• Hotline: (+62) 819.2469.325

Belajar Bahasa Arab : ilmu Nahwu & Shorof

Written by KH. Aceng Zakariya

kitab bahasa arab al muyassar bendel 01Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat penting untuk diperhatikan dan dipelajari oleh seorang muslim, terutarna para pengajar dan da'i. Hal itu karena adanya hubungan yang erat antara bahasa ini dengan syariat Islam.
Dalam lembaran riwayat-riwayat kaum salafush shalih terdapat banyak sekali ungkapan dan keadaan yang menunjukkan perhatian mereka terhadap bahasa Arab. Dalam atsar dari 'Umar bin Khoththob -Rodliallohu Anhu- disebutkan bahwa beliau pernah menulis surat kepada Abu Musa al-Asy'ari -Rodliallohu Anhu- yang isinya:
“ Amma Ba’du, Pelajarilah as Sunnah dan pelajarilah bahasa arab dan I’rob lah Al Quran, karena sesungguhnya Al Quran itu dengan bahasa arab”
[lihat : Iqtidho ush Shirootil Mustaqiim, karya Ibnu Taimiyyah, 1/470]

Dalam riwayat lain, beliau berkata:
"Amma ba'du, pelajarilah as-Sunnah ,faroidh (hukum waris), dan bahasa Arab sebagaimana kalian mempelajari al-Quran."
[lihat :Kitab al-Madkhol Has Sunanil Kubro, al-Baihaqi, no. 376, hal. 266-267 dan kitab Miftaahul Jannah, as-Suyuti, no. 213, hal. 105)

Ketika menjelaskan ungkapan tersebut, Imam Ibnul Atsir -rahimahulloh- mengatakan, "Maksudnya yaitu: Belajarlah kalian bahasa Arab dengan i'rob-nya."
[lihat :An-Nihaayah fii Ghoriibil Ahaadiits IV/241)

Sedangkan al-Azhari -rahimahulloh- men¬jelaskan bahwa makna atsar tersebut adalah: Belajarlah bahasa Arab dalam al-Quran dan ketahuilah makna-maknanya. [lihat : An-Nihaayah fii Ghoriibil Ahaadiits, IV/241)

Dalam atsar tersebut terdapat ungkapan yang menunjukkan perintah secarajelas untuk mempelajari bahasa Arab.

Menjelaskan bahwa bahasa Arab adalah bagian dari agama.
'Umar bin Khoththob -rahimahulloh- telah menjelaskan bahwa bahasa Arab adalah termasuk bagian dari agama Islam ini. Oleh karena itu beliau menganjurkan agar mem-pelajarinya. Beliau berkata:
"Belajarlah kalian bahasa Arab, karena ia adalah termasuk bagian dari agama kalian, dan pelajarilah faroidh (hukum waris), karena ia adalah termasuk bagian dari agama kalian." (Iqtidho ush Shirootil Mustaqiim, karya Ibnu Taimiyyah, 1/470)

Setelah membawakan atsar ini, Syaikhul Islam mengatakan, "Masalah yang diperintahkan oleh 'Umar -yaitu perintah agar mempelajari bahasa Arab dan mempelajari syariat- telah mencakup perkara yang dibutuhkan, karena agama itu terdiri dari ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan. Memahami bahasa Arab adalah jalan untuk mema¬hami ucapan-ucapan beliau Rosululloh , sedangkan memahami sunnah adalah jalan untuk memahami amalan-amalan beliau." (Iqtidho ush Shirootil Mustaqiim, karya Ibnu Taimiyyah, 1/470)

Imam Waki’ -rahimahulloh- ( salahsatu guru dari Imam Syafii -rahimahulloh- ), beliau berkata:” Aku pernah mendatangi Al A’Masy -rahimahulloh- untuk mendengar hadits dari beliau, lalu aku kadang-kadang lahn (yakni : mengalami kekeliruan dalam berbahasa arab, hal ini salah-satunya disebabkan pengaruh asimilasi dengan bahasa setempat/non-arab), lalu beliau berkata kepadaku, "Wahai Abu Sufyan, engkau telah meninggalkan perkara yang lebih utama bagimu daripada hadits."
Aku berkata, "Wahai Abu Muhammad, apakah yang lebih utama bagiku dari hadits?" Beliau menjawab, "Belajar nahwu", lalu al-A'masy men-dikte-kan kepadaku nahwu, kemudian mendiktekan hadits kepadaku.”
(Al-Jaami' li Akhlaaqir Rowi wa Adaabis Saami', no. 1078,11/12)

Imam Syafii -rahimahulloh- , salahs atu imam Ahlus Sunnah ada seorang ahli Fiqh yang pasti keturunan Arab dari bani Quraisy, walaupun demikian beliau tetap belajar bahasa arab selama 20 tahun. Dan beliau berkata,
“ Tidak-lah aku menginginkan dalam mempelajari ini (bahasa arab), melainkan agar memudahkan dalam mempelajari fiqh.”
[lihat : manaqibusy Syafii, karya Imam Al Baihaqi II/42].

Imam Syafii -rahimahulloh- juga berkata,
“ para Ahli bahasa Arab adalah ‘Jin’-nya manusia, karena mereka dapat mengetahui apa yang tidak dilihat/diketahui oleh orang selain mereka.”
[lihat : manaqibusy Syafii, II/53].

kitab bahasa arab al kaafi bendel 01Imam Al Khatib Al Bagdadi -rahimahulloh- dalam kitab nya : Al jaami’ li Akhlaaqir Rawi , memberikan bab khusus dalam kitab nya tersebut tentang bahasa arab, yaitu “Anjuran untuk mempelajari nahwu dan bahasa arab untuk dalam menunaikan hadits dengan ungkapan yang lurus.” [lihat : Al jaami’ li akhlaaqir rawi II/9]
Beliau -rahimahulloh- berkata,” maka sudah sepantas nya bagi ahli hadits untuk menghindar dari lahn (salah kata) dalam meriwayatkan hadits karena alasan yang telah kami jelaskan. Hal itu (selamat dari lahn) tidak dapat terjadi melainkan setelah belajar nahwu dan menelaah ilmu bahasa arab.”

Imam As Sakhowi -rahimahulloh- beliau berkata,
” Secara Dhohir, hukum ( mempelajari bahasa arab) adalah wajib.”
[lihat : fathulmughits bi Syarh Al Fiyah Al hadits III/161]
Hal ini beliau katakan ketika menjelaskan tentang pentingnya belajar nahwu bagi orang-orang yang belajar hadits.

 

Penyesalan para ulama karena kurang  mendalami bahasa arab

Imam Abdurrahman bin Mahdi -rahimahulloh- , beliau berkata,
“ Tidaklah aku menyesal atas sesuatu seperti penyesalanku bahwa aku tidak mendalami bahasa arab.” [ lihat raodhatul Uqola’, Imam Ibnu Hibban hal 173]

Imam Atha’ -rahimahulloh- , beliau berkata:
“ Aku senang sekira-nya aku mendalami bahasa arab”. Sedangkan usia beliau saat itu adalah 92 tahun [ lihat ; Ghoribul hadits , Imam Al Khathobi I/61]

Ulama besar sekaliber Imam Atha dan Imam Abdurrahman bin mahdi -rahimahumulloh- ,masih memiliki keinginan kuat untuk belajar terus bahasa arab, bagaimana dengan kita ??

      Gerbang menuju lautan ilmu juga terbuka lebar bagi orang yang memahami Bahasa Arab. Faktanya, ribuan kitab yang ditulis oleh para ulama belum bisa dihadirkan dalam versi terjemah. Dan nampaknya, terlalu banyak kendala jika harus menerjemahkan seluruhnya. Bukanlah suatu pilihan cerdas jika kita hanya menunggu kehadiran buku terjemah, apalagi kualitas terjemahan bergantung pada kualitas bahasa arab sang penterjemah.

salah satu tahap mendasar dari sekian metode belajar bahasa arab yakni belajar ilmu nahwu dan ilmu Shorof.

sangat banyak buku yang ditulis oleh para ulama bahasa arab berkaitan dengan ilmu nahwu dan shorof, baik metode penyampaian materi, detail materi yang disampaikan.
diantara nya adalah buku karangan KH. Aceng Zakariya yakni Kitab Al Muyassar fi ilmin nahwi dan Kitab Al Kaafi fi Ilmish Shorfi.

materi yang diajarkan sangat mendasar sekali berkaitan dgn ilmu nahwu dan shorf jadi bagus untuk para pemula yag ingin menapaki jenjang tahapan belajar bahasa arab. buku ini adalah tahap pertama nya.

alhamdulillah telah banyak ikhwan dan sekarang menjadi ustadz yg awalnya pemula sama sekali belum faham bahasa arab dan bahkan pernah gagal faham karena salah pilih metode belajar bahasa arab, namun setelah melalui tahapan pembelajaran dengan buku ini, bahasa arab serasa sangat mudah.

Al Muyassar fi Ilmin Nahwi(bendel 3 Jilid/set)
Al Kaafi fi ilmish Shorfi (bendel 3 jilid/set)

Additional Info

  • Judul Buku: Al Muyassar & Al Kaafi ( 2 Buku )
  • Judul Asli: Al Muyassar fi Ilmin Nahwi & Al Kaafi fi ilmish Shorfi
  • Penulis: KH. Aceng Zakariya
  • Tahqiq/Takhrij: -
  • Ukuran Fisik Buku: Buku Ukuran Sedang
  • Format Cover: Softcover
  • Jumlah Halaman: -
  • Penerbit /Publisher: Azka Media
  • Harga: Rp 160.000 ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)
  • Cara Pembelian: Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., WA/Telegram : 08192469-325 , ( Pastikan !! tulis nama & Alamat lengkap )
Read 129 times