• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka At-Taqwa Takwa : Jalan Menuju Sukses Abadi penulis : ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas; penerbit: Pustaka At taqwa .. Product #: ATQ-0021 Regular price: Rp 23.000 Rp 23.000

Takwa : Jalan Menuju Sukses Abadi

Harga: Rp 23.000  Rp 18.400

- +

Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur-an yang memerintah-kan kita untuk bertakwa kepada Allah Ta'ala. Allah Ta'ala mewasiatkan takwa kepada ummat terdahulu  dan ummat Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam melalui firman-Nya,
"...Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang telah diberi Kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwa kepada Allah..." (QS. An-Nisaa': 131)
Allah Ta'ala memerintahkan umat-umat terdahulu maupun yang datang kemudian agar bertakwa kepada-Nya.
      Bahkan Allah 'Azza wa Jalla juga memerintahkan para Nabi dan Rasul-Nya untuk bertakwa kepada-Nya. Alloh Azza wa Jalla berfirman kepada Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam ,
"Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, Mahabijaksana." (QS. Al-Ahzaab: 1)
      Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam sebagai manusia yang paling bertakwa kepada Allah tetap perintahkan oleh Allah untuk bertakwa kepadaNya, maka bagaimana dengan kita?
      Wasiat takwa sering disampaikan di khutbah-khutbah Jum'at dan lainnya. Hanya sayangnya tidak dijabarkan dan tidak diterangkan oleh para khatib dan da'i tentang hakikat takwa. Pada zaman sekarang ini takwa kurang diperhatikan oleh kaum Muslimin, padahal takwa adalah jalan menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan jalan menuju kesuksesan yang abadi. Takwa pada zaman sekarang ini merupakan MUTIARA YANG HILANG.
       Oleh karenanya, di buku ini menjelaskan tentang masalah takwa karena kita semua wajib bertakwa dan wajib mengetahui tentang makna hakikat takwa kepada Allah Ta'ala, bagaimana kiat-kiat untuk mencapai takwa serta fawaa-id (faedah' faedah) takwa karena sesungguhnya Allah Subhanahi wa Ta'ala memerintahkan kepada kita agar bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benar takwa. Allah Ta'ala berfirman,
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya..." (QS, '    Ali'Imran: 102)
       ketahuilah,bahwa takwa bisa tercapai dengan beberapa sebab.
Sebab pertama adalah dengan menuntut ilmu. Tidak mungkin seseorang dapat bertakwa kepada Allah 'Azza wa Jalla tanpa menuntut ilmu agama. Oleh karena itu, wajib bagi kita semua untuk belajar ilmu syar'i. Setiap muslim dan muslimah wajib menyisihkan waktu yang dikaruniakan Allah ini untuk menuntut ilmu syar'i. Waktu yang dikaruniakan oleh Allah Ta'ala selama 24 jam ini akan diminta pertanggungjawaban-nya oleh Allah Ta'ala. Sudahkah kita manfaatkan nikmat waktu ini? Sudahkah kita manfaatkan untuk menuntut ilmu syar'I / ilmu agama? Sudahkan kita manfaatkan untuk bertakwa kepada Alloh Azza wa Jalla .
Allah Ta'ala bersumpah dengan waktu,
"Demi masa. Sungguh, manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mcrtgerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kcbenaran dan saling menasehati untuk kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1-3)
Dalam ayat ini, Allah Ta'ala bersumpah dengan waktu dan Allah menegaskan bahwa semua manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan beramal shalih. Di dalam ayat ini, Allah Ta'ala tidak menyebutkan lagi tentang ilmu karena di dalam-nya telah terkandung ilmu. Sebab, bagaimana mungkin seseorang dapat beriman dan beramal shalih apabila tidak berilmu?
Imam asy-Syafi'i rahimahullaah memberikan komentar atas ayat ini dengan ucapannya, "Kalau seandainya Allah tidak menurunkan satu hujjah (argumentasi) atas para makhluk-Nya, kecuall ayat ini saja, niscaya surat ini telah mencukupi mereka." [lihat: Tafsiir Ibni Katsiir (VIII/479) yang semakna dengannya]
      Beliau mengatakan demikian karena di surat ini terkandung semua permasalahan hidup manusia, terkandung juga tentang iman, takwa, ilmu, amal, dakwah, akhirat, sabar, syukur, dan lain sebagainya. Manfaatkanlah waktu Anda untuk mempelajari Islam ini; hadirilah majelis taklim yang mengajarkan ilmu syar'i, bacalah Al-Quran setiap hari, bacalah juga terjemah dan tafsirnya, bacalah buku-buku Islam yang bermanfaat, dan media-media lainnya yang membuat kita lebih faham tentang Islam ini, sehingga dapat bertambah iman dan kita dapat beramal shalih sehingga Allah memudahkan kita untuk bertakwa kepada-Nya.
Sebab kedua, yaitu dengan mentauhidkan Allah dan menjauhkan syirik. Tanpa tauhid, seseorang tidaklah mungkin mencapai derajat takwa kepada Allah Ta'ala. Oleh karena itu, kaum muslimin wajib bersungguh-sungguh untuk merealisasikan tauhid ini.
Allah Ta'ala mengutus seluruh para Nabi dan  Rosul untuk mewujudkan tauhid.
Allah Ta'ala berfirman,
"Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Aku, maka beribadahlah kepada-KU" (QS. Al-Anbiyaa': 25)
Setiap hari minimal 17 (tujuh belas) kali kita membaca
"Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah, dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan." (QS. AI-Faatihah: 5)
Ayat ini menunjukkan wajibnya bagi setiap muslim untuk menujukan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah Ta'ala, yaitu dengan ikhlas dan tidak berbuat syirik. Setiap muslim wajib mentauhidkan Allah dengan Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah, dan Tauhid Asma' wash Shifat. Kita wajib beribadah dan minta tolong hanya kepada Allah saja karena Allah sajalah yang berhak untuk disembah dan Allah sajalah yang akan membantu seluruh urusan makhluk-Nya.
       Sebab ketiga, yaitu dengan melaksanakan perintah perintah Allah dan meninggalkan larangan-laranganNya.
     Kita harus mengetahui bahwa seluruh perintah Allah Ta'ala membawa mashlahat (kebaikan) bagi para hamba-Nya. Tidak ada perintah Allah yang sia-sia, semua perintah Allah dan Rasul-Nya pasti membawa manfaat bagi hati, akal, panca indera, rumah tangga, maupun dunia dan akhirat kita. Perintah Allah untuk bertauhid, bertakwa, melaksanakan shalat, berpuasa, menunaikan zakat, melaksanakan haji, berbuat baik kepada orang tua, menyambung silaturahmi, semua perintah-Nya akan membawa manfaat bagi kita.
      Dan ketahuilah juga bahwa seluruh larangan Allah Ta'ala membawa mudharat (keburukan) bagi para hamba-Nya. Semua larangan Allah dan Rasul-Nya pasti membawa keburukan dan bahaya bagi diri, hati, akal, panca indera, rumah tangga, maupun dunia dan akhirat kita. Allah melarang hamba-Nya berbuat syirik sebab kesyirikan itu berbahaya dan membawa keburukan bagi diri, hati, akal, panca indera, rumah tangga, maupun dunia dan akhiratnya, serta akan diadzab (disiksa) oleh Allah di dunia maupun di akhirat. Allah melarang hamba-Nya berbuat bid'ah dan maksiat karena akan membuat sengsara hidupnya, gelap hatinya, akan diadzab (disiksa) oleh Allah dan tidak mendapat rahmat dikarenakan ia melakukan perbuatan yang dimurkai oleh Allah Ta'ala. Demikian juga Allah melarang hamba-Nya melakukan perbuatan dosa-dosa besar seperti meninggalkan shalat, durhaka kcpada kedua orang tua, memutuskan silaturahmi, memfitnah, berjudi, minum khamr, atau yang lainnya. Sebab perbuatan-perbuatan tersebut berbahaya bagi hamba-Nya. oleh karena itu, kita wajib bertakwa kepada Allah
dengan melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Sebab seluruh perintah adalah bermanfaat dan seluruh larangan adalah berbahaya.
Kita diwajibkan untuk selalu bertakwa kepada Allah dalam segala hal. Kita wajib bertakwa dalam hal waiktu, manfaatkanlah nikmat waktu ini dengan hal-hal yang bermanfaat dan dalam rangka takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kita wajib bertakwa dalam hal menuntut ilmu, sebab Allah dan Rasul-Nya memerintahkan seluruh kaum muslimin untuk menuntut ilmu syar'i.
Kita wajib bertakwa dalam hal umur, sebab setiap hamba akan ditanya oleh Allah tentang umurnya. Berarti kita wajib bertakwa tentang waktu kita. Kita wajib gunakan waktu kita untuk kebaikan dalan rangka taat kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya.
Kita juga wajib bertakwa dalam hal isteri atau suami dan keluarga kita, sebab Allah Ta'ala akai bertanya kepada kita tentang keadaan keluarga kita Allah memerintahkan kepada para hamba-Nya untuk menjaga dirinya beserta keluarganya dari api Neraka Allah berfirman,
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya Malaikat-Malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah, terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka danselalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At Tahriim: 6)
      Sudahkah kita ajarkan keluarga kita tentang ajaran agama ini? Sudahkah kita ajarkan keluarga kita untuk menegakkan shalat? Sudahkah kita peringatkan keluarga kita dari perbuatan syirik, bid'ah, dosa, dan maksiat? Sudahkah kita ajak keluarga kita untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
       Kita juga wajib bertakwa kepada Allah dalam hal tetangga kita, sebab Allah memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada tetangga. Sudahkah kita menjaga lisan-lisan kita dari menyakiti tetangga, merusak kehormatannya, atau membicarakan aibnya?
      Kita juga wajib bertakwa kepada Allah dalam hal muammalah kita, baik dalam masalah jual beli maupun masalah hubungan antara sesama manusia. Sudahkah kita jujur dan benar dalam berdagang, bekerja? Sudahkah kita selesaikan hutang-piutang kita dengan jujur dan mudah?? Sebab, semua ini akan ditanya oleh Alloh Azza wa Jalla  dan akan dituntut sampai diakhirat kelak.Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam mengabarkan bahwa seluruh dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali masalah hutangnya. Beliau bersabda,
"Seluruh dosa orang yang mati syahid diampuni, kecuali hutangnya." [Shahih: HR. Muslim (no. 1886) dari Shahabat 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiyallaahu 'anhuma]
Sampai-sampai Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  tidak mau menshalatkan mayit yang masih mempunyai hutang dua dinar hingga hutangnya inii dibayarkan.
Kita harus selalu ingat bahwa hutang akan tetap dituntut sampai hari Kiamat.
      Kemudian, kita juga wajib bertakwa kepada Allal dalam hal orang tua kita. Allah mewajibkan para hamba-Nya untuk berbakti kepada orang tua, sebab berbakti kepada orang tua adalah jalan menuju surga. Kita wajib berbuat baik, memperhatikan, dan mengurus kedua orang tua serta tidak boleh durhaka kepada keduanya.
     Di dalam buku ini dipaparkan pembahasan tentang takwa: definisinya, buah dan keutamaannya wasiat Allah Subhanahu wa Ta'ala tentang takwa, juga wasiat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, wasia para Nabi dan Rasul 'alaihimush shalaatu was salaam, dan wasiat para Salaf rahimahumullaah tentang hal ini, dijelaskan juga tentang jalan-jalan menuju takwa kepada Allah dan beberapa faedah lainnya.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Buku Takwa : Jalan Menuju Sukses Abadi
Jumlah Halaman 123 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka At Taqwa
Penulis ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 13.5 x 20 cm