• Hotline: (+62) 819.2469.325

Fiqih Jenazah

Written by Syaikh Muhammad nashiruddin Al Albani

PIS fikih jenazahKehidupan dan kematian adalah dua hal yang merupakan ujian Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- atas manusia, agar Dia tahu, manakah di antara mereka yang terbaik amalannya, dan tidak ada jiwa yang hidup melainkan akan merasakan ke¬matian sebagai awal kehidupannya yang abadi dan kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- lah semua akan kembali.
Kemudian kematian juga merupakan ujian Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- bagi orang-orang yang ditinggalkan oleh mayyit, apakah mereka bisa menjalankan petunjuk Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- di dalam menghadapi hal tersebut sehingga akan men-dapatkan pahala yang agung dari Allah, ataukah mereka justru di saat tersebut melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap syari'at sehingga tergolong ke dalam orang-orang yang dimurkai Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- .
"Dan sesungguhnya petunjuk Rasulullah dalam penyelenggaraan jenazah adalah petunjuk yang paling sempurna, menyelisihi segala cara dari umat-umat yang sebelumnya, meliputi ihsan kepada mayyit, memperlakukannya dengan hal-hal yang bermanfaat baginya di kuburnya dan di akhiratnya, mengandung ihsan kepada keluarga dan kerabatnya, dan mengandung ubudiyyah dari yang hidup kepada Allah Jabaraka wa Ja'ala dalam perlakuan mereka kepada mayyit." (Zaadul Ma'ad, 1/498)

Kematian adalah peristiwa yang kerap terjadi di sekitar kita. Karena memang setiap manusia akan mati, seperti firman Alloh Azza wa Jalla :
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (Ali Imran: 185)

Apa yang bisa dilakukan kebanyakan orang? Kebanyakan orang hanya bisa melayat atau berta'ziah. Namun, untuk urusan memandikan dan mengkafani jenazah boleh dibilang sangat sedikit yang bisa melakukannya. Akhirnya, mereka menyerahkan tugas terebut kepada petugas khusus yang didatangkan dari jauh untuk keperluan yang dimaksud. Terkadang apa yang dilakukan petugas tersebut, baik memandikan maupun mengkafaninya, tidak sesuai dengan Sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , karena keawamannya akan sunnah. Apalagi, itu membutuhkan biaya yang mungkin bisa
memberatkan keluarga yang kurang mampu.
Karenanya, setiap kaum Muslimin atau sebagiannya dituntut untuk mampu mengurus jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani dan menguburkannya. Tidak cukup sebatas itu, tapi dilakukan sesuai dengan tuntunan Sunnah Rasulullah. Ini adalah kewajiban kifayah, yang bila sudah ada yang melakukannya maka yang lainnya tidak berdosa. Tetapi ini tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak mempelajari masalah ini. Bukankah kita tidak ingin sunnah mengenai masalah ini lambat laun pudar, lalu jenazah kaum Muslimin diurus oleh orang-orang yang bodoh tidak memiliki ilmu? Tentu saja kita tidak mau.

Buku ini menuntun kita dalam penyelengaraan jenazah dan yang berkaitan dengan nya

Additional Info

  • Judul Buku: Fiqih Jenazah
  • Judul Asli: Ahkamul janaaiz
  • Penulis: Syaikh Muhammad nashiruddin Al Albani
  • Tahqiq/Takhrij: -
  • Ukuran Fisik Buku: Buku Ukuran sedang 17 x 24 cm
  • Format Cover: Hardcover
  • Jumlah Halaman: hlm
  • Penerbit /Publisher: Pustaka Imam Syafii
  • Harga: Rp 120.000 diskon jadi Rp 96.000 ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)
  • Cara Pembelian: Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., sms/WA/Telegram : 08192469-325 , BBM : 5B0FE340 ( Pastikan !! tulis nama & Alamat lengkap )
Read 229 times