• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Media Tarbiyah Kupas Tuntas Iman Kepada Malaikat : Berdasarkan Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah Kumpulan tulisan : Syaikh Dr Umar bin Sulaiman Al Asyqor, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi, Syaikh .. Product #: TAR-0018 Regular price: Rp 95.000 Rp 95.000

Kupas Tuntas Iman Kepada Malaikat : Berdasarkan Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Harga: Rp 95.000  Rp 76.000

- +

Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman, yang artinya,
" Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di langit di sisi Rabbmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah, mereka mentasbihkan-Nya, dan hanya kepadaNya lah mereka bersujud. "[ al-A'raf: 206.]

Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman:
" Jika mereka menyombongkan diri dari menyembah Allah semata, adapun mereka (malaikat) yang di sisi Rabbmu selalu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedangkan mereka tidak jemu- jemu. “[Fushshilat: 38]

Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman, yang artinya,
“ Dan kepunyaan-Nya lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak menyombongkan diri dan letih untuk menyembah-Nya. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. "[ aI-Anbiya:19 —20]

Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman:
“ Tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [At-Tahrim: 6]

Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman:
Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) Para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri mereka takut kepada Rabb mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” [an-Nahl:49-50]

Dengan ayat-ayat di atas, Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- mengabarkan tentang hamba-hamba-Nya yang bertakwa, baik, mulia, keras, kuat, utusan pilihan-Nya yang tempat tinggalnya di langit, kebiasaannya bertasbih, doa, sujud dengan khusyu', tidak enggan dan bosan beribadah kepada-Nya, bertasbih siang dan malam tidak pernah jemu, menghinakan diri dan taat, jumlahnya banyak, postur tubuhnya amat besar, dan berkarakter mulia. Di antara mereka ada yang didekatkan kepada-Nya dan (bertugas) sebagai utusan-utusan, penempuh perjalanan mencari orang-orang yang berzikir, penjaga langit, pemikul 'Arsy, mengurus anak Adam yang takut kepada Rabbnya yang di atas mereka dan mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka, pengatur urusan dunia dan hari kiamat, pengurus rezeki hamba, membinasakan orang-orang yang durhaka pembuat kerusakan di muka bumi, pengurus janin-janin di dalam rahim-rahim, pengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan, serta di antara mereka ada yang menghidupkan mayat-mayat dengan seizin Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- pada hari kiamat.

Maka mereka adalah tentara Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- yang terbesar dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbnya kecuali Dia; dan mereka adalah makhluk yang paling mengetahui tentang Sang Pencipta, yang paling menyembah Sesembahannya, langit-langit merasa berat menanggung mereka dan sudah sepantasnya langit-langit merasa berat karena mereka, tidak bosan dan jemu untuk beribadah kepada Khaliknya.

Mereka adalah bagian alam gaib yang Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- telah memberitahukan sebagiannya kepada kita dan orang yang memahaminya akan memandang dengan takjub akan keadaan mereka, dalam masalah ketaatan, ibadah, kekuatan, kebesaran, rasa takut kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- , tasbih, serta permintaan ampunan mereka, lalu ia bertambah keimanannya dan memikirkan tentang kekuasaan Allah yang amat besar. Sesungguhnya besarnya makhluk menunjukkan besarnya penciptanya.

Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,
” Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat pemikul Arsy’. Sesungguhnya jarak antara ujung telinga dan pundaknya sejauh perjalanan 700 tahun.” [ HR Abu Daud no 4727, disahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah I/151].

Jumlah malaikat pemikul 'Arsy ada delapan malaikat. Lalu bagaimana luasnya 'Arsy?, Dan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- tentu lebih besar. Allahu Akbar.
Maka Mahasuci Allah, Yang Mahabesar, Yang Mahaperkasa, pencipta langit-langit dan bumi, dan apa-apa yang ada di antara keduanya.

Sungguh, Wahai Muslimin, alam malaikat itu wajib diimani, secara global dan terperinci. Barang siapa mengingkarinya maka ia kafir dan zindiq, semoga Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- melindungi kita darinya.
Muhammad bin Nashr al-Marwazi dalam kitabnya Ta'zhim Qadr ash-Shalah (1/393), menerangkan mengenai arti iman kepada malaikat-malaikat Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- yaitu kamu beriman kepada malaikat yang Allah namakan untukmu dalam kitab-Nya dan kamu beriman bahwa Allah mempunyai malaikat-malaikat selain mereka yang Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- ciptakan yang kamu tidak mengetahui nama-nama dan jumlah mereka.

Al-Halimi dalam kitab al-Minhaj (1/302) berkata,
"Dan iman kepada malaikat-malaikat mengandung beberapa makna :
Pertama: Membenarkan wujud mereka.
Kedua: Menempatkan mereka pada tempatnya, menetapkan bahwa mereka adalah hamba Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- dan penciptaannya seperti penciptaan manusia dan jin, diperintah, dan diberi tugas. Mereka tidak berkuasa kecuali apa yang Allah kuasakan atas mereka. Mereka mati akan tetapi Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-
menjadikan mereka berumur sangat panjang. Maka la tidak mematikan mereka hingga mereka bertemu kepada-Nya, tidak disifati dengan sesuatu yang mengantarkan pada penyekutuan kepada Allah, dan tidak diseru sebagai sesembahan sebagaimana orang-orang terdahulu melakukannya.
Ketiga: Mengakui bahwa di antara mereka ada utusan-utusan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- yang Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- utus kepada manusia yang la kehendaki.
Mencermati, memahami alam malaikat niscaya dapat menambah keimanan, mengenal Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- lebih dekat, dan menginginkan apa yang di sisi-Nya.
Sangat mengherankan satu kaum yang telah pupus mata hatinya lantas menganggap bahwa malaikat itu tidak ada di alam. Mereka mengatakan, "Malaikat adalah khayalan dalam jiwa para nabi atau ia adalah jiwa-jiwa, akal-akal, atau kekuatan kebaikan." Ironisnya, mereka yang berkata demikian itu dianggap sebagai orang-orang yang berakal dan ahli berfilsafat. Akal yang mana, kesempurnaan yang mana, dan filsafat yang mana? Bahkan kebodohan semata! Ulama dahulu dan sekarang telah membantah mereka, dan Banyak sekali informasi dari hadits yang Shahih tentang Malaikat yang jarang diketahui kebanyakan orang.

Inilah buku-buku yang mengupas tuntas pembahasan dan ilmu tentang Malaikat secara Shahih. Sesungguhnya tulisan mengenai alam malaikat adalah bahasan yang amat penting dan menarik. Mereka adalah makhluk alam gaib yang kita tidak mengetahuinya kecuali melalui dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sehingga kisah-kisah Israiliat dan akal ahli filsafat tidak perlu andil di dalamnya.

 

 

Kompilasi 3 buku :
1. Aalamul malaaikatil Abraar (Alam Malaikat yang mulia) karya Syaikh DR. 'Umar bin Sulaiman Al-Asyqar, yang kemudian dicetak terjemah dengan judul Iman kepada Malaikat.
2. Man Tusholli Alaihimul mlaaikatu wa man (Siapa saja yang Malaikat ber-shalawat kepadanya dan siapa saja yang dilaknat oleh mereka) karya Syaikh DR. Fadhl Ilahi, yang dic etak terjemahkan dengan judul Do'a & Laknat Malaikat.
3. Al Jinnu wa Syayaathiin (Jin dan Para Setan) nukilan salah satu bab dari kitab berjudul 'Aqiidatul Mu'min (Aqidah Seorang Mukmin) karya Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, yang dicetak dan terjemahkan dengan judul Hakikat Alam Jin & Setan.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Buku Kupas Tuntas Iman Kepada Malaikat : Berdasarkan Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah
Judul Buku Buku Ukuran Sedang 16 x 24.5 cm
Penerbit / Publisher Media Tarbiyah
Penulis Kumpulan tulisan : Syaikh Dr Umar bin SUlaiman Al Asyqor, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi, Syaikh Dr Fadhl Ilahi