• Hotline: (+62) 819.2469.325

DH tafsir muyassarAllah menurunkan Al Qur’an kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- dengan bahasa Arab yang jelas, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman"Dan sesungguhnya al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril alaihissalam). Ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang jelas." (Asy-Syu'ara: 192-195).
Lalu beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- menyampaikan al-Qur'an itu kepada manusia dengan penyampaian yang benar dan tidaklah Allah mewafatkan beliau kecuali setelah beliau telah menyampaikan dan menjelaskan segala apa yang diturunkan kepadanya dalam kitab tersebut sebagaimana firmanNya,
“ Dan Kami turunkan kepadamu ( wahai Muhammad) Al Qur’an, agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” [ An Nahl : 44]“ Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al Kitab ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” [An Nahl 64] Imam Al Mufassir Ibnu Jarir Ath Thabari -rahimahulloh- berkata dalam menafsirkan ayat ini "Allah yang tinggi penyebutan-Nya berfirman kepada NabiNya, Muhammad , dan tidaklah Kami turunkan kepadamu kitab Kami, dan Kami utus kamu sebagai Rasul kepada makhluk Kami kecuali hanya agar kamu menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan padanya dari agama Allah".
Dan telah jelas sekali sesuatu yang menunjukkan bahwasanya para sahabat -Rodliallahu Anhum- telah menerima dari Rasulullah tafsiran al-Qur'an, di mana seseorang dari mereka apabila mempelajari sepuluh ayat darinya, ia tidak akan berpindah kepada ayat lain kecuali setelah memahami maknanya dan mengamalkannya.
Abu Abdurrahman as-Sulami -rahimahulloh- berkata [ia merupakan pembesar Tabi'in], "Telah meriwayatkan kepada kami orang-orang yang telah membacakan kepada kami bahwasanya mereka meminta agar dibacakan al-Qur'an oleh Nabi dan bila mereka mempelajari sepuluh ayat mereka tidak akan meninggalkannya hingga mereka mengamalkan isinya maka kami pun mempelajari al-Qur'an dan mengamalkannya secara keseluruhan."
Dan para sahabat -Rodliallahu Anhum- itu bila ada suatu kemusykilan/ketidakfahaman yang mereka dapatkan, mereka bertanya kepada Nabi , seperti ketika turun firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala ,
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman." (Al-An'am: 82)
Maka para sahabat Rasulullah berkata, "Siapakah di antara kami yang tidak menzhalimi dirinya sendiri?" Beliau bersabda,"Tidaklah seperti apa yang kalian katakan, 'Dan mereka tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman 'maksudnya adalah dengan kesyirikan." [ Al Bukhari no 3360 dan Muslim 2462] Kemudian yang menjelaskan dan menafsirkannya setelah Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- yang merupakan sebaik-baik manusia dalam penjelasan-nya dan paling jujur keimanannya dan paling dalam keilmuannya adalah para sahabat (yaitu orang-orang yang dengan mereka tegak-lah al-Qur'an itu, dan dengannya mereka bergerak, dengan mereka al-Qur'an berbicara, dan dengannya mereka berkata, orang-orang yang dianugerahkan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala keilmuan dan hikmah yang meru¬pakan keistimewaan mereka terhadap seluruh pengikut para Nabi.
Mereka itulah para sahabatnya -Rodliallahu Anhum- , yang dipilih oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala di antara seluruh makhluk agar menemani Nabi-Nya selama dua puluh tiga tahun, dan al-Qur'an turun kepada mereka dengan bahasa mereka sendiri yang mereka hidup dengannya maka mereka membelanya dan mengamalkannya.
Dan ahli tafsir yang paling terkenal di antara mereka adalah para khalifah ar-Rasyidun, Ubay bin. Ka'b, Zaid bin Tsabit, Abu Musa al-Asy'ari, Abdullah bin az-Zubair -Rodliallahu Anhum--
Dan yang paling terkenal riwayatnya dalam tafsir adalah Abdullah bin Mas'ud -Rodliallahu Anhu- yang berkata tentang dirinya, "Demi Allah yang tidak ada Ilah yang berhak disembah selain diri-Nya, tidaklah satu surat yang diturunkan dari kitabullah, kecuali saya yang paling tahu di mana ia diturunkan, dan tidaklah satu ayat diturunkan dari kitabullah, kecuali saya paling tahu tentang pembahasan yang di¬turunkan, dan apabila saya mengetahui seseorang yang lebih menge-tahui dariku tentang kitabullah di mana unta mampu sampai kepa-danya, pastilah saya akan menungganginya kepadanya."
Dan Abdullah bin Abbas -Rodliallahu Anhu- adalah ahli tafsir al-Qur'an yang telah didoakan oleh Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- seraya berkata,
"Ya Allah! pahamkanlah ia dalam agama, dan ajarkanlah ia tafsir"
Ibnu Mas'ud -Rodliallahu Anhu- berkata tentangnya, "Sebaik-baik ahli tafsir al-Qur'an adalah Ibnu Abbas ."
Kemudian tafsir ini setelah para sahabat dilanjutkan oleh para Tabi'in, khususnya para sahabat Abdullah bin Abbas -Rodliallahu Anhu- di Makkah seperti Mujahid, Said bin Jabir dan semisal mereka -rahimahumulloh- . Mujahid berkata, "Saya ajukan sebuah rnushaf kepada Ibnu Abbas dengan tiga kali pengajuan dari pembukaannya hingga penutupnya dan saya menghentikan pada setiap ayat darinya lalu saya menanyakan tentang ayat itu kepadanya". Oleh karena itu, ats-Tsauri berkata, 'Apabila kamu mendapatkan tafsir dari Mujahid, maka cukuplah bagimu."
Syaikh Islam Ibnu Taimiyah -rahimahulloh- berkata, "Oleh karena itulah yang bersandar kepada tafsirnya adalah asy-Syafi'i dan Bukhari serta selain mereka berdua dari para ulama, demikian juga Imam Ahmad dan lain-lainnya dari orang-orang yang mengarang tafsir selalu mengulang-ulang jalan dari Mujahid lebih banyak dari jalan selainnya."
Demikian juga para sahabat Abdullah bin Mas'ud -Rodliallahu Anhu- seperti Alqamah, Masruq dan semisal mereka -rahimahumulloh- , Ibnu Mas'ud berkata, "Tidaklah saya membaca sesuatu dan tidak pula saya mengetahui-nya kecuali Alqamah membacanya dan mengetahuinya."
Dan al-Hafizh Ibnu Hajar -rahimahulloh- memiliki perincian yang memadai yang tidak mungkin dapat ditinggalkan oleh seorang yang membaca buku-buku tafsir agar mengetahui isnad-isnad yang paling populer yang diriwayatkan dari para Tabi'in dan orang-orang setelahnya, beliau menjelaskan dalamnya kondisi orang yang meriwayatkan tafsir dari para Tabi'in dan orang-orang setelahnya.
Maksudnya adalah kita dapat mengetahui bahwasanya para sahabat dan Tabi'in telah menafsirkan al-Qur'an, mereka telah menjelaskan lafazh beserta makna-maknanya, maka kewajiban kita adalah mereferensikan perkataan mereka apabila kita tidak mendapatkan suatu tafsir dari al-Qur'an atau Sunnah. Adapun perselisihan yang terjadi di antara mereka dalam hal ini sangat sedikit sekali, bahkan jarang terjadi, dan sebagian besar perselisihan yang ada di antara mereka itu adalah perselisihan bentuk dan bukan perselisih¬an yang saling bertentangan, hal ini sebagaimana disebutkan dan dijelaskan oleh syaikh Islam Ibnu Taimiyah -rahimahulloh- pada "Muqaddimah at-Tafsir".
Kemudian para ulama memfokuskan perhatiannya kepada kompilasi agar dapat mengumpulkan tafsir-tafsir para sahabat adapun para Tabi'in yang bersandar kepada mereka seperti Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu al-Mundzir, Ibnu Abi Hatim, dan Abd bin Humad. Ibnu Hajar berkata, "Tafsir-tafsir yang empat ini sedikit sekali ada sesuatu yang menyimpang dalam tafsir yang marfu' dan mauquf pada para sahabat dan maqthu' dari para Tabi'in."
Kemudian berturut-turutlah setelah itu para ulama mengarang tafsir dengan perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka da¬lam madzhab-madzhab mereka, akidah-akidah mereka, dan perhatian ilmiah mereka. Dan di antara mereka yang mengarang dalam bidang itu adalah Abu Muhammad bin al-Husain al-Baghawi yang meninggal pada tahun 516 H, Abu al-Faraj Abdurrahman bin al-Jauzi yang meninggal pada tahun 596 H, Abu Abdullah Muham¬mad bin Umar ar-Razi yang meninggal pada tahun 606 H, Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi yang meninggal pada tahun 671 H, Abu Abdullah Muhammad bin Yusuf bin Hayyan an-Nahwi al-Andalusi yang meninggal pada tahun 745 H, al-Hafizh Imaduddin Abu al-Fida' Ismail bin Umar bin Katsir yang meninggal pada tahun 774 H, Abdurrahman ats-Tsa'alabi yang meninggal pada tahun 876 H, Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi yang meninggal pada tahun 911 H, Muhammad bin Ali asy-Syaukani yang meninggal pada tahun 1250 H, Mahmud Syihabuddin al-Alusi yang meninggal pada tahun 1270 H, Muhammad Jamaluddin al-Qasimi yang meninggal pada tahun 1332 H, Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtar al-Jakni asy-Syinqithi yang meninggal pada tahun 1393 H, dan lain sebagainya dari para ulama kaum muslimin yang telah menulis dalam ilmu tafsir.
Inilah salah satu tafsir kontenporer, Tafsitr Al Quran Al Muyassar yang hadir pada abad 14 Hijriah memperbanyak khazanah pustaka tafsir Al Quran yang tetap merujuk pada tafsir yang difahami generasi Salaf, sebuah tafsir Al Quran yang ringkas, mudah difahami orang awam sekalipun.
Tafsir Muyassar ini merupakan salah satu tafsir yang paling simpel, mudah, dan jelas. Di antara keistimewaan Tafsir Muyassar ini:
1. Menafsirkan ayat-ayat sesuai dengan manhaj as-Salaf ash-Shalih dalam masalah akidah.
2. Mengedepankan tafsir berdasarkan riwayat ma`tsur yang shahih.
3. Menggunakan kalimat-kalimat yang ringkas dan mudah disertai dengan menjelaskan makna-makna dari kata-kata yang asing di tengah-tengah penafsiran.
4. Hanya menafsirkan sesuai dengan ayat bersangkutan, dan menghindari penambahan yang ada di ayat lain, agar ditafsirkan di tempatnya masing-masing.
5. Penafsiran dilakukan sesuai dengan riwayat qira`ah Hafsh dari Ashim, dan ini adalah yang dianut di Indonesia dan sebagian besar negeri-negeri Muslim.
Tafsir ini disusun oleh satu tim ahli tafsir yang telah diseleksi para ulama yang berwenang di Mujamma’ Raja Fahd untuk penerbitan al-Qur`an, dan juga di bawah pengawasan dan arahan seorang ulama yang mumpuni, Syaikh Dr. Shalih Alu asy-Syaikh yang menjadi pembimbing utama di lembaga tersebut. Bersama itu, penyusunan tafsir ini telah melalui berbagai proses dan langkah yang sangat hati-hati serta pengkajian yang mendalam.

==============================================================================

Tafsir Muyassar : Memahami Al Quran dengan Terjemahan dan Penafsiran paling Mudah

Judul asli : At Tafsir Al Muyassar
Penyusun : Dr. Hikmat basyir, Dr. Hazim haidar, Dr. Musthafa Muslim, Dr. Abdul Aziz ismail
Dikaji ulang oleh sejumlah Ulama dibawah arahan : Syaikh Dr. Shalih bin Muhammad Alu-syaikh.
Fisik : Buku ukuran sedang 16 x 24.5 cm, hardcover 2 Jilid lengkap
Penerbit : Pustaka darulhaq
Harga Rp 300.000 diskon 30% = Rp 210.000 ( berlaku sampai 31 Maret 2016)

Pemesanan :

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. / sms,WA,Telegram : 0819.2469.325 , BBM : 5B0FE340

(kami hanya menjawab pesan singkat yang dlengkapi nama dan alamat lengkap)

==============================================================================

Additional Info

  • Judul Buku Tafsir Muyassar : Memahami Al Quran dengan Terjemahan dan Penafsiran paling Mudah
  • Judul Asli At Tafsir Al Muyassar
  • Penulis Dr. Hikmat basyir, Dr. Hazim haidar, Dr. Musthafa Muslim, Dr. Abdul Aziz ismail Dikaji ulang oleh sejumlah Ulama dibawah arahan : Syaikh Dr. Shalih bin Muhammad Alu-syaikh
  • Tahqiq/Takhrij -
  • Ukuran Fisik Buku Buku ukuran sedang 16 x 24.5 cm
  • Format Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman -
  • Penerbit /Publisher Darul Haq
  • Harga Rp 300.000 diskon Rp 240.000 ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)
  • Cara Pembelian Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., sms/WA/Telegram : 08192469-325 , BBM : 5B0FE340 ( Pastikan !! tulis nama & Alamat lengkap )
Published in Terbaru

 

Shahih Tafsir Ibnu Katsir (9 Jilid dan Index nya), Pustaka Ibnu Katsir

 

pustaka ibnu katsir shahih tafsir alaisarcom      Dijamin !!, Anda tidak akan pernah bosan dan menyesal seumur hidup dengan mempelajari Al Quran.

        Dan kefahaman, iman dan amalan sholeh kita terhadap makna kandungan Al Quran, menjadikan hidup kita lebih tentram.
karena Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman, yang artinya,
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Qs.Yunus [10]: 57)

        Belajar Al Quran membutuhkan Panduan Dasar, Selain harus dengan duduk di majelis-majelis Ilmu untuk Belajar, juga perlu membaca buku tafsir Al Quran.

        Buku Tafsir Ibnu Katsir adalah buku Tafsir Al Quran terbaik dan diterima semua kalangan Ummat Islam akan mengantarkan anda memahami Makna kandungan Al Quran.

KELEBIHAN dari buku Shahih Tafsir Ibnu katsir:  

  • Buku ini hanya mencantumkan hadits yang Shahih
  • Buku ini hanya merujuk pada tafsir Al Quran yang difahami para Sahabat Nabi dan Ulama setelahnya
  • Buku ini jauh dari ta'wil-ta'wil makna Al Quran yang menyimpang
  • Buku ini memiliki Kualitas Terjamah dan cetakan yang bagus
  • Kami berikan GARANSI tukar jika ada halaman buku yang cacat karena kesalahan proses cetak
  • Kami Berikan GARANSI keamanan dan amanah bertransaksi jual beli di toko kami

Harga Dari Penerbit Rp 1.540.000 , harga kami Rp 1.140.000 

Segera Pesan Buku Shahih Tafsir Ibnu Katsir (1 Set) , Pustaka Ibnu Katsir

Stok sangat terbatas, dan harga Sewaktu-Waktu Bisa naik, Buruan Beli Sekarang !
Saya Beli !

 

 

            Tafsir al-Qur-anul 'Adhim, atau lebih dikenal dengan sebutan Tafsir Ibnu Katsir, merupakan salah satu kitab tafsir yang paling populer dan paling banyak digunakan di tengah ummat ini. 

          Kitab Tafsir ini ditulis oleh Imam al-Hafidz Ibnu Katsir (wafat: 774H). Di samping dikenal sebagai ulama kenamaan di bidang Tafsir, Imam Ibnu Katsir juga dikenal sebagai imam di bidang hadits, sejarawan dan Ahli fiqih. Ulama-ulama di masa beliau dan di masa setelahnya memuji dan mengakui keluasan ilmunya. Dengan keluasan ilmu yang beliau miliki tersebut menjadikan Tafsir yang beliau tulis unggul atas kitab-kitab tafsir lainnya.

         Kitab tafsir ini termasuk dalam kelompok Tafsir bil Ma'tsur, yaitu Tafsir yang mengedepankan hadits-hadits Nabi dan riwayat-riwayat lainnya sebagai basis penafsiran ayat al-Qur-an. Karenanya, Tafsir bil Ma'tsur lebih unggul dan lebih dekat pada kebenaran dibandingkan dengan Tafsir bir Ra'yi yang lebih mengedepankan logika, sebab sumber penafsirannya adalah Rasulullah - Sholallahu Alaihi Wassalam - dan para sahabatnya. Di mana beliau dan para sahabatnya adalah orang-orang yang paling mengerti tentang al-Quran.

       Metode penyusunan tafsir ini adalah dengan cara menyebutkan ayat terlebih dahulu, kemudian menjelaskan maknanya secara ringkas dan dengan bahasa yang mudah. Setelah itu, jika memungkinkan beliau menafsirinya dengan ayat lain, lalu membuat perbandingan antara kedua ayat tersebut, agar menjadi jelas makna dan maksudnya. Beliau sangat menaruh perhatian pada penafsiran model ini. Setelah itu beliau melangkah ke tahap berikutnya, yaitu menyebutkan hadits-hadits yang berkaitan dengan ayat tersebut, lalu menjelaskan mana yang layak dijadikan hujjah dan mana yang tidak layak. Kemudian beliau menyertainya dengan perkataan para sahabat, Tabi'in dan ulama salaf berikutnya. Beliau banyak melakukan tarjih terhadap pendapat-pendapat yang beliau nukil. Terkadang beliau melemahkan atau menshahihkan beberapa riwayat hadits, atau mengomentari para periwayatnya. Ini semua karena latar belakang pengetahuan beliau yang sangat mendalam dalam ilmu hadits dan para periwayatnya. Beliau juga banyak memperingatkan tentang adanya riwayat-riwayat mungkar yang bersumber dari Isra'iliyyat (kisah-kisah dari Bani Israil), berkaitan dengan ayat yang sedang beliau tafsiri. Beliau juga tidak jarang tenggelam dalam perbedaan pendapat fiqih, saat menafsiri ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum. Beliau menyebutkan pendapat para ulama dan dalil mereka, kemudian beliau memilih pendapat yang beliau pandang paling kuat dari segi dalil.

         Secara umum, Tafsir Ibnu Katsir merupakan yang terbaik, di antara Tafsir bil Ma'tsur yang ada. Karenanya, Imam as-Suyuthi dan az-Zarqani - rahimahumallah- berkata, "Belum pernah ada (kitab tafsir) yang ditulis dengan gaya semacam itu". Dengan demikian, siapapun yang ingin mengkaji tafsir al-Qur-an, mau tidak mau harus merujuk Tafsir Ibnu Katsir ini. Begitu kuatnya pesona kitab tafsir ini, hingga mengundang minat dan kepedulian para ulama dan akademisi, dan waktu ke waktu, untuk menelitinya dan menelitinya kembali. Karenanya, tidak heran jika kita dapatkan banyak sekali versi Tafsir ini. Mulai dari versi aslinya, sebagaimana disusun oleh penulisnya, versi tahqiq dan takhrij (versi yang telah diteliti kembali naskahnya dan derajat hadis-hadis yang terdapat di dalamnya dan diberi catatan kaki oleh penelitinya), dalam hal ini terdapat beberapa versi, juga versi mukhtashar (ringkasan), versi tahdzib (dirapikan kembali susunannya), hingga versi Shahih (yang telah dibersihkan dari berbagai riwayat dha'if).

         Kitab 'Shahih Tafsir Ibnu Katsir terbitan Pustaka Ibnu Katsir diterjemahkan dari naskah aslinya dalam bahasa Arab yang berjudul 'AI-Mishbahul Munir fi Tahdzib Tafsir Ibnu Katsir ‘, terbitan Darus Salam Riyadh, cetakan ke II, tahun 1421H/ 2001, yang merupakan edisi revisi dan telah disempurnakan.

Kelebihan Buku : Shahih Tafsir Ibnu Katsir

PIK shahih tafsir set1          Dibanding versi-versi Tafsir Ibnu Katsir yang ada, al-Mishbahul Munir atau dalam edisi Indonesia-nya berjudul 'Shahih Tafsir Ibnu Katsir' memiliki banyak keunggulan dan keistimewaan, di antaranya adalah:

Pertama: Hanya mencantumkan riwayat hadits-hadits shahih dan hasan saja, sedangkan hadits-hadits dha'if dan maudhu' serta kisah-kisah Isra'iliyyat semuanya telah dihapus.

Kedua : Adanya beberapa pekerjaan tambahan yang dilakukan tim Editor dalam rangka menambah keilmiyahan terjemah buku Al Misbahul Muir ini serta memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pembaca, yakni :

1. Mencantumkan Penomoran ayat-ayat dan surat yang banyak disebutkan dalam penafsiran ayat yang sedang dibahas. serta memudahkan pencarian tema tersebut dari daftar isi.
2. mencantumkan takhrij seluruh hadits yang terdapat di dalam tafsir ibnu katsir , jika pen-shahih-an haditsnya merujuk pada kitab-kitab Shahih karya Syaikh Al Albani - rahimahullah-, maka dicocokkan penomorannya dengan kitab-kitab beliau tersebut.
3. Khusus hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad - rahimahullah- yang pengesahan nya tidak terdapat dalam kitab-kitab syaikh Al Albani, maka dirujukkan kepada Musnad Imam Ahmad bin Hambal yang telah di Takhrij oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dkk.
4. Penyajian Takhrij Hadits pada footnote diawali dengan menyebutkan derajat hadits : Shahih, Hasan atau Dhaif, dengan huruf tebal. Untuk memudahkan pembaca agar dapat langsung mengetahui derajat hadits tersebut.
5. Untuk memudahkan pembaca dalam mencari hadits dari sumbernya, maka setiap hadits dicantumkan dengan nomor nya berdasarkan penomoran hadits yang disusun oleh Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi.
6. Tim editor berusaha memastikan keakurasian terjemahan buku al-Mishbahul Munir yang penuh manfaat ini semaksimal mungkin, juga menambahkan penjelasan pada istilah-istilah dan nama-nama tempat agar mudah dipahami oleh para pembaca.
7. Adanya tambahan sub-sub judul yang sangat banyak dari tim editor, dalam rangka untuk lebih memperjelas tema-tema yang sedang dibahas, serta memudahkan pencarian tema tersebut dari daftar isi.

Ketiga : Adanya Index Al Quran

PIK shahih tafsir index

Index al-Quran dalam Shahih Tafsir Ibnu Katsir merupakan buku yang sangat berharga dan menarik. Buku ini membantu dan memandu anda dalam menggali dan menemukan kandungan al-Quran yang begitu luas dan penting untuk anda ketahui. Juga memberikan kesempatan kepada mereka yang benaknya dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, untuk menjelajahi alam al-Quran yang luas membentang. Dengan berbekal buku ini, anda dapat melacak keberadaan ayat-ayat al-Quran yang anda inginkan, menemukan ayat-ayat yang sesuai dengan tema yang anda kehendaki dan menemukan jawaban alas berbagai pertanyaan yang selama ini memenuhi benak anda.

A. index disusun dalam dua bentuk : 1. Berdasarkan bab Sehingga memudahkan anda untuk mengkaji dan memahami tema tertentu di dalam al-Qur-an secara utuh dan 2. Berdasarkan abjad Sehingga memberikan kemudahan pada anda untuk menemukan materi tertentu, dengan cara melacaknya berdasarkan akar kata-nya.
B. Disusun untuk dua tujuan sekaligus: 1. Melacak keberadaan ayat-ayat al-Quran yang kita inginkan, dan 2. Melacak penafsiran ayat-ayat tersebut dalam buku "Shahih Tafsir Ibnu Katsir" (Jilid 1 s/d 9) yang juga merupakan terbitan Pustaka Ibnu Katsir.
C. Rujuk silang yang sangat luas, mengacu pada tema dan akar kata lain

 

 

 Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Edisi Lengkap 9 Jilid/set , ditambah Index Al Qur'an ( 1 Jilid )

 

PIK shahih tafsir set2

 

 

 

Harga Dari Penerbit Rp 1.540.000 , harga kami Rp 1.140.000 saja ( Selama Stok masih Ada !. Buruan Saja )

 

 

Segera Pesan Buku Shahih Tafsir Ibnu Katsir (1 Set) , Pustaka Ibnu Katsir

Stok sangat terbatas, dan harga Sewaktu-Waktu Bisa naik, Buruan Beli Sekarang !
Saya Beli !

 

 

Additional Info

  • Judul Buku Shahih Tafsir Ibnu Katsir
  • Judul Asli Al Misbaul Muniir fii Tahdzib At Tafsir Ibnu Katsir
  • Penulis Tim Ahli tafsir dibawah pengawasan Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri
  • Tahqiq/Takhrij -
  • Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang
  • Format Cover Hardcover
  • Jumlah Halaman -
  • Penerbit /Publisher Pustaka Ibnu Katsir
  • Harga dari penerbit Rp 1.540.000. harga Kami Rp 1.140.000 saja ( Belum Termasuk Ongkos Kirim)
  • Cara Pembelian Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., sms/WA/Telegram : 08192469-325 , BBM : 5B0FE340 ( Pastikan !! tulis nama & Alamat lengkap )