• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Media Tarbiyah Fikih Shalat Berdasarkan Al Quran dan As Sunnah Penulis : Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas, Penerbit : Media Tarbiyah .. Product #: TAR-0003 Regular price: Rp 130.000 Rp 130.000

Fikih Shalat Berdasarkan Al Quran dan As Sunnah

Harga: Rp 130.000  Rp 104.000

- +

Shalat merupakan sarana hubungan antara hamba dengan Rabb-nya Subhanahu wa Ta'ala yang wajib dilaksanakan lima waktu sehari semalam, dan pelaksanaan nya harus sesuai petunjuk Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana sabda beliau,
"Shalatlah, sebagaimana kalian melihat Aku shalat “ [ Al Bukhari no : 631,6008,7246, dan selainnya]
Telah kita ketahui, bahwa dalam ajaran Islam ,syarat mutlak diterimanya suatu amalan ibadah oleh Alloh –Azza Wa Jalla- ada dua:
1. Ikhlas : karena Allah Ta'ala semata.
2. Ittiba' : (mengikuti contoh) Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.
Tentang ikhlas karena Allah Ta'ala, maka masalah ini dibahas oleh para ulama tauhid dan 'aqidah. Sedangkan masalah ittiba' (mengikuti contoh) Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dibahas oleh para ulama fiqih.
Lawan dari ikhlas adalah syirik, sedangkan lawan dari mutaba'ah /ittiba adalah bid'ah.
Oleh karena itu, barangsiapa yang mengikuti contoh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tanpa keikhlasan maka ibadahnya tidak sah, berdasarkan firman Allah Ta'ala dalam hadits Qudsi:
"Aku tidak butuh kepada semua sekutu. Barangsiapa beramal dengan mempersekutukan-Ku dengan yang lain, maka Aku biarkan dia bersama sekutunya.” [Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2985) dan Ibnu Majah (no. 4202) dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.]
Dan barangsiapa yang iklas karena Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, tetapi tidak mengikuti contoh Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam maka ibadahnya tertolak, berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam,
"Barangsiapa beramal tanpa adanya tuntunan dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” [Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2697), Muslim (no. 1718 (18)), dan Ahmad (VI/146,180, 256) dari 'Aisyah radhiyallaahu 'anha.]
Demikian pula dengan Ibadah Shalat wajib dikerjakan dengan dua syarat diatas: ikhlas dan ittiba' , serta shalat wajib dikerjakan dengan khusyu' dan thuma'-ninah.
Oleh karena itu, beruntunglah orang yang mengerjakan shalat dengan khusyu' dan thuma'ninah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya." (QS. Al-Mu'-minuun: 1-2)
Sebaliknya merugilah orang-orang yang lalai dari shalatnya dan mengerjakannya dengan tidak khusyu' dan tidak thuma'-ninah.
Allah Ta'ala berfirman, '
"Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya." (QS. Al-Maa'uun: 4-5)
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang mengerjakan shalat selama enam puluh tahun, tetapi tidak ada satu shalat pun yang diterima darinya. Barangkali ia menyempurnakan ruku', tetapi tidak menyempurnakan sujud, dan menyem¬purnakan sujud, tetapi tidak menyempurnakan ruku'.”[ Hasan: Diriwayatkan oleh al-Ashbahani ( j 236/2) dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 2535)]
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,
"Alloh Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan melihat kepada shalat seorang hamba yang tidak meluruskan punggungnya pada saat berdiri di antara ruku' dan sujudnya (i'tidal).” [Sanadnya Jayyid: Diriwayatkan oleh Ahmad (IV/22) dari Thalq bin 'Ali al-Hanafi radhiyallaahu 'anhu. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 2536).]
Hadits ini adalah ancaman bagi orang yang tidak khusyu' dan tidak thuma'-ninah dalam shalatnya. Hadits ini menunjukkan wajibnya khusyu' dan thuma'-ninah dalam shalat. Dan ini wajib dijaga dalam semua shalat.
Barangsiapa menjaga shalat yang lima waktu dengan khusyu' dan thuma'-ninah serta dengan ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, maka pada hari Kiamat ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan. Dan Allah akan menjanjikannya untuk masuk Surga.
Shalat akan mendidik seorang muslim agar selalu cinta, takut, dan mengharap hanya kepada Allah, yang apabila dilaksanakan dengan khusyu' dan thuma'-ninah, maka shalat tersebut akan mencegah seorang hamba dari perbuatan keji dan mungkar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Bacalah Kitab (Al-Qur-an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) sesungguhnya mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaan-nya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-'Ankabut: 45)
Shalat merupakan amalan yang pertama dihisab pada hari Kiamat. Sebagaimana Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Amal seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat, apabila shalatnya baik maka baik pula seluruh amalnya dan apabila shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalnya “ [Shahih: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu'jamul Ausath (11/512, no. 1880) dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu 'anhu. Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 1358) ]
Oleh karena itu, wajib bagi setiap individu muslim untuk belajar [kembali] tuntunan dan tata cara sholat yang benar-benar sesuai dengan sholat yang dicontohkan Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam .
Selama ini mungkin sebagian dari muslimin masih beramal sholat dengan amalan sholat yang dia pelajari ketika kecil dulu [ yang masih banyak kesalahan disana sini], yang lebih celaka lagi amalan salah ini masih dia lakukan sampai sekarang ini.
Sungguh rugi muslimin semacam ini, ketika dia hidup di zaman sekarang ini dimana kita hidup yang Alloh mudahan segala media [ majalah islam, buku islam ilmiyyah,dauroh kajian islamiyyah dan lainnya, tersebar mudah didapatkan] dan waktu luang serta kesehatan yang Alloh berikan untuk dia menuntut ilmu agama yg benar dan shahih, namun dia tidak memanfaatkan kesempatannya dengan baik.
Entah apa yang akan dia jawab kelak dihadapan Alloh – Azza wa Jalla- ketika dia ditanya tentang sholat nya yang masih salah dan rusak disana sini, padahal selama didunia Alloh sudah memudahkan untuk nya. -allahu musta'an-

Inilah buku yang menjelaskan Sholat sebagai rukun Islam kedua, meliputi pembahasan :
1. Shifat Wudhu Rosululloh
2. Mengusap Khuf dan Tayammum
3. Kedudukan dan keutamaan Sholat
4. Definisi dan permbagian Sholat
5. Wajibnya sholat yang lima waktu dan hokum bagi yang meninggalkannya
6. Syarat, rukun, wajib, sunnah, mubah dan maksruh di dalam amalan sholat
7. Shifat sholat Rosululloh dari takbir hingga salam
8. Sholat-sholat sunnah
9. Sujud tilawah, sujud syukur dan sujud sahwi
10. Fiqih sholat berjamaah
11. Sholat bagi musafir
12. Sholat jumat
13. Sholat dua hari raya
14. Sholat Khauf
15. Sholat jenazah
16. Nasehat untuk seluruh kaum muslim

Fiqih Shalat : Berdasarkan Al Qur’an dan As-Sunnah
Penulis : Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Fisik : Buku ukuran sedang, Hardcover,420 halaman
Penerbit : Media Tarbiyah

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Hardcover
Judul Buku Fikih Shalat Berdasarkan Al Quran dan As Sunnah
Jumlah Halaman 420 hlm
Penerbit / Publisher Media Tarbiyah
Penulis Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Ukuran Fisik Buku Buku Ukuran Sedang 16 x 24.5 cm