• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Darul Falah Ensiklopedi Ijma’ Syaikhul islam Ibnu Taimiyah Penulis : Dr. Abdullah ibn Mubarak Al Bushi, Penerbit : Darul Falah .. Product #: DFH-0079 Regular price: Rp 160.000 Rp 160.000

Ensiklopedi Ijma’ Syaikhul islam Ibnu Taimiyah

Brand: Darul Falah
Tags: ijma ulama

Harga: Rp 160.000  Rp 121.600

- +

      Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud -Rodliallohu Anhu- berkata kepada sebagian tabi'in, “lihatlah di dalam Kitabullah. Jika kalian tidak menemukannya di dalam Kitabullah, lihat di dalam Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Jika kalian tidak menemukannya di dalam Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, berdasarkan kesepakatan kaum Muslimin." (Diriwayatkan oleh Ad-Darimi) [lihat Tharhut Tatsrib (3/79)]

Masalah-masalah yang menjadi Ijma’ sangatlah banyak, Abu ishaq Al Isfarayini -rahimahulloh- berkata,” Kita mengetahui bahwa masalah-maslah ijma’ itu lebih dari dua puluh ribu masalah.”
Kamal bin hammam -rahimahulloh- memiliki karya tulis berupa kitab yang berkaitan dengan kesepakatan ijma para ulama yang didalamnya lebih dari seratus ribu masalah.”

    Ijma membantu memberikan gambaran berkenaan masalah-masalah khilafiyah (yang diperselisihkan) ketika dipaparkan apa yang menjadi sumber perbedaan pendapat. Menyebarluaskan masalah ijma' akan menyatukan hati umat Islam dengan berbagai mazhab mereka di bidang fiqih. Dengannya menjadi jelas bahwa poin-poin yang diperselisihkan adalah masalah cabang (furu'i) berbagai kesepakatan tercapai di antara mereka dalam banyak masalah, sebagaimana kesepakatan juga tercapai di bidang pokok-pokok (ushul) agama.

Kedudukan ijma' menjadi jelas dengan hal-hal berikut:
1. Secara global, ijma' merupakan dalil paling terpuji di antara dalil-dalil yang disepakati boleh dijadikan hujjah.
2. Ijma' diutamakan atas Kitab dan As-Sunnah ketika keduanya saling bertentangan. Hal itu karena kekuatannya dihasilkan dari sandarannya, yaitu dalil-dalil syar'i yang dianggap -sekalipun terkadang tidak banyak kita ketahui-, akan tetapi harus diyakini kebakuannya terlebih dahulu. Hal tersebut mengingat betapa banyak ijma' berkenaan dengan masalah-masalah yang tidak baku
3. Ijma' adalah dalil yang menunjukkan adanya dalil syar'i yang menjadi sandarannya sekalipun tidak kita ketahui. Karena, ijma' menurut jumhur harus memiliki sandaran. Sandaran itu jika dari Kitab atau As-Sunnah, disepakati boleh (jaiz). Jika sandaran itu dari kias atau semacamnya, juga dibolehkan menurut kebanyakan ulama.
4. Ijma' adalah hujjah mutlak yang tidak berlaku nasakh (pengha-pusan) padanya.
5. Ijma' sejalan dengan Kitab dan As-Sunnah; kafir orang yang mengingkari ijma' secara mutlak.
Dengan semua ini, jelaslah kedudukan ijma' di antara dalil-dalil syar'i. Ijma' menempati posisi yang mulia di antara keduanya dan ia memiliki bobot ketika disebutkan sehingga harus diberi perhatian besar sesuai dengan posisi serta kedudukannya.
[lihat ; Syarhul Luma ' (2/683), Hujjiyyatul Ijma ' (962) karya Dr. Muhammad Farghali, Al-Ihkam karya Al-Amidi (1/126), At-Tahrir wat Tahbir (3/109), Al-Wushul karya Ibnu Burhan (2/114), Hasyiyatul Aththar (2/229), Hasyiyatul Bannani (2/195), Al-Ibhaj karya Ibnus Subki (2/439), Al-Bahrul Muhith (4/450), dan Kasyful Asrar karya Al-Bukhari (3/482)]

Kita tak perlu takut dengan ijma yang batil atau sesat sehingga kita selalu bersikap "awas" terhadapnya, sebab hal tersebut insya Allah tidak ada, karena Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sudah memohon kepada Allah agar melindungi umatnya dari kesepakatan-kesepakatan yang menyesatkan.

Nabi bersabda, "Aku meminta kepada Tuhanku agat umatku tidak bersepakat atas kesesatan lalu Allah pun mengabulkannya." (HR. Qurthubi dalam Jami Bayanil Ilmi wa Fadhlihi, no: 1390) dan juga: "Umatku selama-lamanya tidak akan pernah sedikitpun bersepakat (ijma’) diatas kesesatan. Oleh karena itu berjemaahlah (bersatulah) kalian karena tangan Allah ada dalam jamaah." (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jamul Kabir, no: 13623)
Lagipula yang bersepakat bukanlah orang-orang awam( jahil, masyarakat biasa) melainkan para ulama yang dipuji oleh Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-

Allah berfirman: "Allah selalu mengangkat beberapa derajat orang-orang yang beriman dan juga orang-orang yang berilmu." (QS. Al-Mujadilah: 11)
sehingga dengan demikian tidak mungkin para ulama ini bersepakat atas sesuatu yang membahayakan ataupun merugikan umat Islam karena mereka adalah orang-orang yang sangat takut sekali kepada Allah. Firman Allah: "Yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama" (QS. Fathir: 28)
sehingga umat Islam pun bisa dengan tenang menjalankan hukum-hukum agama yang dihasilkan dari ijma-ijma tersebut.

Ensiklopedi Ijma' Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ini disusun sesuai bab-bab fiqih dengan jumlah permasalahan mencapai kurang lebih 1.500. Di dalamnya mengupas hal-hal yang datang dari Ibnu Taimiyah -rahimahulloh- dalam bentuk kajian kritis, atau syarah atas berbagai perkataan dan pendapatnya yang disarikan lebih dari 50 jilid buku beliau. Inilah seorang alim yang jika disebutkan namanya, semua kepala menengadah dan semua mata terbelalak ingin mengetahui fatwa-fatwanya serta mencari cercahan cahaya dari berbagai hujjahnya. Karena, dia adalah orang yang dianugerahi rezeki oleh Allah Azza wa Jalla berupa kedalaman pemahaman fiqih dengan semua dalil-dalilnya yang dibarengi dengan kecemerlangan akal, kecerdasan jiwa, munculnya keajaiban, pandangan luas dengan sikap tanggap yang sangat cepat, cahaya nurani, ketakwaan dan wara', zuhud serta ikhlas dengan jihad dan mujahadah, ishlah dan pembaharuan sehingga dia menjadi seorang faqih (ahli fiqih).

Juga terdapat buku Al Ijma’ karya Al Imam Al hafidz Ibnu Mundzir -rahimahulloh- , Beliau adalah Abu Bakar Muhammad Ibnu Ibrahmi Ib¬nul Mundzir An-Naisaburi, gelar keagamaannya Al-Hafizh, Al-'Allamah Al-Faqih. Lahir di Naisabur tahun 242 H, di sanalah beliau berkembang, besar, dididik, dan belajar. Kemudian pergi ke Mekah dan tinggal di sana, menyibukkan diri dengan ilmu sehingga dikenal Faqih (pakar fiqih) kota Mekah, Syaikh Tanah Haram. Wafat tahun 318 H.
Asy-Syairazi memasukkannya dalam golongan ulama Fiqih, ia berkomentar,
"Ibnul Mundzir pernah menulis sebuah buku yang sangat bagus tentang perbedaan pendapat para ulama yang belum ditulis sebagus karyanya; maka buku itu sangat dibutuhkan oleh mereka yang berpendapat sama atau berbeda! [Thabaqat Al-Fuqaha:Halaman:89]
An-Nawawi -rahimahulloh- berkata,
"Ibnul Mundzir An-Naisaburi adalah seorang yang menggabungkan antara sifat seorang imam (ulama besar) dan ke-muliaany keilmuan, pakar dalam masalah hadits dan fiqih. Beliau memiliki karya-karya yang sangat penting dan bergumna dalam masalah ijma’ perselisihan dan penjelasan tentang mmzhab ulama."
la berkata lagi,
“Bukunya menjadi rujukan para ulama Thawa'if untuk mengetahui dan menukilkan berbagai pendapat mazhab ulama. Tahqiq yang tersebut dalam bukunya belum ada yang menyamainya. Beliau sangat pakar dalam mengetahui hadits yang shahih dan dhaif.” [lihat ; Tahdzib Al-Asma : 1 21196]
Adz-Dzahabi -rahimahulloh- berkata,
“Ibnul Mundzir mempunyai karya besar dalam ilmu tafsir yang tertulis dalam 17 jilid; maka cukuplah hal itu menjadikannya sebagai pemuka dalam ilmu tafsir" [Siyar A'lam An-Nubala : 14/492]

Buku-buku karya Ibnul Mundzir -rahimahulloh- adalah buku-buku yang di-akui.
menjadi rujukan utama dalam menukilkan perbedaan dan berbagai pendapat dalam mazhab. An-Nawawi -rahimahulloh- berkata,
“Aku paling banyak menukilkan tentang mazhab-mazhab para ulama dari kitab 'Al-Isyraf dan 'Al-Ijma" yang keduanya adalah karya Ibnul Mundzir. Dan beliau merupakan panutan dalam bidang ini.” [Al-Majmu': 1/19]

Ibnul Humam -rahimahulloh- berkata,
'Para ulama dalam menukilkan/mengutip pendapat mereka dan pendapat yang kuatkan juga menyebutkan rujukan mereka seperti menyebutkan Ibnul Mundzir. Ibnul Mundzir menceritakan keduanya (yakni Ibnul Hasan dan Abu Yusuf).” [Fathul Qadir: 5/260]

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Asli Mausu’atul Ijma’ li Syaikhil islam Ibn Taimiyah
Judul Buku Ensiklopedi Ijma’ Syaikhul islam Ibnu Taimiyah
Jumlah Halaman 790 hlm
Penerbit / Publisher Darul Falah
Penulis Dr. Abdulloh ibn Mubarak Al Bushi
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 16 x 24.5 cm