• Hotline: (+62) 819.2469.325
Terjemah Lengkap Kitab Induk

Terjemah Lengkap Kitab Induk (18)

DSP almasaail set2       Setiap muslim yakin sepenuhnya bahwa karunia Allah yang terbesar di dunia ini adalah agama Islam. Seorang muslim wajib bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang telah memberikan hidayah ke dalam Islam. Allah menyatakan bahwa nikmat Islam adalah karunia yang terbesar, Dia berfirman,Setiap muslim yakin sepenuhnya bahwa karunia Allah yang terbesar di dunia ini adalah agama Islam. Seorang muslim wajib bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang telah memberikan hidayah ke dalam Islam. Allah menyatakan bahwa nikmat Islam adalah karunia yang terbesar, Dia berfirman,"...Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu... " [QS. Al-Maa-idah: 3]

       Sebagai bukti syukur seorang muslim atas nikmat ini adalah dengan menjadi muslim yang ridha Allah sebagai Rabb-nya, Islam sebagai agamanya dan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam sebagai Nabinya. Seorang muslim harus menerima agama Islam dengan sepenuh hatinya dan meyakininya. Arti menerima Islam adalah seseorang harus dengan sepenuh kesadaran dan keyakinan menerima apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam dan mengamalkan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh beliau. Jika seseorang ingin menjadi muslim sejati, pengikut Nabi Muhammad yang setia, maka ia harus meyakini Islam sebagai satu-satunya agama yang haq (benar), belajar agama Islam dengan sungguh-sungguh dan mengamalkan Islam dengan ikhlas karena Allah dan mengikuti contoh Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam .Cara untuk mendapatkan hidayah dan mensyukuri Nikmat Alloh Azza wa Jalla , adalah dengan menuntut ilmu syar'i. menuntut ilmu adalah jalan yang lurus untuk dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, antara tauhid dan Syirik, antara Sunnah dan Bid'ah, atara yang ma'ruf dan yang Mungkar dan antara yang bermanfaat dan yang membahayakan.

        Kondisi umat Islam yang kita lihat sekarang ini sangat menyedihkan, mereka mengaku Islam, KTP (Kartu Tanda Penduduk) mereka Islam, mereka semua mengaku sebagai muslim, tetapi mereka tidak mengetahui tentang Islam, tidak berusaha untuk mengamalkan Islam, bahkan ada sebagian ritual yang mereka amalkan hanya ikut-ikutan saja. Penilaian baik dan tidaknya seseorang sebagai muslim bukan dengan pengakuan dan KTP, tetapi berdasarkan ilmu dan amal. Allah tidak memberikan penilaian berdasarkan keaslian KTP yang dikeluarkan pemerintah, juga tidak kepada rupa dan bentuk tubuh, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal.Dari Abu Hurairah -rodliallohu anhu- ia berkata, "Telah bersabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, tidak juga kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian."[ HR. Muslim (no. 2564 (33)), dari Shahabat Abu Hurairah]

           Seorang muslim wajib belajar tentang Islam yang berdasarkan Al-Qur-an dan Sunnah Nabi yang shahih menurut pemahaman para Shahabat . Al-Quran diturunkan oleh Allah agar dibaca, difahami isinya dan diamalkan petunjuknya. Al-Qur-an dan As-Sunnah merupakan pedoman hidup abadi dan terpelihara, yang harus dipelajari dan diamalkan. Seorang muslim tidak akan sesat selama mereka berpegang kepada Al-Quran dan As-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat.

Al-Qur-an adalah petunjuk hidup, penawar, penyembuh, rahmat dan sumber kebahagiaan.Allah Ta'ala berfirman:"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur-an) dari Rabb-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. Katakanlah (Muhammad), 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.'" [QS. Yunus: 57-58]  

       Al Masaail adalah sebuah kitab yang membahas permasalahan-permasalahan agama. Buku ini menghimpun sejumlah koreksi atas pemahaman tentang berbagai masalah-masalah agama yang beredar di kalangan muslimin khususnya di Indonesia dengan ditopang oelh dalil-dalil dari Al Quran dan As Sunnah serta diperluas dengan pendapat dari Imam-imam Ahlus Sunnah yang terpercaya. Uraiannya dibuat secara sistematis dan dengan gaya bahasa yang mudah dicerna dengan tidak mengurangi tingkat keilmiyahan penulis yang mengacu pada standar ilmu hadits.Al-Masaa`il telah hadir 12 jilid dengan tampilan box eksklusif ( utk jilid 1 s/d 10 dalam 1 set box) + Hardcover . Dari jilid kesatu sampai kesepuluh telah membahas 370 permasalahan agama, yang meliputi pembahasan tentang ilmu-ilmu hadits, fikih, tafsir, hadits, praktek ibadah sehari-hari, muamalah, dan berbagai permasalahan agama lainnya. Semuanya disajikan secara ilmiah dengan bahasa yang lugas, jelas, dan tegas, serta ditopang dengan dalil-dalil dari Al-Qur`an dan As-Sunnah sesuai dengan manhaj salafus shalih.

 

Harga Penerbit Rp 720.000, harga Kami Rp 540.000 saja ( Selama Stok masih Ada !. Buruan Saja )

 

 

  DF syarah riyadhus set1 Kitab Riyadhush Shalihin sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Kitab hampir dipakai di semua kalangan muslimin baik di bidang lingkungan pendidikan ataupun selainnya, atau dengan mudah kita bisa dapati kitab ini ada di masjid-masjid dan perpustakaan-perpustakaan kaum muslimin.     Kitab Riyadhush Shalihin sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Kitab hampir dipakai di semua kalangan muslimin baik di bidang lingkungan pendidikan ataupun selainnya, atau dengan mudah kita bisa dapati kitab ini ada di masjid-masjid dan perpustakaan-perpustakaan kaum muslimin.Sedemikian besar kebutuhan umat terhadap kitab ini, dikarenakan pembahasan yang terkandung di dalamnya. Barakah yang terkandung dalam kitab yang disusun oleh Al-Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi -rahimahullah- , yang lebih dikenal dengan Imam An-Nawawi, demikian nyata pada kaurn muslimin, sejak dahulu hingga sekarang. Alloh Tabarraka Wa Ta'ala jadikan manfaat yang besar dan luas untuk kaum muslimin dengan kitab ini. Karena di dalamnya berisi bimbingan ilahi, berupa Al-Quran dan hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, yang akan menunjukkan dan menerangi jalan seorang hamba menuju ridha Allah n dan tuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak.
     Pembahasan dalam kitab ini mencakup perkara-perkara yang mendasar, yang menjadi bekal seorang hamba untuk memperbaiki jiwa dan amalannya, berupa : perkara tauhid, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa dari akhlak-akhlak tercela), zuhud, qana'ah, amar ma'ruf nahi mungkar, taubat, istiqamah, amanah, tanggung jawab, hak dan kewajiban seorang muslim, menjaga diri dari perbuatan dosa dan perkara yang lainnya. Terlebih lagi pada zaman sekarang, dimana kemerosotan akhlak kaum muslimin sudah mencapai tingkat yang sangat parah, bahkan pada mayoritas mereka. Sehingga saat ini sudah sangat sulit didapati orang-orang yang berakhlak mulia dan lebih mementingkan kehidupan akhirat mereka daripada dunianya. Menilik kondisi yang demikian, kita akan sadari l3ahwa kebutuhan kaum muslimin tentang pembahasan ini sangat besar dan urgen, yang dengannya diharapkan akan mengembalikan kejayaan kaum muslimin, sebagaimana yang telah dicapai pada zaman Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dan Khulafa' Rasyidun     

    Inilah rangkaian kitab hasil terjemahan dari kitab karya Al Allamah Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahullah- berjudul Syarah riyadhus Shalihin, yang merupakan penjelas dari hadits-hadits yang terkandung dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi -rahimahullah-. Sebuah kitab kumpulan hadits Nabawi yang cukup sistematis yang memuat tema akhlak, dab, anjuran berbuat kebaikan atau Sunnah, dan larangan mengamalkan hal-hal keharaman dan makruh dan tema lainnya.

     Kitab ini hampir dipakai di semua kalangan muslimin baik di bidang lingkungan pendidikan ataupun selainnya. bahkan ada yang berlebihan menggangap kitab Riyadhus Shalihin ini adalah buku pegangan setelah Al Quran. Ini suatu pendapat yang keliru, karena ada beberapa hadits dalam kitab Riyadhus Shalihin ini dinilai dhaif oleh ulama hadits. Oleh karena itu dalam edisi terjemahan Syarah Riyadhus Shalihin ini dilengkapi takhrij hadits yang menjelaskan penilaian kekuatan derajat hadits yang mengacu pada kitab- kitab hadits karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-

Harga Penerbit Rp 730.000, harga Kami Rp 580.000 saja ( Selama Stok masih Ada !. Buruan Saja )

 

 

 

 

 

    GI zadulmaad set1      Sesungguhnya, sebesar-besar nikmat Allah kepada hamba-Nya adalah diutusnya Nabi yang mulia ini membawa al huda dan dien yang haq, agar Dia menangkan di atas seluruh agama yang ada. Allah sempurnakan baginya dien ini, dan dengan beliau, Dia menyempurnakan nikmat-Nya serta meridlai Islam sebagai dien (ajaran} bagi umatnya. Allah jadikan mereka khalifah di muka bumi, meneguhkan bagi mereka dien yang telah diridhai-Nya untuk mereka, menukar (keadaan} mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Semua itu karena berkah ketauhidan dan ketaatan mereka kepada Allah serta berpegang teguh dengan sunnah Nabi-Nya yang merupakan sebaik-baik petunjuk.Sesungguhnya, sebesar-besar nikmat Allah kepada hamba-Nya adalah diutusnya Nabi yang mulia ini membawa al huda dan dien yang haq, agar Dia menangkan di atas seluruh agama yang ada. Allah sempurnakan baginya dien ini, dan dengan beliau, Dia menyempurnakan nikmat-Nya serta meridlai Islam sebagai dien (ajaran} bagi umatnya. Allah jadikan mereka khalifah di muka bumi, meneguhkan bagi mereka dien yang telah diridhai-Nya untuk mereka, menukar (keadaan} mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Semua itu karena berkah ketauhidan dan ketaatan mereka kepada Allah serta berpegang teguh dengan sunnah Nabi-Nya yang merupakan sebaik-baik petunjuk.Oleh karena persoalannya adalah ittiba' (mencontoh) Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam dan berjalan di atas manhaj-nya, maka para 'ulama umat inipun memberikan perhatian lebih kepadanya, Merekapun menyusun untuk generasi sesudah mereka hal-hal yang sudah mereka ketahui atau yang mereka petik (istinbath) dari petunjuk beliau Sholallahu Alaihi Wassalam , dalam peribadatan, muamalat dan adat kebiasaan.

      Adapun tulisan paling masyhur dalam bidang ini ialah kitab Zaadul Ma'ad fi Hadyi Khairil 'Ibaad yang dihimpun oleh Syaikhul Islam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah -rahimahullah- , Sebuah Kitab yang membahas Perjalanan Hidup Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam namun dalam siroh ini diambil pula hukum-hukum fiqihnya.Al-lmam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah -rahimahullah- , tentunya nama ini tidaklah asing ditelinga kaum muslimin yang cinta kepada ilmu. Beliau adalah yang alim dalam semua bidang keilmuan, dan karya tulisnya banyak sekali diantaranya kitab Zaadul Ma'ad yang berisikan petunjuk dan bimbingan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam serta sejarah kehidupan Beliau Sholallahu Alaihi Wassalam diawal-awal dakwah Islam, hijrah sampai Allah meninggikan Islam dan Nabi-Nya. Beliau kupas setiap permasalahannya dengan ilmiyyah. Sungguh beliau telah menghimpun dan sangat dalam membahas sesuatu yang belum tentu mudah bagi orang selain beliau. Kitab tersebut sudah dicetak berulang kali, tersebar dan diambil Manfaatnya.Inilah terjemah serial kitab Zadul ma'ad tersebut dalam edisi lengkap. Buku ini cukup bagus dan sangatlah tepat untuk dijadikan sebagai bekal di dalam menyongsong kehidupan akhirat sebagaimana judul Zadul Ma'ad (bekal untuk menuju hari kembali). Dan sebaik-baik bekal kembali adalah taqwa.

Harga Penerbit Rp 700.000, harga Kami Rp 520.000 saja ( Selama Stok masih Ada !. Buruan Saja )

 

AZM syarah bulughul set1       Bulughul Maram, salah satu kitab klasik paling populer dalam dunia Islam. Kitab yang memiliki keberkahan dan manfaat. walaupun kitab aslinya berbentuk kecil, namun sangat padat dan tidak bertele-tele. Tidak ada suatu kelompok ilmu, kecuali kitab bulughul maram ini menjadi kurikulum awal. Para penuntut ilmu menyambutnya dengan menghafal,mempelajari dan mencukupkan diri dengannya dari karya-karya sejenis, sehingga setiap masa banyak mengkajinya. Hal ini terbukti dengan banyaknya kitab-kitab ulama yang mensyarah kitab bulughul maram ini. Kitab yang berisi himpunan hadits hukum yang melingkupi aktifitas ibadah seorang muslim yang disusun oleh Imam besar Ahli Hadits Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- , merupakan edisi terjemahan dari kitab aslinya berjudul Bulughul Maram nin Adillatil Ahkam.Bulughul Maram, salah satu kitab klasik paling populer dalam dunia Islam. Kitab yang memiliki keberkahan dan manfaat. walaupun kitab aslinya berbentuk kecil, namun sangat padat dan tidak bertele-tele. Tidak ada suatu kelompok ilmu, kecuali kitab bulughul maram ini menjadi kurikulum awal. Para penuntut ilmu menyambutnya dengan menghafal,mempelajari dan mencukupkan diri dengannya dari karya-karya sejenis, sehingga setiap masa banyak mengkajinya. Hal ini terbukti dengan banyaknya kitab-kitab ulama yang mensyarah kitab bulughul maram ini. Kitab yang berisi himpunan hadits hukum yang melingkupi aktifitas ibadah seorang muslim yang disusun oleh Imam besar Ahli Hadits Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- , merupakan edisi terjemahan dari kitab aslinya berjudul Bulughul Maram nin Adillatil Ahkam.Imam Ibnu Hajar menyandarkan hadits-hadits yang terkumpul didalam kitab ini, berasal dari kitab Induk hadits Kutubussittah, dan juga kitab hadits lainnya.

Bulughul Maram banyak dijadikan istimbath hukum Fiqih oleh para fuqaha/ahli fiqih dan kitab ini disertai keterangan derajat hadits yang terkandung di dalamnya. Sistem penulisannya diurutkan berdasarkan urutan pembahasan bab fiqih, pada bagian akhir kitab dibahas tentang adab, akhlak, dzikir dan doa.Dalam Buku ini akan tampak keindahan teknik penulisan hadits Ibnu Hajar -rahimahullah- , seringkali beliau menampilkan hadits yang paling shahih dan kuat, meringkas hadits yang panjang, membahas panjang lebar tentang penisbatan periwayat hadits, memberi keterangan derajat hadits dengan memberikan isyarat dari ilal-nyaDiantara kehebatannya adalah ketika beliau menyertakan hadits dengan potongan dan tambahan yang muncul dari sebagian jalur sanad : Hadits yang berfungsi sebagai pengikat lafadz mutlak (Taqyid Al Muthlaq), Perinci lafdz mujmal (tafshil al mujmal) dan penghilang pertentangan ( raf'u At Ta'arudh). Dengan keistimewaan ini banyak para ulama yang mengkaji, mensyarah dan menerapkan manhaj-nya.

      Diantara kitab penjelas /Syarah kitab Bulughul Maram kitab Taudhih Al Ahkam Min Bulughul Maram karya Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Bassam salah satu ulama di kota Makkkah, hidup zaman kita sekarang ini.
Diantara keungulan kitab taudhihul ahkam ini adalah adanya:

1. tambahan pembahasan beberapa permasalahan fiqh kontenporer disertai fatwa-fatwa ulama yang relevan,keputusan-keputusan komisi fiqih, Organisasi Konferensi Islam

2. Penambahan takhrij hadits disertai dengan banyak analisis tentang penjelasan peringkat hadits.

3. Penambahan banyak hal mengenai penjelasan kosakata kalimat dari sisi etimologi, kajian Nahwu, Shorof dan sisi ilmiahnya serta batasan-batasan pemaknaan.

 

Harga Penerbit Rp 1.057.000, harga Kami Rp 845.000 saja ( Selama Stok masih Ada !. Buruan Saja )

 

 

 

Wednesday, 02 August 2017 10:14

Syarh As-Sunnah ( 14 Jilid Lengkap)

AZM syarhussunnah set1        Inilah serial edisi terjemah dari kitab "Syarhu As-Sunnah" Dalam buku ini Imam besar Al Baghawi -rahimahulloh-  memaparkan hadits-hadits shahih yang beliau cantumkan dari riwayat para Imam muhaddits yang sangat kompeten di bidangnya seperti Imam Malik, Al Bukhari, dan Muslim, jika ada hadits yang tidak shahih (dhaif) maka beliau maqdaskan sebab-sebab kedhaifannya. Inilah serial edisi terjemah dari kitab "Syarhu As-Sunnah" Dalam buku ini Imam besar Al Baghawi -rahimahulloh-  memaparkan hadits-hadits shahih yang beliau cantumkan dari riwayat para Imam muhaddits yang sangat kompeten di bidangnya seperti Imam Malik, Al Bukhari, dan Muslim, jika ada hadits yang tidak shahih (dhaif) maka beliau maqdaskan sebab-sebab kedhaifannya.Imam Al Baghawi juga meriwayatkan hadits yang berkaitan dengan konteks Fiqih, ilmu-ilmu hadits dan menyebutkan para perawinya, juga ijtihad para Shahabat dan Tabiin dan para Imam Mujtahid, tentang induk masalah yang ada di dalamnya.Kitab ini berisi penjelasan terhadap sunnah megandung banyak ilmu-ilmu hadits, berbagai pelajaran dari khabar-khabar yang diriwayatkan dari Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- dengan penjelasan terhadap makna yang sulit, kata yang asing serta kandungan hukum yang ada di dalamnya. Di samping itu juga terkandung hukum fikih, perbedaan pendapat para ulama, yang merupakan pengetahuan sebagai rujukan dalam pengambilan hukum dalam agama Islam.
      Imam al-Baghawi -rahimahulloh-  (456-510 H / 1044-1117 M). adalah seorang ulama seorang Mujtahid, sekaligus ahli dalam ilmu tafsir, hadits dan  fiqih,asal negeri Khurasan. Karena terkemuka dalam bidang hadits, beliau -rahimahulloh-  digelari Muhyis Sunnah.    Nama lengkap Abu Muhammad al-Husayn ibn Mas'ud ibn Muhammad al-Farra' al-Baghawi . Namanya Al baghawi dinisbahkan kepada nama kota Bagh atau Baghshur,wilayah sekitar  persia antara Herrat dan Marwarud.     Berkata Imam Adz Dzahabi -rahimahulloh- dalam kitabnya Siyar Alam An Nubala, “Dia adalah seorang syaikh, imam, ulama yang dijadikan panutan, seorang yang hafizh, Syaikhul Islam Muhyi As-Sunnah Abu Muhammad Al Husain bin Mas’ud bin Muhammad Al Farra‘ Al Baghawi, seorang ahli tafsir pengikut madzhab Syafi’i dan penulis banyak kitab seperti Syarh As-Sunnah, Ma’alim At-Tanzil, Al Mashabih dan kitab yang lain.Al Baghawi dijuluki dengan Muhyi As-Sunnah dan Rukn Ad-Din. Dia adalah orang mulia, imam, alim yang pandai, zahid dan orang yang menerima meski hal sepele. Dia diberkahi karena kitab-kitabnya dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa karena ketulusan niatnya. Para ulama berlomba-lomba untuk meraih prestasi sebagaimana Al Baghawi. Dia tidak mengajar kecuali dalam keadaan bersuci. Dia berpakaian sederhana. Dia mempunyai pengetahuan luas tentang tafsir dan fikih. “

         Diantara karya beliau -rahimahulloh- adalah :

1. Ath Tahdzib atau lengkapnyaAl-Tahdhib fi fiqh al-imam al-Syafii dalam bidang fiqih.

2.  Syarah As Sunnah, dalam bidang hadits.

3. Ma’alimut Tanzil atau Tafsir al Baghawi,  dalam bidang tafsir.4.Masabil al Sunnah 

5. Al-Anwar fi shamaiil al-Nabi al-Mukhtar 

6. Al-Jami bayna al shahihayn 

7. Al-Arbain haditsan 

8. Majmah min al-fatawa

        Berkata Adz dzahabi -rahimahulloh- dlam kitabnya Siyar Alam An Nubala, “Dia adalah seorang syaikh, imam, ulama yang dijadikan panutan, seorang yang hafizh, Syaikhul Islam Muhyi As-Sunnah Abu Muhammad Al Husain bin Mas’ud bin Muhammad Al Farra‘ Al Baghawi, seorang ahli tafsir pengikut madzhab Syafi’i dan penulis banyak kitab seperti Syarh As-Sunnah, Ma’alim At-Tanzil, Al Mashabih dan kitab yang lain.Al Baghawi dijuluki dengan Muhyi As-Sunnah dan Rukn Ad-Din. Dia adalah orang mulia, imam, alim yang pandai, zahid dan orang yang menerima meski hal sepele. Dia pernah makan roti sendirian, lalu dia dicela karena hal tersebut. Kemudian dia makan dengan lauk yang berminyak. Ayahnya bekerja sebagai pembuat pakaian dari bulu binatang dan menjualnya. Dia diberkahi karena kitab-kitabnya dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa karena ketulusan niatnya. Para ulama berlomba-lomba untuk meraih prestasi sebagaimana Al Baghawi. Dia tidak mengajar kecuali dalam keadaan bersuci. Dia berpakaian sederhana. Dia mempunyai pengetahuan luas tentang tafsir dan fikih. “

Inilah edisi lengkap terjemah kitab Syarhus Sunnah, karya Imam Al Baghawi Asy Syafii - rahimahullah-

 

Harga Penerbit Rp 2.924.000, harga Kami Rp 2.339.000 saja ( Selama Stok masih Ada !. Buruan Saja )

 

 

Wednesday, 02 August 2017 10:05

Musnad Imam Ahmad (22 Jilid lengkap )

AZM musnad ahmad set2       Menghukumi suatu hadits itu shahih, hasan, atau dha'if, harus didasarkan pada beberapa hal, diantaranya adaalah (tabiat yang mendorong seseorang untuk senantiasa bertakwa, dan berakhlak mulia dan menjauhi maksiat serta bid'ah) dan dhabth (keakuratan hapalan) periwayat, atau tuduhan terhadap : "adaalah" dan "dhabth" mereka.
Mengetahui segala sesuatu berkenaan dengan salah seorang periwayat hadis bukan hal yang mudah, sebagaimana pendapat para ulama tentang seorang periwayat juga berbeda-beda, ada yang berlebihan, ada yang sedang-sedang saja, dan ada yang meremehkan. Perbedaan penilaian terhadap seorang periwayat akan mempengaruhi perbedaan dalam menghukumi suatu hadits, apakal shahih, hasan, dha'if, atau maudhu '.
Allah Ta’ala  berfirman,yang artinya:
: orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Qs. Al Hujuraat [49]: 6)
Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam-  bersabda,
"Semoga Allah membaguskan akhlak dan mengangkat derajat orang yang mendengar sesuatu dari kami (yakni : hadits)  lalu dia menyampaikannya seperti yang dia dengar, Berapa banyak orang yang menyampaikan lebih paham dari yang mendengar." (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban)
    Oleh karena itu, para sahabat -Rodliallohu Anhum-  sangat hati-hati dan teliti dalam masalah periwayatan, baik ketika mengambil dan menyampaikannya, sehingga muncullah kaidah, "Sesungguhnya hadits-hadits ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambilnya." Dengan demikian muncullah ilmu Al Jarh wa At-Ta'dil. Para ulama memberikan perhatian yang sangat besar dalam masalah ini. Mereka mengerahkan segala upaya untuk mempelajari kondisi para periwayat yang menukil hadits Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- .
Imam Al Iraqi -rahimahulloh-  berkata dalam Fath Al Mughits (Fath Al Mughits (3/314)" Mintalah bantuan dengan ilmu Jarh wa Ta 'dil, karena ia merupakan jalan untuk menjelaskan Antara yang sehat (shahih) dengan yang sakit (dha'if) dan berhati- hatilah, mempunyai tujuan (tertentu), karena jarh sangat berbahaya."
   
Pembukuan Sunnah
Ketika agama Islam telah tersebar ke penjuru negeri, bid'ah . merajalela, para sahabat -Rodliallohu Anhum-  telah berpencar ke berbagai wilayah, banyak  di   antara  mereka  telah  meninggal  dunia,   serta minimnya   mereka   yang   hapal   hadits,   maka   perlu   dilakukan bukuan dan penulisan hadits Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- . Inilah asalnya, karena yang pandai dan cerdas bisa lupa, sedangkan tulisan dapat jaganya.
    Ketika Umar bin Abdul Aziz -rahimahulloh- menjabat sebagai khalifah pada permulaan  tahun   100   H,   dia  menulis   kepada  Abu  Bakar  bin Muhammad bin Amr bin Hazm, Gubernur Madinah, "Lihatlah hadits Rosululloh dan tulislah, karena aku takut ilmu akan hilang dan para ulama banyak yang meninggal dunia."
    Dia -rahimahulloh-  berwasiat agar riwayat yang ada pada Amrah binti Abdurrahman Al Anshariyyah (W. 98 H) dan Qasim bin Abu Bakar (W. 120 H) dituliskan untuknya. Dia juga menginstruksikan kepada para gubenurnya di berbagai kota penting di negeri-negeri Islam agar mengumpulkan hadits.
    Di antara orang yang dikirimi surat adalah Muhammad bin bin Ubaidillah bin Abdullah bin Syihab Az-Zuhri Al Madani, seorang Imam terkenal dan ulama besar wilayah Hijaz dan Syam (124 H).
     Setelah itu pembukuan Sunnah pada generasi setelah Az-Zuhri berkembang pesat. Orang yang pertama kali menyusunnya adalah Ibnu Juraij (W. 150 H), Ibnu Ishaq (W. 151 H), atau Malik di Madinah (W. 179 H), Ar-Rabi bin Shubaih (W. 160 H), atau Sa'id bin Arubah (W. 156 H), atau Hammad bin Salamah di Bashrah (W. 176 H), Husyaim di Wasith (W. 188 H), Ma'mar di Yaman (W. 153 H), Jarir bin Abdul Hamid di Rayy (W. 188 H), dan Ibnu Al Mubarak di Khurasan (W. 181 H) –rahimakumulloh-- .
Mereka semua hidup pada abad 2 H. Pembukuan hadits yang mereka lakukan bercampur dengan perkataan para sahabat dan fatwa tabiin.
   Di antara kitab-kitab paling terkenal yang ditulis pada masa ini adalah: Muwaththa Malik (W. 179 H), Musnad Al Imam Asy-Syafi'i (W. 204 H), dan Mukhtalaf Al Hadits karya Imam Syafi'i, Musnad Al Imam Ahmad, Al Jami' karya Abdurrazzaq, Mushannaf  Syu 'bah bin Al Hajjaj (W. 160 H), Mushannaf Sufyan bin Uyainah (198), Mushannaf Al-Laits bin Sa'ad (175 H), serta beberapa karya ulama ahli hadits yang semasa dengan mereka, seperti Al Auza'i dan Al Humaidi (219 H) [ lihat : tarikh Funun Al Hadits 33,34)
    Ada beberapa model penulisan hadits yang dilakukan oleh para Ulama Sunanh, diantaranya penulisan hadits metode musnad. Musnad adalah kitab yang berisi kumpulan hadits yang tidak diurut berdasarkan urutan bab-bab fiqih namun dikelompokkan/diurutkan  menurut setiap nama Shohabat rodliallohu anhum , baik hadits shahih, hasan atau dhaif. Urutan nama-nama para Shohabat didalam musnad kadang berdasarkan huruf hijaiyah atau alfabet sebagaimana dilakukan oleh ulama dan ini yang paling mudah, kadang juga berdasarkan pada kabilah dan suku, atau berdasarkan yang paling dahulu masuk Islam, atau berdasarkan negeri (asal). 
   Kitab hadits yang berbentuk musnad cukup banyak. Al Killani dalam kitabnya Ar Risalah Al Musthatharafah menyebutkan jumlahnya sebanyak 82 Musnad, diatara yang paling terkenal yaitu : Musnad karya Imam Abu Daud, Musnad karya Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad karya Imam Abu bakar Al Humaidi, Musnad karya Imam Abu Ya’la -rahimakumullah- . Kitab ini adalah dari terjemahan Kitab Musnad Imam Ahmad yang telah ditakhrij oleh Syaikh Al Muhadits Ahmad bin Muhammad Syakir -rahimahullah- . Sebuah serial kitab yang menjadi rujukan dalam hadits-hadits Rosul.

 

Harga Penerbit Rp 4.798.000, harga Kami Rp 3.598.000 saja ( Selama Stok masih Ada !. Buruan Saja )

 

AZM minhajul qosidin set1     Kitab Minhajul Qashidin karya Imam Jamaluddin Ibnul Jauzi rahimahullah yang merupakan kitab referensi dalam tazkiyatun nafs . Beliau meringkasnya dan memberikan komentar di dalamnya. Minhajul Qoshidin adalah Sebuah kitab taskiyatun nafs (penyucian jiwa /hati) dimana kandungan kitab ini sarat dengan berbagai terapi dan contoh penyakit jiwa yang biasa hinggap di dada seorang muslim. Sehingga apabila orang yang membacanya, menelaah dan mentadabburinya, akan lebih terhibur dan merasa tentram karena obat-obat penawar yang disuguhkan bersumber langsung dari Kitabullah dan Sunnah rasul-Nya -Sholallahu Alaihi Wassalam-  serta perkataan (aqwaal) dan perbuatan (af'aal) para salafus shalih rahimahumullah.

      Kitab Minhajul Qashidin karya Imam Jamaluddin Ibnul Jauzi rahimahullah yang merupakan kitab referensi dalam tazkiyatun nafs . Beliau meringkasnya dan memberikan komentar di dalamnya. Minhajul Qoshidin adalah Sebuah kitab taskiyatun nafs (penyucian jiwa /hati) dimana kandungan kitab ini sarat dengan berbagai terapi dan contoh penyakit jiwa yang biasa hinggap di dada seorang muslim. Sehingga apabila orang yang membacanya, menelaah dan mentadabburinya, akan lebih terhibur dan merasa tentram karena obat-obat penawar yang disuguhkan bersumber langsung dari Kitabullah dan Sunnah rasul-Nya -Sholallahu Alaihi Wassalam-  serta perkataan (aqwaal) dan perbuatan (af'aal) para salafus shalih rahimahumullah.     

          Banyak kitab mengenai penyucian jiwa, namun sedikit sekali yang menyuguhkan terapi yang berdasarkan hadits-hadits shahih. Hal ini malah bukan lagi sebagai solusi dalam kehidupan seorang muslim, akan tetapi menjadi petaka dan buah simalakama karena efek yang ditimbulkan tidak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam yang hanif ini. Satu diantaranya yakni Kitab Ihya Ulumuddin karaya Al Ghazali -rahimahullah- . Kemudian Kitab Ihya Ulumuddin ini dikoreksi oleh Imam Ibnu jauzi -rahimahulloh-  menjadi Kitab Minhajul Qoshidin. 

        Al Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, berkata: "Wahai orang yang jujur dan bergelora semangatnya! Mungkin, selama ini engkau tekun berkutat dengan ketergiuran dunia yang masygul, menarik perhatian dan bertekad untuk memutuskan diri dari akhkat. Padahal, engkau tahu bahwa bergaul dengan manusia itu mengharuskan dirimu turut secara langsung dengan mereka. Sementara meremehkan  Muhasahatun nafs (introspeksi diri) merupakan dasar sikap berlebih-lebihan, sehingga ketika takdir  bagi umurmu tidak panjang, semua yang ada pasti ditinggalkan. Hembusan-hembusan nafas terlalu cepat menghampiri tempat kematian. Di saat seperti ini, engkau akan benar-benar mencari muara yang bisa menjadi teman di saat sendirian, yaitu sebuah buku. Lalu engkau menelaahnya tanpa banyak bicara. Pilihanmu pun jatuh kepada Kitab Ihya Ulumuddin, karena menurut anggapanmu, inilah buku yang paling cocok bagi jiwamu. MAKA : ”Ketahuilah, bahwa dalam Kitab Ihya Ulumuddin terdapat kekurangan dan bencana yang ke-rusak-kannya hanya  dapat diketahui oleh para Ulama, karena didalamnya terdapat hadits-hadits dhaif, bathil, maudhu', mauquf yang dijadikan marfu.

       Kemudian beliau -rahimahulloh berkata: "Tidak sepatutnya beribadah dengan mengamalkan hadits-hadits maudhu' /Palsu dan terpedaya dengan perkataan yang dibuat-buat. Bagaimana mungkin keridhaan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- menghadirimu, jika engkau shalat seharian, padahal Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- tidak sepatah kata pun bersabda tentang cara Sholat yang demikian itu?!, Bagaimana mungkin saya bisa memberikan atsar (pengaruh) kepadamu, jika engkau sendiri lebih mendengarkan setiap perkataan yang berasal dari para sufi (ahli tasawwuf), yang direalisasikan dalam bentuk amal shalih yang tidak jelas manfaatnya baik di dunia, maupun di akhirat? ,

        Sebagai contoh seperti yang diperintahkan para sufi (ahli tasawwuf) untuk berlapar-lapar, mengadakan perjalanan panjang tanpa adanya tujuan yang jelas dan berjalan ke tengah Sahara tanpa dilengkapi dengan bekal yang cukup. Hal-hal tersebut merupakan perbuatan yang cacat, yang kesemuanya telah saya sarikan dalam Kitab Talbis Iblis (tipu daya yang diciptakan Iblis).     

      Karenanya saya (yakni Imam Ibnu jauzi -red) akan mengetengahkan buku (sebagai pengganti dari Kitab Ihya Ulumuddin) yang terlepas dari kerusakan-kerusakan dan tidak mengurangi manfaat-manfaatnya dengan merujuk kepada nukilan-nukilan riwayat yang shahih dan masyhur serta mengandung makna yang baik dan tepat, serta saya buang apa yang pantas untuk dibuang dan saya tambahkan apa yang pantas untuk ditambahkan.Jika engkau memang sudan bersikukuh mgin melakukan Uzlah  (mengasingkan diri) agar memperoleh apa yang terbaik bagi jiwamu dan menerapkannya dalam kehidupan nyata, maka jadikanlah ilmu (yang shaahih) sebagai pemimpin bagimu dan bersikap telitilah terhadap setiap detak nafsu dalam jiwamu, agar kamu mencapai keselamatan. Lalu, berhati-hatilah dalam mengikuti jalan salah satu dari dua orang berikut ini:   

Pertama, seorang ulama yang mengetahui selisih pendapat di dalam urusan fiqih, namun, dia merasa cukup dengan kemapanan kedudukannya sebagai ulama atau dia mengemban kedudukan di mahkamah (pengadilan), lalu dia masih berkehendak untuk menjaga kedudukannya itu, atau dia pandai menghiasi kata-katanya dalam memberi nasehat, kemudian menyempitkan pandangan-pandangan obyek para pendengarnya.     

Kedua, orang zuhud yang membolak-balikan setiap pendapat yang salah karena kebodohannya, yang mendekatkan diri dengan membalik-balikkan telapak tangan dan mengandalkan barakah, yang melakukan perbuatan menurut hawa nafsunya, tidak berdasarkan pada syari'at Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-  dan Sunnah Rasul-Nya  Kedua karakter (sifat) orang ini, telah menyimpang dari jalan kebenaran, puas dengan amal yang menipu mata (terlihat bercahaya pada sisi luarnya, tetapi buruk dan gulita pada sisi dalamnya), sehingga bisa mengecoh setiap pemula (orang-orang yang baru mempelajari tentang Islam baik dari kalangan ummat Islam yang awam atau pun muallaf/orang yang baru memeluk agama Islam) seperti layaknya fatamorgana. Dan jalan mereka berdua sangat jauh dari kehidupan salafus shalih yang dikenal keistiqamahan dan kebenaran jalannya.Insya'allah, di dalam kitab ini saya akan menceritakan tentang kisah-kisah jejak kehidupan mereka.Kitab ini amat diperlukan bagi siapa saja yang menginginkan kesempurnaan dan bagi mereka yang baru memulainya. Setiap goresan kalimatnya mengandung rahasia-rahasia dalam beribadah serta anjuran, agar berhati-hati dari setiap bencana dalam bermu'amalah.”

Kitab Minhajul Qoshidin karya Syaikh Imam jamaluddin Ibnu jauzi -rahimahulloh- ini adalah kitab yang agung lagi penuh manfaat, ingin rasanya saya mengkaji untuk yang kedua kalinya. Sebab Kitab ini jauh lebih hebat dari apa yang saya perkirakan semula, namun diatas segala kelebihannya, saya tetap merasakan adanya kekurangan, sehingga ingin rasanya memberikan kritik atau pcnjelasan/syarah agar maksud yang diinginkan dalam kitab Minhajul Qoshidin benar-benar tercapai. Kitab ini cukup banyak nuansa furu’ (sub-sub bahasannya). Terbukti, masalah ini dibahas di awal kitab. Padahal persoalan-persoalan fiqih itu idealnya ada pada kitab-kitab fiqih. Meski demikian, kitab ini tidak bisa dianggap sebagai kitab fiqih. Kitab ini sebagai jawaban bagi mereka yang ingin berkonsentrasi untuk kehidupan akhirat tanpa harus meninggalkan kebutuhan dunia dan bagi mereka yang ingin mengintropeksi diri, mentadabburi akan hakekatnya sebagai makhluk yang lemah serta tak lepas dari kekurangannya. Kitab ini juga sebagai sarana yang mengantarkan seorang muslim memahami dengan benar arti sebuah kehidupan, waktu dan kesempatan yang Allah jalla jallaluh berikan bagi para hamba-Nya agar mampu dipergunakan dengan penuh optimal demi meraih sebuah kehidupan yang kekal abadi di akhekat kelak."
Al Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisi Al Hambali -rahimahulloh-

 

inilah terjemah lengkap Minhajul Qosidin karya Al Imam Ibnu jauzi Al hambali rahimahullah, Pembahasan di Setiap Jilid nya,  

1. Ilmu, Pondasi-pondasi Aqidah, rahasia-rahasia bersuci, Dzikir dan Doa

2. Urutan Wirid, Adab makan, Adab Nikah, Adab Mencari Penghidupan, Akhlak-akhlak Kenabian

3. Keajaiban hati, Penempaan jiwa, Meredam Syahwat, Tercelanya Ghurur

4.Taubat, Sabar & Syukur, harapan & rasa takut, Cinta,Rindu & Ridha

5. Niat, Ikhlas dan kejujuran, Tafakur, Mengingat kematian dan sesudahnya

Harga Dari Penerbit Rp 913.000 , harga kami Rp 730.000

 

Minhajul Qashidin : Petunjuk bagi Orang Beriman ( 5 Jilid /Set )

Stok Terbatas & Harga Bisa berubah Sewaktu-Waktu BURUAN SEGERA BELI =====>>>
SAYA BELI !

 

 

 

AZM hilyah auliya set2        Sejarah hidup generasi Salaf mengandung banyak sekali pelajaran yang berharga, petuah yang baik, petunjuk dan cahaya, kemenangan dan keberuntungan, kebahagiaan dan kesuksesan. Di sana ada penyucian karakter, pelembutan jiwa, pemantapan iman dan tauhid, dan pemandangan nyata mengenai komitmen terhadap agama. Dan boleh dikata sejarah hidup mereka adalah figur yang bisa dijadikan sebagai contoh dan tauladan dalam segala hal.Sejarah hidup generasi Salaf  mengandung banyak sekali pelajaran yang berharga, petuah yang baik, petunjuk dan cahaya, kemenangan dan keberuntungan, kebahagiaan dan kesuksesan. Di sana ada penyucian karakter, pelembutan jiwa, pemantapan iman dan tauhid, dan pemandangan nyata mengenai komitmen terhadap agama. Dan boleh dikata sejarah hidup mereka adalah figur yang bisa dijadikan sebagai contoh dan tauladan dalam segala hal.Abdullah bin Mas'ud  -Rodliallohu Anhu- berkata,  "Barangsiapa ingin mencari tauladan, hendaklah ia mencari tauladan pada orang yang sudah mati. Karena orang yang hidup tidak terjamin aman dari ancaman fitnah."Itulah jalan dan nasihat sahabat Abdullah bin Mas'ud, sebagai pedoman bagi kita dalam mencari suri tauladan. Sebab, manusia yang sempurna jumlahnya sangatlah sedikit. Membicarakan kehidupan generasi seperti mereka akan menghidupkan hati dan membangkitkan semangat Oleh karena itulah ketika ulama besar Al Imam Abdullah bin Mubarak -rahimahulloh-  ditanya, "Mengapa anda tidak mau duduk bersama kami?" Dia menjawab," Aku pergi untuk duduk bersama para sahabat Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- ." Maksudnya adalah  beliau lebih memilih untuk belajar dan membaca buku-buku biografi dan sejarah hidup mereka.Karena metode pendidikan yang bisa meresap ke dalam hati adalah membaca sejarah hidup orang-orang terkemuka.   

       Begitu banyak buku-buku yang mengisahkan tentang perjalanan hidup, siroh, thabaqot, sejarah para Salaf, salah satu diantaranya kitab : Hilyatul Auliya wa Thabaqatul Asyfiya’ ( Perhiasan para wali dan tingkatan orang-orang ‘suci’),  sebuah kitab ensiklopedi Islam yang memaparkan sejarah dan biografi para ulama Salaf terdahulu secara detail. Dengan membawakan hadits dan atsar beserta sanad-nya.mencerikan sejarah hidup generasi islam mulai dari generasi Shahabat, Tabi’in, tabiut tabi’in dan seterus nya dari ulama-ulama Sunnah.   

        Sistematika penyajian buku ini terbilang klasik, karena semua kisah dan biografi ulama Salaf disini diceritakan menggunakan hadits dan atsar lengkap, sehingga valliditas dan keontetikan ceritanya pun bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiyah lewat studi hadits dan atsar. Oleh karena itu buku ini menjadi referensi utama dalam disiplin ilmu Sejarah. Kitab Hilyatul Auliya wa Thabaqatul Asyfiya’, ini ditulis oleh  Al Imam Abu Nu’aim Al Ashfani -rahimahulloh-    Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Abdullah bin Ahmad Al-Ashfahani. Beliau lahir pada tahun 336 H, dan wafat pada tahun 430 H.

     Imam Adz-Dzahabi -rahimahulloh- mengatakan,"Dia adalah Imam Al-Hafizh (penghafal Hadis), Ats-Tsiqah (terpercaya), sangat alim, maha guru Islam."
Imam Al-Khatib Al-Baghdadi -rahimahulloh-  mengatakan, "Saya tidak melihat orang yang layak menyandang gelar Al-Hafizh selain dua orang: Abu Nu'aim Al-Ashfahani dan Abu Hazim Al-A'raj."
Ibnu Ahmad Al-Hambali -rahimahulloh- mengatakan,"Abu Nu'aim adalah satu-satunya orang di dunia ini yang memiliki isnad tertinggi yang disertai dengan kuatnya hafalan dan kedalaman pengetahuan dalam bidang Hadis dan disiplin ilmu-ilmunya." (lihat : SyadzaratAdz-Dzahab)

    Ibnu Mardawaih -rahimahulloh-  mengatakan, "Abu Nu'aim adalah orang yang didatangi banyak orang pada zamannya. Di seluruh penjuru dunia ini tidak ada orang yang lebih baik sanad dan hafalannya daripada dia. Para huffadh (penghafal Hadis) dunia berkumpul di sisinya. Sehingga setiap hari menjadi giliran salah seorang di antara mereka untuk mem-baca apa yang dia inginkan sampai menjelang Dhuhur. Lalu ketika dia (Abu Nu'aim) pulang ke rumahnya, terkadang ada orang yang membaca satu juz di hadapannya selama di jalan dan dia sama sekali tidak mengeluh. Dia selalu sibuk dengan menulis atau menyampaikan Hadis."
Ibnu Khalkan -rahimahulloh- mengatakan, "Dia adalah Al-Hafizh yang sangat populer, penulis kitab Hilyah Al  Aulia,  Dia termasuk salah satu tokoh terkemuka dan salah seorang hafizh besar yang tsiqah (terpercaya)."

      PA hilyah1 Imam  Ibnu Taimiyah -rahimahulloh-  pernah ditanya tentang orang yang mau mendengarkan kitab-kitab Hadis dan Tafsir. Tapi ketika kitab Hilyatul Auliya’ dibacakan kepadanya, orang itu tidak mau mendengarkannya. Maka Ibnu Taimiyah -rahimahulloh-  menjawab, "Abu Nu'aim adalah salah satu penghafal Hadis terkemuka, penulis buku terbanyak, dan karya tulisnya banyak dimanfaatkan orang. Dia lebih besar daripada sekedar disebut tsiqah (terpercaya). Karena kualitasnya lebih tinggi daripada gelar itu, dan kitabnya (Hilyatul Auliya1) adalah salah satu buku terbaik yang mengangkat kisah-kisah orang-orang zuhud. Meskipun demikian, di dalamnya terkandung Hadis-Hadis dan hikayat-hikayat yang batil." (lihat Majmu Al-Fatawa, I8/17)

     Ibnu Nashiruddin Ad Dimasqi -rahimahulloh-  mengatakan,"Ketika kitab Hilyatul Auliya selesai disusun, mereka membawanya ke Naisabur dan terjual dengan harga 400 Dinar."
Dan Ibnu Katsir  -rahimahulloh- mengatakan,  "Abu  Nu'aim Al-Ashfahani adalah seorang hafizh (penghafal Hadis) yang besar dan memiliki banyak karya tulis yang bermanf aat dan populer. Di antaranya adalah Hilyatul Auliya yang terdiri dari banyak jilid. Ini menunjukkan luasnya periwayatan,  banyaknya guru, kekuatannya dalam menelaah sumber-sumber Hadis dan banyaknya jalur yang dilaluinya."

Kritik terhadap Kitab ini,

1. Banyak memuat Hadis maudlu (palsu), tanpa disertai keterangan.

2. Menyandarkan perilaku sufi kepada para sahabat terkemuka seperti Abu Bakar, Umar dan Utsman, juga kepada para imam terkemuka selain mereka.

3. Menyebutkan hikayat-hikayat dan banyak hal tentang sufisme yang tidak boleh dikerjakan. Karena bisa jadi itu akan didengar oleh pemula yang sedikit ilmunya, dan mengira bahwa itu semua adalah baik kemudian diamalkan.

4.Terlalu banyak menyebutkan hal-hal yang bukan menjadi bagian dari tema sentral kitab ini (yaitu kisah tentang orang-orang zuhud). Misalnya, menyebutkan banyak cerita tentang orang-orang zuhud yang terkadang keluar dari pembicaraan tentang ibadah dan kezuhudan mereka.

Oleh karena itulah, dalam edisi terjemah ini diambilkan dari sumber kitab asli yang telah ditahqiq / diteliti ulang :

1. diteliti  kitab dan mengakurasikan redaksi nya

2. mentahrij ayat-ayat Al Qur’an

3. mentakhrij hadits-hadits dengan disertai penjelasan tentang keshahihan atau kelemahannya dengan merujuk pada kitab-kitab Shahih lainnya.

4.menerangkan kata-kata yg sulit difahami makna dalam kitab asli nya.

inilah edisi lengkap terjemah kitab Hilyah Auliya

 

Harga Penerbit Rp 5.114.000, harga Kami Rp 4.091.000 saja ( Selama Stok masih Ada !. Buruan Saja )

 

AZM syarah ushul 1        Masa jahiliyyah sebelum diutusnya Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam – , manusia ketika itu hidup dalam kegelapan yang berupa syirik, kebodohan, dikuasai oleh khurafat, berkutat dalam persengketaan dan perseteruan antar kabilah, satu sama lain saling menyandera, satu sama lain saling membunuh, mereka hidup dalam keterbelakangan, kebiadaban dan perpecahan. Hingga ketika Allah mengizinkan matahari Islam terbit, Dia mengutus Muhammad - Sholallahu Alaihi Wassalam - untuk mengumumkan kepada manusia bahwa tidak ada ilah selain Allah (laa ilaaha illallaah), tidak ada yang patut diibadahi dengan benar selain-Nya. Beliau - Sholallahu Alaihi Wassalam - membawa tauhid yang merupakan hak Allah atas hamba, dan tujuan utama penciptaan manusia.Masa jahiliyyah sebelum diutusnya Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam – , manusia ketika itu hidup dalam kegelapan yang berupa syirik, kebodohan, dikuasai oleh khurafat, berkutat dalam persengketaan dan perseteruan antar kabilah, satu sama lain saling menyandera, satu sama lain saling membunuh, mereka hidup dalam keterbelakangan, kebiadaban dan perpecahan. Hingga ketika Allah mengizinkan matahari Islam terbit, Dia mengutus Muhammad - Sholallahu Alaihi Wassalam - untuk mengumumkan kepada manusia bahwa tidak ada ilah selain Allah (laa ilaaha illallaah), tidak ada yang patut diibadahi dengan benar selain-Nya. Beliau - Sholallahu Alaihi Wassalam - membawa tauhid yang merupakan hak Allah atas hamba, dan tujuan utama penciptaan manusia."Dan tidaklahAku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. " (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)
Dengan tauhid ini para Rasul diutus dan Kitab-Kitab diturun-kan, serta karenanya pula panji jihad dikibarkan.
Selama kurun waktu 13 tahun di Makkah, Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - menyerukan (mengajak) kepadanya, menanamkan akar-akarnya dalam jiwa yang paling dalam, membangun asas-asas dan pilar-pilarnya dalam lubuk hati serta mengukuhkan rukun-rukunnya dalam hati; sehingga jalannya menjadi jelas bagi orang-orang yang menitinya, dan rambu-rambunya jelas bagi orang-orang yang menginginkannya.Lalu Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - memenangkan kebenaran dan menumbangkan kebathilan, serta cahaya tauhid yang murni menerangi hati, sehingga hati menjadi bersih dan cemerlang dari noda-noda syirik.

      Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - datang dan (ketika itu) hati manusia tidak ubahnya (seperti) tanah yang tandus, lalu beliau menyiraminya dengan Tauhid yang bersih, menyiraminya dengan mata air ikhlas, dan menuntunnya kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - dengan penuntun mutaba'ah (mengikuti petunjuk sunnah Nabi), lalu hati tersebut menjadi hidup dan subur serta mcnumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Sehingga umat menjadi mulia setelah sebelumnya hina, menjadi bersatu setelah sebelumnya bercerai berai, dan menjadi menang setelah sebelumnya terkalahkan.

     Orang yang mencermati sejarah umat Islam pasti mengetahui kejayaan, kemuliaan, kemenangan, dan ketundukan umat-umat lainnya pada mereka berkaitan erat dengan kemurnian 'aqidah mereka , erjujuran tawajjuh (peribadahan) mereka kepada Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - mengikuti jejak dan sirah Nabi berdasarkan manhaj Salafush Shalih, menyepakati para imamnya, dan tidak menyelisihi mereka dalam hal itu. Sebaliknya, bahwa kelemahan dan kehinaan mereka serta mereka dikuasai oleh umat-umat lain berkaitan dengan tersebarnya bid'ah dan hal-hal yang diada-adakan dalam urusan agama, menjadikan tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu bersama Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - . munculnya golongan-golongan sesat, ditariknya tangan kepatuhan (kepada penguasa), dan memerangi para pemimpin.

       Sesungguhnya penyimpangan-penyimpangan 'aqidah, penyimpangan dari manhaj/cara beragama nya para Salafush Shalih, dan tertipu dengan kata-kata indah para pengusung aliran-aliran yang menyimpang, itulah yang memecah belah umat, mencerai-beraikan kekuatannya dan mencabik-cabik kewibawaannya. Fakta menunjukkan hal itu. Tidak ada solusi untuknya dari hal itu kecuali dengan kembali kepada apa yang dianut oleh Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - , para Sahabatnya, dan para imam yang mendapat petunjuk. Akhir umat ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan mengikuti apa yang dengannya awal umat ini menjadi baik. Berpaling dari tauhid yang benar dan membenci manhaj Salafush Shalih adalah menafikan keadilan dan meremehkan akal.
Allah berfirman:"Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan..." (QS. Al-Hadiid: 25)

      Keadilan terbesar adalah tauhid, karena ia merupakan pokok keadilan dan dengannya keadilan menjadi tegak. Sebaliknya, kezhaliman terbesar adalah syirik. Allah berfirman, menceritakan tentang Luqman dalam wasiatnya kepada anaknya:“ Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.'" (QS. Luqman: 13)
Dari Abud Darda' , dari Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - , beliau bersabda, "Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman:'Sesungguhnya Aku, manusia, dan jin dalam berita yang besar. Aku yang menciptakan, sedangkan selain-Ku yang diibadahi. Aku yang memberi rizki, sedangkan selain-Ku yang diberi ucapan syukur.'"(HR. Ath-Thabrani dalam Musnadasy-Syaamiyyiin,al Baihaqi dalam Syu'abul iman, dan ad-Dailami dalam Musnad al Firdaus)
Dan sesungguhnya kedustaan terbesar adalah engkau menyekutukan Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu.

       Jika Allah telah memerintahkan untuk mengadakan perbaikan dan melarang kerusakan serta berbuat kerusakan dengan firman-Nya:"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orangyang berbuat baik.33 (QS. Al-A'raaf: 56)
Maka, pengrusakan terbesar adalah dirusaknya 'aqidah, pandangan dan pemikiran-pemikiran manusia, perjalanan mereka menuju Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - dihadang, dan mereka disimpangkan dari fitrah yang pada-nya Allah menciptakan mereka.Dalam hadits disebutkan:"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Al-Bukhari)
Hal ini dikuatkan oleh sabda Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam -"Ketahuilah, sesungguhnya Rabb-ku memerintahkan kepada-ku agar aku mengajarkan kepada kalian apa yang tidak kalian ketahui dari hal-hal yang diajarkan-Nya kepadaku pada hariku ini: Semua yang Aku perintahkan kepada seorang hamba adalah halal, dan Aku menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan lurus (hunafaa). Tapi para syaitan datang kepada mereka untuk menyimpangkan mereka dari agama mereka, mmgharamkan kepada mereka apa yang Aku halalkan untuk mereka, serta memerintahkan kepada mereka agar menyekutu-kan dengan-Ku apa yang aku tidak menurunkan kekuasaan kepadanya." (Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2765). Lihat Silsilah al-Ahaadiits ,Ash-Shahiihah (no. 3599), karya Syaikh al-Albani ]

        Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah kezhaliman paling besar dan paling keji. Bagaimana tidak, padahal akibat hal itu adalah kerugian dunia dan akhirat.
Pada masa-masa belakangan ini, di dalamnya telah terjadi berbagai perubahan dan dunia menghiasi para peminangnya, para peng-ikut hawa nafsu menyingkap 'kedok' mereka, bid'ah-bid'ah mereka tersebar, madzhab-madzhab para pendahulu mereka dihidupkan kembali setelah sebelumnya mati, dan buku-buku mereka yang sudah terlupakan diterbitkan kembali. Muncullah pemikiran-pemikiran baru, jama'ah-jama'ah kontemporer yang niat dan arahan-irahannya berbeda-beda, saling bersebarangan dalam hal tujuan dan sarana yang digunakannya. Setiap kali muncul suatu jama'ah atau golongan, ia mengutuk saudaranya. Sejumlah kalangan menolak tauhid yang lurus dan Sunnah yang shahih.Mereka meracuni fikiran-fikiran manusia, merusak 'aqidah mereka, menjadikan mereka menganggap remeh perkara syirik, mengibarkan panji-panji fitnah, mengadakan kudeta terhadap para penguasa dari kekuasaannya, dan menentang Rasul setelah datangnya petunjuk yang terang bagi mereka, serta mengikuti jalan selain jalan kaum mukminin.

        Di antara kewajiban bagi orang-orang yang memiliki ghirah (semangat/kecemburuan) dari kalangan ulama umat dan para penyeru Sunnah yang meniti atsar adalah melakukan kewajiban untuk menjelaskan pokok-pokok agama (Ushuulud Diyaanah), menjelaskan rambu-rambu manhaj Salaf, menjelaskan jalannya, mendekatkan kitab-kitab para imam dan memperjelasnya dengan tahqiq (penelitian) serta menjelaskan ungkapan-ungkapan para imam, menjelaskan tujuan-tujuan mereka, memperhatikan perkara tauhid dan manhaj (atau metode) dalam pelajaran-pelajaran, khutbah, ceramah dan karangan-karangan mereka, serta membimbing para hamba untuk mengikuti langkah Nabi , menetapi Sunnahnya, dan meniti jejak para Sahabatnya dalam rangka mengamalkan firman-Nya"Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’ . Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali 'Imran: 31)Dan Sabda Rosulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam -"Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat, meskipun ia (orang yang memimpin kalian) adalah seorang hamba sahaya Habasyah (Ethiopia). Sesungguh-nya barangsiapa yang masih hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, bcrpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafa-ur Rasyidin al-Mahdiyyin. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham. Dan hati-hatilah terhadap perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan." (Shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 4607), at-Tirmidzi (no. 2676), Ibnu Majah (no. 43, 44), Ahmad (IV/46-47), dari Sahabat 'Irbadh bin Sariyah . Lihat kitab Irwaa-ul Ghaliil (no. 2455) dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Sha-hiihah (no. 2735), keduanya karya Syaikh al-Albani ]
Itulah jalan lurus yang akan mengantarkan kepada keridhaan Rabb semesta alam.

        Allah berfirman:"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikanmu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa. " (QS. Al-An'aam: 153)
Ia adalah jalan yang diserukan oleh Rasul-Nya, Muhammad - Sholallahu Alaihi Wassalam –Allah - Subhanahu Wa Ta'ala - berfirman:
"Katakanlah, Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orangyang mengikutiku mengajak(mu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata., Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orgng-orangyang musyrik.(QS. Yusuf: 108)
lni adalah 'aqidah golongan yang selamat (al-Firqah an-Naajiyah) yang dikabarkan oleh Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - dengan sabdanya:
"Akan senantiasa ada dari umatku ini satu umat yang menegak-kan perintah Allah, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, hingga datang perintah Allah kepada mereka dan mereka tetap dalam keadaan demikian.' ( HR. Al-Bukhari, bab 28, hadits no. 3641)

    Itulah golongan yang tetap meniti jalan yang ditempuh oleh Nabi - Sholallahu Alaihi Wassalam - dan para Sahabat beliau - Rodliallahu Anhum - .
Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi bersabda:Dan sesungguhnya Bani Israil telah terpecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya berada dalam Neraka, kecuali satu golongan saja." Ia -yaitu 'Abdullah bin Amr, perawi hadits ini- bertanya, "Siapakah dia, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Apa yang aku dan para Sahabatku berada di atasnya (yang mengikuti jejakku dan jejak para Sahabatku)." (Shahih, HR. At-Tirmidzi 2641, Abu Dawud no. 4597, Ahmada (IV/102) dan lain nya )
Dari sinilah terlihat betapa pentingnya perkara ini, mendidik Generasi di atas perkara tersebut, dan memperbaiki jalan kebangkitan kepadanya; sehingga jalannya tidak bercabang-cabang, lalu tersesat di padang hawa nafsu dan berbagai fitnah.
Inilah Serial terjemah Kitab Syarah Ushul Itiqod Ahlus Sunnah Wal Jamaah, tulisan Al Imam Al hafidh Abul Qosim Hibatullah bin Hasan Al Lalika'i Asy Syafii, lebih dikenal dengan nama Imam Al Lalika'i -rahimahullah-.Salah satu Kitab yang menjadi Rujukan para Ulama Sunnah dari Dulu sampai Sekarang, sebuah kitab yang membahas ushul pokok Aqidah, keyakinan, keimanan yang dipegang kalangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang bersumber dari Al quran dan Sunnah Rosulullah yang difahami para Shahabat nabi, Tabiin dan tabiut tabiin serta ulama sunnah masa-masa setelah nya yang mengikuti mereka dengan benar tanpa penyimpangan.
telah cetak lengkap  sampai Jilid 8/set

Jilid 1 : Sejarah kemunculan Bidah, faktor penyebab Munculnya Bidah

Jilid 2 : Tauhid terhadap Allah , Dalil-dalil dari Al Quran Dan As Sunnah dan penafsiran dari ayat-ayat dan Al Quran

Jilid 3 : Riwayat dari nabi, Shahabat dan Tabiin tentang melihatnya orang-orang yang beriman kepada Rabb - riwayat dan nukilan Ijma' mengenai ayat-ayat Taqdir

Jilid 4 : Taqdir dan Keimanan

Jilid 5  Tentang Iman

Jilid 6 : Lanjutan Tentang Iman dan keutamaan Sahabat Nabi

Jilid 7 : Lanjutan Keutamaan Sahabat nabi dan larangan Berlebih-lebihan

Jilid 8 : tentang Karamah Para Wali

 

Harga Penerbit Rp 1.318.000, harga Kami Rp 1.054.000 saja ( Selama Stok masih Ada !. Buruan Saja )

 

 

AZM muhadzab set1     Kitab Al Majmu karya An-Nawawi merupakan referensi fikih terbesar madzhab Asy-Syafi'i secara khusus dan fikih Islam secara umum. Selain  juga merupakan bagian dari kekayaan klasik Islam yang murni dan sok khazanah fikih perbandingan. Kitab yang sangat monumental ini memiliki karakter khusus yang membuatnya berbeda dari segi metodologi ilmu yang akurat, sehingga membuatnya berada di tempat teratas dibanding ensklopedi-ensiklopedi fikih lainnya, baik klasik maupun kontemporer. 

      Kitab Al Majmu karya An-Nawawi merupakan referensi fikih terbesar madzhab Asy-Syafi'i secara khusus dan fikih Islam secara umum. Selain  juga merupakan bagian dari kekayaan klasik Islam yang murni dan sok khazanah fikih perbandingan. Kitab yang sangat monumental ini memiliki karakter khusus yang membuatnya berbeda dari segi metodologi ilmu yang akurat, sehingga membuatnya berada di tempat teratas dibanding ensklopedi-ensiklopedi fikih lainnya, baik klasik maupun kontemporer. 

      Tidak diragukan lagi, kitab Al Majmu' merupakan khazanah terbesar  bidang fikih Islam yang isinya menjelaskan konsep-konsep dasar dari hukum Islam yang membuat para ulama setelahnya kagum.    Orang yang pernah mengkaji kitab-kitab induk terbesar dalam fikih Islam di berbagai madzhab, seperti Al Muhalla karya Ibnu Hazm, Al Umm karya Asy-Syafi 'i, AlMughni karya Ibnu Qudamah dalam fikih madzhab Hanbali dan kitab AlMabsuth karya As-Sarkhasi, akan menemukan bahwa kitab Al Majmu' karya An-Nawawi merupakan salah satu referensi terbesar yang penuh dengan pendapat-pendapat fikih keempat imam madzhab dan lain-lainnya, sekalipun fokus pembahasannya di tingkat pertama khusus tentang fikih Asy-Syafi'i. 

      Kitab Al Majmu ' berbeda dari kitab-kitab fikih induk lainnya, dimana cakupan isinya memuat seluruh pendapat-pendapat madzhab berikut dalil dalilnya disamping menyebutkan pentarjihan diantara pendapat-pendapat ini. Tak ada yang paling menunjukkan keluasan wawasan An-Nawawi dan kedalaman ilmunya selain dari penjelasannya terhadap isi kitab Al Muhadzdzab karya Asy-Syirazi yang berjumlah sekitar 120 halaman menjadi 9 jilid kitab Al Majmu'. Namun sayangnya ia meninggal dunia lebih cepat sebelum sempat menyelesaikan Syarh Al Muhadzdzab berdasarkan methodologi ilmiah yang telah ia tetapkan dan dipegangnya, Dari pen-takkrij-an hadits-hadits hukum, penjelasan maknanya, penyebutan seluruh pendapat para imam dari kalangan ahli fikih dan pentarjihan diantara pendapat-pendapat tersebut serta madzhab-madzhab mereka, penjelasan kecacatan hadits, status hadits dan biografi para perawinya, penafsiran kalimat-kalimat yang langka dari Al Qur'an dan hadits serta penjelasan kosa kata yang terdapat dalam redaksi kitab Al Muhadzdzab, membuat kitab Al Majmu' benar-benar merupakan ensiklopedi umum dalam bidang fikih, hukum, tafsir ayat-ayat Al Qur'an dan hadits, keunikan bahasa serta biografi para ulama terkemuka dari kalangan perawi dan ahli hadits.   

       Namun, An-Nawawi -rahimahullah-  meninggal sebelum menyelesaikan kajian ilmiyahnya dalam menguraikan kitab Al Muhadzdzab pada abad ketujuh Hijriyah karena ia meninggal dunia lebih awal pada tahun 676 H setelah memenuhi dunia dengan ilmu dan karya tulis, maka selanjutnya tugas mulia ini diambil alih oleh salah seorang ulama terkemuka, yaitu Taqiyuddin As-Subki, seorang Syaikhul Islam di masanya. Ia dilahirkan di desa Subuk dari wilayah kabupaten Monofia pada tahun 683 H dan wafat pada tahun 756 H.   

       An-Nawawi adalah kebanggaan ulama Syam. Begitu pula dengan As-Subki, dia adalah kebanggaan bagi bangsa Mesir dan salah juga ulamanya. Sang imam yang handal dalam bidang fikih ini menyelesaikan bagian pertama Syarh Al Muhadzdzab dari akhir syarah An-Nawawi pada awal bab mu 'amalat. Selain itu, ia mengikuti metodependahulunya  dalam menjelaskan kitab Al Muhadzdzab karya Asy-Syirazi. , ia meninggal dunia lebih awal setelah menyelesaikan tiga jilid dari kitab Al majmu' sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 12 jilid. Setelah itu warisan Islam ini selama hampir 6 abad tetap menjadi manuskrip-manuskrip arkeologi di perpustakaan umum Timur dan Barat. Sebagiannya di Turki, sebagiannya  di Eropa dan sebagian lainnya di perpustakaan Mesir. Kitab ini menjadi  harta simpanan terpendam yang tidak mendapatkan perhatian para ahli fikih selama 6 abad. Kecuali sedikit penjelasan (syarah) dari Ibnu Ar Rakbi atas isi Al Muhadzdzab.    

 Kemudian Alloh Azza wa Jalla menizinkan kitab ini lepas dari "kurungan" perpustakaan manuskrip dan menuju dunia penerbitan hingga para Ahli Fiqih dapat memanfaatkannya dan para praktisi hukum bisa mengambil isinya. Lalu Alloh Azza wa Jalla  mengirimkan beberapa ulama yang sangat menaruh perhatian besar terhadap kekayaan peninggalan Islam untuk memberikan tahqiq dan ta'liq-nya.

AZM muhadzab set2AZM muhadzab set3

 

Harga Penerbit Rp 6.574.000, Harga Kami Rp 5.250.000  ,

ANDA HEMAT Rp 1.3 Juta Lebih !! ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)

 

 

Page 1 of 2