• Hotline: (+62) 819.2469.325

Ensiklopedi Sahabat : Biografi dan Teladan 104 Sahabat Nabi [ 1 Set 3 Jilid ]

Written by Dr Mahmud Al Misri

PIS ensiklopedi sahabat setDiantara Hikmah diutusnya para nabi dan Rosul ditengah-tengah ummat manusia yaitu sebagai pembawa kabar gembira dan juga pembawa peringatan, Agar tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk membantah Alloh Azza wa Jalla sesudah diutusnya para Nabi dan Rosul -sholawatulloh wassalamuhu-.diawali dengan diutusnya Nabi Nuh-alaihissalam- dan terakhir Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam .
Bersungguh-sungguhlah untuk mengetahui apa yang terjadi pada bapakmu Adam -alaihissalam-, dan musuhmu Iblis, apa pula yang menimpa pada Nuh dan kaumnya, Hud dan kaumnya, Shalih dan kaumnya, Musa dan kaumnya, Isa dan kaumnya serta Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan kaumnya.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab -rahimahullah- berkata dalam mukadimah kitab beliau Mukhtashar Sirah ,"Pelajarilah apa yang telah dikisahkan oleh para ulama, para shahabat, keadaan dan amalan mereka,niscaya engkau akan mengenal Islam dan kekufuran, sebab Islam pada hari ini sangatlah asing, Mayoritas ummat tidak bisa membedakan antara Islam dan kekufuran, inilah musibah kehancuran yang tidak diharapkan lagi adanya kebahagiaan…".
nah-al jannah yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (At-Taubah: 100)

"(Juga) bagi para fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan (Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang loenar." (Al Hasyr: 8)

Al Imam Al Hafidz Abu Nu'aim Al Ashbahani -rahimahulloh- berkata tentang sifat-sifat para shahabat Muhajirin :
"Jiwa mereka lapang untuk mengorbankan jiwa mereka sendiri, harta benda, anak, keluarga dan rumah. Mereka tinggalkan negeri-negeri mereka, berpisah dengan saudara-saudara, membunuh bapak dan saudara-saudara mereka sendiri, mereka mengorbankan jiwa-jiwa mereka dengan kesabaran,menginfakkan harta-harta mereka dengan penuh keikhlasan, melawan orang yang menentang mereka dengan bertawakkal kepada Allah, mereka mengutamakan keridhaan-Nya dari pada kekayaan, kerendahan dari pada kemuliaan dan keterasingan dari negeri mereka sendiri. Merekalah para Muhajirin yang telah diusir dari kampung halaman dan harta benda mereka karena mereka mencari karunia dan keridhaan dari Allah, mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang jujur dengan sebenar-benarnya."
Beliau -rahimahulloh- berkata dalam mensifati kaum Anshar,
"Kemudian saudara-saudara mereka dari kalangan Anshar, orang-orang yang mempunyai solidaritas dan mengutamakan orang lain, tetangga yang paling mulia di antara kabilah-kabilah Arab, Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- telah menjadikan rumah-rumah mereka sebagai tempat aman dan menetap, orang-orang yang menjaga kehormatan dengan kesabaran, shahabat-shahabat yang bersih.

Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman :
“ orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Al Hasyr: 9)

Kemudian Al Ashbahani -rahimahulloh- berkata: "Maka barangsiapa yang benar-benar mencintai mereka dari lubuk hatinya, dan beragama kepada Allah dengan mengetahui keutamaan-keutamaan mereka, dan kecintaan kepada mereka, berlepas diri dari orang-orang yang menyembunyikan kebencian terhadap mereka, maka dialah orang yang berhasil dengan mendapat pujian yang Allah telah memuji mereka dengan firman-Nya:
“ orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (Al-Hasyr: 10)

Maka para shahabat -Rodliallohu Anhum- merekalah yang Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- sendiri telah melapangkan dada-dada mereka, menurunkan ketenangan dalam hati-hati mereka, dan memberikan kabar gembira kepada mereka dengan keridhaan dan rahmat-Nya dengan firman-Nya:

"Rabb mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhaan dan al jannah, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal." (At-Taubah: 21)

Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- menjadikan mereka umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, mereka memerintahkan yang ma'ruf dan melarang dari yang munkar dan selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Bahkan Allah menjadikan mereka sebagai contoh bagi orang-orang Ahli Kitab yang turun kepada mereka kitab Taurat dan Injil, sebaik-baik umat adalah umat Rasulullah dan sebaik-baik generasi adalah pada masanya. Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- mengangkat kedudukan mereka dimana Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- diperintahkan untuk bermusyawarah dengan mereka karena mengetahui kejujuran mereka, kebenaran iman mereka, murninya kecintaan mereka, cerdasnya akal mereka, mulianya pendapat mereka, terangnya amanah mereka, semoga Allah meridhai mereka seluruhnya."
[Lihat Al Washaya min Al Kitab wa As Sunnah, Dr. Ali bin Muhammad Nashir Al Faqihi]

Demikianlah sifat mulia dan utama para shahabat -Rodliallohu Anhum- maka termasuk dari tanda benar dan tidaknya keislaman dan keimanan seseorang adalah sikap mereka terhadap para shahabat ,apakah mereka mencintainya, mendoakan kebaikan bagi mereka dan memuliakannya sebagaimana yang Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- perintahkan dan yang dituntunkan oleh Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- ataukah justru sebailknya, mereka membenci, mencaci dan memaki para shahabat ?

Padahal Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- telah mewasiatkan kepada umatnya untuk menjaga hak-hak mereka, mengenal keutamaan mereka dan melarang dari mencela mereka, mencaci maki, dan menjelek-jelekkan mereka.
Al Imam Al Bukhari dan al Imam Muslim -rahimahumulloh- telah meriwayatkan dalam kitab shahihnya dalam bab: Keutamaan-keutamaan para sahabat, dari Abu Hurairah -Rodliallohu Anhu- dia berkata, Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda:

"Janganlah kalian mencela para sahabatku, demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar Gunung Uhud, tidaklah sampai (menyamai) satu mudd (satu cakupan dua tangan-pent) infaq mereka, tidak pula setengahnya." [Al Bukhari: Fadha'ilush Shahabah, Fathul Bari 7/21 hadits nomor 3673 dan Muslim: Fadha'ilush Shahabah 4/1967 hadits nomor 221 dan 222.]

Cukuplah bagi kita satu hadits ini sebagai peringatan dan ancaman agar kita berhati-hati dari sikap meremehkan dan menodai kedudukan para shahabat,

Berikut perkataan para ulama terkait dengan orang-orang yang mencela para shahabat rosul -Rodliallohu Anhum- dan apa sejatinya yang mereka inginkan dari perbuatan hina tersebut.

Al Laalika'i -rahimahulloh- telah meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas -Rodliallohu Anhu- bahwa dia berkata: "Janganlah kalian mencela sahabat Muhammad, sesungguhnya Allah telah memerintahkan untuk memintakan ampun bagi mereka ..” [Ash Sharimui Maslul 'ala Syatimir Rasul hal. 570]

Abdullah bin Umar -Rodliallohu Anhu- berkata: "Janganlah kalian mencela sahabat Muhammad . Sesungguhnya kedudukan salah seorang di antara mereka lebih baik dari amal kalian seluruhnya.” [Ash Sharimul Maslul 'ala Syatimir Rasul hal. 570]

Imam Dar ul Hijr ah al Imam Malik bin Anas -rahimahulloh- berkata, "Sesungguhnya mereka itu hanyalah orang-orang yang ingin mencela Nabi , karena hal itu belum memungkinkan bagi mereka, maka mereka mencela para shahabatnya sehingga akan dikatakan: orang yang jelek, karena seandainya orang yang shalih tentu shahabatnya juga shalih." [Ash Sharimul Masluf 'ala Syatimir Rasul hal. 580]

Al Imam Ahmad -rahimahulloh- berkata, " Apabila kamu melihat seorang yang menyebut sahabat Rasulullah dengan kejelekan, maka curigailah keislamannya."

Al Imam Abu Zur'ah Ar Razi -rahimahulloh- berkata dalam kitabnya Al Kifayah hal. 97, "Apabila engkau melihat seseorang meremehkan salah seorang shahabat Rasulullah maka ketahuilah bahwasanya dia adalah orang zindiq."
jelaslah bahwa sikap meremehkan shahabat seluruhnya atau sebagiannya termasuk penyelisihan dari bimbingan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- dan Rasul-Nya -Sholallahu Alaihi Wassalam- .

Maka, Hati-hatilah dari kelompok-kelompok sesat yang telah dengan sengaja menodai kehormatan seorang shahabat Rosul atau seluruh sahabat Rosul , diantara kelompok tersebut adalah Rafidhah yang dengan terang-terangan mencela para shahabat.

 

Additional Info

  • Judul Buku: Ensiklopedi Sahabat : Biografi dan Teladan 104 Sahabat Nabi [ 1 Set 3 Jilid ]
  • Judul Asli: Ashabur Rasul Sholallahu Alaihi Wassalam
  • Penulis: Dr Mahmud Al Misri
  • Tahqiq/Takhrij: -
  • Ukuran Fisik Buku: Buku Ukuran Sedang
  • Format Cover: Hardcover
  • Jumlah Halaman: -
  • Penerbit /Publisher: -
  • Harga: Rp 390.000 diskon 25% = Rp 292.000 ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)
  • Cara Pembelian: Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., sms/WA/Telegram : 08192469-325 , BBM : 5B0FE340 ( Pastikan !! tulis nama & Alamat lengkap )
Read 691 times