• Hotline: (+62) 819.2469.325

Dahsyatnya Api Neraka

Written by Imam Ibnu rajab Al Hambali -rahimahullah-

Allah telah menyifati hamba-hambaNya yang beriman lagi jujur bahwa mereka adalah:
"orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki mereka yang Kami anugerahkan kepada mereka, " (Al-Baqarah: 3)
Iman kepada yang ghaib adalah jembatan yang harus dilewati oleh setiap manusia, sehingga ia dapat melewati derajat binatang - yang hanya mengetahui sebatas apa yang dijangkau olch panca inderanya - menuju derajat manusia yang mengetahui bahwa eksistensi itu lebih besar dan lebih kompleks daripada lingkup kecil lagi terbatas yang bisa dijangkau oleh panca indera.
Alloh Azza wa Jalla telah menjadikan pengetahuan tentang yang ghaib itu tertutup dari seluruh makhluk-Nya, termasuk para nabi dan rasul, serta menjadikannya sebagai kekhususan bagi-Nya, kecuali hal-hal yang di-perkenankan-Nya untuk disingkapkan bagi sebagian nabi dan rasul-Nya. Hanya saja - karena suatu hikmah dan kasih sayang dari-Nya - Dia telah menyingkap ghaib-Nya tentang kekacauan Hari Kiamat dan peristiwa ketika seluruh manusia berdiri di hadapan-Nya untuk dihisab dalam keadaan takut dan cemas atas nasib yang akan menimpanya.

Alloh Azza wa Jalla berfirman, "Dan adapun orang-orang yang berat timbangan kebaikan-nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan." (Al-Qari'ah: 6-7).
Mereka berbahagia karena mendapatkan berbagai kebaikan surga dan bergelimang dalam berbagai kenikmatannya. Allah berfirman, "Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya. Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. " (Al-Qari'ah: 8-11}. Mereka terombang-ambing di atas kobaran api Neraka Hawiyah, dipanggang dengan nyalanya yang sangat panas, dalam keadaan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
Tujuan dari disingkapkan-nya tabir yang menghalangi Hari Perhitungan adalah untuk pendidikan dan perbaikan semata. Targetnya adalah membetulkan perilaku manusia dan meluruskan penyimpangannya agar berjalan di jalan yang benar dan jalan yang lurus yang menuntun kepada jalan-jalan kebenaran, kebaikan, keselamatan dan kedamaian.
Manusia-dengan fitrah yang diciptakan Alloh Azza wa Jalla padanya-cenderung kepada hal-hal yang enak dan menyenangkan, serta menghindar dari hal-hal yang menyakitkan dan menyengsarakan. Setelah dia mengetahui apa yang telah disediakan Allah untuk orang-orang Mukmin yang jujur di surga berupa kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pemah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas di hati manusia, maka keinginannya itu rnenjadi semakin kuat untuk mendapatkannya. Lalu ia berusaha dengan sungguh-sungguh dan tekun untuk mendapatkannya dengan ibadah, takwa dan amal shalih. Sebaliknya, ketika dia mengetahui berbagai pemandangan adzab neraka dan apa yang dinanti oleh orang kafir berupa proses penyiksaan yang menakutkan serta berbagai macam siksa, maka rasa takut akan menyerang hatinya dan dia akan senantiasa merasakan ketakutan dan kepanikan, sehingga perasaan ini membuatnya berhenti dari meniti jalan kekafiran dan kesesatan, serta kembali kepada jalan kebenaran.
Pengalarnan dan kenyataan membuktikan bahwa tarhib (intimidasi, ancaman) itu lebih kuat daripada targhib (motivasi, janji), dan bahwa ancaman dengan cambuk dan tongkat itu lebih efektif dan bermanfaat daripada bujukan dengan iming-iming hadiah atau imbalan. Rasa takut terhadap pedihnya siksaan dapat mencegah seseorang dari berbuat dosa dan menempuh jalan kesesatan dan kerusakan, serta memaksanya untuk berperilaku yang baik di tengah-tengah masyarakat, dan kepatuhan yang sempurna dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jadi, rasa takut kepada Allah adalah pangkal seluruh kebaikan di dunia dan akhirat. Dan sebaik-baik bekal perjalanan seseorang menuju Robb-nya adalah takwa dan amal shalih.
Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali mengemukakan alasan penulisan buku ini, "Atas kehendak Allah, semoga buku ini menjadi cemeti bagi jiwa yang dapat menghindarkannya dari kesesatan dan kerusakannya, serta menjadi motivasi baginya untuk segera meraih keberuntungan dan kelurusannya." Hal itu mengingat karena jiwa manusia di zaman seka-rang ini benar-benar telah rusak dan cenderung kepada kemalasan dan kelemahan, serta menaati segala keinginan hawa nafsunya, tanpa ada rasa takut terhadap siksa Allah atau berharap pahala-Nya.

Penulis membagi buku ini menjadi tiga puluh bab dan lima puluh empat pasal. Tiga bab pertama berisikan peringatan agar waspada terhadap neraka, dan menjelaskan keadaan mereka yang takut kepadanya. Pada bab keempat, penulis mengisyaratkan bahwa tangisan karena takut terhadap neraka dapat menyelamatkan darinya dan memohon perlindungan kepada Allah dari neraka rnenyebabkan terlindung darinya.

Pada tiga belas bab berikutnya (bab 5-17), penulis menuturkan tentang Jahanam dan tingkatan-tingkatannya, kerak-keraknya, sifatnya, dasamya, kedalamannya dan gejolaknya, kegelapan dan kehitamannya, panas dan dinginnya yang bersangatan, nyalanya, kegeraman dan suara nyalanya, asap, bola api dan kobaran apinya, jurang dan gunungnya, sumurnya, penjaranya, mata airnya, sungainya, rantai-rantainya, belenggu-nya, siksanya, bebatuannya, ular dan kalajengking-kalajengkingnya.

Pada bab berikutnya (bab 18-24), penulis beralih kepada pembicaraan tentang penghuni neraka. la menuturkan tentang makanan, minuman dan pakaian mereka, besar tubuh, rupa mereka yang buruk, keragaman siksa mereka sesuai dengan amal mereka, tangisan, desis nafas panjang mereka, jeritan, teriakan, doa msreka yang tidak akan pernah dikabulkan, seruan mereka kepada penghuni surga, dan seruan penghuni surga kepada mereka. Lalu penulis menyelesaikan pembicaraannya tentang mereka dengan menuturkan para penjaga Neraka Jahannam dan malaikat-malaikat Zabaniyah yang ditugaskan unluk menyiksa mereka.
Pada bab kedua puluh lima, penulis berbicara tentang kedatangan neraka pada Hari Kiamat dan keluarnya satu leher darinya yang bisa berbicara, "Aku telah diserahi untuk menyiksa setiap orang sombong lagi keras kepala, orang yang mejadikan sesembahan lain di samping Allah, dan orang yang membunuh jiwa tanpa alasan yang benar."
Pada bab kedua puluh enam, penulis berbicara tentang pemasangan Shirath di atas permukaan Jahannam, dan melintasnya ahli tauhid di atasnya sesuai kadar amal mereka. Ada yang selamat, ada yang ter-koyak tapi dilepaskan, dan ada yang terjungkal ke dalam neraka.
Pada bab kedua puluh tujuh, penulis menerangkan secara detil tentang makna mendatangi neraka, apakah mendatangi dalarn artian memasukinya dan menghadapi penderitaannya, ataukah mendatangi dalam arti melihat dan menyaksikannya?
Pada bab kedua puluh delapan, penulis menerangkan tentang keadaan ahli tauhid di neraka dan keluarnya mereka darinya berkat rahmat Allah Yang Maha Pengasih.
Akhirnya, penulis menutup babnya dengan dua bab, yakni bab ke-dua puluh sembilan dan bab ketiga puluh. Penulis menuturkan tentang mayoritas penghuni neraka, sifat-sifat, golongan-golongan mereka, dan macam-macam mereka. Penulis juga menuturkan tentang orang pertama yang masuk neraka dari ahli tauhid yang durhaka.
Inilah Kitab yang membahas detail tentang dahsyatnya Siksa neraka, yang dapat menjadi cambuk untuk kita untuk bersegera beramal sholih semampu kita dan menjauhi segala maksiat dosa semuanya tanpa terkecuali, sebagai bekal kita menghadap Alloh Azza wa Jalla kelak di Yaumul Hisab

Additional Info

  • Judul Buku: Dahsyatnya Api Neraka
  • Judul Asli: At Takhwif min An Naar wa At ta'rif bihal Dar Al Bawar
  • Penulis: Imam Ibnu rajab Al Hambali -rahimahullah-
  • Tahqiq/Takhrij: -
  • Ukuran Fisik Buku: buku ukuran sedang 15 x 23 cm
  • Format Cover: Hardcover
  • Jumlah Halaman: -
  • Penerbit /Publisher: Pustaka Azzam
  • Harga: Call ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)
  • Cara Pembelian: Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., sms/WA/Telegram : 08192469-325 , BBM : 5B0FE340 ( Pastikan !! tulis nama & Alamat lengkap )
Read 822 times