PIS tauhid uluhiyyahTauhid menjadi perkara yang paling agung dalam agama ini karena tauhid merupakan tujuan penciptaan jin dan manusia. Hal ini sebagaimana yang Alloh Azza wa Jalla firmankan:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzariyat : 56)
Tauhid merupakan tujuan da'wah seluruh Nabi dan Rasul yang Allah Azza Wa Jalla utus. Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman,"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut (sesembahan-sesembahan selain Allah) itu'." (An-Nahl : 36)
     Dengan tauhid yang sempurna seseorang akan meraih kebahagiaan hidup di dunia dengan selamat dari berbagai macam kesesatan, dan akan meraih kebahagiaan di akhirat dengan rasa aman dari berbagai ketakutan dan adzab neraka. Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman,"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka . itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-An'am -.82)
     Dengan tauhid suatu kaum akan diberi kekuasaan, dikokohkan agamanya, dan dikaruniai kehidupan yang aman di muka bumi ini. Allah berfirman:
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq." (An-Nur: 55)
      Itulah di antara keutamaan tauhid, yang mana tidak akan mungkin seseorang bisa kokoh di atas tauhid kecuali dengan mempelajarinya, juga memahami secara rinci bentuk-bentuk kesyirikan, baik berupa jimat-jimat, perdukunan, sihir, klenik dan yang lainnya, kemudian menjauhkan diri dari perkara-perkara tersebut sejauh-jauhnya.
    Ilmu Tauhid adalah sebaik-baik ilmu, Ilmu yang paling tinggi dari semua ilmu, krn objek yang akan dipelajari adalah Allah jalla jallaluhu.
maka wajib dipelajari setiap individu muslim, siapapun dia. Selama dia mengaku muslim maka berkewajiban belajar ttg tauhid. Bagaimana dia mengenal allah, bagaimana di menyembah hanya Allah dan mengingkari penyembahan kpd selain Allah.

Adakah tauhid ibadah atau tauhid uluhiyyah dalam mazhab Syafi’i ?

    Buku ini menghadirkan tidak kurang dari 1.300 kutipan perkataan ulama dan tokoh mazhab Syafi’i yang semua itu mengindikasikan diakuinya tauhid Uluhiyyah dalam mazhab Syafi’i. Tauhid Uluhiyyah ataupun tauhid ibadah masih terasa asing di telinga sebagian besar muslim. Padahal, tanpa diragukan lagi tauhid ini menjadi topik utama dakwah para Rasul yang diutus kepada umat mereka, yaitu untuk mengajak mereka agar beribadah kepada Allah semata. Beberapa orang menyangka konsep Tauhid Uluhiyyah ada di mazhab Hanbali saja, tidak ada di mazhab lain. Dari sangkaan atau anggapan itulah muncul keraguan dan pertanyaan:

Benarkah konsep Tauhid Uluhiyyah ini hanya ada di mazhab Hambali; ataukah sebenarnya secara implisit ia ada dalam mazhab yang lain, semisal mazhab Syaf i’i ?

Buku ilmiah ini diharapkan bisa membuka wacana baru dan realita yang berbeda mengenai konsep “Tauhid Uluhiyyah” menurut mazhab Syafi’i. Objek kajiannya terfokus pada nukilan pendapat para ulama mazhab ini, berkenaan dengan makna ibadah dan macam-macamnya yang ia secara tidak langsung berkaitan dengan tauhid ibadah itu sendiri. Tidak kurang dari 1300 nukilan perkataan mereka yang dinukil penulis dari buku-buku karya pribadi, tentunya dengan penyertaan dalil-dalil shahih baik berasal dari al-Qur-an maupun as-Sunnah.

 

MEMBEDAH TAUHID ULUHIYYAH Bersama Ulama Mazhab Syafi'i
 Penulis: Dr. Abdullah bin Abdul Aziz bin Abdullah Al-Anqary
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 846 hlm (Hardcover)
Harga : Rp 140.000,- diskon jadi Rp 112.000

Pesan WA. 0819.2469.325


Info tambahan

  • Judul Asli Juhud Asy-Syafiiyyah fi taqriri Tauhid Al Ibadah
  • Penulis Dr. Abdullah bin Abdul Aziz bin Abdullah Al-Anqary
  • Dimensi Buku 15x23 cm
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman 834 hlm
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Pustaka Imam Syafii
  • Harga Rp 140.000 diskon jadi Rp 112.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

DS subulus baru setSesungguhnya para ulama umat ini -semoga Allah memberi mereka balasan yang lebih baik- telah mengerahkan segala kemampuan mereka dalam meneliti hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan sunnah-sunnahnya. Mereka mengambil dari sumbernya, mempelajari dari ahlinya, memahami dan mengkaji hukum-hukumnya, membahas makna yang terkandung di dalamnya, kemudian mengamalkan adab-adabnya. Maka Allah memuliakan nama mereka, dan menggerakkan lisan-lisan dan pena tulisan menyanjung dan mendoakan mereka.
       Ilmu hadits yang paling banyak mendapat perhatian mereka adalah ilmu syarhul hadits, yaitu ilmu yang membahas maksud dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sesuai dengan prinsip-prinsip syariat dan kaedah-kaedah bahasa Arab menurut kemampuan yang mereka miliki. Termasuk membahas manfaat dan tujuannya yang tidak asing lagi kedudukannya bagi manusia.
     Sudah tak terhitung lagi jumlah kitab yang telah terbit membahas ilmu ini. Di antara yang paling masyhur adalah Syarh Al-Bukhari karya Al-Karmani dan karya Ibnu Hajar -rahimahakumullah-, serta Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi dan Imam As-Suyuthi -rahimakumullah-
      Imam Ash-Shan'ani, penulis Subul As-Salam ini adalah termasuk di antara yang menempuh jalan mereka yang mulia itu. Beliau menyumbangkan Sebuah karya yang sangat berharga bagi umat Islam, dengan mempersembahkan Syarh Bulugh Al-Maram, karya Imam Ibnu Hajar. Beliau mengulasnya dengan sempurna lagi memuaskan, hingga manusia berlomba-lomba setelahnya untuk mengkaji, meneliti dan mentakhrij hadits-haditsnya.
     Beliau adalah Muhammad bin Isma'il bin Shalah bin Muhammad bin Ali Al-Amir Ash-Shan'ani. Nasabnya kembali kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib RadhiyallahuAnhu. Dilahirkan di  kota Kahlan, bagian dari negeri Yaman pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1099 H
      Dia mempunyai beberapa syaikh (guru) di antaranya: Allamah Shalah as Husain Al-Kahlani dan Allamah Zaid bin Muhammad bin Al-Husain bin Al-Qasim. Adapun murid-muridnya sangat banyak, di antaranya: Ahmad bin Muhammad Qathin, Abdul Qadir bin Ahmad bin Abdil Qadir bin An-Nashir guru dari Imam Asy-Syaukani dan Ahmad bin Shalih bin Abi Ar-Rijal
       Beliau -Rahimahullah- terkenal dengan sifat wara', zuhud dan takut sepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Beliau pernah ditawari menjadi qadhi(hakim) . ia enggan dan menolak.
Sebagian anaknya menceritakan, bahwa ketika sedang mengimami jamaah shalat Subuh dengan membaca,Ayat Al Qur'an," Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan." (QS. Al-Ghasiyah: 1), tiba-tiba ia menangis hingga pingsan. la menderita penyakit dan telah banyak berobat, akan tetapi Qadarallah, hasilnya nihil. Hingga dalam singkat kondisinya semakin memburuk sampai ajal menjemputnya hari Selasa, 3 Sya'ban tahun 1182 H.
Dimakamkan di sebelah barat Menara Jami' Al-Madrasah bagian atas Shan'a, Yaman,  dalam usia 83 tahun. Kebaikannya selalu dikenang orang-orang pada masanya.Beliau mempunyai banyak karya tulisannya, di antaranya: Subulus Salam Syarah Bulugh Al-Maraam, Isyradu An-Naqqadila TaisirAl-Ijtihad ,Tathhru Al-Itiqad an Adrani Al-Ilhad.
       Inilah Edisi lengkap terjemahan kitab Subulus Salam Syarah Bulughul Maram,sebuah kitab yang menjelaskan fikih, tata cara Ibadah secara detail di dalam Islam dari bersuci, sholat, puasa, zakat, haji dan lainnya. Dalam edisi terjemahan ini dilakukan takhrij terhadap hadits-haditsnya, disertai keterangan derajat hadits dari segi keshahihan dan kedha'ifan, dengan mengacu kepada buku-bukuAl-Allamah Imam Al-Albani Rahimahullah.
 
 
harga Penerbit Rp 450.000, harga kami Rp 360.000 saja ( belum ongkos kirim )
pemesanan : Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  ; sms, WA,Telegram  : 0819.2469.325 ( pastikan  tulis nama, alamat lengkap )


Info tambahan

  • Judul Asli Subulussalam syarah bulughul maram
  • Penulis Muhammad bin Isma'il bin Shalah bin Muhammad bin Ali Al-Amir Ash-Shan'ani
  • Dimensi Buku -
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman 3 jilid/set
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Darus Sunnah
  • Harga Rp 450.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

PIS ensiklopedi fikih 3Menuntut ilmu adalah kebutuhan setiap muslim yang tak dapat ditinggalkan. Di samping merupakan perintah agama, nuntut ilmu juga dapat memberikan manfaat yang besar dan banyak bagi penuntutnya, baik di dunia maupun di akhirat. Di antara manfaatnya adalah, Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi dari yang lain.
Alloh Azza wa Jalla berfirman:
"... Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diheri ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadalah: 11)
Lebih-lebih, bila yang dituntut adalah ilmu agama sehingga dia dapat memahami ajaran agamanya secara lebih mendalam, maka ia akan mendapatkan banyak kebaikan dan Alloh Azza wa Jalla  , sesuatu yang tidak dapat dicapai kecuali dengan cara itu, sebagaimana sabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam berikut ini:
Dari Mu'awiyah -rodliallohu anhu-  , bahwa dia mendengar Rasulullah  bersabda:
"Barang siapa yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan maka Dia akan menjadikannya faqih/faham dalam urusan agamanya." (HR. Al-Bukhari)
Hadits di atas mengisyaratkan makna bahwa di antara tolok ukur kebaikan seseorang adalah kefahamannya dalam hal agamanya. Semakin baik ilmu agama seseorang semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan kebaikan yang banyak dan Alloh Azza wa Jalla .  
      Sebaliknya, semakin sedikit ilmu agama yang dimiliki dan dikuasainya semakin kecil pula kemungkinan baginya untuk mendapatkan kebaikan dari-Nya. Dengan kata lain, apabila seseorang menginginkan kebaikan yang banyak dari Alloh Azza wa Jalla, hendaknya ia memperdalam ilmu agamanya. Dan, salah satu caranya adalah dengan membaca dan menelaah karya-karya para ulama di sepanjang masa yang telah dibukukan dan diterbitkan dalam bentuk kitab-kitab.
      Di antara kitab-kitab yang membahas ilmu agama secara mendalam berdasarkan al-Qur-an dan as-Sunnah adalah kitab fiqih. Kitab fiqih ini memuat hukum-hukum praktis berkaitan dengan seluk beluk dan tatacara ibadah seorang Muslim terhadap Alloh Azza wa Jalla , juga hukum-hukum muamalah antara sesama mereka dalam kehidupan sehan-hari berdasarkan pada al-Qur-an dan Sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam

     Banyak sekali buku fiqih yang telah disusun oleh para ulama Muslim dan diterbitkan di berbagai belahan dunia Islam. Namun, tidak banyak di antaranya yang disajikan secara ringkas dan padat materi. Sebagian besarnya ditulis secara panjang lebar dan berjilid-jilid tebal sehingga merepotkan dan menyulitkan pembaca umum menemukan tema-tema yang dicari. Belum lagi nuansa madzhab sebagian penulis yang begitu kental yang acapkali mewarnai sepanjang pembahasan buku bertema seperti ini pada umumnya, sehingga menggiring pembacanya pada fanatisme madzhab yang sempit. Buku Ensiklopedi Fiqih Praktis yang ditulis oleh Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah ini menyajikan pembahasan fiqih secara ringkas dan lengkap, serta berusaha membebaskan diri dari kekentalan fiqih yang berorientasi pada madzhab tertentu, dengan mengembalikan tiang hukumnya hanya kepada al-Qur-an dan as-Sunnah sesuai pemahaman Salaf Ash Shalih, serta pendapat-pendapat ulama yang sejalan dengan al-Qur-an dan as-Sunnah sebagai penguat.

PIS ensiklopedi fikih 2Dibandingkan buku fiqih lainnya, buku ini memiliki kelebihan sebagai berikut:
1.   Buku ini merupakan buku fiqih yang ditulis dan disajikan secara cukup ringkas, tetapi isinya menyeluruh sehingga pantas disebut sebagai Ensiklopedi.
2.   Bobot isi buku ini tidak perlu diragukan lagi karena kesimpulan hukumnya hanya berlandaskan pada al-Qur-an dan as-Sunnah yang shahih serta pendapat para ulama-ulama Salaf yang representatif.
3.   Buku ini terbebas dari fanatisme madzhab karena penulisnya tidak condong kepada salah satu madzhab fiqih tertentu meskipun tetap menghargai pendapat-pendapat madzhab tersebut.
4.   Buku ini bisa menjadi pembanding buku "Fiqih Sunnah" karya Syaikh Sayyid Sabiq  yang telah beredar terlebih dahulu di pasaran, sehingga saling dapat melengkapi.
5.   Dalil-dalil berupa hadits dan atsar yang ada di dalam buku ini disandarkan pada takhrij Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, seorang ulama pakar hadits abad ini.


Materi pembahasan :

Jilid 1 : 682 hlm, Membahas Kitab Thaharah dan Shalat
Jilid 2 : 706 hlm, Membahas Kitab Shalat dan Zakat
Jilid 3 : 594 hlm, Membahas Kitab Puasa dan Jenazah
Jilid 4 : 694 hlm, Membahas Kitab Haji dan Nikah
Jilid 5: 732 hlm, Membahas Kitab Talak, Hudud, Jinayat, Diyat, Qasamah, dan Ta'zir
Jilid 6 : 624 hlm, Membahas Kitab Jihad

Ensiklopedi Fiqih Praktis [ 6 Jilid /Set ]
judul asli : al-Mausuu'ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was-Sunnah al-Muthahharah"
Penulis : Syaikh Husain bin 'Audah al-'Awaisyah
Fisik : buku ukuran sedang 15 x 23 cm, hardcover
Penerbit : Pustaka Imam Syafii
harga Rp 720.000/Set Diskon jadi Rp 570.000 ( Berlaku selama Stok masih ada)
pemesanan : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., atau sms : 0819-2469-325

PIS ensiklopedi fikih 1

 


Info tambahan

  • Judul Asli al-Mausuu'ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was-Sunnah al-Muthahharah
  • Penulis al-Mausuu'ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was-Sunnah al-Muthahharah
  • Dimensi Buku 15 x 23 cm
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman 6 Jilid /set
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Pustaka mam Syafii
  • Harga Rp 720.000/Set Diskon jadi Rp 570.000 ( Berlaku selama Stok masih ada)
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

FWD kamus quran 2Judul asli : Al Mufrodat fii Gharibil Qur'an Penulis : Imam Ar Raghib Al Ashfahani Pustaka Al Fawaaid Harga Rp 600.000 Ada diskon pasti nya di al-aisar.com Pesan ?. Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. WA 0819.2469.325

#islam #muslim #muslimah #sunnah #salafi #bukuislam #jualbukuislam

#bukusunnah #buku #jualbuku #kajianislam #dakwah #belajar_islam

#buku_islam_murah #kamusarab #kamus #alquran

FWD kamus quran 1

 


Info tambahan

  • Judul Asli Al Mufrodat fii Gharibil Qur'an
  • Penulis Al Mufrodat fii Gharibil Qur'an
  • Dimensi Buku -
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman 3 Jilid/set
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Al Fawaaid
  • Harga Rp 600.000 diskon jadi Rp 480.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

PA syarah ushul itiqad 1Masa jahiliyyah sebelum diutusnya Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam – , manusia ketika itu hidup dalam kegelapan yang berupa syirik, kebodohan, dikuasai oleh khurafat, berkutat dalam persengketaan dan perseteruan antar kabilah, satu sama lain saling menyandera, satu sama lain saling membunuh, mereka hidup dalam keterbelakangan, kebiadaban dan perpecahan. Hingga ketika Allah mengizinkan matahari Islam terbit, Dia mengutus Muhammad - Sholallahu Alaihi Wassalam - untuk mengumumkan kepada manusia bahwa tidak ada ilah selain Allah (laa ilaaha illallaah), tidak ada yang patut diibadahi dengan benar selain-Nya. Beliau - Sholallahu Alaihi Wassalam - membawa tauhid yang merupakan hak Allah atas hamba, dan tujuan utama penciptaan manusia.
"Dan tidaklahAku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. " (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)

Dengan tauhid ini para Rasul diutus dan Kitab-Kitab diturun-kan, serta karenanya pula panji jihad dikibarkan.

Selama kurun waktu 13 tahun di Makkah, Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - menyerukan (mengajak) kepadanya, menanamkan akar-akarnya dalam jiwa yang paling dalam, membangun asas-asas dan pilar-pilarnya dalam lubuk hati serta mengukuhkan rukun-rukunnya dalam hati; sehingga jalannya menjadi jelas bagi orang-orang yang menitinya, dan rambu-rambunya jelas bagi orang-orang yang menginginkannya.
Lalu Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - memenangkan kebenaran dan menumbangkan kebathilan, serta cahaya tauhid yang murni menerangi hati, sehingga hati menjadi bersih dan cemerlang dari noda-noda syirik.

Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - datang dan (ketika itu) hati manusia tidak ubahnya (seperti) tanah yang tandus, lalu beliau menyiraminya dengan Tauhid yang bersih, menyiraminya dengan mata air ikhlas, dan menuntunnya kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - dengan penuntun mutaba'ah (mengikuti petunjuk sunnah Nabi), lalu hati tersebut menjadi hidup dan subur serta mcnumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Sehingga umat menjadi mulia setelah sebelumnya hina, menjadi bersatu setelah sebelumnya bercerai berai, dan menjadi menang setelah sebelumnya terkalahkan.

Orang yang mencermati sejarah umat Islam pasti mengetahui kejayaan, kemuliaan, kemenangan, dan ketundukan umat-umat lainnya pada mereka berkaitan erat dengan kemurnian 'aqidah mereka , erjujuran tawajjuh (peribadahan) mereka kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - mengikuti jejak dan sirah Nabi berdasarkan manhaj Salafush Shalih, menyepakati para imamnya, dan tidak menyelisihi mereka dalam hal itu. Sebaliknya, bahwa kelemahan dan kehinaan mereka serta mereka dikuasai oleh umat-umat lain berkaitan dengan tersebarnya bid'ah dan hal-hal yang diada-adakan dalam urusan agama, menjadikan tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu bersama Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - . munculnya golongan-golongan sesat, ditariknya tangan kepatuhan (kepada penguasa), dan memerangi para pemimpin.

Sesungguhnya penyimpangan-penyimpangan 'aqidah, penyimpangan dari manhaj/cara beragama nya para Salafush Shalih, dan tertipu dengan kata-kata indah para pengusung aliran-aliran yang menyimpang, itulah yang memecah belah umat, mencerai-beraikan kekuatannya dan mencabik-cabik kewibawaannya. Fakta menunjukkan hal itu. Tidak ada solusi untuknya dari hal itu kecuali dengan kembali kepada apa yang dianut oleh Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - , para Sahabatnya, dan para imam yang mendapat petunjuk. Akhir umat ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan mengikuti apa yang dengannya awal umat ini menjadi baik. Berpaling dari tauhid yang benar dan membenci manhaj Salafush Shalih adalah menafikan keadilan dan meremehkan akal.

Allah berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan..." (QS. Al-Hadiid: 25)

Keadilan terbesar adalah tauhid, karena ia merupakan pokok keadilan dan dengannya keadilan menjadi tegak. Sebaliknya, kezhaliman terbesar adalah syirik. Allah berfirman, menceritakan tentang Luqman dalam wasiatnya kepada anaknya:
“ Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.'" (QS. Luqman: 13)

Dari Abud Darda' , dari Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - , beliau bersabda, "Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman:
'Sesungguhnya Aku, manusia, dan jin dalam berita yang besar. Aku yang menciptakan, sedangkan selain-Ku yang diibadahi. Aku yang memberi rizki, sedangkan selain-Ku yang diberi ucapan syukur.'"
(HR. Ath-Thabrani dalam Musnadasy-Syaamiyyiin,al Baihaqi dalam Syu'abul iman, dan ad-Dailami dalam Musnad al Firdaus)

Dan sesungguhnya kedustaan terbesar adalah engkau menyekutukan Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu.

Jika Allah telah memerintahkan untuk mengadakan perbaikan dan melarang kerusakan serta berbuat kerusakan dengan firman-Nya:
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orangyang berbuat baik.33 (QS. Al-A'raaf: 56)

Maka, pengrusakan terbesar adalah dirusaknya 'aqidah, pandangan dan pemikiran-pemikiran manusia, perjalanan mereka menuju Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - dihadang, dan mereka disimpangkan dari fitrah yang pada-nya Allah menciptakan mereka.
Dalam hadits disebutkan:
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Al-Bukhari)

Hal ini dikuatkan oleh sabda Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam -
"Ketahuilah, sesungguhnya Rabb-ku memerintahkan kepada-ku agar aku mengajarkan kepada kalian apa yang tidak kalian ketahui dari hal-hal yang diajarkan-Nya kepadaku pada hariku ini: Semua yang Aku perintahkan kepada seorang hamba adalah halal, dan Aku menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan lurus (hunafaa). Tapi para syaitan datang kepada mereka untuk menyimpangkan mereka dari agama mereka, mmgharamkan kepada mereka apa yang Aku halalkan untuk mereka, serta memerintahkan kepada mereka agar menyekutu-kan dengan-Ku apa yang aku tidak menurunkan kekuasaan kepadanya." (Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2765). Lihat Silsilah al-Ahaadiits ,Ash-Shahiihah (no. 3599), karya Syaikh al-Albani ]


Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah kezhaliman paling besar dan paling keji. Bagaimana tidak, padahal akibat hal itu adalah kerugian dunia dan akhirat.

Pada masa-masa belakangan ini, di dalamnya telah terjadi berbagai perubahan dan dunia menghiasi para peminangnya, para peng-ikut hawa nafsu menyingkap 'kedok' mereka, bid'ah-bid'ah mereka tersebar, madzhab-madzhab para pendahulu mereka dihidupkan kembali setelah sebelumnya mati, dan buku-buku mereka yang sudah terlupakan diterbitkan kembali. Muncullah pemikiran-pemikiran baru, jama'ah-jama'ah kontemporer yang niat dan arahan-irahannya berbeda-beda, saling bersebarangan dalam hal tujuan dan sarana yang digunakannya. Setiap kali muncul suatu jama'ah atau golongan, ia mengutuk saudaranya. Sejumlah kalangan menolak tauhid yang lurus dan Sunnah yang shahih.
Mereka meracuni fikiran-fikiran manusia, merusak 'aqidah mereka, menjadikan mereka menganggap remeh perkara syirik, mengibarkan panji-panji fitnah, mengadakan kudeta terhadap para penguasa dari kekuasaannya, dan menentang Rasul setelah datangnya petunjuk yang terang bagi mereka, serta mengikuti jalan selain jalan kaum mukminin.

Di antara kewajiban bagi orang-orang yang memiliki ghirah (semangat/kecemburuan) dari kalangan ulama umat dan para penyeru Sunnah yang meniti atsar adalah melakukan kewajiban untuk menjelaskan pokok-pokok agama (Ushuulud Diyaanah), menjelaskan rambu-rambu manhaj Salaf, menjelaskan jalannya, mendekatkan kitab-kitab para imam dan memperjelasnya dengan tahqiq (penelitian) serta menjelaskan ungkapan-ungkapan para imam, menjelaskan tujuan-tujuan mereka, memperhatikan perkara tauhid dan manhaj (atau metode) dalam pelajaran-pelajaran, khutbah, ceramah dan karangan-karangan mereka, serta membimbing para hamba untuk mengikuti langkah Nabi , menetapi Sunnahnya, dan meniti jejak para Sahabatnya dalam rangka mengamalkan firman-Nya
"Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’ . Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali 'Imran: 31)
Dan Sabda Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam -
"Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat, meskipun ia (orang yang memimpin kalian) adalah seorang hamba sahaya Habasyah (Ethiopia). Sesungguh-nya barangsiapa yang masih hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, bcrpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafa-ur Rasyidin al-Mahdiyyin. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham. Dan hati-hatilah terhadap perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan." (Shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 4607), at-Tirmidzi (no. 2676), Ibnu Majah (no. 43, 44), Ahmad (IV/46-47), dari Sahabat 'Irbadh bin Sariyah . Lihat kitab Irwaa-ul Ghaliil (no. 2455) dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Sha-hiihah (no. 2735), keduanya karya Syaikh al-Albani ]

Itulah jalan lurus yang akan mengantarkan kepada keridhaan Rabb semesta alam.

Allah berfirman:
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikanmu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa. " (QS. Al-An'aam: 153)

Ia adalah jalan yang diserukan oleh Rasul-Nya, Muhammad - Sholallahu Alaihi Wassalam –
Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman:

"Katakanlah, Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orangyang mengikutiku mengajak(mu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata., Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orgng-orangyang musyrik.(QS. Yusuf: 108)

lni adalah 'aqidah golongan yang selamat (al-Firqah an-Naajiyah) yang dikabarkan oleh Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - dengan sabdanya:

"Akan senantiasa ada dari umatku ini satu umat yang menegak-kan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, hingga datang perintah Allah kepada mereka dan mereka tetap dalam keadaan demikian.' ( HR. Al-Bukhari, bab 28, hadits no. 3641)

Itulah golongan yang tetap meniti jalan yang ditempuh oleh Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - dan para Sahabat beliau - Rodliallahu Anhum - .

Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi bersabda:
Dan sesungguhnya Bani Israil telah terpecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya berada dalam Neraka, kecuali satu golongan saja." Ia -yaitu 'Abdullah bin Amr, perawi hadits ini- bertanya, "Siapakah dia, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Apa yang aku dan para Sahabatku berada di atasnya (yang mengikuti jejakku dan jejak para Sahabatku)." (Shahih, HR. At-Tirmidzi 2641, Abu Dawud no. 4597, Ahmada (IV/102) dan lain nya )

Dari sinilah terlihat betapa pentingnya perkara ini, mendidik Generasi di atas perkara tersebut, dan memperbaiki jalan kebangkitan kepadanya; sehingga jalannya tidak bercabang-cabang, lalu tersesat di padang hawa nafsu dan berbagai fitnah.

Inilah Serial terjemah Kitab Syarah Ushul Itiqod Ahlus Sunnah Wal Jamaah, tulisan Al Imam Al hafidh Abul Qosim Hibatullah bin Hasan Al Lalika'i Asy Syafii, lebih dikenal dengan nama Imam Al Lalika'i -rahimahullah-.
Salah satu Kitab yang menjadi Rujukan para Ulama Sunnah dari Dulu sampai Sekarang, sebuah kitab yang membahas ushul pokok Aqidah, keyakinan, keimanan yang dipegang kalangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang bersumber dari Al quran dan Sunnah Rosulullah yang difahami para Shahabat nabi, Tabiin dan tabiut tabiin serta ulama sunnah masa-masa setelah nya yang mengikuti mereka dengan benar tanpa penyimpangan.

telah cetak sampai Jilid 6


Jilid 1 Rp 189.000 ,
Pembahasan : Sejarah kemunculan Bidah, faktor penyebab Munculnya Bidah

Jilid 2 Rp 183.000 ,
Pembahasan : Tauhid terhadap Allah , Dalil-dalil dari Al Quran Dan As Sunnah dan penafsiran dari ayat-ayat dan Al Quran

Jilid 3 Rp 151.000 ,
Pembahasan : Riwayat dari nabi, Shahabat dan Tabiin tentang melihatnya orang-orang yang beriman kepada Rabb - riwayat dan nukilan Ijma' mengenai ayat-ayat Taqdir

Jilid 4 Rp 155.000,
Pembahasan : Taqdir dan Keimanan

Jilid 5 Rp 163.000 ,
Pembahasan Tentang Iman

Jilid 6 Rp 159.000 ,
Pembahasan Tentang Iman dan keutamaan Sahabat Nabi


Info tambahan

  • Judul Asli Syarah Ushul Itiqod Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Penulis Al Imam Al hafidh Abul Qosim Hibatullah bin Hasan Al Lalika'i Asy Syafii
  • Dimensi Buku buku Ukuran Sedang 16 x 23 cm
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman -
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Pustaka Azzam
  • Harga lihat keterangan diatas.
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

SKS syarah bulughulKitab Bulughul Maram sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang, bahkan bagi orang awam sekalipun. Siapa yang tidak pernah mendengar Bulughul Maram, sebuah kitab karya al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani. Kehebatan kitab ini terlihat dari cara penyajian hadits-hadits yang merupakan jawamful kalim (ringkas namun mengandung makna yang luas) dan diuraikan secara ternatik dan sisternatik. Dimulai dari hadits yang paling shahih dalam suatu pembahasan tertentu, kemudian dilanjutkan dengan hadits penguat, hadits yang berfungsi sebagai penjelas dari yang masih global, atau hadits yang merupakan pembatas dari hadits sebelumnya yang masih mutiak. Tak pelak, karya agung ini rnendapat banyak pujian dari kalangan ulama pada masa beliau, hingga para ulama pada masa sekarang.
Karena itu muncullah beberapa karya ularna yang menjadikan Bulughul Maram sebagai manuskrip yang disyarah (diperjelas), ditakhrij (diterangkan derajat haditsnya) maupun dita'/iq (dikomentari). Tersebut di antaranya yang terkenalKitab:
1. Subulus Salam karya Syaikh Muhammad bin Amir ash-Shanfani,
2. Taudhihul Ahkam karya Syaikh Abdullah bin Abdurahman Bassam, 
3. Fiqhul Islam karya Syaikh Abdul Qadir Suaibah al-Hamd, 
4. al-Badrut Tamam karya Syaikh Husain Muhammad al-Maghribi
5. Fathul Allam karya Syaikh Muhammad Shiddiq Hasan Khan, 
6. Tuhfatul Kiram karya Syaikh Muhammad Luqman As-Salafi, 
7. Al-Ifham karya Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi dan masih banyak lagi yang lain.
8. Ithaaful Kiraam Syarah Bulughul maraam min Adillatil Ahkaam, karya Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri -rahimahulloh- Inilah edisi terjemah.

Lebih dari pada itu, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Shalih al-Fauzan, Syaikh Muhammad asy-Syinqiti, pun telah menuliskan syarah atas Kitab Bulughul Maram ini.
Kitab Ithaaful Kiraam Syarah Bulughul maraam min Adillatil Ahkaam, karya Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri -rahimahulloh-ini adalah termasuk kitab yang menggabungkan banyak hal, kelebihan kitab ini diantaranya :
1. terjemah maknawi matan hadits dalam Bulughul maram
2. syarah terhadap Kitab Bulughul Maram
3. Takrij Hadits berdasarkan Kitab-Kitab Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahulloh- 
4. Dilengkapi dengan Biografi Perawi hadits ( Jarh Wa Ta’dil )
5. Biografi Imam-Imam Ahli Hadits
6. Penjelasan istilah-istilah dalam Ilmu hadits.
Dengan demikian dapat disimpulkan kitab ini menggabungkan penjelasan terhadap Fiqih hadits dalam Bulughul Maram, dilengkapi juga dengan penjelasan yang berkaitan dengan Ilmu Hadits.


Info tambahan

  • Judul Asli Ithaaful Kiraam Syarah Bulughul maraam min Adillatil Ahkaam
  • Penulis Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri -rahimahulloh-
  • Dimensi Buku Buku ukuran sedang 16 x 25 cm
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman -
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Sukses Publishing
  • Harga Rp 245.000 diskon jadi Rp 196.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

QM kifatulSesungguhnya Allah Ta'ala dengan segala hikmah-Nya telah memutuskan untuk mengutus para rasul kepada manusia, agar para Rasul ini menjadi suri tauladan bagi kaumnya masing-masing. Sehingga manusia dapat mengikuti petunjuk para rasul, mereka beramal seperti amal para rasul. Untuk itu, Allah telah menurunkan kitab kepada para Rosul agar diajarkan kepada manusia. Maka jadilah manusia beramal berdasarkan amalan para rasul 'alaihimus salam.
Akan tetapi sebagian orang telah merubah risalah-risalah Allah, dimana mereka diperintahkan untuk menjaga risalah tersebut. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan." (QS. Maryam: 69)
Ketika Allah -dengan hikmah-Nya hendak menutup risalah dan mengakhiri nubuwwat/wahyu-Nya, Dia mengutus seorang rasul terakhir , kepadanya Dia turunkan kitab yang berisi hukum-hukum syariat Lalu rasul terakhir itu, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- mengamalkan isi tersebut dan menyampaikannya kepada umat. Sebagian umatnya mengikuti isi kitab itu.
Dengan hikmah, ilmu, dan kuasa-Nya pula, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjaga risalah ini, Allah menjadikan nash al-Qur'an tetap terpelihara, dan nash as-Sunnah terpraktikkan. Maka manusia saat ini mendapati adanya nash (tulisan) dan praktik sekaligus. Dan para ulama-lah yang mentransfer ajaran al-Qur'an, as-Sunnah, dan pemahaman -sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah - kepada orang lain. Para shahabat telah memberikan pemahaman yang baik tentang agama kepada para tabi'in. Manusia mewarisi ilmu dari orang besar yang disampaikan melalui orang besar pula, dari satu generasi ke generasi berikutnya, sedangkan para ulama berjasa karena mereka berusaha agar ilmu mudah untuk dipahami. Dengan itu, maka berkembanglah berbagai macam disiplin ilim syari'at seperti ilmu fiqih dan ilmu ushul fiqih. Dan ilmu mereka tentang al-Qur'an, cara penulisan huruf dan makhrajnya pun berkembang, demikian pula halnya dengan hadits, karena keduanya merupakan sumber hukum.
Karena itu pula bermunculan-lah ilmu fiqih dan madzhab-madzhab fiqhiyah yang berbeda-beda, dan para ulama' berlomba untuk beristhinbath (mengeksplorasi al-Qur'an dan as-Sunnah untuk menentukan suatu hukum) yang benar berdasarkan nash nash al-Qur'an dan as-Sunnah tersebut, dan membatasi pemahaman mereka dengan apa yang telah diamalkan para salafus shalih.
Para ulama pula yang mengumpulkan nash-nash atau naskah-naskah perkataan, perbuatan, dan taqrir Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , sehingga ia menjadi rujukan bagi para ulama -di samping al-Quran- untuk menentukan dan memahami suatu hukum.
Karena itu dapat Anda jumpai setiap masa dari masa-masa keemasan Islam, orang yang mengingatkan agar kembali kepada fiqih Islam dan ushulnya, kembali kepada nash-nashnya, sehingga perpustakaan-perpustakaan islam penuh dengan nash-nash fiqih yang terkumpul disana, disamping banyak juga kitab-kitab yang telah disyarah.

Perkembangan ilmu fikih selalu saja memunculkan ketetapan hukum baru dan karya tulis yang menarik untuk dihaca dan dikaji. Ketetapan hukum dan karya tulis tersebut tentunya sangat berperan dalam memperkaya khazanah ilmu syariah yang tidak hanya terbatas pada satu madzhab fikih semata, tetapi mencakup seluruh madzhab fikih yang ada, seperti Maliki, Hanafi, Hanbali, dan Syafi'i.

diantara kitab fikih madzab Syafii :Kitab Kifayatul Akhyar, karya Imam Taqiyuddin Abu bakar Muhammad Al Husni Al Husaini Ad Dimasqi - rahimahullah- . merupakan kitab penjelas dari kitab matan Ghayatul Ikhtishar atau dikenal dg kitab matan ABu Syuja;.

Matan Ghayatul Ikhtisar atau dikenal dengan Matan Abu Syuja’ merupakan matan fikih madzhab Syafi’I yang istimewa. Bahasanya mudah. Di matan ini kita jarang menemukan hal-hal rumit seprti pada matan-matan fikih madzhab Syafi’I lainya. Oleh karena itu, matan ini menjadi pegangan para ulama di zamannya dan sesudahnya. Para ulama madzhab banyak yang memberikan perhatian kepadanya, baik dengan mensyarah, membuatkan nazham, atau pun membuat ikhtisarnya.

Kifayatul Akhyar merupakan syarah Matan Ghayatul Ikhtishar. Syaikh Taqiyudin telah mensyarah berbagai masalah fikih yang terdapat dalam matan tersebut secara mudah berdasarkan tulisan-tulisan Imam Nawawi, Terutama Raudhatut Thalibin, Syarah Muhadzab, Syarah Shahih Muslim, Al-Minhaj, At-Taqrib, At-Tahdzib, Al-Irsyad, Khulashatul Ahkam, dan sebagainya,


Info tambahan

  • Judul Asli Kifayatul Akhyar ( 2 Jilid ): Mengurai Fikih Madzab Syafii dalam Matan Ghayatul Ikhtishar
  • Penulis Taqiyuddin Abu bakar Muhammad Al Husni Al Husaini Ad Dimasqi
  • Dimensi Buku 17,3 cm x 21,5 cm, 2 Jilid
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman -
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN 978-602-8417-61-7
  • Penerbit Al Qowam
  • Harga Rp 350.000, diskon jadi Rp 260.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

ASN syrh ringkas riyadhusShalihinKitab Riyadhush Shalihin sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Kitab hampir dipakai di semua kalangan muslimin baik di bidang lingkungan pendidikan ataupun selainnya, atau dengan mudah kita bisa dapati kitab ini ada di masjid-masjid dan perpustakaan-perpustakaan kaum muslimin. Sedemikian besar kebutuhan umat terhadap kitab ini, dikarenakan pembahasan yang terkandung di dalamnya. Barakah yang terkandung dalam kitab yang disusun oleh Al-Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi -rahimahullah- , yang lebih dikenal dengan Imam An-Nawawi, demikian nyata pada kaurn muslimin, sejak dahulu hingga sekarang. Alloh Tabarraka Wa Ta'ala jadikan manfaat yang besar dan luas untuk kaum muslimin dengan kitab ini. Karena di dalamnya berisi bimbingan ilahi, berupa Al-Quran dan hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, yang akan menunjukkan dan menerangi jalan seorang hamba menuju ridha Allah  dan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak.


Pembahasan dalam kitab ini mencakup perkara-perkara yang mendasar, yang menjadi bekal seorang hamba untuk memperbaiki jiwa dan amalannya, berupa : perkara tauhid, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa dari akhlak-akhlak tercela), zuhud, qana'ah, amar ma'ruf nahi mungkar, taubat, istiqamah, amanah, tanggung jawab, hak dan kewajiban seorang muslim, menjaga diri dari perbuatan dosa dan perkara yang lainnya. Terlebih lagi pada zaman sekarang, dimana kemerosotan akhlak kaum muslimin sudah mencapai tingkat yang sangat parah, bahkan pada mayoritas mereka. Sehingga saat ini sudah sangat sulit didapati orang-orang yang berakhlak mulia dan lebih mementingkan kehidupan akhirat mereka daripada dunianya. Menilik kondisi yang demikian, kita akan sadari l3ahwa kebutuhan kaum muslimin tentang pembahasan ini sangat besar dan urgen, yang dengannya diharapkan akan mengembalikan kejayaan kaum muslimin, sebagaimana yang telah dicapai pada zaman Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dan Khulafa' Rasyidun


Inilah rangkaian kitab hasil terjemahan dari kitab Asli karya Al Allamah Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahullah-
Yag telah direngkas dengan judul Syarah Ringkas riyadhus Shalihin, yang merupakan penjelas dari hadits-hadits yang terkandung dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi -rahimahullah-. Sebuah kitab kumpulan hadits Nabawi yang cukup sistematis yang memuat tema akhlak, dab, anjuran berbuat kebaikan atau Sunnah, dan larangan mengamalkan hal-hal keharaman dan makruh dan tema lainnya.


Info tambahan

  • Judul Asli Syarah Ringkas Riyadhus Shalihin [2 Jilid/set ]
  • Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah-
  • Dimensi Buku Buku ukuruan sedang 24,5 x16 cm
  • Tipe Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman 2 Jilid /set
  • Bahasa Indonesia
  • ISBN -
  • Penerbit Pustaka As Sunnah
  • Harga Rp 490.000 Diskon jadi Rp 392.000
  • Cara Pemesanan Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)
Halaman 1 dari 16

Apa Kata Mereka ?