• Hotline: (+62) 819.2469.325

Ar Rahiq Al Makhtum : Sirah Nabawiyyah Sejarah Hidup Rasulullah dari Lahir Hingga Wafat

Harga: Rp 145.000  Rp 101.500

- +

     Diantara Hikmah diutusnya para Nabi dan Rosul ditengah-tengah ummat manusia yaitu sebagai pembawa kabar gembira dan juga pembawa peringatan, Agar tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk membantah Alloh Azza wa Jalla sesudah diutusnya para Nabi dan Rosul -sholawatulloh wassalamuhu-.diawali dengan diutusnya Nabi Nuh-alaihissalam- dan terakhir Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam .

     Maka wahai Muslimin, Bersungguh-sungguhlah kalian untuk mengetahui apa yang terjadi pada bapakmu Adam -alaihissalam-, dan musuhmu Iblis, apa pula yang menimpa pada Nuh dan kaumnya, Hud dan kaumnya, Shalih dan kaumnya, Musa dan kaumnya, Isa dan kaumnya serta Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan kaumnya. Melalui sirah yang shahih tentang perjalanan hidup mereka -sholawatulloh wassalamuhu-.

      Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab -rahimahullah- berkata dalam mukadimah kitab beliau Mukhtashar Sirah Rasul ,"Pelajarilah apa yang telah dikisahkan oleh para ulama, para shahabat, keadaan dan amalan mereka,niscaya engkau akan mengenal Islam dan kekufuran, sebab Islam pada hari ini sangatlah asing, Mayoritas ummat tidak bisa membedakan antara Islam dan kekufuran, inilah musibah kehancuran yang tidak diharapkan lagi adanya kebahagiaan…".
Ini semua menggambarkan kepada kita bahwa siroh nabawiyah bukanlah sekedar dongeng masa lalu hanya bisa dikenang. Namun dibalik semua itu ada pelajaran berharga yang dapat diambil oleh muslimin, diantara faedah kita mempelajari siroh/sejarah para Nabi, Rosul, shohabat, para ulama dan lain :
1. Mengenal hakekat Islam yang murni
2. Dapat membedakan antara Islam dan kekufuran, Al Haq dengan Al Bathil, bahwasannya Al haq adalah apa yang dijalani oleh para Nabi dan Rosul dan pengikutnya. Al bathil adalah yang diserukan oleh Iblis dan pengikutnya.
3. mengimani ketetapan Alloh Azza wa Jalla bahwasanya Al Haq dan Al Bathil akan selalu ada dan akan terus berseteru hingga kiamat kelak dan pasti kemengangan ada di pihak Al Haq.
4. Hiburan bagi pembawa panji-panji kebenaran yang tengah mendapat gangguan, rintangan dan cobaan dalam mendakwahkan Al Haq.
5. Bergabung mencintai Al Haq dan Ahlul Haq, serta menjauhi, membenci, dan memerangi Kesesatan, Al bathil dan pengikutnya (Ahlul bathil)
6. meneladani kehidupan para Nabi dan Rosul terutama Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dalam menjalani kehidupan di dunia dan dalam segala aspek kehidupan, baik aqidah, ibadah, muamalah, akhlak, dakwah maupun dalam aspek keduniaan sehari-hari.
7. Meneguhkan hati kaum muslimin dalam menjalankan dan mengamalkan agamanya, karena dia tidaklah sendirian dalam menelusurinya. telah mendahuluinya manusia dari generasi terbaik dari kalangan Para Nabi, Rosul,Shiddiqin, Syuhada dan shalihin.
8. Merasa yakin bahwa Islam selalu membawa keadilan, kemuliaan , kejayaan dan kasih sayang kepada manusia untuk segala zaman dan kondisi. Tidak akan pernah membuat baik akhir ummat ini kecuali dengan apa yang membuat baik generasi awal Islam
9. Merasa yakin bahwa kekufuran dan kebatilan akan selalu berakhir dengan kehinaan, kehancuran dan kebinasaan dunia dan akherat.
10. Merasa cukup dengan apa yang telah diajarkan oleh Islam, tidak membutuhkan beragam ideologi lainnya ajaran iblis yang mengajak kepada kekufuran dan kekafiran yang diusung dan disebarkan oleh syaithon baik dari kalangan manusia maupun jin.
Sirah Nabawiyyah adalah rekaman nyata tentang perjalanan hidup sayyidul basyar (penghulu manusia), Rasul Rabbul 'ibaad (utusan Allah), yaitu Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- yang telah dipilih Alloh Subhanahu Wa Ta'ala sebagai pengemban risalah ilahiah terakhir, yang kekal untuk selama-lamanya. Tujuannya tidak lain untuk memberikan kunci-kunci kebahagiaan kepada ummat manusia dan menempatkan mereka pada derajat yang tinggi. Siapa saja yang mengikuti beliau dengan sungguh-sungguh dan teguh berarti dia termasuk orang yang disebutkan Allah di dalam firman-Nya:
"Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah ...." (QS. Ali 'Imran: 110)
Termasuk pula ciri-ciri orang yang disebutkan Allah dalam firman-Nya:
"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu ...." (QS. Al-Baqarah: 143)
Olehkarena itu, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan Muhammad bin'Abdullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- sebagai contoh dan uswah (teladan), sebagaimana firman-Nya:
'Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzaab: 21)
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala pun menjadikan barometer takwa dengan mengikuti Rasulullah ,sesuai dengan firman-Nya:
"Katakanlah: 'jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu ....'" (QS: All 'Imran: 31)
Seorang hamba tidak akan bisa mengikuti dan meneladani Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam dengan sempurna, kecuali dengan mengetahui perjalanan hidup khairul bariyyah (makhluk terbaik) dan sayyidul basyariyyah (penghulu ummat manusia), Muhammad. yaitu dengan mempelajari dan menelitinya secara akurat, dengan harapan dapat menyaring riwayat-riwayat shahih yang maqbul (diterima) dari sirah Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam tersebut.

       Inilah buku yang berupaya menjelaskan siroh perjalanan hidup Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam,
Buku ini adalah sejarah kehidupan Rasulullah yang sudah di tahqiq, sehingga kita bisa mengetahui derajat kisah yang disebutkan dalam buku tersebut. Juga dapat menjadi wawasan tambahan agar tidak terjebak dalam kebingungan; mana kisah yang memiliki sumber periwayatan, mana kisah yang diperdebatkan kebenarannya, dan mana kisah yang tidak ada sumbernya sama sekali.

Pertama, buku sejarah yang fenomenal karena menjuarai lomba penulisan Sirah An-Nabawiyah tingkat internasional; Ar-Rahîq Al-Makhtûm, bahtsun fî As-Sîrah An-nabawiyyah ‘ala Shâhibihâ Afdhal Ash-Shalâtu wa As-Salâm, tulisan Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri.

Kedua, buku berjudul At-Ta’lîq ‘ala Ar-Rahîq Al-Makhtûm, tulisan Syaikh Abu Abdurrahman Mahmud bin Muhammad Al-Mallah, dan sudah dikoreksi ulang oleh Prof. Dr. Nasir bin Abdul Karim Al-‘Aql, Syaikh Abdullah bin Mani’ Ar-Ruqiy, dan Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-‘Ausyan.

         Sejatinya, metode penulisan yang digunakan oleh Syaikh Abu Abdurrahman Mahmud bin Muhammad Al-Mallah adalah dengan mencantumkan beberapa kisah tentang Rasulullah yang ada di dalam buku Ar-Rahîq Al-Makhtûm yang perlu dikritisi, kemudian beliau sematkan koreksi tersebut di bahwanya. Namun, agar lebih praktis dan memudahkan pembaca dalam memahami alur kisah sekaligus koreksi yang ada, Pada cetakan ini menggabungkannya dengan buku pokoknya secara langsung. Kemudian disematkan koreksi itu di bagian footnote, tepat di bagian akhir setiap kisah yang dikoreksi oleh Syaikh Mahmud bin Muhammad Al-Mallah.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Asli Ar rahiiqul makhtoum
Judul Buku Ar Rahiq Al Makhtum : Sirah Nabawiyyah Sejarah Hidup Rasulullah dari Lahir Hingga Wafat
Jumlah Halaman 996 hlm
Penerbit / Publisher Insan Kamil
Pentahqiq Syaikh Mahmud bin Muhammad Al-Mallah & Prof. Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql
Penulis Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 17 x 24 cm