• Hotline: (+62) 819.2469.325

Kifayatul Akhyar ( 2 Jilid ): Mengurai Fikih Madzab Syafii dalam Matan Ghayatul Ikhtishar

Written by Taqiyuddin Abu bakar Muhammad Al Husni Al Husaini Ad Dimasqi

QM kifatulSesungguhnya Allah Ta'ala dengan segala hikmah-Nya telah memutuskan untuk mengutus para rasul kepada manusia, agar para Rasul ini menjadi suri tauladan bagi kaumnya masing-masing. Sehingga manusia dapat mengikuti petunjuk para rasul, mereka beramal seperti amal para rasul. Untuk itu, Allah telah menurunkan kitab kepada para Rosul agar diajarkan kepada manusia. Maka jadilah manusia beramal berdasarkan amalan para rasul 'alaihimus salam.
Akan tetapi sebagian orang telah merubah risalah-risalah Allah, dimana mereka diperintahkan untuk menjaga risalah tersebut. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan." (QS. Maryam: 69)
Ketika Allah -dengan hikmah-Nya hendak menutup risalah dan mengakhiri nubuwwat/wahyu-Nya, Dia mengutus seorang rasul terakhir , kepadanya Dia turunkan kitab yang berisi hukum-hukum syariat Lalu rasul terakhir itu, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- mengamalkan isi tersebut dan menyampaikannya kepada umat. Sebagian umatnya mengikuti isi kitab itu.
Dengan hikmah, ilmu, dan kuasa-Nya pula, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjaga risalah ini, Allah menjadikan nash al-Qur'an tetap terpelihara, dan nash as-Sunnah terpraktikkan. Maka manusia saat ini mendapati adanya nash (tulisan) dan praktik sekaligus. Dan para ulama-lah yang mentransfer ajaran al-Qur'an, as-Sunnah, dan pemahaman -sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah - kepada orang lain. Para shahabat telah memberikan pemahaman yang baik tentang agama kepada para tabi'in. Manusia mewarisi ilmu dari orang besar yang disampaikan melalui orang besar pula, dari satu generasi ke generasi berikutnya, sedangkan para ulama berjasa karena mereka berusaha agar ilmu mudah untuk dipahami. Dengan itu, maka berkembanglah berbagai macam disiplin ilim syari'at seperti ilmu fiqih dan ilmu ushul fiqih. Dan ilmu mereka tentang al-Qur'an, cara penulisan huruf dan makhrajnya pun berkembang, demikian pula halnya dengan hadits, karena keduanya merupakan sumber hukum.
Karena itu pula bermunculan-lah ilmu fiqih dan madzhab-madzhab fiqhiyah yang berbeda-beda, dan para ulama' berlomba untuk beristhinbath (mengeksplorasi al-Qur'an dan as-Sunnah untuk menentukan suatu hukum) yang benar berdasarkan nash nash al-Qur'an dan as-Sunnah tersebut, dan membatasi pemahaman mereka dengan apa yang telah diamalkan para salafus shalih.
Para ulama pula yang mengumpulkan nash-nash atau naskah-naskah perkataan, perbuatan, dan taqrir Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , sehingga ia menjadi rujukan bagi para ulama -di samping al-Quran- untuk menentukan dan memahami suatu hukum.
Karena itu dapat Anda jumpai setiap masa dari masa-masa keemasan Islam, orang yang mengingatkan agar kembali kepada fiqih Islam dan ushulnya, kembali kepada nash-nashnya, sehingga perpustakaan-perpustakaan islam penuh dengan nash-nash fiqih yang terkumpul disana, disamping banyak juga kitab-kitab yang telah disyarah.

Perkembangan ilmu fikih selalu saja memunculkan ketetapan hukum baru dan karya tulis yang menarik untuk dihaca dan dikaji. Ketetapan hukum dan karya tulis tersebut tentunya sangat berperan dalam memperkaya khazanah ilmu syariah yang tidak hanya terbatas pada satu madzhab fikih semata, tetapi mencakup seluruh madzhab fikih yang ada, seperti Maliki, Hanafi, Hanbali, dan Syafi'i.QM kifatul2

diantara kitab fikih madzab Syafii :Kitab Kifayatul Akhyar, karya Imam Taqiyuddin Abu bakar Muhammad Al Husni Al Husaini Ad Dimasqi - rahimahullah- . merupakan kitab penjelas dari kitab matan Ghayatul Ikhtishar atau dikenal dg kitab matan ABu Syuja;.

Matan Ghayatul Ikhtisar atau dikenal dengan Matan Abu Syuja’ merupakan matan fikih madzhab Syafi’I yang istimewa. Bahasanya mudah. Di matan ini kita jarang menemukan hal-hal rumit seprti pada matan-matan fikih madzhab Syafi’I lainya. Oleh karena itu, matan ini menjadi pegangan para ulama di zamannya dan sesudahnya. Para ulama madzhab banyak yang memberikan perhatian kepadanya, baik dengan mensyarah, membuatkan nazham, atau pun membuat ikhtisarnya.

Kifayatul Akhyar merupakan syarah Matan Ghayatul Ikhtishar. Syaikh Taqiyudin telah mensyarah berbagai masalah fikih yang terdapat dalam matan tersebut secara mudah berdasarkan tulisan-tulisan Imam Nawawi, Terutama Raudhatut Thalibin, Syarah Muhadzab, Syarah Shahih Muslim, Al-Minhaj, At-Taqrib, At-Tahdzib, Al-Irsyad, Khulashatul Ahkam, dan sebagainya,

Additional Info

  • Judul Buku: Kifayatul Akhyar ( 2 Jilid ): Mengurai Fikih Madzab Syafii dalam Matan Ghayatul Ikhtishar
  • Judul Asli: Kifayatul Akhyar
  • Penulis: Taqiyuddin Abu bakar Muhammad Al Husni Al Husaini Ad Dimasqi
  • Tahqiq/Takhrij: -
  • Ukuran Fisik Buku: Buku Ukuran Sedang 17,3 cm x 21,5 cm, 2 Jilid
  • Format Cover: Hardcover
  • Jumlah Halaman: -
  • Penerbit /Publisher: Al Qowam
  • Harga: Rp 350.000, diskon jadi Rp 260.000 ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)
  • Cara Pembelian: Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., sms/WA/Telegram : 08192469-325 ( Pastikan !! tulis nama & Alamat lengkap )
Read 537 times