• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Media Tarbiyah Mengenal Islam Lebih Dekat Penulis : Abu Anisah Syahrul Fatwa, Penerbit : Media tarbiyah .. Product #: TAR-0023 Regular price: Rp 70.000 Rp 70.000

Mengenal Islam Lebih Dekat

Harga: Rp 70.000  Rp 56.000

- +

Setiap muslim yakin sepenuhnya bahwa karunia Allah yang terbesar di dunia ini adalah agama Islam. Seorang muslim wajib bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang telah memberikan hidayah ke dalam Islam. Allah menyatakan bahwa nikmat Islam adalah karunia yang terbesar.

Dia berfirman,
"...Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu... " [QS. Al-Maa-idah: 3]Nikmat Islam adalah salah satu anugerah Allah yang tak ternilai bagi para hamba-Nya. Nikmat yang agung ini akan lebih terasa jika kita mampu mengenal, menyelami, memahami dan mengamalkan keindahan Islam. Sungguh lisan kita tidak akan mampu jika harus bercerita tentang keindahan agama Islam, karena begitu agung dan mulianya agama ini, begitu besarnya hidayah Islam bagi yang telah merengkuhnya. Sehingga tidak ada kata-kata yang bisa kita ucapkan atas nikmat yang besar ini selain ucapan syukur kepada Rabbul'aalamiin.
Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman tentang penduduk Surga:
"Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki Kami kepada (Surga) ini. Dan Kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi Kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang Rasul-rasul Rabb Kami, membawa kebenaran.' Dan diserukan kepada mereka, 'Itulah Surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu telah kamu kerjakan.'" (QS. Al-A'raf: 43).

Allah - Subhanahu Wa Ta'ala – juga berfirman,
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Ali 'Imran: 85)

Rasulullah bersabda:
"Demi Dzat Yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seorang pun dari ummat manusia yang mendengar tentangku, baik ia Yahudi atau Nashrani kemudian ia meninggal dalam keadaan ia belum beriman dengan apa yang aku bawa, kecuali ia termasuk penghuni Neraka." [HR. Muslim (no. 153) ]

Wahab bin Munabbih -rahimahulloh- berkata, "Inti kenikmatan itu ada tiga. Pertama, nikmat Islam. Tidak sempurna sebuah nikmat kecuali dengannya. Kedua, nikmat sehat, yang mana kehidupan ini tidak indah kecuali dengannya. Ketiga, nikmat kecukupan, yang mana kehidupan ini tidak sempurna kecuali dengannya." [Dikeluarkan oleh Ibnu Abid Dunya dalam Asy-Syukru (no. 172) ]

Adapun nikmat Sunnah, sungguh keagungan dan keutamaan-nya tidak terlukiskan. Karena orang yang selamat adalah yang mengikuti Sunnah Nabi mengikuti syari'at beliau, serta tidak menyimpang dari jalan dan Sunnah yang telah digariskan oleh Rasulullah Dua nikmat inilah yang dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:

TAR mengenal islam WM"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Rabb-nya. (QS. Al-Kahfi: 110)

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata, "Firman-Nya: "Hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih," yaitu apa yang sesuai dengan syari'at Allah. Adapun firman-Nya: "Janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya," yaitu orang yang beribadah hanya mengharapkan wajah Allah semata tidak mempersekutukannya. Inilah dua rukun syarat mutlak amalan akan diterima, harus ikhlas karena Allah dan sesuai dengan syari'at Rasulullah." [Tafsiir Al-Quranil 'Azhim (V/205) Tahqiq Sami bin Muhammad As-Salamah ]

Sungguh indah apa yang dikatakan Imam Abu' Aliyah ia berkata, "Sungguh Allah telah memberikan dua nikmat kepada diriku yang aku tidak mengetahui mana yang lebih utama dari keduanya. Allah memberi nikmat dengan menunjuki aku untuk beragama Islam dan tidak menjadikan diriku sebagai seorang Khawarij." [HR. 'Abdurrazaq (X/153); Ibnu Sa'ad (VII/144), Al-Laalikaxi dalam Asy-Syarii'ah (no. 230), Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah (11/218), dan Adz-Dzahabi dalam Siyar (IV/212) ]

Sebagai bukti syukur seorang muslim atas nikmat ini adalah dengan menjadi muslim yang ridha Allah sebagai Rabb-nya, Islam sebagai agamanya dan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam sebagai Nabinya. Seorang muslim harus menerima agama Islam dengan sepenuh hatinya dan meyakininya. Arti menerima Islam adalah seseorang harus dengan sepenuh kesadaran dan keyakinan menerima apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam dan mengamalkan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh beliau. Jika seseorang ingin menjadi muslim sejati, pengikut Nabi Muhammad yang setia, maka ia harus meyakini Islam sebagai satu-satunya agama yang haq (benar), belajar agama Islam dengan sungguh-sungguh dan mengamalkan Islam dengan ikhlas karena Allah dan mengikuti contoh Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam .

Kondisi umat Islam yang kita lihat sekarang ini sangat menyedihkan, mereka mengaku Islam, KTP (Kartu Tanda Penduduk) mereka Islam, mereka semua mengaku sebagai muslim, tetapi mereka tidak mengetahui tentang Islam, tidak berusaha untuk mengamalkan Islam, bahkan ada sebagian ritual yang mereka amalkan hanya ikut-ikutan saja. Penilaian baik dan tidaknya seseorang sebagai muslim bukan dengan pengakuan dan KTP, tetapi berdasarkan ilmu dan amal. Allah tidak memberikan penilaian berdasarkan keaslian KTP yang dikeluarkan pemerintah, juga tidak kepada rupa dan bentuk tubuh, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal.
Dari Abu Hurairah -rodliallohu anhu- ia berkata, "Telah bersabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, tidak juga kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian."[ HR. Muslim (no. 2564 (33)), dari Shahabat Abu Hurairah]

Seorang muslim wajib belajar tentang Islam yang berdasarkan Al-Qur-an dan Sunnah Nabi yang shahih menurut pemahaman para Shahabat . Al-Qur-an diturunkan oleh Allah agar dibaca, difahami isinya dan diamalkan petunjuknya. Al-Qur-an dan As-Sunnah merupakan pedoman hidup abadi dan terpelihara, yang harus dipelajari dan diamalkan. Seorang muslim tidak akan sesat selama mereka berpegang kepada Al-Quran dan As-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat. Al-Qur-an adalah petunjuk hidup, penawar, penyembuh, rahmat dan sumber kebahagiaan.

Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur-an) dari Rabb-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. Katakanlah (Muhammad), 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.'" [QS. Yunus: 57-58]

Dalam buku ini menjelaskan prinsip-prinsip dasar agama Islam yang wajib diketahui oleh setiap muslim dan muslimah .Untuk mengetahui agama Islam dengan benar, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh setiap muslim. Hal-hal yang perlu diketahui tersebut merupakan prinsip-prinsip dasar Islam, yang dengan mengetahuinya kita akan semakin yakin bahwa agama Islam-lah yang dapat menyelesaikan setiap problem yang dihadapi oleh seluruh manusia, baik masalah individu, rumah tangga, maupun masyarakat. Dan kita akan yakin bahwa hanya dengan Islam-lah berbagai masalah dalam seluruh aspek kehidupan dapat diselesaikan, baik dalam perkara 'aqidah, ibadah, akhlak, problema rumah tangga dan bermasyarakat, masalah politik, sosial, ekonomi dan yang lainnya, baik di dunia maupun di akhirat, baik untuk pribadi maupun untuk masyarakat, baik untuk jasad maupun untuk batin. Semuanya telah dijelaskan melalui Al-Quran dan As-Sunnah sesuai dengan apa yang telah difahami oleh generasi Salafush Shalih, yaitu generasi terbaik yang telah mendapat jaminan keridhaan dari Alloh Azza wa Jalla .

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Buku Mengenal Islam Lebih Dekat
Jumlah Halaman 287 hlm
Penerbit / Publisher Media Tarbiyah
Penulis Abu Anisah Syahrul Fatwa
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 16 x 24.5 cm