• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Imam Syafii Akhthoul Mushollin: Ensiklopedi Kesalahan dalam Shalat Penulis ; Syaikh Abu Ubaidah Masyur bin Hasan Alu Salman; Penerbit : Pustaka Imam Syafii       .. Product #: PIS-0099 Regular price: Rp 120.000 Rp 120.000

Akhthoul Mushollin: Ensiklopedi Kesalahan dalam Shalat

Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman:
"Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. "(Thaha: 14)
Rosululloh -Sholallahu Alaihi Wassalam- bersabda :
Islam dibangun diatas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhamad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjalankan ibadah haji. "
Shalat merupakan tiang agama yang kewajibannya telah dinashkan oleh Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- dan Rasul Nya di dalam Al-Qur'an dan sunnah, siapapun orangnya yang telah menyatakan bahwa dirinya telah beriman kepada Allah dan Hari Akhir wajib untuk menegakkan shalat lima waktu, tidak ada udzur bagi siapapun untuk lari dari kewajiban ini. Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- dan Rasul Nya telah memberikan ancaman yang keras bagi orang yang meninggalkan shalat sebagaimana didalam sabda -Sholallahu Alaihi Wassalam- :
"Perjanjian antara kami dengan orang-orang kafir adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya sungguh ia telah kafir. "
Dan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- didalam kitab-Nya rnenerangkan tentang sebab orang-orang yang dimasukkan kedalam neraka saqar tiada lain karena mereka bukan terrnasuk orang-orang yang menegakkan shalat.
Firman Allah dalam surat Al-Mudastir: 42-43,
"Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) saqar?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat "
Dan shalat merupakan ibadah yang paling (tinggi) karena didalamnya terkumpul berbagai macam bentuk ibadah seperti berdoa, sujud, ruku, dan lain-lain. Oleh karena itu Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- benar-benar memperhatikan permasalahan ini dengan memberi teladan didalamnya. Bahkan beliau memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menegakkan shalat seperti yang dilakukannya. Hal ini terrealisasi dalam sabda beliau :
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian telah melihat aku shalat "'
Beliau -Sholallahu Alaihi Wassalam- telah mencontohkan ibadah yang satu ini dari awalnya sampai akhirnya bahkan hal-hal yang berkaitan dengannya beliau telah ajarkan dart terangkan. Dan Sunnguh,Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuknya Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam-
Akan tetapi yang sangat disayangkan kenyataan yang ada tidaklah seperti yang diinginkan, yaitu banyaknya kaum muslimin terjerumus ke dalam kesalahan-kesalahan dalam menegakkan Sholat Lima waktu. Hal ini tiada lain disebabkan oleh jahil dan jauhnya kaum muslimin dari tuntunan nabinya dalam masalah Sholat ini.
Sungguh merupakan suatu keharusan bagi orang yang sholat untuk mempelajari kesalahan-kesalahan ini yang telah tersebar di masyarakat, agar dia dapat menjauhi nya.
Diantara perkara yang paling penting untuk disampaikan kepada masyarakat adalah kesalahan dalam prkatek ibadah shalat dan sifat malas mereka untuk mempelajari petunjuk Nabi. Karena shalat itu ibarat sebuah hadiah yang akan dipersembahkan seorang hamba kepada para raja dan para pembesar.
Maka tidak sama (keadaannya) antara orang yang sengaja (mempersembahkan) hadiah terbaik menurut kadar kemampuannya - dengan menghias dan mempercantiknya lalu dipersembahkan kepada orang yang menjadi tumpuan harapan dan yang ditakuti (amarahnya) - dengan orang yang sengaja mempersembahkan hadiah apa adanya dan menggampangkannya, kemudian ia berikan kepada orang yang tidak mempunyai kedudukan di sisinya.
Juga tidak sama antara orang yang menjadikan shalatnya sebagai penyejuk hati dan penyejuk kehidupannya, sebagai sesuatu yang menyenangkan dan penyejuk matanya, penghilang rasa sedih, pengusir rasa cemas dan susah, dengan orang yang menganggap shalat sebagai beban hatinya dan belenggu anggota tubuhnya.
Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- berfirman:
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecualibagi orang-orangyang khusyu' (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya." (Al-Baqarah: 45-46)
Shalat itu akan menjadi sesuatu yang besar lagi memberatkan bagi orang yang hatinya kosong dari rasa cinta kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- . tidak ada rasa khusyu' dan rendahnya semangat mereka dalam mencintai-Nya. Hadir-nya hati seorang hamba dan kekhusyuan shalat, penyempurnaan dan pencurahan seluruh usahanya menegakkan shalat, semua itu sesuai dengan kadar cinta nya kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-
Berkata Al-Imam Ahmad -rahimahulloh- :
"Sesungguhnya semangat mereka terhadap Islam sesuai dengan mereka terhadap shalat dan kecintaan mereka kepad Islam dengan kecintaan mereka terhadap shalat. Maka kenalilah wahai hamba Allah, waspadalah kamu untuk berjumpa dengan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- sedangkan kedudukan Islam tidak ada pada dirimu, karena kedudukan (Islam) di hatimu seperti kedudukan shalat di hatimu .” [Ash-Shalah (hal 42) dan Ash-Shalah wa Hukmu Tarikuha (hal 170-171) oleh Imam Ibnul Qoyyim -rahimahulloh- ]
Imam Ahmad -rahimahulloh- juga berkata:
“Ketahuilah, seandainya seseorang telah berbuat baik dalam sholat nya dan menyempurnakannya, kemudian ia melihat orang lain melakukan shalat dengan jelek (seperti) mendahului gerakan imam, lalu dia mendiamkan dan tidak memberi tahu tentang kesalahan orang tadi dantidak pula mencegah perbuatan itu, juga tidak menasehatinya. Maka orang yang seperti ini turut serta mendapatkan dosa. Orang yang baik dalam shalatnya sama dengan orang yang jelek dalam shalatnya jika tidak mencegah dan menasehati orang yang jelek shalatnya." [Ash-Shalah ], oleh Imam Ibnul Qoyyim]

Inilah buku yang memaparkan secara jelas bermacam-macam kesalahan di dalam praktek Sholat, diantara yang dibahas adalah: kesalahan pakaian, mentutup aurat dalam sholat, kesalahan yang berkaitan dengan tempat sholat, kesalahan dalam shifat/ritual gerakan dan ucapan/doa dalam sholat, kesalahan yang swerinag diamalakna orang didalam masjid dan pembahsan seputar sholat jamaah, kesalahan setelah melakukan sholat baik berjmaah atau sendirian dan pembahsan detail lain nya,


Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
ISBN 978-602-9183-46-7
Judul Asli Al Qoulu Mubin fi Akhthoo Al Mushollin
Judul Buku Akhthoul Mushollin: Ensiklopedi Kesalahan dalam Shalat
Jumlah Halaman 612 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Imam Syafii
Ukuran Fisik Buku Syaikh Abu Ubaidah Masyur bin Hasan Alu Salman
Ukuran Fisik Buku buku ukuran sedang 17x24cm