• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

buku doa dzikir sehari-hari muslim

Berdoa dan Berdzikir kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- merupakan kesibukan yang paling baik dan cara paling utama bagi seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi. Berdo'a dan berdzikir adalah kunci segala kebaikan yang akan diperoleh seorang hamba di dunia dan akhirat, pencegah segala bentuk keburukan, mendatangkan berbagai manfaat dan menolak datangnya bahaya.

Imam Ibnul Qayyim -rahimahulloh- berkata: "Jika Allah akan memberi kunci kepada seorang hamba, berarti Allah akan membukakan (pintu kebaikan) kepadanya dan jika seseorang disesatkan Allah, berarti ia akan tetap berada di muka pintu tersebut.”. [ lihat ; Al-Fawaa-id hal. 127. Dinukil dari Fiqhul Ad'iyati wal Adzkaar hal. 5], Bila seseorang tidak dibukakan hatinya untuk berdo'a dan berdzikir, maka hatinya selalu bimbang, perasaannya gundah-gulana, fikirannya kalut, selalu gelisah, hasrat dan keinginannya menjadi lemah.
Namun bila seorang hamba selalu berdo'a dan berdzikir, selalu memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan, niscaya hatinya menjadi tenang karena ingat kepada Allah.
Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman:
.. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS. Ar-Ra'd: 28)
Seorang hamba yang selalu menekuni dzikir, setiap hari dan setiap waktu, termasuk di dalamnya membaca al-Quran setiap hari, karena al-Quran adalah sebaik-baik dzikir, dan senantiasa berdo'a dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah H saja, menjauh-kan sikap lalai, maka Allah akan menghidup-kan dan memberikan cahaya kepada hatinya.

      Al-Qur-an, as-Sunnah dan Atsar Salafush Shalih telah memberikan petunjuk mengenai jenis do'a dan dzikir yang dianjurkan sebagai-mana ibadah-ibadah lainnya. Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- sudah menjelaskan kepada ummatnya dengan gam-blang mengenai do'a dan dzikir dengan lengkap dan sempurna setiap hari, setiap waktu, dalam berbagai kesempatan dan dalam situasi dan kondisi yang dialami oleh seorang Muslim.
Bila do'a dan dzikir ini dilaksanakan oleh seorang Muslim sesuai dengan contoh Rasulullah dan para Sahabatnya, maka ia akan mendapatkan petunjuk, ketenangan dan penawar hati dari berbagai penyakit, karena do'a dan dzikir merupakan obat penyakit hati. Sebaliknya, orang yang tidak melaksanakan do'a dan dzikir seperti yang dicontohkan Rasulullah, maka ia akan celaka, sesat dan hidupnya sempit serta dikuasai syaitan dan hawa nafsu.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahulloh- (wafat tahun 728 H) mengatakan: "Tidak diragukan lagi, bahwa sesungguhnya do'a dan dzikir adalah termasuk ibadah yang sangat utama. Ibadah itu harus didasari dengan sikap ittiba (mengikuti jejak) Nabi dengan konsekuen dan konsisten, bukan mengikuti hawa nafsu dan bukan pula mengada-ada, membuat sesuatu yang baru yang tidak ada contohnya (bid'ah). Do'a dan dzikir yang diajarkan dan dicontohkan Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- adalah bentuk do'a dan dzikir paling utama yang seharusnya diamalkan oleh setiap Muslim. Orang yang melaksanakan do'a dan dzikir yang dicontohkan Nabi, ia akan merasa aman dan selamat dan akan mendapatkan manfaat serta hasil yang optimal. Sementara do'a dan dzikir yang dibuat-buat, ada yang diharamkan dan ada yang makruh, bahkan ada yang syirik dan banyak sekali orang yang tidak tahu.” [Majmuu Fataawa - Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah XXII/510-511]
Yang diperintahkan bagi seorang Muslim adalah berdzikir kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- sesuai dengan apa yang disyari'atkan agama, dan berdo'a ke¬pada Alloh Azza Wa Jalla dengan do'a-do'a yang datang dari al-Quran dan Sunnah Nabi yang shahih. Karena itu, wajib atas seorang Muslim mengikuti (ittiba) apa yang telah disyari'atkan Allah dan apa yang telah dicontohkan Nabi-Nya.

          Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahulloh- berkata: "Di antara orang yang sangat aib dan tercela ialah orang yang menggunakan hizib atau wirid yang tidak ma'tsur (tidak ada contoh¬nya) dari Nabi, sekalipun hizib atau wirid tersebut berasal dari syaikhnya (tuan gurunya, ustadz nya, kyai nya dan semisal nya). Sementara, ia justru meninggalkan/mengabai-kan dzikir dan wirid yang diajarkan dan dibaca oleh pemimpin ummat manusia dan Imam seluruh makhluk, yaitu Nabi Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- yang merupakan hujjah Allah atas hamba-hamba-Nya.” [Majmuu' Fataawa - Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah XXII/525.]
Segala kebajikan adalah dengan ittiba' (mengikuti) Nabi , berpedoman pada petunjuknya, dan mengikuti Sunnahnya yang shahih. Beliau adalah sosok teladan yang selalu mendapatkan limpahan rahmat dan shalawat dari Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- , Malaikat dan seluruh makhluk. Beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- adalah manusia yang paling sempurna dalam berdo'a dan berdzikir kepada Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi.
Imam Ibnul Qayyim -rahimahulloh- (wafat tahun 751 H) berkata: "Dzikir yang paling baik dan paling bermanfaat adalah do'a dan dzikir yang diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dilaksanakan dengan konsisten dari do'a dan dzikir yang dicontohkan Rasulullah , serta orang yang melakukannya memahami makna-makna dan maksud yang terkandung di dalam-nya. “[ lihat : Al-Fawaa-id libnil Qayyim hal. 247, Fawaa-idul Fawaa-id hal. 309, Syaikh 'All Hasan 'All 'Abdul Hamid.]
Doa dan dzikir mempunyai kedudukan yang tinggi dalam agama dan tempat yang istimewa dalam hati kaum Muslimin. Kitab-kitab yang berisikan tentang do'a dan dzikir dengan berbagai ragam mendapat perhatian yang cukup besar di kalangan masyarakat. Banyak sekali kitab yang ditulis oleh para ulama sepanjang zaman tentang do'a dan dzikir, ada yang rnenulis kitab-kitab tebal dengan sanadnya lengkap, ada yang sedang, ada yang singkat, ada kitab-kitab yang memuat hadits-hadits pilihan, ada yang tipis dan ada pula yang memberikan syarahnya (ulasan dan komentar). Ada juga yang memuat riwayat shahih dan dhaif /(lemah) dan ada pula yang membawakan riwayat-riwayat yang maudhu (palsu).

Bahkan ada buku do'a dan dzikir yang sangat berbahaya, yaitu orang yang menulis do'a dan dzikir yang dikarang-karang sendiri, tidak ada asalnya dari Nabi.
Dibuat, dirangkai, di-susun menurut rayu (akal) dan hawa nafsu-nya, diberikan judul yang indah dan menarik, tapi isinya adalah jimat, wafaq, isim-isim,dan potongan huruf Arab yang tidak bisa dipahami yang sudah jelas bid'ah, kesesatan dan syirik, yang Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- tidak menurunkan sedikitpun ilmu kepada mereka.
Oleh karena itu ummat Islam wajib ber-hati-hati, jangan sampai memiliki, menghafal dan mengamalkan do'a, dzikir dan wirid yang tidak ada contohnya dari Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- , karena hal itu akan membawa kepada bid'ah, kesesatan, syirik, penyimpangan, kekotoran hati, tertolaknya amal, tidak membawa ke¬pada kekhusyu'an dan menjauhkan dia dari Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- , karena syaitan berusaha supaya anak Adam sesat dan jauh dari Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-

inilah buku yg berisi kumpulan doa-doa yang dicontohkan oleh Rosulullah, dikumpulkan dari Al Quran dan As Sunnah yang shahih

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Buku Kumpulan Doa dari Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih
Jumlah Halaman 352 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Imam Syafii
Penulis Ust.Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Ukuran Fisik Buku buku kecil-saku 10 x 17 cm