• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Kumpulan Dzikir dan Doa Sepanjang Masa Berdasarkan Al Quran dan As Sunnah

Harga: Rp 79.500  Rp 63.600

- +

Sesungguhnya berdzikir, menyebut dan mengingat Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- adalah suatu rangkaian ibadah yang mudah, ringan dan dapat dilakukan di manapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun. Walaupun demikian, dzikir tersebut mengandung banyak sekali manfaat dan faidah, yang antara lain adalah menenteramkan hati, menerangkan jiwa dan menjernihkan pikiran. Oleh sebab itu, Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- sangat memperhatikan masalah ini, sehingga diriwayatkan bahwa beliau senantiasa berdzikir kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- dalam segala keadaan dan situasi.
Seorang Muslim yang benar-benar ikhlas kepada Rabbnya dan sungguh-sungguh cinta kepada Rasulnya, pasti yakin seyakin-yakinnya bahwa dzikir-dzikir yang dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- lebih disukainya dan digandrungi-nya daripada dzikir-dzikir buatan dan karangan manusia yang selai Rosul. Sebab, dia yakin bahwa dzikirnya Rasulullah adalah sebaik-baik dzikir, yang lebih dekat kepada diterima Allah dan lebih menghasilkan banyak pahala.
Imam an-Nawawi menukil dari al-Qadhi lyadh -rahimahumalloh- yang berkata, "Dzikrullah ada dua macam: Dzikir dengan hati dan dzikir dengan lisan.
Dzikir dengan hati juga ada dua macam:
Pertama, dan ini adalah yang paling tinggi dan paling agung-, 'merenungkan keagungan Allah, kemuliaan, dan ke-perkasaanNya, juga (merenungkan tentang) kerajaanNya dan ayat-ayatNya di langit dan bumiNya.
Kedua, mengingatnya dengan hati dalam perintah dan laranganNya, yang terwujud dalam bentuk menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya...” [Syarh Shahih Muslim, an-Nawawi, di bawah syarah hadits no. 2689]
Dalam Kasysyaf Ishthilahat al-Funun disebutkan, "Dzikir memiliki sejumlah makna, di antaranya: Menyebut dengan lisan, mengingat kembali dalam benak yang merupakan lawan dari lupa, dan mengingat dengan hati tentang balasan (di Hari Kiamat) yang mendorong kepada ketaatan.” [Kasysyaf Ishthilahat al-Funun wa al-Ulum, 1/825]
Dalam al-Kulliyat dikatakan, "Berdzikir adalah mendatangkan lafazh-lafazh yang dianjurkan. Dan digunakan pula dalam makna terus melaksanakan amal yang diwajibkan atau disunnahkan, seperti membaca al-Quran dan membaca hadits, mempelajari ilmu, dan melaksanakan shalat sunnah.” [Al-Kulliyat, al-Kafawi, hal. 456]

Kesimpulannya: Kata dzikir pada dasarnya diguna¬kan atas dasar makna dzikir hati (adz-Dzikr al-Qalbi); karena dzikir hatilah yang menyebabkan dzikir lisan dan dzikir anggota badan. Akan tetapi, karena begitu dominannya penggunaan kata dzikir dengan makna dzikir lisan, menyebabkannya lebih cepat dipahami oleh pemahaman orang banyak ketika mendengar kata dzikir. Padahal yang sebenarnya adalah: Dzikir dengan hati, atau dzikir dengan lisan yang disertai dengan hadirnya hati, dan dzikir dengan anggota badan dan juga disertai dengan hadirnya hati; yang semuanya merupa¬kan pujian, sanjungan, dan pengagungan, serta pemuliaan bagi Allah dengan tujuan mencari WajahNya semata.” [Lihat Dzikrullah Baina al-Ittiba' wa al-Ibtida', Syaikh Abdurrahman Mahmud Khalifah, hal. 31.]
Al-Hafizh Ibnu Hajar -Rahimahulloh- mengurai makna dzikir secara panjang lebar dalam Fath al-Bari. Beliau berkata,
"Yang dimaksud dzikir adalah: Mengucapkan lafazh-lafazh yang dianjurkan oleh Syariat untuk mengucapkannya dan memperbanyak melakukannya. Seperti: Al-Baqiyat ash-Shalihal yaitu: Subhanallah, wal Hamdu Lillah, wa La Ilaha lllallah wallahu Akbar dan yang semacamnya seperti: Al-Hauqalah (La Haula wa La Quwwata Ilia Billah), Basmalah, Hasbalah (Hasbi-yallah), Istighfar dan sebagainya, serta juga berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Kata dzikrullah juga bermakna: Konsisten menjalankan apa yang diwajibkan dan disunnahkan, seperti membaca al-Qur'an, membaca hadits, mempelajari ilmu, dan mendirikan shalat sunnah.
Dzikir juga kadang diucapkan oleh lidah, dan orang yang melakukannya diberikan balasan, dan tidak disyaratkan memahami maknanya, akan tetapi disyaratkan bahwa yang dimaksud bukanlah selain makna dari kalimat yang diucap-kannya itu.
Jika dzikir dengan ucapan lisan disertai dengan dzikir hati, maka itu tentu lebih sempurna, dan jika disertai dengan penghayatan makna dzikir itu sendiri dengan segala apa yang dikandungnya, berupa pengagungan kepada Allah &$ dan menafikan segala kekurangan dariNya, maka menjadi lebih sempurna lagi. Kemudian jika itu terjadi pada suatu amal shalih sebagaimana ia difardhukan, seperti Shalat, atau Jihad, atau lainnya, juga semakin menambah kesempurnaan-nya. Dan jika orang yang berdzikir membenarkan orientasi-nya dan mengikhlaskan niatkan hanya karena Allah, maka itulah yang paling sempurna.” [ Fath Al Bari , dalam Syarah Bab fadhl Dzikrulloh]

Seperti contoh : Kalimat thayyibah ' Laa Ilaaha ilallah ‘ yang bermakna: Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah; diucapkan dengan lidah adalah suatu dzikir yang bernilai ibadah. Apabila disertai dengan kehadiran hati dalam bentuk mendalami dan menghayati makna dan kandungannya, tentu akan menum-buhkan akidah yang kokoh dalam jiwa bahwa tidak ada dzat yang berhak disembah, dalam segala bentuk penyembahan, kecuali Allah. Ini akan melahirkan suasana batin yang penuh iman berupa: rasa khusyu, khasyyah (takut karena keagungan Tuhan), tawadhu' (merendahkan hati dan diri), khauf (takut akan hukuman), dan sebagainya, hanya kepada Allah, yang kesemuanya akan semakin menyadarkan bahwa kita ini adalah hamba-hamba Allah, yang diciptakan hanya untuk menjadi hamba dan pengabdi hanya bagi Allah. Dan pada akhirnya, semua ini akan melahirkan sikap lahiriyah dari jasmani kita untuk tidak beribadah, dalam bentuk penyem¬bahan apa pun, kecuali kepada Allah semata.

Sedangkan makna Doa dalam definisi Syariat, adalah sebagaimana yang di-katakan oleh Imam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahulloh- , bahwa berdoa itu adalah, "Memohon apa yang bermanfaat bagi orang yang berdoa dan memohon dihilangkan atau ditolaknya apa yang memudaratkannya. ‘ [Majmu' al-Fatawa, 8/10 (terbitan Maktabah al-Ubaikan), dan definisi ini juga dinukil oleh murid besar beliau, Imam Ibnul Qayyim, dalam al-Bada’i, 3/513 (tahqiq Hisyam Abdul Aziz Atha).]

Dzikir dan doa adalah ibadah agung dalam Islam; yang keduanya merupakan ibadah paling luas lingkup waktu dan tempatnya. Dalam ibadah-ibadah Shalat Zakat, Sedekah, Puasa, Haji, dan lainnya, terdapat dzikir-dzikir dan doa-doanya. Begitu pula dalam aktivitas sehari-sehari, baik dalam kehidupan keluarga, interaksi dengan masyarakat, saat bepergian, bermajelis, ketika sakit, menghadapi masalah, dan sebagainya. Begitu banyak ruang waktu dan tempat yang bisa diisi dengan dzikir dan doa. Buku ini menyuguhkan panduan dzikir dan doa yang paling praktis dan simpel, yang memuat materi-materi yang paling dibutuhkan oleh seorang hamba dalam bermunajat kepada Tuhannya; dalam mengisi waktu dan perjalanan hidupnya. Dan apa-apa yang sempat dlsajikan di sini, hanyalah kutipan, ringkasan, dan penyederhanaan dari tumpukan ilmu yang telah dituangkan oleh banyak para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam karya tulis mereka. Maka buku ini, boleh dikatakan sebagai semacam intisari dari dzikir dan doa yang telah berhasil dibukukan mereka.
Panduan ini disajikan dengan padat dan mudah; karena memuat la-fazh dzikir dan doa secara terpisah, tetapi riwayatnya disebutkan secara utuh, sehingga keutamaan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan dzikir itu -yang termuat dalam riwayatnya-tersaji secara penuh. Lebih dari itu, masing-masing masalah dikukuhkan dengan dalil-dalil dari al-Quran dan as-Sunnah serta pengamalan para sahabat yang tsabit(baca: shahih), sehingga sesuai dengan Sunnah Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- dan bersih dari hal-hal yang tidak memiliki dasar [Bid’ah] . Kemudian sebagai salah satu usaha memaksimalkan validitas keshahihan isi, maka buku ini dibaca ulang oleh seorang doktor hadits Universitas Islam Madinah.
Buku panduan berdzikir dan berdoa yang berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah yang shahih ini, insya Allah akan memperkaya ilmu dan amal seorang Muslim. Hanya kepada Allah kita berdoa, agar berkenan memberikan taufik bagi kita semua, untuk berilmu sebelum berkata dan beramal

Dilengkapi Dengan :
1. Tata Cara Dzikir & Doa Sesuai Sunnah
2. Panduan Ruqyah mengatasi gangguan Jin, Guna-guna, Pelet, Santet, Sihir dll


Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover hardcover
ISBN 9789791254717
Judul Buku Kumpulan Dzikir dan Doa Sepanjang Masa Berdasarkan Al Quran dan As Sunnah
Jumlah Halaman 454 hlm
Penerbit / Publisher Darul Haq
Penulis Abdurrahman Nuryaman Lc
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 15.5 x 24 cm