibnu Hazm Al Andalusi -rahimahullah- .Salah satu Ulama besar Ahlus Sunah madzab Dhahiriyyah.Tingginya Ilmu beliau diakui oleh ulama-ulama lainnya.
Syaikh Izzuddin bin Abdus Salam -rahimahulloh- berkata,"Ibnu Hazm termasuk ulama mujtahid, aku tidak pernah melihat kitab yang membicarakan tentang keislaman seperti kitab Al Muhalla karya Ibnu Hazm dan kitab Al Mughni karya Ibnu Qudamah Al Maqdisi."
Imam Adz Dzahabi -rahimahullah- berkata," Apa yang dikatakan Syaikh Izzudin bin Abdussalam adalah benar. Dan kitab ketiga setelah kedua kitab tersebut adalah Sunan Al Kubro karya Al Baihaqi -rahimahullah- , sedangkan yang keempat adalah At-Tamhid karya Imam Ibnu Abdil Barr -rahimahullah- .Barangsiapa yang bisa mendapatkan kitab-kitab ini dan dia termasuk mufti yang paling cerdas dan kemudian dia terus mempelajarinya, maka dia akan menjadi orang yang benar-benar faqih."
kitab Al Muhalla ini adalah kaya terbesar Imam Ibnu Hazm -rahimahulloh- dalam masalah fiqih yang terbilang langka dan jarang dikenal di masyarakat . Disajikan dalam bentuk yang unik dan khas berbeda dengan kitab fiqih lainnya.
Ibnu Hazm -rahimahullah- menguraikan permasalahan fiqih satu per satu dengan penomoran pada setiap masalah dengan disertai uraian jawaban dengan hujjah yang kokoh, tanpa pengklasifikasian tiap permasalahan dalam subjudul tertentu.


Info tambahan

  • Judul Asli Al Muhalla
  • Penulis Imam Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm Al Andalusi -rahimahullah-
  • Dimensi Buku buku ukuran sedang 15 x23,5 cm,
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman 18 Jilid lengkap
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Pustaka Azzam
  • Harga Rp 2.702.000 diskon jadi Rp 2.161.000 ,( anda bisa hemat lebih dari Rp 500.000 !!)
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

DH jalan selamatAqidah Tauhid merupakan pegangan pokok yang menentukan bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat, karena tauhid merupakan pondasi bangunan agama, menjadi dasar bagi setiap amalan yang dilakukan oleh hamba-Nya. Tauhid merupakan inti dakwah para Nabi dan Rasul. Mereka pertama kali memulai dakwahnya dengan tauhid dan tauhid merupakan ilmu yang paling mulia.

Aqidah yang benar adalah perkara yang amat penting dan kewajiban yang paling besar yang harus diketahui oleh setiap muslim dan muslimah, karena diterimanya amal ibadah tergantung dari tauhid yang benar. Kebahagiaan dunia dan akhirat dapat diperoleh oleh orang-orang yang berpegang pada aqidah yang benar ini dan menjauhkan diri dari hal-hal yang menafikan (meniadakan) aqidah tersebut.

Aqidah yang benar adalah aqidah al-Firqatun Najiyah (golongan yang selamat), Ahlus Sunnah wal Jama'ah, disebut juga sebagai Aqidah Salaf yakni aqidah yang diajarkan Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - , yang difahami dan diamalkan oleh Shohabat - Rodliallahu Anhum -, kemudian diwariskan kepada generasi selanjutnya : tabiin, Tabiut Tabiin, Ulama Sunnah, para Imam madzab Ahlus sunnah dan sampai ulama zaman sekarang yg mengikuti mereka dengan benar . Adapun Pemahaman/aliran/firqoh/ tarekat atau paham yang murujuk pada orang ( syaikh, kyai, Imam, dan lain nya ) atau tokoh yang dianggap maksum yang tidak merujuk kepada aqidah salaf ini , sudah dipastikan adalah paham sesat yang menyesatkan.

Mengapa Aqidah Salaf menjadi penting ?,

Syaikh Muhammad Alawi As Saqqaf menjelaskan dalam kitab Syarah Aqidah Al Waasitiyah karya Syaikh Khalil harras -rahimahullah- , bahwa dengan aqidah salaf :

Pertama: Bahwa dengan aqidah Salaf ini, kaum muslimin dan da'i-da'inya akan bersatu, karena aqidah Salaf ini berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat. Adapun aqidah selain aqidah Salaf ini, maka persatuan tidak mungkin akan tercapai ,bahkan yang akan terjadi adalah kehancuran.

Kedua: Bahwa dengan aqidah Salaf ini seorang muslim akan mengagungkan Al-Quran dan As-Sunnah, adapun Aqidah lainnya disebabkan mashdar (sumber)nya adalah hawa nafsu, maka mereka akan bermain-main dengan dalil, sedang dalil dan tafsirnya mengikuti hawa nafsu.

Ketiga; Bahwa dengan aqidah Salaf ini akan mengikat seorang muslim dengan generasi yang pertama, yaitu para Shahabat radhiyallaahu 'anhum yang mereka itu adalah Sebaik-baik masa atau generasi.

Shahabat Ibnu Mas'ud -rodliallohu anhu- berkata,

"Sesungguhnya Allah melihat hati hamba- hamba-Nya dan Allah mendapati hati Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah sebaik-baik hati manusia, maka Allah pilih Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam itu sebagai utusan-Nya. Allah berikan kepadanya risalah. Kemudian Allah melihat dari seluruh hati hamba-hamba-Nya setelah hati Nabi-Nya, maka didapati bahwa hati para Shahabat merupakan hati yang paling baik, maka Allah menjadikan mereka pendamping-pendamping Nabi-Nya yang mereka berperang atas agama-Nya. Apa yang dipandang oleh kaum muslimin (para Shahabat) itu baik maka itu baik di sisi Allah dan apa yang dipandang oleh kaum muslimin (para Shahabat) itu jelek maka di sisi Allah itu jelek."
[diriwayatkan oleh Ahmad (1/379), dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir]

Dan sabda Rasullulah shallallaahu 'alaihi wa sallam:
"Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya lagi."
Dalam riwayat lain, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umat ini, atau beliau bersabda: Umat Muhammad, di atas kesesatan." (HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Fitan dan Al Albani menshahihkan hadits ini dalam al Misykah 1/61 no 173)

Keempat: Aqidah Salaf ini jelas, gampang, dan jauh dari ta'wil, ta'thil, dan tasybih. Oleh karena itu, dengan kemudahan ini seseorang akan tenang dengan qadha' dan Qodar Alloh Azza wa Jalla , serta akan meng-agungkan-Nya.

Kelima: Bahwa aqidah Salaf akan membawa kepada keselamatan di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, berpegang kepada aqidah Salaf ini hukumnya wajib.

Keenam: Aqidah Salaf ini adalah aqidah yang selamat, karena as-Salafush Shalih lebih selamat, lebih tahu, dan lebih bijaksana.

Sungguh, Begitu banyak golongan yang terjatuh dalam kesalahan dalam memahami Aqidah Salaf, terutama terkait masalah Tauhid Asma`dan Sifat, bahkan termasuk di antaranya adalah mereka yang menyatakan diri sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah, tetapi ternyata justru menyimpang dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Salah satu manhaj untuk mengkaji masalah seperti ini, ketika ada sejumlah pihak yang mengklaim diri paling benar, adalah membandingkan dan menimbangnya -dalam rangka menguji siapa yang haq- berdasarkan al-Qur`an dan as-Sunnah dengan berlandaskan pemahaman as-Salaf ash-Shalih.

Inilah yang diuraikan dalam buku ini, yaitu dengan menjelaskan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang haq terlebih dahulu, berdasarkan al-Qur`an dan as-Sunnah, yang diletakkan dalam kaidah-kaidah fundamen yang baku, sehingga setiap masalah ilmiah terurai secara sistematis dan rapi. Sehingga setelah uraian tersaji secara seksama, semua yang tidak sejalan dengan kebenaran, akan muncul dengan sendirinya secara jelas.

Karena itu, dengan buku ini, kita bisa menimbang berbagai permasalahan akidah yang terkait dengan tiga masalah pokok yang disajikan di dalamnya, yaitu:

– Tauhid Asma` dan Sifat.

– Syariat.

– dan Takdir.

Inilah salah satu buku terbaik yang menguraikan ketiga masalah di atas, dengan sederhana, jelas dan sistematis, sehingga menjadi sangat efektif mengoreksi yang salah dan tidak tepat pada diri kita terkait dengannya, juga menjadi timbangan bagi banyak kekisruhan yang terjadi di antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan orang-orang dan golongan-golongan yang mengklaim mengikuti Ahlus Sunnah wal Jama’ah.




Info tambahan

  • Judul Asli Taqrib Tadmuriyah
  • Penulis Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin
  • Dimensi Buku 14.5 x 21.0 cm
  • Tipe Cover Softcover
  • Jumlah Halaman -
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN 978-602-6845-28-3
  • Penerbit Darul Haq
  • Harga Rp 40.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

DH kesempurnaan islamAgama Islam adalah karunia dan nikmat terbesar yang dianugerahkan kepada umat manusia. Cahayanya menerangi kalbu yang kelam. Sinarnya menghempaskan kejahilan umat. Petunjuknya di atas petunjuk yang lain; melebihi petunjuk insting, indra dan akal. Keutamaannya tak lekang dimakan masa.

Keutamaan-keutamaan Islam inilah yang dibahas dalam buku ini secara simple dan tuntas berdasarkan dalil-dalil yang shahih. Metodologi sajian matannya adalah sebagaimana yang ditempuh oleh para ahli hadits, yaitu dengan memberikan judul tema, lalu menyebutkan ayat al-Qur`an dan hadits. Nah inilah yang disyarah oleh Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan, dan inilah buku kita ini.

Buku ini juga mengulas tentang Islam dari berbagai segi, yaitu: wajibnya menganut agama Islam bagi semua manusia, makna Islam, dalam berislam itu cukup hanya dengan mengikuti al-Qur`an dan as-Sunnah, masuk Islam itu wajib secara kaffah (keseluruhan), bid’ah dalam agama itu lebih besar dosanya daripada dosa-dosa besar, terhalangnya taubat dari ahli bid’ah, Islam itu agama fitrah, Islam itu datang dalam keadaan asing dan akan kembali dianggap asing, dan masih banyak yang lainnya.

Ini adalah salah satu buku kajian paling lengkap tentang Islam dari berbagai aspeknya, yang sangat patut menjadi perhatian setiap Muslim.


Info tambahan

  • Judul Asli Syarah Fadhlul Islam
  • Penulis Syaikh Dr Shalih bin Fauzan Al Fauzan
  • Dimensi Buku 14.5 x 21.0 cm
  • Tipe Cover Softcover
  • Jumlah Halaman -
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN 978-602-6845-27-6
  • Penerbit Darul Haq
  • Harga Rp 35.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

SKS sunnah tarkiyahSunnah Rasulullah adalah panduan hidup umat Islam, sama halnya dengan Al-Quran, Sunnah Rasulullah tidak bisa dikesampingkan karena Posisinya sangat vital.
 
Buku Sunnah Tarkiyah ini termasuk buku pioner yang membahas secara komprehensif hal-hal yang ditinggalkan Rasulullah dimana pada waktu itu ada faktor-faktor yang mendorong beliau untuk melakukannya tapi beliau memilih untuk meninggalkannya.

Buku ini dipuji oleh banyak professor Timur Tengah karena keunggulannya dalam membahas persoalan prinsipil ini secara lugas dengan berlandaskan pendapat para imam madzhab. Penulis yang kerap menyapa audien melalul akun twitternya © dryahyakhalil ini mengerahkan usaha keras mengumpulkan argumen-argumen tak terbantahkan dalam
buku ini demi menjawab gugatan pihak yang kontra terhadap konsep Sunnah Tarkiyah.

Dengan merujuk kitab-kitab klasik dan dengan metode istidlal yang Kuat, buku ini memaparkan bagaimana penerapan konsep Sunnah Tarkiyah dalam segala aspek kehidupan, baik aqidah, ibadah, mu'amalah, adat dan lain sebagainya.

Buku karya Dr, Yahya Ibrahim Khalil Ini merupakan buku yang sangat berbobot sehingga layak untuk Anda miliki sebagai pedoman datam mempelajari sunnah-
Sunnah Tarkiyah.

Sunnah Tarkiyah: yang Sunnah untuk Ditinggalkan
Penulis  : syaikh Dr. Yahya bin Ibrahim Khalil
Penerbit : sukses publishing, Buku tebal
Harga Rp 290.000 Diskon jadi Rp 232.000
Pemesanan : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.,
WA / LINE : 0819.2469.325 ( sebut nama, alamat lengkap )


Info tambahan

  • Judul Asli -
  • Penulis -
  • Dimensi Buku -
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman -
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit -
  • Harga Rp
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)
Halaman 1 dari 16

Apa Kata Mereka ?