• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Darul Haq Kitab Tauhid Penulis : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi, Penerbit : Darul Haq .. Product #: DHQ-0036 Regular price: Rp 30.000 Rp 30.000

Kitab Tauhid

Harga: Rp 30.000  Rp 24.000

- +

Tauhid menjadi perkara yang paling agung dalam agama ini karena tauhid merupakan tujuan penciptaan jin dan manusia. Hal ini sebagaimana yang Alloh Azza wa Jalla firmankan:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzariyat : 56)
Tauhid merupakan tujuan da'wah seluruh Nabi dan Rasul yang Allah utus. Allah menyatakan:
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut (sesembahan-sesembahan selain Allah) itu'." (An-Nahl : 36)
Dengan tauhid yang sempurna seseorang akan meraih kebahagiaan hidup di dunia dengan selamat dari berbagai macam kesesatan, dan akan meraih kebahagiaan di akhirat dengan rasa aman dari berbagai ketakutan dan adzab neraka. Allah menyatakan:
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka . itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-An'am -.82)
Dengan tauhid suatu kaum akan diberi kekuasaan, dikokohkan agamanya, dan dikaruniai kehidupan yang aman di muka bumi ini. Allah berfirman:
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq." (An-Nur: 55)
Telah dimaklumi bahwasanya tidaklah jin dan manusia ini diciptakan kecuali hanya untuk merealisasikan peribadahan hanya kepada Allah semata. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan tidaklah Aku mendptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyaat: 56)
Maha Suci Allah yang telah mengutus kepada setiap kaum dan umat seorang Rasul yang mendampingi, membimbing dan memperingatkan kaum dan umat tersebut dalam menegakkan ibadahnya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala .
Allah berfirman:
" Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul (yang menyeru) Sembahlah Allah dan jauhilah Thaghut!' (AnNahl:36)
Allah menyebutkan dalam Ayat-ayat-Nya yang mulia seruan dakwah para rasul adalah satu, sama semenjak Rasul pertama yaitu nabi Nuh alaihissalam- sampai rasul terakhir Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- .
Allah berfirman tentang Rasul-Nya yang pertama Nuh: "Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata: " Wahai kaumku ! Beribadahlah kepada Allah,(karena) tidak ada sesembalian (yang berhak diibadahi dengan benar) bagimu selain Dia." (Al Mu'minun: 23)
Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata: "Wahai kaumku! Beribadahlah kepada Allah, (karena) tidak ada sesembalian (yang berhak diibadahi dengan benar) bagimu selain Dia. " (Al A'raaf: 59)
Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) Hud saudara mereka, dia berkata: "Wahai kaumku! Beribadahlah kepada Allah, (karena) tidak ada sesembalian (yang berhak diibadahi dengan benar) bagimu selain Dia." (Al A'raaf: 65)
" Dan kepada kaum Tsamud Kami utus saudara mereka Shalih. Dia berkata: "Wahai kaumku! Beribadahlah kepada Allah, (karena) tidak ada sesembalian (yang berhak diibadahi dengan benar) bagimu selain Dia." (Al A'raaf: 73)
Kepada penduduk Madyan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala utus saudara mereka Syu'aib alaihissalam. Allah berfirman:
"Dankepada penduduk Madyan Kami (utus) saudara mereka sendiri. Dia berkata: "Wahai kaumku! Beribadaldah kepada Allah, (karena) tidak ada sesembahan (yang berhak diibadahi dengan benar) bagimu selain Dia." (Al A'raaf: 85)
Begitulah seterusnya, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala perintahkan kepada setiap rasul untuk menyerukan kapada kaumnya sebagaimana seruan rasul-rasul sebelum mereka. Allah berfirman kepada Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- :
"Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul-pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Aku, maka beribadahlah kepada-Ku." (Al Anbiyaa: 25)
Bahkan, saking urgennya tauhid ini, kita dapatkan sebuah kisah indah dalam Al Qur'an yang Allah abadikan agar manusia dapat mengambil ibroh dan pelajaran darinya.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Apakah kalian hadir saat maut menjemput Ya'qub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya: "Apakah yang kamu sembah sepeninggalku?"
Allahu Akbar! sungguh ini adalah pemandangan yang mengharukan, yang jarang dijumpai pada masa-masa setelahnya, apa lagi pada masa ini. Tidaklah kalimat tersebut akan terucap, melainkan hanya akan terlahir dari sosok pribadi Ahlu Tauhid.
Lantas apa jawaban dari anak-anaknya. Kita simak kelanjutan ayat ini:
Mereka menjawab: "Kami akan beribadah kepada sescmbahan-mu dan sesembahan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishaq yaitu sesembahan yang Satu dan kami hanya berserah diri kepada-Nya. " (Al Baqarah: 133)
Allahu Akbar! Jawaban tersebut tentunya tidak akan didapatkan melainkan dari anak-anak dan keturunan yang tumbuh dan berkembang di bawah bimbingan dan tarbiyah Ahlu Tauhid. Selain dari mereka, sungguh, tidak mungkin akan didapatkan.
Tauhid adalah awal materi tarbiyah yang harus kita tanamkan kepada setiap diri kita, kepada keluarga kita, anak-anak kita, kerabat kita dan kepada segenap manusia. Tauhid adalah awal materi fakwah yang harus diserukan oleh setiap juru dakwah, manakala dia ingin sukses dalam dakwahnya yaitu mendapat keridhoan dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala di manapun mereka berdakwah dan kepada siapapun obyek dakwah mereka.
Ingatkah kalian, wahai saudaraku yang mulia …..
Riwayat dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas -Rodliallahu Anhu- ketika menceritakan perihal Muadz bin Jabal -Rodliallahu Anhu- tatkala diutus Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- sebagai juru dakwah ke negeri Yaman. Apa yang beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- nasehatkan? Simaklah dengan seksama sabda beliau berikut ini:
" Dari Ibnu 'Abbas -Rodliallahu Anhu- bahwasanya Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- , tatkala mengutus Muadz -Rodliallahu Anhu- ke Yarnan, beliaupun bersabda: "Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari ahli kitab (Yahudi & Nasrani). Maka hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan kepada mereka ialah syahadat Laa ilaaha illallah (Tidak ada sesembahan yang haq selain Allah) -dalam riwayat lain: agar mereka mentauhidkan Allah-. Kalau mereka telah menaatimu dalam perkara tersebut maka beritahukanlah kepada mereka balnvasanya Alla)i ^ telah mewajibkan mereka untiik rnenegakkair shalat lima waktu dalam. Sehari semalam. Kalau rnereka telah menaatimu dalam perknra ini maka beritahukanlah kepada mereka bahwasanya Alloh telah mewajibkan mereka untuk menunaikan zakat yang diambil dari orang-orang kaya rnereka lantas diserahkan kepada orang-orang fakir mereka. Kalau mereka menaatimu dalam perkara ini maka janganlah sekali-kali engkau rnengambil barang berharga mereka, dan takutlah terhadap doa orang yang terzhalimi sebab tidak ada hijab antara doa tersebut dengan Allah (HR Bukhari dan Muslim]
Maka,sungguh suatu kebodohan yang amat nyata yang nampak dikalangan manusia sampai zaman sekarang ini bahkan yang mengaku muslim sekalipun, mereka merasa phobi dan gerah mendengar dakwah tauhid, dengan berkata:' lagi-lagi tauhid, kayak ndak ada materi lain saja." Yang lain berkata:" Musuh-musuh Islam telah memasang jerat dan makar untuk menghancurkan muslimin kenapa umat ini setiap hari hanya dijejali dengan tauhid melulu?, kapan mereka disiapkan untuk menghadap musuh-musuh di front pertempuran.",
Sebagian yang lain berkata,"Kapan muslimin bisa maju mengikuti perkembangan ekonomi dan teknologi zaman seperti negara maju lainnya, kalo tiap hari makan tauhid melulu?."
Dan entah model celotehan dungu lainnya.
Inilah buah dari kejahilan mereka tentang tauhid, justru merekalah yang telah dihancurkan oleh musuh-musuh Islam tanpa sadar. Fikrah dan fitrah mereka telah dirusak tanpa mereka ketahui.
Insya Allah dalam buku ini anda akan disuguhi oleh penulis Rahimahullah ayat-ayat, hadits-hadits dan perkataan ulama Salaf berkaitan dengan permasalahan Tauhid ini. Untuk apa kita diciptakan, kenapa kita harus bertauhid, kenapa kita harus beribadah hanya kepada-Nya semata, apa keutamaan tauhid, bagaimana tafsir dan penjelasan tentang kalimat tauhid yang dimaukan oleh syari'at. Apakah tauhid mempunyai lawan dan musuh bebuyutan? Kenapa kita harus menjauhi dan takut dari syirik, kenapa manusia bisa terjatuh dalam kubangan syirik, apa saja penyebabnya, apa saja peraktek kesyirikan yang menjangkiti manusia dan permasalahan-permasalahan lainnya. Simak bahasannya dalam buku ini.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Softcover
Judul Asli Kitab at Tauhid
Judul Buku Kitab Tauhid
Jumlah Halaman 204 hlm
Penerbit / Publisher Darul Haq
Penulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 14.5 x 20.5 cm