• Hotline: (+62) 819.2469.325

Minhaj Al Qosidin : Petunjuk bagi Orang Beriman ( Edisi Lengkap 5 Jilid )

Written by

AZ minhajul qosidinKiranya tidak berlebihan kalau kita mengatakan bahwa kitab Ihya' Ulumuddin adalah termasuk kitab berbahasa Arab yang paling populer di kalangan kaum Muslimin di Indonesia, bahkan mungkin di seluruh dunia. Kitab ini dianggap sebagai rujukan utama, sehingga seorang yang telah menamatkan pelajaran kitab ini dianggap telah. mencapai kedudukan yang tinggi dalam pemahaman agama Islam. Padahal kiranya juga tidak berlebihan kalau kita katakan bahwa kitab ini termasuk kitab yang paling keras diperingatkan oleh para ulama untuk dijauhi, bahkan di antara mereka ada yang merekomendasikan agar kitab ini dimusnahkan. [ Lihat Siyaru A'lamin Nubala 19/327 dan 19/495-496 halaman 245-246 (cet. Darul Ma'rifah, Beirut)]

Betapa tidak, kitab ini berisi banyak penyimpangan dan kesesatan besar, sehingga orang yang membacanya apalagi mendalaminya tidak akan aman dari kemungkinan terpengaruh dengan kesesatan tersebut, terlebih lagi kesesatan-kesesatan tersebut dibungkus dengan label dalil agama.
Di antara kesesatan besar yang dikandung buku ini adalah pembenaran ideologi (keyakinan) wihdatul wujud (bersatunya wujud Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- dengan wujud makhluk), yaitu keyakinan bahwa semua yang ada pada hakikatnya adalah satu dan segala sesuatu yang kita lihat di alam semesta ini tidak lain merupakan perwujudan/penampakan Dzat Ilahi (Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- ) - maha suci Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- dari segala keyakinan rusak ini-.

Keyakinan sangat menyimpang bahkan kufur ini dibenarkan secara terang-terangan oleh penulis kitab ini di beberapa tempat dalam kitab ini, misalnya pada jilid ke 4 halaman 86 dan halaman 245-246 ( cet. Dar marifah, Beirut )
Cukuplah pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahulloh- berikut ini yang menjelaskan besarnya penyimpangan dan kesesatan yang terdapat dalam kitab Ihya Ulumuddin, Beliau -rahimahulloh- berkata "Kitab ini berisi pembahasan-pembahasan yang tercela, (yaitu) pembahasan yang rusak (menyimpang diri Islam) dari para ahli filsafat yang berkaitan dengan tauhid (pengesaaan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- ), kenabian dan hari Kebangkitan. Maka, ketika penulisnya menyebutkan pemahaman orang-orang ahli tasawwuf (yang sesat), ini seperti seseorang yang mengundang seorang musuh bagi kaum Muslimin tetapi (disamarkan dengan) memakaikan padanya pakaian kaum Muslimin (untuk merusak agama mereka secara terselubung). Sungguh para imam (Ulama besar) Islam telah mengingkari (kesesatan dan penyimpangan) yang ditulis oleh Abu Hamid al-Ghazali dalam kitab-kitabnya. [lihat ; Majmu al-Fatawa 10/551-552] Oleh karena itu, Imam adz-Dzahabi -rahimahulloh- menukil ucapan Imam Muhammad bin al-Walid ath-Thurthusyi -rahimahulloh- yang mengatakan bahwa kitab Ihya' Ulumiddin (yang artinya menghidupkan ilmu-ilmu agama) lebih tepat jika dinamakan Imatatu Ulumiddin (mematikan/ merusak ilmu-ilmu agama).
Di samping itu, kitab ini juga memuat banyak hadits lemah bahkan palsu, yang tentu saja tidak boleh dinisbatkan kepada Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- , bahkan banyak di antaranya yang sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar agama Islam. Kritikan Ulama Sunnah terhadap hadits dalam kitab Ihya Ulumuddin

1. Imam Abul Faraj Ibnul Jauzi -rahimahulloh- berkata (Dalam kitab beliau Minhajul Qoshidin): "Ketahuilah bahwa kitab Ihya' Ulumiddin memuat banyak kerusakan (penyimpangan) yang tidak diketahui kecuali oleh para ulama. Penyimpangannya yang paling ringan (dibandingkan penyimpangan-penyimpangan besar lainnya) adalah adanya hadits-hadits palsu dan batil (yang termaktub di dalamnya), juga hadits-hadits mauquf (ucapan Sahabat atau Tabi'in) yang dijadikan sebagai hadits marfu' (ucapan Rasulullah ). Semua itu dinukil oleh penulisnya dari referensinya, meskipun bukan dia yang memalsukannya. Dan (sama sekali) tidak dibenarkan mendekatkan diri (kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- ) dengan hadits yang palsu, serta tidak boleh tertipu dengan ucapan yang didustakan (atas nama Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- )".

2. Imam Abu Bakr Muhammad bin al-Walid ath-Thurthusyi -rahimahulloh- berkata (Beliau adalah seorang imam panutan, ulama besar dan ahli zuhud. Wafat 520 H. Biografi beliau dalam Siyaru A'lamin Nubala 19/490)
: ''...Kemudian al-Ghazali memenuhi kitab ini dengan kedustaan atas (nama) Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- , bahkan aku tidak mengetahui sebuah kitab di atas permukaan bumi ini yang lebih banyak (berisi) kedustaan atas (nama) Rasulullah melebihi kitab ini [Dinukil oleh Imam adz-Dzahabi dalam Siyaru A'lamin Nubala 19/495]

3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahulloh- berkata: "Dalam kitab ini terdapat hadits-hadits dan riwayat-riwayat yang lemah, bahkan (juga mengandung) banyak hadits yang palsu, serta berisi banyak kebatilan dan kebohongan orang-orang ahli tasawwuf [Majmual-Fatawa 10/552]

4. Imam adz-Dzahabi -rahimahulloh- berkata, "Adapun kitab Ihya' Ulumiddin, di dalamnya terdapat sejumlah (besar) hadits-hadist yang batil (palsu) [Siyaru A'lamin Nubala l9/339]

5. Imam Ibnu Katsir -rahimahulloh- berkata, "...Akan tetapi, dalam kitab ini (Ihya' Ulumiddin ) banyak terdapat hadits-hadits yang asing, mungkar dan palsu. [Al-Bidayah wan Nihdyah 12/214]

6. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani -rahimahulloh- berkata: "Betapa banyak kitab Ihya' Ulumiddin memuat hadits-hadits (palsu) yang oleh penulisnya dipastikan penisbatannya kepada Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- , padahal Imam al-'Iraqi -rahimahulloh- dan para ulama lainnya menegaskan bahwa hadits-hadist tersebut tidak ada asalnya (hadist palsu)". [Silsilatul Ahaditsidh Dha'ifah wal Maudhu'ah 1/60]

7. Bahkan Imam as-Subki -rahimahulloh- mengumpulkan hadits-hadist dalam kitab Ihya' Ulumiddin yang tidak ada asalnya (palsu), dan setelah dihitung semuanya berjumlah 923 hadits [Thabaqatusy Syafi'iyyatil Kubra 6/287]

KITAB-KITAB YANG LEBIH PANTAS DIPELAJARI DAN DITEKUNI

Dengan uraian ringkas tentang kitab Ihya' Ulumiddin di atas, jelaslah bagi kita kandungan buruk dan penyimpangan yang terdapat di dalamnya. Maka, seorang Muslim yang menginginkan kebaikan dan keselamatan dalam agama dan imannya, hendaknya menjauhkan diri dari membaca buku-buku yang mengajarkan kesesatan seperti ini. Alhamdulillahf kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah yang bersih dan selamat dari penyimpangan sangat banyak. dan mencukupi untuk diambil manfaatnya.

Apakah kita tidak khawatir akan ditimpa kerusakan dalam pemahaman agama kita dengan membaca kitab seperti ini ?, padahal kerusakan dan kerancuan dalam memahami agama ini merupakan malapetaka terbesar yang akan berakibat kebinasaan dunia dan akhirat?
Bukankah Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- berlindung kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- dari kerusakan agama dan iman, sebagaimana dalam doa beliau :

"(Ya Allah) janganlah Engkau jadikan malapetaka (kerusakan) yang menimpa kami dalam agama (keyakinan) kami " [HR at-Tirmidzi (no. 3502), dan dinyatakan hasan oleh Imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani]

         Ketahuilah, bahwa ilmu yang bermanfaat untuk memperbaiki keimanan dan meyempurnakan ketakwaan kita kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- hanyalah ilmu yang bersumber dari al-Qur'an dan hadits-hadits shahih dari Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- yang dipahami dengan pemahaman yang benar, yaitu dengan merujuk pemahaman para Sahabat Nabi -Rodliallohu Anhum- dan orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka.

           Imam Ibnu Rajab al-Hambali -rahimahulloh- berkata: "Ilmu yang bermanfaat dari semua ilmu adalah mempelajari dengan seksama dalil-dalil dari al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah , serta (berusaha) memahami kandungan maknanya, dengan pemahaman yang bertumpu pada penjelasan para Sahabat Rasulullah , para Tabi'in (orang-orang yang mengikuti petunjuk para sahabat), dan orang-orang yang mengikuti (petunjuk) mereka dalam memahami kandungan al-Qur'an dan Hadits (dengan baik). (Begitu pula) dalam (memahami penjelasan) mereka dalam masalah halal dan haram, pengertian zuhud, amalan hati (pensucian jiwa), pengenalan (tentang nama-nama dan sifat-sifat Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-) dan pembahasan-pembahasan ilmu lainnya, dengan terlebih dahulu berusaha untuk memisahkan dan memilih (riwayat-riwayat) yang shahih (benar) dan (meninggalkan riwayat-riwayat) yang tidak benar, kemudian berupaya untuk memahami dan menghayati kandungan maknanya. Semua ini sudah sangat memadai (untuk mendapatkan ilmu yang bertnanfaat) bagi orang yang berakal dan merupakan kesibukan (yang bermanfaat) bagi orang yang memberi perhatian dan berkeinginan besar (untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat)” [Fadhlu 'llmis Salaf'ala 'Until Khalafhlm. 6]

             Renungkanlah nasehat emas dari Imam adz-Dzahabi -rahimahulloh- ketika beliau mengkritik kitab Ihya' Ulumiddin dan kitab-kitab lain semisalnya yang memuat kesesatan dan penyimpangan karena mengabaikan petunjuk al-Qur'an dan hadits-hadits shahih dari Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- dengan pemahaman yang benar.

                Imam adz-Dzahabi -rahimahulloh- berkata: "Dalam kitab Ihya' Ulumiddin terdapat sejumlah (besar) hadits-hadits yang batil (palsu) dan banyak kebaikannya kalau saja kitab itu tidak memuat adab, ritual dan kezuhudan (model) orang-orang (yang mengaku) ahli hikmah dan ahli Tasawwuf yang menyimpang, kita memohon kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- . (dianugerahkan) ilmu yang bermanfaat. Tahukah kamu apakah ilmu yang bermanfaat itu? Yaitu ilmu bersumber dari al-Qur'an dan dijabarkan oleh Rasulullah dalam ucapan dan perbuatan (beliau), serta tidak ada larangan dari beliau tentangnya. Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda: "Barangsiapa yang tidak menyukai sunnah/ petunjukku maka dia bukan termasuk golonganku” [HR. al-Bukhari no. 5063 dan Muslim 1401 ]

Maka, wajib bagimu wahai saudaraku untuk mentadabburi (mempelajari dan merenungkan) al-Qur'an serta membaca dengan seksama (hadits-hadits Rasulullah) dalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), Sunan an-Nasa'i, Riyadhus Shalihin dan al-Adzkar tulisan Imam an-Nawawi . (Maka dengan itu) engkau akan beruntung dan sukses (meraih ilmu yang bermanfaat).

Dan jauhilah pemikiran orang-orang tasawwuf dan filsafat, ritual-ritual ahli riyddhah (ibadah-ibadah khusus ahli tasawwuf), dan kelaparan (yang dipaksakan) oleh para pendeta, serta igauan tokoh-tokoh ahli kholwat (menyepi/bersemedi yang mereka anggap sebagai ibadah). (Ingatlah), semua kebaikan hanyalah (diraih) dengan mengikuti agama (Islam) yang hanif (lurus) dan mudah (agama yang dibawa dan dicontohkan oleh Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- ). Hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan. Yd Allah, tunjukkanlah kepada kami jalan-Mu yang lurus.” [Siyaru A'lamin Nubala 19/339-340].

                Diantara buku yang Insya Alloh Azza Wa Jalla lebih Shahih dibanding Ihya Ulumiddin nya Al Ghazali -rahimahulloh- adalah kitab Minhajul Qosidin
Seperti yg dijelaskan diatas, bahwa kitab Ihya Ulumuddin, karena sejumlah masalah di dalamnya mengandung tidak sesuai dengan manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah, sejumlah ulama besar Ahlus Sunnah melakukan studi terhadap kitab tersebut, lalu mengoreksi dan membuang hal-hal yang tidak sesuai dengan Sunnah Rosul ,Salah seorang di antara mereka adalah Imam Ibnul Jauzi -rahimahulloh- .

Imam Ibnu jauzi adalah salah satu dari ulama madzab Hanbali yang menguasai berbagai bidang Ilmu yang juga dikuasai oleh penulis Kitab Ihya ulumiddin yakni Imam Al Ghazali -rahimahulloh- , namun ada satu sisi yang dimiliki Ibnu Jauzi yang tidak dimiliki oleh Imam Ghazali yaitu penguasaan yang luar biasa mendalam dalam ilmu hadits; riwayah maupun dirayah. Dan karena itulah hadits-hadits yang maudhu/ palsu dan hadits dhaif, dan hadits yang sangat lemah dalam kitab Ihya dibuang dan kemudian beliau ganti dengan dalil yang shahih dan beliau memberinya judul, Minhaj al-Qashidin wa Mufid Ash Shadiqin.

Additional Info

  • Judul Buku: Minhaj Al Qosidin : Petunjuk bagi Orang Beriman ( Edisi Lengkap 5 Jilid )
  • Judul Asli: Minhaj al-Qashidin wa Mufid Ash Shadiqin
  • Penulis: Imam Ibnul Jauzi
  • Tahqiq/Takhrij: kamil Muhammad Al Kharrath
  • Ukuran Fisik Buku: Buku Ukuran Sedang
  • Format Cover: Hardcover
  • Jumlah Halaman: hlm
  • Penerbit /Publisher: Pustaka Azzam
  • Harga: Rp 913.000 diskon jadi Rp 730.000 ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)
  • Cara Pembelian: Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., sms/WA/Telegram : 08192469-325 ( Pastikan !! tulis nama & Alamat lengkap )
Read 143 times