• Hotline: (+62) 819.2469.325
Kategori Buku
Pustaka Imam Syafii Panduan Wakaf, Hibah, dan Wasiat Penulis : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin;Fisik: 342 hlm. ; buku sedang, sofcover, 14,5 x 20,.. Product #: PIS-0087 Regular price: Rp 50.000 Rp 50.000

Panduan Wakaf, Hibah, dan Wasiat

Harga: Rp 50.000  Rp 40.000

- +

Di antara jalan-jalan kebaikan yang Allah sediakan bagi manusia adalah bersedekah di jalan-Nya dengan harta yang dia cintai kepada orang lain. Sedekah seperti ini sangat dianjurkan oleh agama, bahkan menjadi syarat untuk memperoleh kebaikan,
Alloh Azza wa Jalla berfirman, yang artinya
 "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS. Ali 'Imran: 92)
Menurut para ulama ahli tafsir, yang dimaksud dengan kebaikan di sini adalah Surga atau kebaikan dari Alloh Azza wa Jalla  secara iiuum.
        Dalam Islam, sedekah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sedekah Wajib dan sedekah sunnah. Di antara sedekah yang sunnah adalah wakaf, hibah, dan wasiat. Ketiga jenis sedekah tersebut memiliki pengertian dan aturan masing-masing. Apabila seseorang
menyedekahkan suatu barang untuk dimanfaatkan saja sementara barang itu tetap ada, maka perbuatan itu disebut wakaf; apabila dia memberikan suatu barang kepada orang lain untuk dimiliki, maka perbuatan itu disebut hibah; sedangkan apabila dia berderma dengan harta setelah meninggal atau perintah untuk mengurusi sesuatu sepeninggalnya, maka perbuatan itu disebut wasiat.
         Seiring makin bergairahnya ummat Islam untuk bersedekah, akhir-akhir ini mereka mulai giat mengangkat persoalan wakaf, hibah, dan wasiat. Berbagai buku pun mulai bermunculan guna membahas persoalan ini dari berbagai sisi, khususnya masalah wakaf. Bahkan, beberapa lembaga resmi didirikan dengan tujuan mengkoordinasi ummat Islam yang ingin memberikan wakaf, namun belum banyak mengerti soal wakaf ini. Apalagi masalah hibah dan wasiat yang cenderung kurang diperhatikan, padahal keduanya tidak kalah penting daripada masalah wakaf, karena kedua hal itu lebih sering terjadi di masyarakat, sehingga mereka harus mengetahui ilmunya secara baik dan benar.
Atas dasar itu, juga melihat alasan lainnya, inilah buku berjudul Panduan Wakaf, Hibah, dan Wasiat menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, yang diterjemahkan dari kitab aslinya yang berjudul asy-Syarhul Mumti' 'ala Zaadil Mustaqni', karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin. Beliau adalah sosok yang sudah dikenal luas di kalangan ummat Islam dunia sebagai ulama yang fakih, kredibel, dan mengerti betul hukum-hukum Islam berdasarkan al-Qur-an dan as-Sunnah serta pemahaman para ulama Salafush Shalih.
             Dibandingkan dengan buku-buku lainnya yang sejenis, buku ini memiliki bobot yang sudah tidak diragukan lagi. Pertama, I dilihat dari sisi penulisnya, dan kedua, terkait dengan materi yang disajikan. Meskipun buku ini termasuk buku syarah, tetapi justru di situlah letak keunggulannya. Apa yang ditulis di dalamnya tidak sekadar menjabarkan matan, tetapi juga memberikan pengetahuan; memperluas dan memperdalam wawasan soal wakaf, hibah, dan wasiat; serta menjelaskan pernik-pernik detail masalah tertentu yang masih banyak dipertanyakan, Penulispun menegaskan sekaligus menetapkan jawaban yang dipilihnya berdasarkan satu pendapat yang lebih shahih, sesuai dengan apa yang ditunjukkan al-Qur'an dan as-Sunnah serta ulama-ulama Salalush Shalih.
           Secara umum, pembahasan buku ini dibagi menjadi tiga macam: Bagian pertama membahas soal wakaf, antara lain mencakup hal-hal elementer yang terkait dengannya, juga persoalan-persoalan kekinian (kontemporer) yang mutlak memerlukan jawaban dan penyelesaian yang benar, seperti soal harus sharih (jelas/tersurat) atau tidaknya akad wakaf, bagaimana dengan illuil wakaf yang bersifat kinayah (tidak jelas/tersirat), syarat-syarat dalam wakaf, sah tidaknya berwakaf kepada selain orang Muslim, bagaimana mekanisme wakaf secara teknis, serta hal-hal lainnya.
          Pada bagian kedua dibahas masalah hibah, yang antara lain dibicarakan soal syarat-syarat hibah, hibah kepada ahli waris, boleh tidaknya menarik hibah kembali, serta hal-hal yang lainnya.
Pada bagian ketiga dibahas tentang wasiat, tercakup di dalamnya  SOAL HUKUM  wasiat, jumlah maksimal yang mesti diwasiatkan,dapat tidaknya ahli waris wasiat, bagaimana jika pewasiat tidakmempunyai ahli waris, bagaimana soal pengembalian wasiat, apa diwasiatkan, serta masalah-masalah terkait lainnya .

Panduan Wakaf, Hibah, dan Wasiat
Judul asli: Asy-Syarhul Mumti kitabul waqf wal hibah wal washiyyah.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
 Fisik: 342   hlm. ; buku sedang, sofcover, 14,5 x 20,5 cm.
Pustaka Imam Asy-Syafi'i.

Detail Info Buku
Bahasa Indonesia
Format Cover Softcover
Judul Asli Asy-Syarhul Mumti kitabul waqf wal hibah wal washiyyah
Judul Buku Panduan Wakaf, Hibah, dan Wasiat
Jumlah Halaman 342 hlm
Penerbit / Publisher Pustaka Imam Syafii
Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Ukuran Fisik Buku buku sedang, sofcover, 14,5 x 20,5 cm.