• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Griya Ilmu Fiqih Doa dan Dzikir [ 2 Jilid ]  Penulis : Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al Badr , Penerbit : Pustaka Griya Ilmu .. Product #: GRI-0011-SET Regular price: Rp 280.000 Rp 280.000

Fiqih Doa dan Dzikir [ 2 Jilid ]

Harga: Rp 280.000  Rp 224.000

- +

Tidak diragukan bahwa berdzikir kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- dan berdoa kepada-Nya merupakan hal terbaik yang waktu manusia dihabiskan padanya dan jiwa diarahkan kepadanya. Dzikrullah dan berdoa kepada-Nya juga merupakan hal paling utama yang dengannya seorang hamba mendekatkan diri kepada Rabb-nya. la adalah kunci bagi setiap kebaikan yang akan dicapai seorang hamba di dunia dan akhirat.
"Ketika Allah memberikan kunci ini kepada seorang hamba, maka sungguh Dia menghendaki untuk membukakan pintu kebaikan baginya. Dan ketika Dia hilangkan darinya, maka pintu kebaikan itu tetap tertutup baginya. " [ imam Ibnul Qoyyim dalam Al fawaaid ], akibatnya hatinya goncang dan kacau. Pikirannya bercabang-cabang. Sering gelisah, lemah cita-cita dan kehendak. Namun bila dia selalu melakukan dzikrullah dan berdoa kepada-Nya serta memperbanyak berlindung kepada-Nya, hatinya tenang karena mengingat Rabbnya.
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram."(Ar-Ra'd: 28)
Oleh karena itulah, dzikir-dzikir yang disyariatkan dan doa-doa nabawi memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama serta kedudukan khusus dalam jiwa orang-orang yang beriman. Bermacam-macam kitab tentang dzikir mendapat sambutan di tengah-tengah mereka dengan perhatian yang besar dan tinggi. Apa yang ditulis para ulama -dahulu maupun sekarang- tentang dzikir dan doa tidak mungkin untuk dihitung, karena banyaknya karangan yang ditulis tentangnya. Di antara ulama ada yang menuliskan hadits-hadits dengan menyebutkan sanadnya dan ada pula yang tidak menyebutkannya. Ada yang menulis dengan panjang lebar, ada yang ringkas, ada yang pertengahan, dan ada yang menyaringnya. Semua itu disertai perbedaan di antara mereka dalam hal pengumpulan nash-nash, penyampaian dalil-dalil, metode pembuatan bab dan penyusunannya, serta perhatian terhadap penjelasan dan penerangannya, dan lainnya.
Dan ingat !!, ahlul hawa & para penyebar kesesatan pun memiliki banyak karangan/tulisan dalam masalah ini. Karangan-karangan tersebut memuat banyak penyimpangan dan jauh dari kebenaran, karena penulisnya tidak mau mengikatkan diri dengan As-Sunnah dan tidak mau berpegang kepada ai-ma'tsur (riwayat).
Demikianlah, Padahal Al-Qur'an dan As-Sunnah serta atsar para Salaf telah menunjukkan jenis dzikrullah dan doa yang disyariatkan serta disunnahkan, sebagaimana ibadah lainnya. Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- juga telah menjelaskan kepada umatnya tentang dzikir dan doa yang seharusnya mereka ucapkan pada waktu pagi dan sore, ketika shalat dan setelahnya, ketika akan masuk masjid, akan tidur, bangun tidur, terbangun dari tidur karena kaget, ketika akan makan dan setelahnya, ketika menaiki kendaraan, ketika safar, ketika melihat hal-hal yang disukai, ketika melihat hal-hal yang tidak disukai, ketika ditimpa musibah, gundah gulana, sedih, atau selain itu dari berbagai keadaan seorang muslim dan waktu yang berbeda-beda.
Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- . juga telah menerangkan tingkatan-tingkatan,macam-macam, syarat-syarat dan adab-adab dzikir dan doa, dengan keterangan yang paling sempurna dan lengkap. Beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- meninggalkan umatnya -dalam masalah ini dan semua masalah agama yang lainnya- di atas dalil yang putih dan jalan yang jelas. Tidaklah menyimpang darinya setelahnya kecuali orang yang binasa.
Tidak diragukan lagi bahwa dzikir-dzikir dan doa-doa termasuk ibadah yang paling utama. Sedangkan ibadah-ibadah itu dibangun di atas dalil dan mengikuti Rasulullah bukan di atas hawa nafsu dan kebid'ahan. Maka dzikir-dzikir dan doa-doa nabawi adalah dzikir-dzikir dan doa-doa yang paling utama, yang sepantasnya dipilih dan diamalkan oleh seseorang muslim.. Orang yang menempuhnya berada di atas jalan keamanan dan keselamatan. Faedah-faedah dan hasil-hasil yang diperoleh tidak dapat diungkapkan oleh lisan dan tidak bisa diketahui seluruhnya oleh insan. Adapun dzikir-dzikir yang lain terkadang diharamkan, makruh, atau mengandung kesyirikan yang kebanyakan manusia tidak menyadarinya. Dzikir-dzikir semacam ini banyak, dan panjang perinciannya." [ lihat majmu al fatawa, Ibn Taimiyyah 22/510-511]
Disyariatkan bagi seorang muslim untuk berdzikir mengingat Allah dengan apa yang Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- syariatkan dan berdoa dengan doa yang ma'tsur. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala telah melarang sikap melampaui batas dalam berdoa. Sehingga kita sepatutnya mengikuti apa yang disyariatkan dan disunnahkan sebagaimana dalam ibadah yang lainnya, dan tidak berpaling kepada yang selainnya.
"Di antara manusia yang paling besar aibnya adalah manusia yang mengambil wirid yang tidak diriwayatkan dari Nabi -meskipun wirid itu diambil dari sebagian syaikh- dan meninggalkan wirid-wirid nabawi yang diucapkan oleh Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- pemimpin anak Adam, imam seluruh manusia, dan hujjah Allah atas hamba-hamba-Nya." [ majmu AL fatawa, Ibn Taimiyyah 22/525]
Semua kebaikan terdapat dalam sikap mengikuti Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- mengambil petunjuk beliau, dan mengikuti langkah beliau. Beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- adalah teladan dan panutan. Beliau adalah manusia yang paling sempurna dzikirnya kepada Allah dan paling baik doanya kepada-Nya
Oleh karena itu, jika dalam masalah ini seorang hamba berpegang kepada dzikir dan doa nabawi, disertai pemahaman akan makna dan kandungannya serta kehadiran hati ketika berdzikir, sungguh dia mendapatkan bagian kebaikan yang sempurna.
Ibnut Qayyim -rahimahulloh- berkata: "Dzikir yang paling utama dan bermanfaat adalah dzikir yang mana hati selaras dengan lisan, dan dzikir itu termasuk dzikir nabawi, serta orang yang berdzikir mengetahui makna dan maksudnya." [ al fawaid 237]
Inilah terjemah edisi lengkap dari kitab : fiqhu al adiyah wal adzkaar, sebuah buku yang menjelaskan fiqih doa dan dzikir; pembahsan seputar Doa dan dzikir didalam Al Qur'an, Asmaul Husna dan kalimat thayyibah

Fiqih Doa Dan Dzikir 
Judul asli : fiqhu al adiyah wal adzkaar
Penulis : Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al Badr
Fisik : buku ukuran sedang, hardcover,
Penerbit : Pustaka Griya Ilmu

Detail Info Buku
Bahasa indonesia
Format Cover hardcover
Judul Asli fqih dua wa dzikr
Judul Buku Fiqih Doa dan Dzikir
Jumlah Halaman jilid 1 706 hlm, jld 2 650 hlm
Jumlah Jilid Lengkap 2 Jilid / set
Penerbit / Publisher Griya Ilmu
Penulis Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al Badr
Ukuran Fisik Buku 15.5 x 24 cm