• Hotline: (+62) 819.2469.325

Wali Allah Ataukah Wali Syaitan ?

Written by Syaikh Islam Ibnu Taimiyah - rahimahullah-

PIS wali Allah BGKetika kita mendengar kata "wali", yang terlintas dalam benak kita adalah sesosok manusia ahli ibadah yang punya kemampuan luar biasa. Kemampuan yang jarang dimiliki itu disebut karamah. Di tengah rakyat muslim, tidak jarang kita mendengar kiai Fulan berjalan di atas air; atau syaikh Fulan menghilang; atau gus Alan selalu menunaikan shalat Jum'at di Makkah dalam sekejap. Yang lebih mengherankan lagi, ada seorang yang tidak waras tetapi dianggap sebagai wali Allah hanya karena mengalami hal-hal yang aneh dan istimewa.
Sebagian besar umat Islam yang awam, saat mendengar berita yang di luar kewaj^ran seperti digambarkan di atas, mereka serta-merta membenarkan begitu saja, tanpa mau bersikap kritis terhadap berita tersebut.

Padahal, cerita-cerita demikian pada umumnya bohong. Kalaupun ada cerita yang benar dan memang dialami oleh seseorang, maka haruslah diselidiki ihwal apa atau sesuatu yang membuat dia bisa seperti itu?

Betulkah yang terjadi pada diri pelakunya ialah karamah dari Allah yang diturunkan kepada para wali-Nya; ataukah sebenarnya hanya rekayasa atau tipu daya, hasil kerja sama antara dia dengan syaitan?

Selama ini, kata "wali" selalu dipersepsikan untuk hal-hal yang positif. Padahal jika kita merujuk kepada literasi Islam, referensi-referensi ulama yang autentik, kata ini mencakup makna yang positif dan negatif. Sejatinya, wali Allah untuk konotasi positif dan wali syaitan untuk konotasi negatif.

Berkenaan dengan wali Allah, keterangannya terdapat dalam al-Quranul Karim di antaranya:
"Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung." (QS. Yunus [10]: 62-64)

Adapun berkenaaan dengan wali syaitan, keterangannya dalam al-Qur-anul Karim antara lain:
"Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, maka perangilah kawan-kazran syaitan itu, (karena) sesungguhnya tipu daya syaitan itu lernah." (QS. An-Nisa' [4]: 76)

Kejadian luar biasa pada diri seseorang yang tampak dari luar (secara lahiriah) sebagai orang muslim yang taat, hingga ia tidak mesti mengindikasikan bahwa dia adalah wali Allah, sebab bisa saja itu merupakan kondisi atau tipu daya syaitan. Jika demikian, maka perlu dipertanyakan:

• Apakah pengertian wali?
• Siapakah wali Allah, dan siapa pula wali syaitan?
• Kapankah seseorang dapat disebut wali Allah, dan kapan pula dia disebut wali syaitan?
• Apatah yang membedakan antara mukjizat, karamah, dan tipu daya atau muslihat syaitan?

Berikut enam hal yang melandasi penyusunan buku ini, yang menunjukkan bobot ilmiahnya yang tinggi.

Pertama. Buku ini merupakan karya tulis Ibnu Taimiyah - rahimahullah- , seorang ulama yang dikenal menguasai apa yang disampaikannya serta selalu mengacu pada dalil serta hujjah (argumentasi) yang jelas dalam seluruh perkataannya. Tidak pernah sekali pun beliau menulis buku yang dha'if atau lemah dalam aspek pendalilannya, apalagi menulisnya dengan tujuan yang tidak baik ataupun tidak dilfetahui sasarannya. Beliau sangat jauh dari hal-hal demikian. Dan hal itulah yang menyebabkan beliau memiliki tempat tersendiri dalam hati kaum muslimin, dan itu pula yang menjadikan karya-karya tulis beliau dipercaya dan diterima.

Kedua. Buku ini jauh lebih baik jika dibandingkan buku-buku lain yang mengulas tema serupa. Hal itu tidak mengherankan sebab penulis bisa membedakan mana orang yang shalih (baik) dengan orang yang fasid (buruk) tanpa tertipu oleh penampilan maupun pengakuan keduanya. Tidak semua orang memiliki kemampuan seperti ini, betapa pun tinggi tingkat keilmuannya. Karena di samping ilmu, juga dibutuhkan cahaya (petunjuk) yang dianugerahkan Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - dalam hati seseorang agar bisa membedakan hal tersebut.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah - rahimahullah- termasuk di antara mereka. Sungguh, tidak ada karakter yang dikenali dari beliau selain sosok yang senantiasa berpegang teguh pada al-Qur-an dan as-Sunnah, selain sebagai sosok yang shalih aan bertakwa.

Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman:
"... Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang haq dan batil) kepadamu ...." (QS. Al-Anfal [8]: 29)

Rasulullah bersabda:

"Berhati-hati terhadap firasat orang mukmin, karena dia melihat dengan cahaya Allah “[ HR. At-Tirmidzi]

Ketiga. Mengenali siapa wali Allah dan siapa wali syaitan serta membedakan keduanya merupakan sarana yang amat diperlukan demi mewujudkan ketaatan hamba kepada Allah dan Rasul-Nya, sehingga dia dapat membela wali-wali Allah dan memusuhi wali-wali syaitan. Buku ini adalah salah satu penopang terbaik guna merealisasikan tujuan tersebut.

Keempat. Buku ini sebagai sarana untuk mengenal hal-hal luar biasa yang diistilahkan dengan karamah, dan mengenal hal serupa yang merupakan kondisi atau buatan syaitan. Jika memang ia benar karamah, maka layaklah Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - dipuji atas karunia tersebut, dan itu termasuk sarana untuk menambah keimanan kaum mukminin. Pasalnya, karamah para wali pilihan Allah masuk dalam kandungan mukjizat Rasulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - , sebagaimana dijelaskan Syaikhul Islam - Rahimahullah- . Sedangkan jika ia berupa kondisi yang dibuat-buat syaitan, maka kondisi tersebut bisa diwaspadai, dilumpuhkan, atau dilemahkan dengan bacaan ayat-ayat suci al-Quran, seperti ayat Kursi; bisa juga dengan doa dan dzikir.

Kelima. Diperlukan penjelasan terkait hal-hal aneh yang sering terjadi di tengah masyarakat, yang kerap menimbulkan polemik, sehingga terkuak kerancuan antara kebenaran dan kebathilan, salah dan benar, serta antara hakikat dan khayalan. Buku ini memberikan penjelasan dan pemahaman, sehingga siapa pun yang membacanya bisa menyikapi kondisi-kondisi semacam itu dengan benar.

Keenam. Salah satu aspek yang membuat buku ini sangat diperlukan kini; bahwasanya kondisi di masa kita sekarang mirip sekali dengan masa penulis dahulu, kalau tidak boleh dikatakan lebih buruk. Kemiripan tersebut disebabkan adanya sarana-prasarana modern dan ketertarikan manusia terhadap segala yang ada di balik materi dengan cara apa pun. Alhasil, muncullah lembaga-lembaga spiritual yang mengklaim bisa memanggil arwah orang yang sudah mati, bahkan berbicara langsung dengan mereka; mengaku bisa mengetahui hal-hal gaib, yang tidak kasat mata; mengetahui kondisi akhir orang yang sudah mati, bahwa mereka semua sama-sama hidup bahagia serta sentausa baik orang muslim, yahudi, nasrani, Budha, maupun kaum lainnya dengan tujuan meminimalisir urgensi akidah, sehingga banyak orang menjauh dari akidah.

Di dalam buku ini disampaikan ayat-ayat dan hadits-hadits yang membongkar kepalsuan orang-orang seperti ini, juga kalangan lain seperti tukang sihir dan paranormal pendusta. Syaikhul Islam Ibnu taimiyah - rahimahullah- menjelaskan bahwa mereka berada di atas kebathilan; apa pun yang mereka lakukan sepenuhnya atas bantuan, bayangan, dan muslihat syaitan dengan memakai media-media alami yang tidak dikemhui sebagian orang.

Berbagai bidah maupun kondisi (keadaan luar biasa buatan) Syaitan menyebar luas pada masa penulis hidup. Inilah faktor yang menndorong sebagian orang meminta Syaikhul Islam ini agar nulis sebuah kitab yang menjelaskan perbedaan wali-wali Allah Yang Maha Pemurah, dan wali-wali syaitan.

Wali Allah Ataukah Wali Syaitan ?
Judul asli : Al Furqon baina Auliyair Rahman wa Auliya’isy Syaithaan
Penulis : Syaikh Islam Innu Taimiyah - rahimahullah-
Fisik : buku ukuran sedang 15x23cm, hardcover, 419 hlm
Penerbit : Pustaka Imam Syafii
ISBN : 978-602-9183-77-1
Harga Rp 75.000 diskon 20%

Additional Info

  • Judul Buku: Wali Allah Ataukah Wali Syaitan ?
  • Judul Asli: Al Furqon baina Auliyair Rahman wa Auliya’isy Syaithaan
  • Penulis: Syaikh Islam Innu Taimiyah - rahimahullah-
  • Tahqiq/Takhrij: -
  • Ukuran Fisik Buku: buku ukuran sedang 15 x 23cm
  • Format Cover: Hardcover
  • Jumlah Halaman: 436 hlm
  • Penerbit /Publisher: Pustaka Imam Syafii
  • Harga: Rp 80.000 diskon 20% = Rp 64.000 ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)
  • Cara Pembelian: Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., sms/WA/Telegram : 08192469-325 , BBM : 5B0FE340 ( Pastikan !! tulis nama & Alamat lengkap )
Read 228 times