• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku

Fiqih Islam : dari Al Kitab dan As Sunnah

Harga: Rp 440.000  Rp 350.000

- +

Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- telah memberikan kenikmatan kepada umat Islam dengan agama yang diridhai-Nya, yaitu Islam, dan menjadikannya sebagai agama yang sempurna. Tidak ada satu perkara pun yang ditinggalkan oleh Islam, kecuali telah diterangkan dengan jelas pengetahuan tentangnya, baik itu menyangkut akidah, ibadah maupun muamalah.
Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- telah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk menuntut ilmu, agar dapat memahami agama ini dengan sebaik-baik-nya. Bahkan di saat jihad pun Allah memerintahkan kepada kaum muslimin agar ada di antara mereka yang tetap tinggal dan tidak ikut serta pergi berjihad, agar dapat menuntut ilmu dan mengajarkannya kepada saudara-saudaranya saat mereka pulang dari jihad. Ini semua menunjukkan pentingnya mempelajari agama ini dengan sebaik-baiknya.
Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- juga telah mengabarkan pada kita, bahwa di antara tanda kebaikan pada diri seseorang adalah ketika orang tersebut me¬mahami agama ini secara mendalam. Beliau juga mengabarkan bahwa seseorang akan menjadi mulia di sisi Allah dan di hadapan manusia, ketika ia memiliki ilmu dan mengamalkannya dengan sebaik-baiknya, demi meraih ridha Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- .
Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- di dalam banyak haditsnya telah menjelaskan, bahwa ibadah yang tidak didasari dengan pengetahuan yang benar, adalah kerugian yang besar bagi pelakunya. Karena di samping ibadah tersebut tertolak, pelakunya juga diancam dengan siksaan yang berat kelak di hari Kiamat.
Demikian pula halnya dengan ilmu yang diamalkan bukan karena Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- , kelak akan membawa pelakunya pada kesengsaraan di akhirat. Banyak sekali gambaran-gambaran mengerikan yang terjadi pada orang-orang yang perbuatannya menyelisihi ilmunya, atau perbuatan-nya tidak disertai dengan keikhlasan kepada Allah tH di hari Kiamat kelak. Seperti yang terjadi pada tiga orang yang telah diberikan ke-nikmatan oleh Allah berupa kemampuan membaca al-Quran dengan bagus, harta melimpah dan kesempatan untuk berjihad dijalan-Nya. Akan tetapi ketika mereka menyalahgunakan kenikmatan tersebut dan tidak melandasinya dengan keikhlasan semata karena Allah, maka Allah pun mengadzab mereka. Na'uudzubillaah.
Kerusakan yang ada di muka bumi ini -dengan berbagai bentuk-nya- tidak lain karena minimnya pengetahuan umat manusia terhadap syari'at Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- . Mereka bahkan keluar dari aturan-aturan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- , lalu dengan seenaknya melanggar rambu-rambu yang telah Allah tetapkan demi kemaslahatan mereka, hanya sekedar untuk memenuhi kepuasan hawa nafsu.
Fenomena kesyirikan, kezhaliman, permusuhan, pemutusan tali silaturahim, kecurangan dalam bermuamalah, serta memakan harta anak yatim dengan zhalim dan berbagai macam kejahatan lainnya dalam kehidupan ini, merupakan realita nyata dari kerusakan yang diakibatkan oleh kebodohan umat manusia terhadap agama yang diridhai ini. Maka ketika umat ini ingin kembali kepada al-Qur-an dan as-Sunnah, mempelajari keduanya dengan benar dari mengembalikan seluruh perselisihan pendapat kepada keduanya, niscaya mereka akan menjadi umat yang beriman dan bertakwa kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- . Karena keduanya merupakan modal utama dalam meraih kebahagiaan, ke-tentraman dan kemakmuran.
Sebagaimana yang telah Alloh janjikan dalam banyak ayat di dalam al-Quranul Karim.
Di antaranya adalah firman Alloh Azza Wa Jalla , yang artinya
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa , pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari la-ngit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. Al-A'raaf: 96)
Ketika sebagian umat ini menyadari akan pentingnya hal terse¬but, mulai dari keutamaan menuntut ilmu syar'i dan kedudukan orang yang berilmu di sisi Allah, hingga betapa ilmu memiliki pengaruh yang begitu besar dan dominan dalam memperbaiki umat manusia, di berbagai segi, maka mereka pun mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencarinya, demi meraih pahala yang besar dan menumbuh-kan rasa takut kepada Allah. Di samping mereka mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari, mereka juga mengajarkannya kepada umat. Maka berdirilah lembaga-lembaga pendidikan dan halaqah-halaqah (kajian-kajian) ilmiah yang mengajarkan ilmu-ilmu keislaman di dalamnya. Tidak hanya sebatas itu saja, mereka juga mengarang buku-buku dalam berbagai disiplin ilmu syari'at, seperti Aqidah, Tafsir, Hadits, Fiqih (hukum), Ushul Fiqih, dan lain-lain, demi mengeluarkan manusia dari gelapnya kebodohan dan kekufuran menuju terangnya ilmu pengetahuan dan Islam.
Inilah buku yang akan memandu kaum muslimin mengenal ajaran yang berkaitan dengan Ibadah seorang muslim terhada Rabb nya . Kitab berjudul ; Ar Raudhah An nadiyah Syarah Ad Durar Al Bahiyyah, karya Al Imam Al Muhadits Syaikh Shiddiq Hasan Khan -rahimahulloh- , merupakan kitab penjelsan dari hadits yang terkandung dlam kitab karya Imam Asy Syaukani -rahimahulloh- : Ad Duror Al Bahiyyah.
Inilah edisi terjemah nya, kelebihan buku ini adalah dilengkapi dengan ta’liq, komentar dari Syaikh Ahmad Syakir -rahimahulloh-, Syaikh Al Albani -rahimahulloh- dan Syaikh Ali Hasan Al Halabi.

Fiqih Islam : dari Al Kitab dan As Sunnah [ Edisi lengkap 4 Jilid ]
Judul asli ; Ar Raudhah An nadiyah Syarah Ad Durar Al Bahiyyah,
Penulis : Al Imam Al Muhadits Syaikh Shiddiq Hasan Khan -rahimahulloh-
Fisik : Buku ukuran sedang, hardcover
Penerbit : Griya Ilmu

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover hardcover
Judul Asli Ar Raudhah An nadiyah Syarah Ad Durar Al Bahiyyah,
Judul Buku Fiqih Islam : dari Al Kitab dan As Sunnah
Jumlah Jilid Lengkap 4 Jilid / Set
Penerbit / Publisher Griya Ilmu
Penulis Al Imam Al Muhadits Syaikh Shiddiq Hasan Khan
Ukuran Fisik Buku 15.5 x 24 cm