• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Darussunnah 77 Cabang Keimananan Penulis : Imam Baihaqi, Penerbit: Darus Sunnah .. Product #: DSN-0010 Regular price: Rp 28.000 Rp 28.000

77 Cabang Keimananan

Harga: Rp 28.000  Rp 22.400

- +

Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda, yang artinya:
"Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling tinggi, (atau yang paling utama — berdasarkan perbedaan redaksi riwayat—)adalah kalimat laa ilaaha illaah (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan malu adalah bagian dari iman. "
[HR. Al Bukhari (1/48 dan 49, pembahasan: Iman, bab: Perkara-Perkara iman); Muslim (no. 35, pembahasan: Iman, bab: Cabang-Cabang Iman,Bagiannya yang Paling Utama, Bagian yang Paling Rendah serta Keutamaan Sifat Malu dan bahwa Dia Adalah Bagian dari Iman); Abu Daud (no. 4676, pembahasan: Sunnah, bab: Membantah Akidah Murjiah); At-Tirmidzi (no. 2617, pembahasan: Iman, bab: Menyempurnakan Iman); An-Nasai (8/110, pembahasan: Iman bab: Cabang-Cabang Imam); Ahmad (Al Musnad, 2/445); dan Ibnu Majah (no. 57, pembahasan: Muqaddimah),Al Bukhari meriwayatkannya dengan redaksi:
“ iman itu ada enam puluh cabang lebih dan malu adalah bagian dari iman. "]
Cabang-cabang iman, atau lebih dikenal dengan sebutan Syu 'ab Al Iman dalam istilah agama, istilah ini terambil dari hadits Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam- diatas. Dalam menjelaskan sabda Nabi ini, para ulama telah berupaya keras menafsirkan dan memerinci satu per satu cabang-cabang imam yang dimaksud, dan salah satu ulama yang mendalami dengan masalah ini adalah Imam Al Baihaqi -rahimahulloh- . Dalam bukunya yang berjudul Syu'ab Al Iman (Cabang-Cabang Iman), beliau memaparkan satu per satu cabang-cabang imam tersebut secara terperinci.
Setelah itu muncullah inisiatif dari Imam Al Qazwaini -rahimahulloh- untuk meringkasnya, supaya lebih dapat difahami oleh muslimin, sehingga hadirlah buku yang berjudul Mukhtashar Syu'ab Al Imam (Ringkasan Syu'ab Al Iman). Siapa Imam Al Baihaqi -rahimahulloh- ?
Dia adalah Imam yang cerdas Abu Bakar Ahmad bin Al Husain bin Ali bin Musa Al Khusrujardi Al Baihaqi -rahimahulloh- , syaikh Khurasan di masanya yang memiliki banya karya tulis yang bermanfaat. Dia dilahirkan di Khusrujard di bulan Sya'ban tahun 384 H.
Imam As-Subki berkata, "Imam Al Baihaqi adalah salah seorang imam muslimin dan petunjuk bagi kaum mukminin, salah seorang dai menyeru ke jalan Allah yang kokoh. Dia adalah seorang ahli fikih yang agung, seorang hafizh besar, ahli usul yang piawai, sekaligus seorang zahid yang wara', taat kepada Allah, berdiri sebagai pembela Madzhab secara ushul maupun furu', seorang gunung ulama di antara para ulama yang ada."
Abdul Ghaffar Al Farisi An-Naisaburi -rahimahulloh- berkata dalam Dzail Tarikh Naisabur, "Abu Bakar Al Baihaqi Al Hafizh Al Ushuli seorang Ulama yang wara', tak ada tandingan di zamannya dalam masalah hapalan ketelitian dan kecermatan. Dia salah satu murid senior Imam Al Hakim -rahimahulloh- dan dia mempunyai kelebihan dari Al Hakim dengan penguasaannya dalam berbagai disiplin ilmu. Dia menulis dan menghapalkan hadits di usia Belia, juga memperdalam fikih hingga mahir di bidang ushul fikih.
Dia mengembara ke Irak dan Hijaz lalu menulis buku. Karya tulisnya hampir mencapai seribu jilid yang belum pernah dilakukan orang sebelumnya. Pada dirinya terhimpun ilmu hadits dan fikih serta penjelasan akan cacat-cacat hadits.
Imam Ad-Dzahabi -rahimahulloh- berkata, "Kalau saja Al Baihaqi mau membuat madzhab sendiri tempat dia berijtihad tentulah dia mampu melakukannya karena ilmunya yang sangat luas dan pengetahuannya terhadap berbagai perbedaan pendapat para ulama."
Inilah terjamah dari Kitab Mukhtashar Syu 'ab Al Iman (Ringkasan Syu 'ab Iman) yang ditulis oleh Abu Al Ma'ali Imamuddin Umar bin Abdurrahman bin Umar bin Ahmad Al Qazwaini Asy-Syafi'i. Dia meringkas kitab Syu'ab Al Iman karya Imam Abu Bakar Ahmad bin Husain bin Ali Al Baihaqi.Meskipun ukurannya kecil, namun manfaatnya sangat besar sebab penyusunnya mengumpulkan berbagai cabang iman secara rinci, yang berjumlah 77 cabang. Dimulai dari penjelasan tentang mengucapkan syahadat, hingga mencintai dan membenci sesuatu dari din saudaranya sesama muslim seperti yang dialami dirinya. .
Imam Al Qozwaini -rahimahulloh- mengikuti metode penulisan penulis asli yaitu Imam Al Baihaqi -rahimahulloh- Akan tetapi dia menjadikan cabang-cabang iman yang ada sebagai pokok bab dan membatasi diri dengan menggunakan ayat-ayat Al Qur'an atau salah satu hadits Nabi dalam setiap cabang tersebut, baik hadits yang paling shahih dari Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- saja.
Terkadang dalam beberapa cabang iman tersebut ditambahkan beberapa ayat atau hadits atau beberapa keterangan, atau beberapa cerita dan hikayat, atau bahkan syair pendukung.
Penulis membaginya menjadi 77 cabang, di dalamnya disebutkan beberapa hal yang berhubungan dengan rukun iman dan rukun Islam yang merupakan bagian terpenting yang harus diketahui oleh setiap muslim. Selain itu, juga yang berhubungan dengan kecintaan pada Allah, takut serta harap kepada-Nya agar seorang muslirn bisa menjadi seimbang antara harap dan takut. Juga ada bahasan tentang cinta kepada Rasulullah, pengagungan dan penghormatan terhadap beliau, motivasi untuk menuntut ilmu dan menyebarkannya, mengagungkan Al Qur'an dengan cara belajar dan mengajarkannya serta segala sesuatu yang berhubungan dengan thaharah, jihad di jalan Allah, mensyukuri nikmat Allah, menjaga lidah, menunaikan amanah, pengharaman membunuh jiwa yang tak bersalah, pengharaman tindakan aniaya terhadap kehormatan manusia, rnenahan diri untuk tidak mengambil harta orang lain, kewajiban bersikap wara' dalam hal makan dan minum, menjauhi segala hal yang tidak halal, berhemat dalam membelanjakan harta, mengharamkan makan harta dengan cara yang batil, meninggalkan sikap dengki dan dendam, mengikhlaskan amal hanya untuk Allah , bahagia dengan kebaikan, sedih kalau melakukan kesalahan/dosa, mengobati setiap dosa dengan tobat, berpegang teguh kepada Al Kitab dan Sunnah serta apa yang diyakini oleh jamaah kaum muslimin, memutuskan hukum dengan adil antara manusia, menyuruh perbuatan baik, mencegah perbuatan munkar, saling tolong menolong dalam perbuatan baik dan takwa, malu, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silaturrahim, berakhlaq baik kepada sesama manusia, menahan amarah, merendahkan diri, rendah hati ( tawadhu'), menerangkan hak-hak anak, istri dan keluarga, mencintai ularna, menyebarkan salam kepada sesama muslim, memuliakan tetangga dan tamu, menjenguk orang sakit, menyalati jenazah ahli kiblat, menyayangi yang lebih kecil, menghormati yang lebih tua, mendamaikan sesama, kewajiban mencintai saudara sesama muslim dengan apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri, tidak suka terjadi sesuatu kepada sesama muslim apa yang tidak disukai untuk dirinya sendiri.
Dengan itu semua seseorang telah mengumpulkan cabang-cabang Islam secara keseluruhan. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya kita muslimin mempelajari hal ini dan mengamalkannya agar kita mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.
Kitab Syu’abul Iman karya Imam Ahlus Sunnah Al Imam Al Baihaqi--rahimahullah- penuh dengan nasehat yang berasal dari Al Qur’an hadits-hadits nabawi dalam hal aqidah, ibadah dan akhlaq. Kitab ini kemudian diringkas oleh Imam Al Qazwiini--rahimahullah- , beliau meringkas dengan hanya menampilkan pokok-pokok masalah dan mencukupkan diri dengan dalil-dalil dari Ayat Al Qur’an dan hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam mencakup setiap cabang keimanan baik yang berkaitan dengan aqidah, ibadah dan akhlaq.
Pokok-pokok cabang keimanan menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam bentuk ringkas ini wajib diimani dan hendaknya kemudian diamalkan oleh seorang muslim yang mengaku mengikuti Sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan para Salafush Shalih.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
ISBN 97-3772-312
Judul Asli Mukhtashor Syu’abul Iman
Judul Buku 77 Cabang Keimananan
Jumlah Halaman 198 hlm
Penerbit / Publisher Darus Sunnah
Pentahqiq Syaikh Abdul Qodir Al Arnauth
Penulis Imam Al Baihaqi
Peringkas Imam Abul Ma’aly Al Qozwiini Asy Syafi’i
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 13.5 x 20.5 cm