• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Keajaiban Doa

Harga: Rp 25.000  Rp 20.000

- +

Doa merupakan senjata paling ampuh untuk mencegah terjadinya peristiwa buruk dan juga sebuah senjata paling ampuh untuk menghasilkan sesuatu yang diminta dan diharapkan. Namun demikian efek dari doa ini berbeda-beda pada setiap manusia. Hal itu disebabkan lemah-nya jiwa seseorang karena doa yang dipanjatkan mengandung kemaksiatan yang tidak disukai oleh Alloh Azza wa Jalla , atau dikarenakan lemahnya hati seseorang ketika ia berdoa, misalnya ketika berdoa tidak menghadap kepada Alloh Azza wa Jalla serta tidak merasa dekat kepada Alloh Azza wa Jalla .
enyebab lain dari tidak dikabulkannya doa seseorang adalah dikarenakan orang tersebut memakan barang yang haram, mempunyai dosa dalam hatinya, tingginya sifat lupa, syahwat dan terlalu banyak bermain-main serta terlalu banyak bercanda. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah -rodliallohu anhu- dari Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam , beliau bersabda:
"Berdoalah kalian kepada Allah dengan disertai keyakinan bahwa doa kalian akan dikabulkan. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa yang datang dari orang yang mempunyai hati tertutup dan doa yang diucapkan dengan senda gurau (main-main)."[ HR. Al-Haakim (1/493), At-Tirmidzi (3479), dan hadits ini dianggap shahih oleh Al-Albaani dalam Ash-Shahiihah (596).]
Lantunan doa merupakan obat yang mujarab dan sangat bermanfaat untuk menghilangkan sebuah penyakit, namun lalainya hati seseorang terhadap Allah menyebabkan hilangnya kekuatan sebuah doa. Begitu juga halnya dengan memakan barang yang haram dapat melemahkan dan menghilangkan kekuatan doa, sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah -rodliallohu anhu- Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah Dzat yang suci, dan tidak akan menerima sesuatu (doa) kecuali hal-hal (doa) yang suci. Dan sesungguhnya Allah memberi perintah kepada orang-orang mukmin seperti halnya Dia memberi perintah kepada para Rasul-Nya."
Dalam Al-Qur'an Alloh Azza wa Jalla berfirman:
"Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang balk-balk, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya AkuMaha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. " (QS. Al-Mu'minuun: 51).
Alloh Azza wa Jalla juga berfirman dalam ayat-Nya yang lain:
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu..." (QS. Al-Baqarah: 172).
Kemudian disebutkan bahwa seorang laki-laki yang memanjangkan tangannya ke atas langit seraya berkata (ber-doa), "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, akankah doanya dikabulkan? [HR. Muslim (1015)]
Abdullah bin Imam Ahmad -rahimahullah- berkata kepada ayahnya ( yaitu Imam Ahmad) dalam kitab Az-Zuhd, "Bencana datang kepada Bani Israel, mereka kocar-kacir berusaha menyelamatkan diri. Kemudian Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk memberi kabar kepada Bani Israel:
"Sesungguhnya kalian semua akan dikeluarkan ke sebuah dataran yang tinggi dengan keadaan badan yang dipenuhi dengan najis, selain itu kalian akan diangkat tinggi menuju kepada-Ku dalam keadaan badan terbalik serta darah akan ditumpahkan kepada kalian, rumah kalian akan dipenuhi dengan hal-hal yang haram, maka kemarahan-Ku meningkat kepada kalian dan kalian tidak akan mendapatkan tambahan ( rahmat) dari-Ku kecuali hanyalah tambahan laknat dan kutukan ." [ lihat : Jaami Al uluum wa Al Hikam 107-108]
Abu Daar -rodliallohu anhu- berkata," Sebuah Doa yang diserati dengan perbuatan (usaha) yang baik seperti halnya makanan yang diberi garam dengan takaran yag baik dan cukup." [ lihat : Al Hilyah (I/164), Az Zuhd karya Imam Ibnu Mubarok (319), Az Zuhd karya Ahmad (146), Shafwwah Ash Shafwah (I/302), Jaami Al uluum wa Al Hikam (107) ].
   Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,Tidaklah seorang Muslim di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah dengan sebuah doa melainkan Allah (pasti) memberi salah satu dari tiga perkara; Segera mengabulkan permintaannya, atau Dia menyimpannya sebagai pahala baginya di akhirat, atau Dia menyingkirkan keburukan darinya (sebagai ganti) sebesar permintaannya, selama dia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau pemutusan silaturahim. Lalu seorang laki-laki dari suatu kaum berkata, Kalau begitu, kami akan memperbanyak (doa). Rasulullah menjawab, Allah (memiliki keutamaan) lebih banyak (daripada permintaanmu). Dalam hadits ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa doa memiliki peranan yang sangat penting, dan juga memiliki banyak keutamaan, di antaranya: menghindarkan takdir buruk, dikabulkannya permintaan, menjadi pahala simpanan di akhirat, menolak musibah, dan sebagainya. Dalam buku ini pembaca dapat menelaah tujuh pembahasan tentang doa; Keutamaan doa, syarat dan adab doa, faktor penghalang terkabulnya doa, kesalahan-kesalahan dalam berdoa, waktu, kondisi dan tempat yang diharapkan dapat menjadi sebab terkabulnya doa, dan doa-doa mustajab yang terdapat dalam al-Qur`an dan as-Sunnah. Buku ini menjadi sangat berharga karena disertai doa-doa yang pernah dipanjatkan oleh para nabi, sahabat dan tabi'in, serta orang-orang shalih, yang membuktikan begitu hebatnya kekuatan doa. Semakin kuat seorang Mukmin berta'abbud kepada Allah dengan memperbanyak doa, semakin besar pengharapannya untuk dicatat sebagai hamba yang meraih kebaikan dunia dan akhirat. Secara umum, buku ini bertutur tentang fakta keajaiban doa yang pernah diperlihatkan Allah pada umat ini

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover softcover
ISBN 978-979-1254-13-7
Judul Buku Keajaiban Doa
Jumlah Halaman 170 hlm
Penerbit / Publisher Darul Haq
Penulis khalid bin sulaiman ar-Ribi
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 14.5 x 20.5 cm