• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Darussunnah Meraih Puncak Ihsan Penulis : Dr Syaikh Falih bin Muhammad bin falih Ash Shughayyir, Penerbit : Darus Sunnah .. Product #: DSN-0079 Regular price: Rp 65.000 Rp 65.000

Meraih Puncak Ihsan

Harga: Rp 65.000  Rp 52.000

- +

Syari'at Islam sangat memperhatikan semua kebutuhan manusia, baik yang berkaitan dengan kemaslahatan pribadinya maupun lingkungan sosial tempat tinggalnya, tanpa membeda-bedakan ras, warna kulit, jenis kelamin ataupun status sosialnya. Karena yang menjadi pembeda antara seorang muslim dengan yang lainnya hanyalah satu yaitu ketakwaannya. Berdasarkan ketakwaan inilah, seseorang akan mendapatkan kemuliaan atau kehinaan. Sebagaimana firman Allah Ta'ala,
"Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. . . " (QS. Al-Hujurat: 13)
Di antara hal-hal yang bisa dijadikan sebagai petunjuk atau tanda-tanda ketakwaan seseorang adalah perilaku dan tindak-tanduknya yang baik terhadap siapa saja dan dalam segala hal. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sangat memperhatikan masalah ini. Hal tersebut jelas sekali terlihat dalam setiap perintah, larangan, perbuatan, ucapan, dan ketetapannya sebagai penguat atas apa yang terdapat dalam Al-Qur'an.
Allah Ta'ala memerintahkan untuk berbuat ihsan dalam firman-Nya,
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS. An-Nahl; 90)
Ibnu Mas'ud Radhiyallahu Anhu berkata, "Ayat ini merupakan ayat yang paling sempurna dalam Al-Qur'an, yang menerangkan semua kebaikan yang harus diamalkan dan kejahatan yang harus dijauhi." [lihat tafsir Al Qurthubi jilid 5 {10/165)]
Di antara firman Allah yang memerintahkan untuk berbuat ihsan:
Allah Ta'ala memerintahkan untuk berbuat ihsan, sebab Dia mencintai orang yang berbuat baik
"...dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."(QS. AI-Baqarah: 195)
Ihsan merupakan kedudukan tertinggi dalam berhubungan dengan Allah dan makhluk-Nya, sehingga banyak sekali nash dalam Al-Qur'an maupun hadits yang menunjukkan pada hal tersebut. Di antaranya firman Allah Ta'ala,
"Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. An-Nahl 128]
Alloh Azza wa Jalla berfirman ,
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridloan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. " (QS. AI-'Ankabut 69)
Firman Allah Ta'ala
"(Katakanlah kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Mursalat: 43-44)
Firman Allah Ta'ala,
"Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan-nya. Demikian lah balasan bagi orang-orang yang berbuat baik." (QS. Az-Zumar: 34)

Ihsan merupakan sifat terpuji, sifat para nabi dan rasul, dan sifat hamba-.hamba Allah yang ikhlas sebagaimana firman Allah tentang Nabi Nuh,
"Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Ash-Shaaffaat: 79-80)

Firman Allah Ta'ala tentang Nabi Ibrahim Alaihissallam.
"Selamat sejahtera bagi Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang- orang yang berbuat baik." (QS. Ash-Shaaffaat: 109-110]

Firman Allah Ta'ala tentang Nabi Musa dan Harun,
"Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Ash-Shaaffaat 120-121)

Firman Allah tentang Nabi Ilyas
"Selamat sejahtera bagi Ilyas. "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Ash-Shaaffaat: 130-131)

Allah Ta'ala juga mcnyebutkan beberapa nabi lainnya dalam firmanNya,
"Dan inilah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk meng-hadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha Mengetahui. Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya'qub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawuud, Sulaiman, Ayyub,Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. " (QS. Al-An'am: 83-84)

Sebagaimana finnan Allah yang menerangkan sifat-sifat penghuni surga dalam firman-Nya,
"Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air. Dan buah-buahan yang mereka sukai. (Katakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Mursalah 41-44)

Disebutkan juga dalam firman Allah lainnya,
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air. Mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik." (QS. Adz-Dzariyaat: 15-16)

Ihsan merupakan akhlak mulia yang harus selalu diamalkan oleh setiap muslim dalam setiap waktu dan segala urusannya. Syaikh Al-Jazairi mengingatkan pentingnya berbuat baik dalam segala aspek kehidupan dan dalam urusan agama. Sangat tepat dan cukuplah dinukilkan di sini untuk menerangkan pentingnya ihsan. Syaikh berkata, "Pengertian ihsan dalam hal ibadah adalah melaksanakan ibadah baik berupa shalat, puasa, haji atau lainnya dengan benar, memenuhi syarat dan rukunnya, memenuhi sunnah dan adabnya. Hal ini tidak bisa dilakukan dengan sempurna, kecuali apabila ia merasa bahwa ia melihat Allah Ta'ala ataupun jika tidak, maka Allah pasti melihat dan mengawasi dirinya. Apabila perasaan ini sudah terpatri dalam dirinya, maka sangat mudah baginya untuk melaksanakan ibadah dengan baik dan benar, sesuai dengan yang diperintahkan. Inilah yang disampaikan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam sabdanya,
"Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak bisa melihat-Nya, sesungguhnya Allah pasti melihatmu. "
Sedangkan berbuat ihsan dalam mu'amalah dengan orang tua adalah berbuat baik dan menaatinya selama tidak menyimpang dari ajaran Islam, selalu memberikan kebaikan serta menjauhi hal-hal yang dapat menyusahkan mereka, mendoakan dan memohonkan ampunan bagi mereka, melaksanakan janji-janjinya dan menghormati karib kerabatnya.
Berbuat ihsan kepada karib kerabat adalah dengan berbuat baik dan lemah-lembut kepada mereka dan melakukan apa yang menyenangkan mereka serta meninggalkan segala yang menyusahkan mereka.
Berbuat ihsan kepada anak yatim adalah dengan menjaga harta dan hak-hak mereka, mendidik dan mengajarkan mereka adab-adab yang baik, serta selalu mengusap kepala mereka.
Berbuat ihsan kepada kaum dhu'afa adalah dengan memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan mereka agar tidak dihina, tidak melakukan hal-hal yang menyengsarakan mereka, dan selalu memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka semampunya.
Berbuat ihsan kepada Ibnu Sabil adalah dengan memberikan apa yang mereka butuhkan, menjaga harta dan kehormatannya, serta menunjukkan jalan jika ia tersesat.
Berbuat ihsan kepada pekerja-nya adalah dengan memberikan upah pada waktunya, tidak membebani pekerjaan yang bukan pekerjaannya, atau membebani dengan pekerjaan yang tidak bisa dilaksanakannya, menjaga kehormatannya, dan menghormati hal-hal yang menyangkut masalah pribadinya.
Berbuat ihsan kepada manusia adalah dengan berlemah-lembut ketika bicara dengan mereka, beramah-tamah dalam berinteraksi, menunjukkan jalan kebenaran, mengajarkan ilmu jika mereka bodoh, mengakui serta menghormati hak mereka, memberikan apa-apa yang bermanfaat dan mencegah keburukan yang dapat menimpa mereka.
Berbuat ihsan kepada binatang adalah memberikan makanan apabila lapar, mengobati jika terluka, tidak membebani dan memberikan beban lebih dari kemampuannya, berlemah-lembut jika mempekerjakannya, dan mengistirahatkannya jika kelelahan.
Berbuat ihsan terhadap sesuatu yang menyangkut dengan raga dan pekerjaan yaitu melakukan pekerjaan dengan baik dan profesional, menjauhi segala tipu daya dalam bekerja." Demikianlah penjelasan Syaikh Abu bakr Jabir Al-Jazairi.
Inilah sebagian dari ruang lingkup tentang ihsan, dan akan dijelaskan secara rinci pada pembahasan dalam buku ini-. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mendidik para shahabatnya atas dasar sifat yang mulia ini disertai dengan akhlak yang mulia, sehingga mereka mencapai derajat tertinggi dalam hal ihsan, mendapatkan kehidupan yang baik, bahkan sifat tersebut juga menjadi salah satu sebab dari tersebarnya agama Islam. Mereka menjadi mulia karena akhlak yang terpuji dan perbuatan ihsan yang disertai dengan ketawadhu'an.
Sebuah pertanyaan kepada setiap juru dakwah guru dan pendidik, apakah kita sudah menerapkan sifat yang mulia ini, yang tidak seorang pun yang mengamalkannya, kecuali akan mendatangkan kebaikan dan kemuliaan? Begitu juga barangsiapa yang melalaikan dan meninggalkannya akan mendapatkan kehinaan.
Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,
"Tidaklah sikap lemah-lembut itu pada sesuatu, kecuali akan menjadi hiasan baginya, dan tidaklah sikap tersebut diambil (hilang) dari sesuatu kecuali akan membuatnya terhina. " [ HR. Muslim, kitab al-Birru wa Ash-Shilah wa Al-Adab. nomor 2594]
Buku ini membahas secara jelas dan rinci tentang makna ihsan dan bagaimana cara kita berbuat ihsan kepada Allah, orangtua, keluarga, anak-anak, karib kerabat, tetangga, sesarna urnat Islam, non muslim, lingkungan dan alam sekitar, ihsan dalam beramal, serta ihsan dalam berdakwah. Dan ditutup dengan pembahasan tentang pengaruh ihsan terhadap individu baik di dunia maupun akhirat, serta pengaruhnya terhadap kehidupan bermasyarakat.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
ISBN 978-602-8406-324
Judul Buku Meraih Puncak Ihsan
Jumlah Halaman 306 hlm
Penerbit / Publisher Darus Sunnah
Penulis Dr Syaikh Falih bin Muhammad bin falih Ash Shughayyir
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 16 x 24.5 cm