• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Darul Haq Ulasan Lengkap Tawassul : Antara Realita dan Bimbingan Syariat Penulis : Abu Anas Ali bin Husein Abu Luz, Penerbit : Darul Haq .. Product #: DHQ-0078 Regular price: Rp 30.000 Rp 30.000

Ulasan Lengkap Tawassul : Antara Realita dan Bimbingan Syariat

Brand: Darul Haq

Harga: Rp 30.000  Rp 23.000

- +

Sesungguhnya telah ditetapkan dalam syariat Islam, bahwa perbuatan apa pun yang dilakukan oleh manusia harus memenuhi dua syarat hingga diterima di sisi Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- , kedua syarat tersebut adalah;
Pertama, perbuatan itu dilakukan dengan ikhlas hanya mengharap Wajah Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- , tidak karena sum'ah (popularitas), riya (dilihat orang lain) apalagi karena mengharap harta dunia yang fana ini,
Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman,
"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Rabbnya." (Al-Kahfi: 110)
Kedua, perbuatan itu harus sesuai dengan Sunnah Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , artinya harus benar, karena bila menyalahi petunjuk Nabi maka perbuatannya tidaklah diterima.
Di antara perkara yang susah dipahami oleh sebagian orang, baik orang-orang dahulu maupun sekarang adalah masalah tawassul. Itulah sebabnya banyak di antara mereka yang tergelincir ke dalam berbagai jenis tawassul yang dilarang dan bid'ah yang bersinggungan dengan prinsip-prinsip dasar Islam dan petunjuk Nabi , di mana perbuatan mereka itu menghilangkan syarat yang kedua dari syarat diterimanya amal perbuatan.
Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah telah sepakat disyariat-kannya tawassul. Mereka, dalam hal itu, berdalil dengan ayat-ayat dan hadits-hadits yang shahih.
Dan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- telah menyebut kata al-wasilah secara khusus pada dua tempat dalam kitabNya yang mulia.
Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman, yang artinya,
"Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah).” (Al-Isra: 57).
Dan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadaNya." (Al-Maidah: 35).
Adapun dari hadits , Imam al-Bukhari telah meriwayatkan dalam Shahihnya dari Jabir -Rodliallohu Anhu- dia berkata, Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda,
“Barangsiapa yang berucap ketika ia mendengar panggilan adzan, ‘ Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan didirikan, berilah pada Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan bangkitkanlah ia ya Allah di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan,' maka ia berhak mendapat syaftfat-ku pada Hari Kiamat." [HR. al-Bukhari no. 614.]
Dan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin al-Ash -Rodliallohu Anhu- dia berkata, Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda,
"Apabila kalian mendengar muadzin menyeru maka ikutilah seperti apa yang diucapkan, kemudian bershalawatlah kalian atas-ku, karena barangsiapa yang bershalawat atasku satu shalawat, niscaya Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali, lalu mohon-lah kepada Allah wasilah untukku, karena wasilah itu adalah suatu derajat di surga yang tidak diperuntukkan kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan soya berharap bahwa hamba itu adalah saya, dan barangsiapa memohonkan wasilah un¬tukku niscaya ia berhak mendapatkan syafaat.” [HR. Muslim no. 384]
Wasilah untuk Rasulullah itu adalah derajat yang tinggi lagi mulia. Dan tidaklah ada perselisihan di antara para ulama tentang disyariatkannya tawassul, akan tetapi perselisihan yang terjadi adalah dalam tata cara bertawassul. Dan banyak orang pada zaman sekarang ini yang menyimpang dalam hal tata cara-nya, di mana mereka tergelincir dalam tawassul-tawassul yang bid'ah, bahkan syirik, karena rnereka berdalil dengan hadits-hadits yang lemah dan palsu lalu mereka berpegang kepadanya. Bahkan mereka menakwilkan ayat-ayat dan hadits-hadits yang shahih yang diriwayatkan tentang tawassul dengan takwil-takwil yang batil dan bertentangan dengan prinsip-prinsip agama Islam.
Karena sebab sangat pentingnya masalah tawassul ini dan banyaknya orang yang tergelincir dalam tawassul yang terlarang -khususnya di negeri-negeri yang banyak terdapat orang sufi, para pengikut tarikat, orang-orang meminta ke kuburan wali dan tempat-tempat yang dikeramatkan. Maka inilah buku yg membahas tuntas masalah tawassul.

 

Pembahasan buku ini dibagi menjadi empat pasal:
Pasal pertama, tentang tawassul yang di-syariatkan dan yang dilarang (diharamkan). Dijelaskan juga pembagian-pembagian setiap dari kedua tawassul tersebut.

Pasal kedua, dijelaskan hakikat tawassul dengan Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , hukumnya dan pembagian-pembagiannya.

Pasal ketiga, disebutkan beberapa syubhat yang di-pegang oleh ahli-ahli bid'ah dalam bolehnya bertawassul dengan kedudukan dan diri manusia

Pasal keempat, dijelaskan tentang beberapa hadits, riwayat dan kisah-kisah yang lemah dan palsu tentang tawassul, yang dipegang oleh orang-orang yang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan al-Qur'an dan as-Sunnah.

Dlm buku ini disebutkan suatu hadits atau suatu riwayat atau suatu kisah kemudian mengiringinya dengan menyebutkan perkataan-perkataan para ulama tentangnya.

 

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
ISBN 9789791254113
Judul Asli At tawassul, aqsamuhu wa ahkamuhu
Judul Buku Ulasan Lengkap Tawassul : Antara Realita dan Bimbingan Syariat
Jumlah Halaman 170 hlm
Penerbit / Publisher Darul Haq
Penulis Abu Anas Ali bin Husein Abu Luz
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 14.5 x 20.5 cm