• Hotline: (+62) 819.2469.325

Kelembutan Hati dan Air mata Orang-Orang Shalih

Written by Imam Ibnu Qudamah - rahimahullah-

PA kelembutan hatiSesungguhnya, Hati manusia perlu dibiasakan dengan ibadah kepada Allah, baik di majelis ilmu dan dzikir atau di tempat-tempat sepi untuk berkhalwat kepada-Nya pada tengah malam atau pada waktu sahur (akhir malam). agar hati menjadi bersih dan senantiasa ingat kepada Tuhannya serta kembali suci seperti fitrah aslinya.

Apabila ini tidak dilakukan maka engkau tidak akan menemukan hati yang khusyu dan mata yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah - Azza Wa Jalla-

Buku ini memiliki manfaat besar dan salah satu obat mujarab untuk mengobati hati isinya banyak memuat kisah hamba-hamba pilihan Allah.

Pengarangnya adalah ulama besar, ahli fikih dan ahli ibadah yang zuhud. Beliau adalah Muwaffaqiddin bin Qudamah - rahimahullah- , penulis kitab Al Mughni yang menjadi rujukan terbesar madzhab Hanbali, murid dari Imam besar madzab Hambali: Imam Abdul Qodir Al Jaelani dan Imam Ibnul jauzi - rahimakumullah- yang sebagian ulama tidak merasa puas dalam berfatwa kecuali setelah membaca dan mengkajinya kitab-kitab nya.

Imam Ibnu Qudamah - rahimahullah- menjelaskan bahwa tujuan penulisan buku ini adalah untuk mengobati jiwanya, meneteskan air matanya dan melembutkan hatinya. Bila hatinya telah terobati maka dia dapat memfokuskan diri dalam beribadah kepada Tuhannya dan memutus segala hubungan yang menghalangi diantara dia dengan-Nya.
Menurutnya, tidak ada yang lebih baik daripada kisah-kisah para Nabi dan Rasul serta orang-orang shalih, karena kisah-kisah mereka dapat menyebabkan hati khusyu mendengarkannya dan air mata menetes karenanya, Bahkan dia berkata, "Ternyata tidak ada yang lebih bagus dari kisah orang-orang shalih, karena ketika menyebut mereka rahmat akan turun, hati akan hidup dan kita akan mendapatkan kebahagiaan bila mcngikuti jejak mereka "

Inilah yang dilakukan oleh Imam Ibnu Qudamah. Beliau mengkaji pembahasan-pembahasan yang dapat melembutkan hatinya dalam berbagai kitab. Disamping itu, dia juga seorang imam yang telah diakui yang senantiasa melakukan kajian ilmiah sepanjang hidupnya Dia melakukan Tazkiyatun Nafs (pembersihan diri) setiap saat ketika jiwanya merasa jenuh atau hatinya tidak khusyu.

Inilah yang dilakukan seorang ulama besar sekelas Ibnu Qudamah Setelah mengumpulkan berbagai referensi, dia menjadikannya sebuah buku yang ada di hadapan kita agar kita dapat mengambil manfaatnya dan mengobati hati serta melembutkan jiwa Maka apakah kita sudah melakukannya?

Dalam buku ini banyak kisah yang rnenyentuh sampai ke relung-relung hati, karena jiwa ini lebih cenderung mendengarkan kisah-kisah dan hikayat-hikayat. Akan tetapi hati ini hanya dapat tersentuh bila pintu hati dibuka dengan niat rnendekatkan diri kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - .

Adapun kisah yang paling menyentuh adalah tentang wafatnya Rasulullah Apabila Imam An Nasai - rahimahullah- menyusun buku khusus yang membahas tentang wafatnya Nabi yang menurut Az-Zubaidi dalam Ithaf As-Sadat Al Muttaqin buku ini sangat menyentuh hati karena dapat menyebabkan air mata menetes, membuat hati berduka dan menambah keimanan maka apa gerangan dengan buku ini yang menyebutkan kisah-kisah Rasulullah dan para Sahabatnya yang disakiti orang-orang kafir Quraisy?

Dalam buku ini disebutkan kisah Abu Bakar yang sangat lembut hatinya, kisah Umar yang sangat takut kepada Tuhannya dan sangat peduli terhadap rakyatnya, kisah Utsman yang dikepung dan dibunuh secara zhalim, kisah Ali yang cinta ilmu, zuhud dan adil, serta kisah-kisah sahabat lainnya dan para hamba Allah yang shalih yang benar-benar takut kepada-Nya.
Mereka-lah orang-orang yang hatinya bergetar ketika disebut Nama Allah, tubuhnya menggigil ketakutan ketika disebut ancaman-Nya dan matanya meneteskan air mata ketika disebut ayat-ayat dalam Kitab-Nya; seperti Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang terkenal zuhud yang hampir tidak bisa bergerak ketika diberitahu bahwa dia telah diangkat menjadi Khalifah karena mengetahui beban dan tanggung-jawabnya yang berat, sampai dia dibantu oleh dua orang (agar dapat berdiri). Bahkan dia nyaris tidak bisa berbicara ketika kaum muslimin menunggu pidato pertamanya setelah dibaiat.

Demikianlah yang terjadi dengannya. Semua disebabkan karena dia mengetahui tanggung-jawabnya yang sangat berat. Hatinya luluh dan air matanya menetes ketika ingat keagungan sang Maha Pencipta dan perintah-Nya agar menerapkan keadilan pada manusia.

Mereka adalah tokoh besar dalam sejarah islam yang menajdi teladan dan panutan, karena mereka jadikan Al Quran dan Sunnah Rosul sebagai pedoman dalam kehidupan.

Tema buku ini adalah membahas khabar-khabar dan hikayat-hikayat yang isinya dapat melembutkan hati dan meneteskan air mata.
Kelembutan hati adalah akibat dari ketakutan kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - sedangkan tangisan adalah pengaruh nyata yang menunjukkan kelembutan hati.

Seorang muslim yang taat dan seorang ulama sejati adalah orang yang takut kepada Allah dan meyakini kekuasaan-Nya yang besar.
Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman,
"Dan begitulah adzab Tuhanmu, Apabila Dia mengadzab penduduk neeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguh adzab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras, Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada adzab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk). Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.
Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih)" (Qs. Huud [11): 102-106)

"Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - pernah berkhutbah dengan khutbah yang belum pernah aku dengar sebelumnya Beliau bersabda, Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis' Maka para Sahabat Rasulullah menutupi wajah mereka dan terdengar suara tangisan mereka."

Diriwayatkan dari Abdullah bin Asy-Syikhkhir - Rodliallahu Anhu - dia berkata, "Aku mendatangi Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - ketika beliau shalat Saat itu kudengar perut beliau mendesis seperti (air mendidih dalam) periuk karena menangis." [ hadits riwayat At Tirmidzi, hasan shahih ]

Abdullah bin Mas'ud - Rodliallahu Anhu - berkata, "Ilmu itu tidak dilihat dari banyaknya perkataan, tapi dilihat dari banyaknya rasa takut (kepada Allah) [ lihat : tafsir ibn katsir 3/554]

Ar-Rabi' bin Anas berkata, "Orang yang tidak takut kepada Allah bukanlah orang alim."

Malik bin Dinar berkata, "Tidak ada siksaan yang lebih besar bagi seorang hamba daripada kerasnya hati, dan tidaklah Allah Murka kepada suatu kaum kecuali Dia akan mencabut Rahmat dari hati mereka "

Takut dan khusyu adalah konsekuensi dari ilmu yang benar. Keduanya tidak akan berpisah selamanya
Sungguh ilmu yang kita pelajari merupakan sarana untuk mencapai tujuan mulia, yaitu menggapai ridha Allah dan untuk menyebarkan agama-Nya yang agung. Apabila ulama adalah pewaris para Nabi, maka yang dimaksud adalah ulama yang berjalan di atas petunjuk para Nabi dan mengikuti manhaj mereka serta menggapai tujuan yang diridhai mereka. Bila tidak demikian maka ulama tersebut bukan pewaris para Nabi.
Akan tetapi keahlian dalam bidang ilmu tertentu terkadang menjadikan seseorang lupa terhadap niatnya yang murni dari mempelajari ilmu tersebut, sehingga yang menjadi tujuan adalah ilmu tersebut dan tidak dalam rangka mencari ridha Allah Maka tidak mengherankan bila engkau melihat seseorang mendalami masalah-masalah ilmiah, sementara yang lainnya mendalami hukum, sedangkan yang lainnya mendalami Sejarah, yang lain nya lagi mendalami ilmu nasab dan geografi, dan yang lainnya mendalami masalah-masalah cabang dalam fikih atau ilmu Qiraat atau ilmu warisan tanpa melihat tujuannya Maka wajar saja bila ilmu tersebut tidak mempengaruhi perilakunya ketika berinteraksi dengan keluarga dan masyarakatnya.

Imam Ibnu Al Jauzi - rahimahullah- menuturkan kondisi orang-orang yang mempelajari ilmu tanpa memahami hakekatnya. Dia mengatakan "Aku melihat mayoritas ulama sibuk mempelajari ilmu tertentu tanpa memahami hakekat dan tujuannya. Seorang Qari sibuk mempelajari riwayat dan beranggapan bahwa tujuannya hanya mempelajari bacaan tanpa merenungi keagungan Dzat yang mengucapkannya dan ancaman yang terdapat di dalamnya.Bahkan terkadang dia beranggapan bahwa menghapal Al Quran dapat melindunginya sehingga dia meremehkan dosa-dosa Padahal jika dia memahaminya justru hukuman atasnya (akibat tidak mengamalkan Al Quran) lebih kuat.

Seorang ahli hadits sibuk mengumpulkan jalur-jalur riwayat dan menghapal sanad tanpa merenungi tujuan dari hadits yang diriwayatkannya.
Dia beranggapan bahwa dia telah menghapal hadits-hadits untuk manusia dan mengharapkan keselamatan darinya. Bahkan terkadang dia meremehkan dosa-dosa (menganggap bahwa dirinya boleh melakukan dosa) karena beranggapan bahwa apa yang telah dilakukannya dapat melindungi dirinya.

Seorang ahli fikih juga sibuk berdebat untuk mengalahkan musuhnya dengan mengkaji masalah-masalah yang dikenal dalamadzhabnya. Dia beranggapan bahwa fatwa yang dikeluarkannya untuk manusia dapat menghapus dosa-dosanya. Bahkan terkadang dia melakukan dosa-dosa karena beranggapan bahwa apa yang telah dilakukannya yaitu mendalami fikih dapat melindungi dirinya. Terkadang dia tidak menghapal Al Quran dan tidak mempelajari hadits, padahal keduanya melarang perbuatan keji baik dengan keras maupun lembut. Dan disamping kebodohannya dia juga cinta jabatan dan lebih mengutamakan menang dalam debat sehingga hatinya semakin bertambah keras.” [Shaid Al Khathir karya Ibnu Al Jauzi]

Maka bagaimana bisa orang seperti ini akan takut kepada Allah?
bagaimana bisa hatinya akan lunak dan kedua matanya meneteskan air mata?

Berkata imam Abu Al-Laits As-Samarqandi : " Adapun tanda-tanda orang yang takut kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - adalah sebagai berikut:

Pertama Terlihat jelas lidahnya tidak mau berdusta, melakukan ghibah dan berkata-kata yang tidak perlu. Lidahnya akan senantiasa berdzikir kepada Allah, membaca Al Quran dan mengkaji ilmu.

Kedua: Dia takut dalam masalah perutnya, yakni tidak mau memasukkan ke dalam perutnya kecuali makanan yang baik dan halal. Dia hanya mau memakan makanan halal sesuai kebutuhannya.

Ketiga: Dia takut dalam masalah matanya, yakni tidak mau melihat sesuatu yang haram atau dunia dengan penglihatan yang menunjukkan kesukaan Dia hanya melihat utk dijadikan sebagai pelajaran saja.

Keempat Dia takut dalam urusan tangannya, yakni tidak mau mcnggunakan tangannya untuk sesuatu yang haram. Dia hanya mau menggunakannya untuk kctaatan kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - .

Kelima: Dia takut dalam masalah kakinya, yakni tidak mau berjalan dalam rangka bermaksiat kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala -

Keenam: Dia takut dalam masalah hatinya, yakni bahwi dia akan mengeluarkan kebencian dan permusuhan serta hasud dari dalam hatinya, kemudian memasukkan ke dalamnya nasihat dan perasaan menyayangi kaum muslimin.

Ketujuh: Dia takut dalam masalah ketaatan kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - yakni dengan menjadikan ketaatannya semata-mata ikhlas karena-Nya dan takut terhadap riya dan nifaq.

Apabila seorang hamba telah melakukan tujuh hal ini maka dia termasuk orang-orang yang digambarkan Allah dalam firman-Nya,
"Dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa " (Qs. Az-Zukhruf [43]: 35)

Ini adalah peringatan penting bagi para penuntut ilmu dan ulama. Bila mereka tidak mengamalkan ilmu yang mereka amalkan maka ia akan menjadi bencana yang akan menyebabkannya tidak memiliki kelembutan hati dan rasa takut kepada Tuhan; seperti menuntut ilmu dengan niat untuk selain Aliah, menyembunyikan ilmu, berkata atas nama Allah tanpa ilmu, takabbur dan ujub, debat untuk mengalahkan lawan (dengan tujuan negatif), berkata bohong, fanatik terhadap hawa nafsu, ceroboh dalam mengeluarkan fatwa, iri dan dengki dan lain sebagainya.”

Wahb bin Munabbih -seorang tabiin tsiqah- berkata, "Sesungguhnya ilmu itu dapat menjadi bencana sebagaimana harta."

Seorang muslim yang menghendaki keridhaan Allah dan niat ikhlash hendaknya menuntut ilmu sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah agar ilmunya tidak rnenjadi bencana baginya pada hari Kiamat Allah lebih mengetahui apa-apa yang terpendam dalam dada.

isi buku ini merupakan salah satu metode dakwah penting yaitu petuah dan nasihat yang digunakan oleh Rasulullah dan para Khalifah sesudahnya serta para ulama Islam dalam khutbah-khutbah dan kajian-kajian mereka, yang secara terminilogi disebut "Perkataan benar yang melunakkan hati, mempengaruhi jiwa dan menambah keimanan dan hidayah."
Penulis buku-buku tentang nasihat mengatakan, "Mau'izhah Hasanah (nasihat yang baik) adalah ucapan lembut dan menyentuh yang masuk ke dalam hati dengan halus dan mudah yang dapat mendinginkan hati yang panas dan melembutkan perasaan lalu memotivasinya sehingga dia merasakan spirit dakwah. Ia akan meredam pikiran yang kacau, menyelesaikan masalah-masalah sulit, menghilangkan perasaan bingung dan melenyapkan emosi. Hati yang gundah dan resah banyak yang tersadarkan dengan nasihat yang baik. Metode ini (memberikan nasihat yang baik) lebih baik daripada celaan dan kecaman."
Selain berisi petuah dan nasihat, buku ini juga berisi Metode-metode dakwah lain, seperti: teladan yang baik, tarbiyah, adil, sedekah, kisah-kisah, wasiat-wasiat, hikmah-hikmah, anjuran dan ancaman, khutbah, pelajaran, dialog dan diskus.

Buku ini berisi semua metode dakwah yang telah disebutkan di atas. la dapat menjadi metode pendidikan yang dapat membersihkan hati dari berbagai kotoran sehingga hati akan mau menerima perintah Allah tanpa keraguan .

Kelembutan Hati dan Air mata Orang-Orang Shalih
Judul asli : Ar Riqqah wa Al Buka’
Penulis : Imam Ibnu Qudamah - rahimahullah-
Fisik : Buku Ukuran Sedang 15.5 x 23 cm, hardcover,1028 hlm
Penerbit : Pustaka Azzam
Harga Rp 237.000 diskon jadi Rp 189.000

pemesanan : Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340 (kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

Additional Info

  • Judul Buku: Kelembutan Hati dan Air mata Orang-Orang Shalih
  • Judul Asli: Ar Riqqah wa Al Buka’
  • Penulis: Imam Ibnu Qudamah - rahimahullah-
  • Tahqiq/Takhrij: -
  • Ukuran Fisik Buku: Buku Ukuran Sedang 15.5 x 23 cm
  • Format Cover: Hardcover
  • Jumlah Halaman: 1.028 hlm
  • Penerbit /Publisher: Pustaka Azzam
  • Harga: Rp 237.000 diskon jadi Rp 189.000 ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)
  • Cara Pembelian: Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., sms/WA/Telegram : 08192469-325 , BBM : 5B0FE340 ( Pastikan !! tulis nama & Alamat lengkap )
Read 587 times